
Pagi itu, di rumah Devi yg tenang dan dirinya tengah menikmati sarapannya. Beberapa pelayan pun melapor kalau Sammy belum bangun juga, tapi kondisinya baik-baik saja.
"Baiklah Bi.. kabari saja jika dia sudah bangun dan beri dia sarapan." ucap Devi.
"Baik non."
Baru saja Devi menggigit roti, tiba-tiba dari luar muncul sebuah keributan.
"Dimana pria bernama Sammuel???"
"Cepat suruh dia keluar..!" pinta beberapa orang yg menerobos masuk.
"Siapa kalian?? berani sekali masuk rumah orang tanpa ijin.." ucap Devi keluar.
"Suruh pria bernama Sammuel keluar..!"
"Siapa kau??"
"Aku?? tentu saja pemilik rumah ini, kalau kalian macam-macam aku akan melapor pada pihak berwajib." ucap Devi.
"Jangan banyak bicara kami hanya ingin pria bernama Sammuel.."
"Oh ya.. ada urusan apa? ini bahkan bukan rumahnya." ucap Devi.
"Ck.. kau ini wanita yg banyak bicara rupanya..!"
"Pak.. panggil keamanan.." pinta Devi.
"Baik non.."
Terjadilah keributan dan perkelahian diluar. Dan Devi berusaha melindungi Sammy karena yakin Sammy takkan membuat masalah.
"Siapa orang gila ini?? pagi-pagi sudah membuat keributan.." gumam Devi dalam hati.
Devi pun ikut melawan mereka, karena dirinya dibekali ilmu bela diri oleh kakeknya untuk berjaga-jaga. Keributan parah pun terjadi dan polisi masih sangat lama untuk tiba di tempat.
Sammy yg sedang tertidur pun terbangun setelah mendengar keributan. Sammy pun mencoba bangkit dan melihat situasi di luar. Lalu Sammy bertanya pada pelayan yg terlihat ketakutan.
"Ada apa bi?" tanya Sammy.
"Tuan, nona diserang sekelompok pria aneh.." ucap pelayan tersebut ketakutan.
"Apa??? " ucap Sammy terkejut dan langsung keluar.
Saat Sammy muncul, Devi pun tengah terdorong oleh pukulan salah seorang. Dengan cepat Sammy menangkapnya.
"Dev kau tak apa??" tanya Sammy.
"sshh.. iya.. Samm kau kenal mereka?" tanya Devi.
"Tidak, mereka mencariku?" tanya Sammy.
"Iya.. mereka berbahaya kau harus hati-hati." ucap Devi.
"Kau pasti pria bernama Sammuel..!"
"Iya, siapa kalian?" tanya Sammy.
"Ikut dengan kami, kau sudah membuat masalah besar." ucap salah seorang.
"Tunggu apa salahku?" tanya Sammy.
"Jangan banyak bicara..!"
Mereka pun langsung menyerang Sammy dan menyergapnya. Walaupun Sammy melawan mereka, tapi mereka menahan Devi agar Sammy menurut.
"Jika kau melawan, wanita ini juga akan terkena imbasnya.."
"Kau..! apa mau kalian?" tanya Sammy.
"Ikuti perintah kami.."
"Baiklah.." ucap Sammy karena tak ingin Devi terluka lebih parah lagi.
"Samm.. mereka berbahaya.." ucap Devi.
__ADS_1
"Dev.. aku akan baik-baik saja.. kau tenang saja." ucap Sammy.
"Harusnya kau menurut dari tadi."
Mereka pun membawa Sammy dan meninggalkan kediaman Devi. Devi pun jatuh terduduk di halaman melihat Sammy dibawa oleh mereka yg terlihat sangat berbahaya.
"Non.. " teriak beberapa pelayan.
"Ya ampun, bibir nona berdarah.."
"Bawakan obat..!"
"Aku tak apa.." ucap Devi lalu dibantu untuk berdiri dan masuk ke dalam rumahnya.
Devi pun diobati luka-lukanya. Lalu wanita itu langsung bergerak untuk menangkap mereka.
"Pak Min.. aku minta rekaman cctv mereka dan laporkan pada pihak berwajib.." pinta Devi.
"Baik non.."
"Ingat, kalau ada siapapun yg tak dikenal datang saat aku tak ada, jangan berani bukakan pintu." ucap Devi.
"Baik non.." ucap mereka serempak.
"Aku harus pergi bekerja.. " ucap Devi.
Devi pun tetap pergi bekerja walaupun tubuhnya agak memar karena melawan mereka yg memaksa masuk ke rumahnya. Di kantor pun Devi tampak melamun, memikirkan bagaimana nasib Sammy yg belum memberi kabar.
"Nona, kudengar ada insiden pagi ini di rumah?" tanya Boby.
"Iya Bob, ada sekelompok orang membawa Sammy." ucap Devi.
"Lalu? sudah ada kabar?" tanya Boby.
"Belum, kau bisa membantuku?" tanya Devi.
"Baiklah, aku akan meminta bantuan tim yg bisa diandalkan." ucap Boby.
"Terimakasih Bob, pihak berwajib belum menemukan petunjuk." ucap Devi.
Selang beberapa jam, Boby pun datang membawa berita buruk. Dan Devi langsung terkejut mendengarnya.
"Apa bob? aku tak salah dengar?" tanya Devi.
"Iya nona.. itu ulah tuan James.." ucap Boby.
"Pantas penyelidikannya lama.." ucap Devi.
"Anda mau kemana nona.?" tanya Boby.
"Apalagi kalau bukan menghampirinya.. " ucap Devi.
"Aku ikut, mungkin berbahaya jika nona sendiri kesana." ucap Boby.
"Terimakasih bob, kau memang setia padaku." ucap Devi.
Boby pun membawa Devi menuju ke kantor James. Nampak Devi begitu kesal oleh tindakan orang tua tersebut. Apa salahnya Sammy hingga harus dibawa paksa oleh orang suruhannya.
Devi pun datang dan masuk tanpa peduli orang-orang mencegahnya termasuk Wendy.
"Apa maumu?" tanya Wendy.
"Minggir..!" ucap Devi mendorong Wendy dan membuka pintu ruangan James.
Brakkk..!!!
"Nona Devi, apa yg anda lakukan?" tanya James.
"Harusnya aku yg bertanya, apa salah kekasihku?" tanya Devi.
"Ternyata kau boleh juga bisa tahu gerak-gerikku." ucap James.
"Tuan James, anda itu sudah tua haruskah berbuat kotor begini..?" tanya Devi.
"Kotor?? kekasihmu itu pria bre***sek.." ucap James.
__ADS_1
"Apa kesalahannya?" balas Devi.
"Dia sudah melecehkan putriku.." ucap James.
"Apa anda punya bukti..??" tanya Devi.
"Dad.." ucap Wendy merasa malu karena ada beberapa orang disana.
"Biar wanita ini tahu apa yg dilakukan kekasihnya." balas James.
"Aku bukan hanya mengenalnya tapi tumbuh besar bersamanya, aku yakin dia bukan orang sebre***ek itu.." ucap Devi.
"Aku sudah melakukan visum pada putriku.. dan akan menghukum Sammy." ucap James.
"Apa buktinya?" tanya Devi.
"Semuanya keluar.." pinta James dan semuanya keluar.
James pun menunjukkan bukti pemerkosaan di tubuh Wendy.
"Tuan James, siapapun bisa melakukan ini.. yg kutanya bukti nyata apakah Sammy yg melakukannya." ucap Devi.
"Dr.Sammuel yg melakukannya semalam." ucap Wendy.
"Pfff.. kau lupa, aku dan temanku membawa kekasihku yg kau buat mabuk semalam di sebuah resto." ucap Devi.
"Apa??" tanya James terkejut.
"Anda terkejut?? itu benar, putrimu memberi sesuatu yg membuat kekasihku tak sadarkan diri dan aku langsung membawanya pulang sebelum terjadi sesuatu yg diinginkan putrimu." balas Devi.
"Aku takkan percaya ucapanmu.. itu pasti alasan yg kau buat agar kekasihmu bebas." ucap James.
"Tuan James lebih baik anda hentikan sebelum anda menyesal." ucap Devi memberi peringatan.
"Aku tak takut hubungan kerjasama kita berakhir." ucap James.
"Memangnya kau pikir di dunia ini hanya perusahaanmu yg ingin bergabung dengan kami?? yg kumaksud adalah orang tua Sammy." ucap Devi.
"Beritahu saja karena putranya harus menikahi putriku yg sudah ia lecehkan." ucap James.
"Aku akan berikan bukti-buktinya padamu." ucap Devi lalu keluar dari ruangan James.
Devi pun berjalan keluar diikuti oleh Boby. Dan mereka kembali ke kantornya.
"Bagaimana nona?" tanya Boby penasaran.
"Wendy sedang melakukan Playing Victim.." ucap Devi.
"Sudah kuduga.. lalu apa yg harus kulakukan katakan saja nona.." ucap Boby.
"Dapatkan cctv di resto cc pada pukul xx sampai yy.. lalu bawa juga cctv dari rumahku saat Sammy tiba." ucap Devi.
"Sisanya aku akan menghubungi keluarganya." ucap Devi.
"Baik nona."
Devi pun menghubungi tuan Ben, lalu uncle Kenzo untuk mengabari tentang Sammy yg diculik dan difitnah oleh James. Mereka pun dengan cepat merespon dan akan datang ke Indonesia secepat mungkin. Sementara orang-orang Devi menyiapkan beberapa barang bukti lainnya.
James adalah orang yg berpengaruh, dan dirinya berniat menikahkan Sammy dengan putrinya yg merupakan saudari tiri Sammy. Devi pun takkan membiarkannya dan akan menghancurkan rencana Wendy.
.
.
.
Ditempat lain nampak, Sammy tengah diikat dan dipukuli.
"Dr.Sammuel, kau masih belum mengakuinya?" tanya James.
"Jawabanku tetap sama.. malam ini aku menginap di rumah kekasihku.. dan terakhir aku bertemu putrimu adalah di resto Cc.. mungkin sebentar lagi Devi akan membawakan buktinya." balas Sammy tersenyum.
"Dasar pria kurang ajar..!! sudah melecehkan putriku kau masih belum mengaku.." ucap James lalu memukuli Sammy tanpa ampun.
Sammy pun harus menahan semua pukulannya karena dirinya takkan mau menikahi Wendy yg adalah saudari tirinya. Belum lagi dirinya memang tak melakukan pelecehan tersebut.
__ADS_1