
James pun mengambil langkah berani setelah bicara dengan ibunya dan sindiran keras dari Ben. Dirinya akhirnya merelakan beberapa project karena harus membatalkan kesepakatannya untuk menikahi Bella. Bella dan Ronaldo kesal bukan main atas keputusan James yg mendadak dan tiba-tiba tersebut.
Dan Ronaldo beserta Bella langsung bergerak cepat membuat perusahaan James kacau. James pun sudah meminta Ben untuk bersiap akan keputusannya yg membuat perusahaan jadi kacau setelah membatalkan pernikahannya dengan Bella.
"James aku lebih suka bekerja keras daripada menyakiti wanita." ucap Ben.
"Iya.. kau benar, terimakasih sudah mengingatkanku Ben." ucap James.
"Tentu James.. aku juga temanmu." ucap Ben.
Mereka berdua pun menjadi super sibuk dengan kekacauan yg ditimbulkan Ronaldo. Dan Bella terus mengacau dan mendesak James dengan berbagai alasan tak masuk akal lainnya. Bahkan sampai akan menyebar foto-foto syur mereka.
"*****..! dasar wanita gila.." umpat James.
"Ada apa tuan?" tanya Ben.
"Bella mulai mengancam akan menyebar foto-foto kebersamaan kami." ucap James.
"Jika sampai terjadi beberapa tim yg ku utus akan membereskannya James." ucap Ben.
"Dan pastikan kakek tak tahu akan hal itu." ucap James.
"Tentu James, kami akan bekerja keras." ucap Ben.
.
.
.
Sementara itu, Lyra pun mendapat kabar dari Vina kalau dirinya akan makan malam bertiga dengan Vina dan James. Dan untuk pertama kalinya setelah keributan besar, dirinya akan makan satu meja dengan James. Lyra pun tak mampu menolak keinginan ibu mertuanya tersebut.
Lyra pun sudah berjanji akan menyempatkan waktu untuk datang apapun yg terjadi karena Vina mendesaknya. Vina mengatakan kalau dirinya akan segera kembali untuk mengurus perusahaan.
.
.
.
Malam pun tiba, Lyra pun sudah memakai pakaian yg sudah disiapkan oleh Vina untuk acara makan malam mereka. Dan dirinya berangkat bersama Vina karena James akan menyusul dari kantornya.
Mobil pun melaju membawa Lyra menuju ke resto terkenal favorit ibu mertuanya tersebut. Dan mereka langsung diantarkan ke ruangan khusus yg sudah ia reservasi tersebut.
Lyra pun duduk dengan tenang bersama ibu mertuanya dan keduanya mengobrol santai. Mereka hanya memesan minuman hingga James tiba. Dan tak lama yg ditunggu pun tiba. James datang ke ruangan mereka dengan senyum. Vina juga senang akan keputusan putranya tersebut dengan mempertaruhkan perusahaannya.
__ADS_1
"Selamat datang putraku." ucap Vina.
"Selamat malam mom.. maaf membuat kalian menunggu." ucap James.
"Tak masalah, hanya beberapa menit.. duduklah." ucap Vina.
Lyra pun hanya tersenyum demi menutupi masalah rumah tangganya. Dan James duduk disampingnya, dihadapan ibunya sesuai perintah Vina. Kemudian mereka memesan menu dan makan malam bersama sesuai rencana.
Dan setelah makan malam, Vina meminta pelayan membawakan minuman yg sudah ia pesan. Ia memesan wine untuk diminum bersama.
"Maaf mom.. aku tidak minum. " ucap Lyra.
"Sayang coba saja sekali." ucap Vina.
"Baiklah." balas Lyra.
"Mom jangan memaksanya.." ucap James merebut minuman Lyra dan meminumnya.
"Oke.. mom akan pesankan jus saja untuk Lyra." ucap Vina.
Dirinya pun memesan jus pada pelayan. Dan sesuai rencananya jus tersebut sudah dicampur sesuatu yg membuat keduanya takkan bisa berpisah. Mungkin caranya kotor, tapi tak ada cara lain yg lebih efektif dibandingkan ini.
"Maaf Lyra, tapi mom ingin kau tetap percaya pada James." gumam Vina dalam hati.
"Lyra.. James.. 8 tahun mom rasa sudah cukup untuk kalian berdua.. kini kalian cobalah program anak." ucap Vina.
"Mom.. kenapa tiba-tiba.?" tanya James.
"Tiba-tiba darimana? kalian itu sudah 8 tahun menikah." ucap Vina.
"Akan kami usahakan mom." ucap Lyra walaupun ia tahu takkan mungkin terjadi.
"Baguslah, mom ingin kehidupan kalian tidak membosankan. Kalian itu bekerja bagai dikejar bom waktu.. hampir tak ada waktu untuk bersama bukan?" ucap Vina.
"Mom benar, tapi aku hanya ingin Lyra siap.. karena semuanya Lyra yg menanggung paling berat." ucap James.
"Aku akan mempersiapkan diri mom, James.." ucap Lyra.
"Bagus.. dengan adanya anak kalian akan punya prioritas waktu untuk bersama." ucap Vina.
"Baik mom." ucap James dan Lyra.
Keduanya pun membahas berbagai topik, hingga malam makin larut. Lyra pun mulai merasakan efek dari obat yg diberikan oleh Vina melalui jus yg ia minum. Kepalanya mulai pusing dan Vina yg melihatnya meminta mereka pulang.
"Lyra kau baik-baik saja?" tanya Vina.
__ADS_1
"Aku hanya pusing.. mungkin ini efek dari aku yg sering terjaga saat malam hari." ucap Lyra menebak-nebak.
"James bawa Lyra ke rumah sakit." pinta Vina.
"Tidak mom.." ucap Lyra dan Vina telah berhasil, kini hanya tinggal selangkah lagi.
"Baiklah, kalian ke gedung sebelah saja disana ada apartemen milik mom.. lebih baik Lyra istirahat disana." ucap Vina lalu memberitahukan kode paswordnya.
"Tapi mom.. aku bisa istirahat di rumah." ucap Lyra.
"Lyra dengarkan mom.. wajahmu pucat dan jika terjadi sesuatu disini dekat dengan rumah sakit." ucap Vina.
Lyra pun mengalah, dan James membawanya ke apartemen milik momnya tersebut. Dengan langkah gontai akhirnya Lyra digendong oleh James saat sudah tiba di apartemen. Tak peduli tatapan aneh orang padanya, James hanya membalas mereka dengan tatapan tajam.
Semua orang pun tak berani menatapnya dan James terus berjalan menuju kamar milik momnya. Lalu dirinya memasukan pasword dan pintu pun terbuka. Disana nampak momnya sudah mempersiapkannya dengan rapi. Semuanya bersih dan wangi, walaupun sebenarnya Vina ingin menghiasnya bak kamar pengantin tapi pasti Lyra akan curiga, makanya Vina mengurungkannya dan hanya memastikan semuanya bersih dan rapi.
James pun membaringkan Lyra di tempat tidur. Namun, Lyra merasa kepanasan entah mengapa.
"Kenapa panas sekali, James nyalakan ac-nya.." ucap Lyra.
"Baiklah.." ucap James padahal ac-nya sudah menyala dan James hanya menurunkan suhunya.
"Apa kau punya pakaian yg nyaman? aku merasa gerah sekali." ucap Lyra.
"Tunggu, aku akan cari pakaian disini." ucap James.
Tak ada pakaian apapun, dan hanya ada jubah mandi.
"Hanya ada jubah mandi, bagaimana?" tanya James.
"Lebih baik.." ucap Lyra bangun dengan sempoyongan.
Dirinya pun dibantu James menuju ke toilet untuk berganti pakaian. Baru James melangkah, Lyra sudah memanggilnya.
"James..." panggil Lyra.
"Ada apa?" tanya James.
"Aku tak bisa membuka gaun ini.. bantu aku." ucap Lyra yg mulai kehilangan kesadaran.
James pun menelan salivanya dengan susah saat membuka retsleting gaun Lyra dari belakang yg menampilkan punggung mulusnya. Pengaruh alkohol pun mulai terasa, hingga tanpa sadar James mengecup punggung mulus tersebut.
Bukannya tak nyaman Lyra malah menikmatinya. Dan yg selanjutnya terjadi adalah hubungan yg sudah seharusnya mereka lakukan sebagai pasangan suami istri.
Semua ini adalah perbuatan Vina agar keduanya tak berpisah. Dan agar Lyra juga percaya kalau James mencintainya. Hingga keduanya menikmati waktu yg akhirnya bisa mereka nikmati berdua.
__ADS_1