Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.68 IMPAS


__ADS_3

"Kalian..!" ucap James kesal sementara Lyra pun tersenyum begitu juga dengan Kenzo.


"Tuan James aku kemari ingin memberikan selamat, kenapa anda marah-marah begini?" tanya Lyra santai.


"Bukankah ini hari bahagiamu, kenapa kau sampai marah begitu melihat kami." ucap Kenzo.


"Lyra kenapa kau bersama pria ini?" tanya James.


"James..! aku ini istrimu dan ada disebelahmu..!" ucap Bella kesal.


"Ckk.. kau diam dulu." ucap James dan membuat Lyra serta Kenzo menahan tawa karena keduanya malah berdebat.


"Bukankah sudah jelas kalau kami sepasang kekasih? kau juga sudah tahu kan." ucap Lyra.


"Tuan James, lebih baik kau tidak menatap kekasihku begitu atau aku akan marah." ucap Kenzo.


"James...!!" ucap Bella memukul kepala James agar sadar.


Plakkk..


"Akh.. dasar istri kurang ajar.." ucap James.


"Kau itu mata keranjang..! jelas-jelas ada aku tapi kau malah melihat mantan istrimu." ucap Bella marah.


"Aduh, kalau dilanjutkan nampaknya panggung pelaminan ini akan hancur.." balas Lyra.


"Lyra, ini gara-gara kau..!" ucap Bella.


"Lah salah sendiri mengundangku.. kau kan yg memintaku untuk hadir. Jadi salahkan dirimu sendiri." ucap Lyra.


"Arghhh.. James kau keterlaluan. " ucap Bella kesal.


"Baiklah, nampaknya kami memicu kalian untuk berdebat, kami lebih baik permisi. Tapi sekali lagi selamat ya tuan James dan nona Bella." ucap Kenzo.


Lalu Lyra mendekat ke telinga Bella dan berbisik.


"Aku sudah memberikan yang kau inginkan, jadi hiduplah dengan bahagia dan jangan ganggu aku lagi." bisik Lyra.


"Kau.." ucap Bella.


"Jadi jangan bertengkar, karena aku juga akan hidup bahagia dengan kekasihku." ucap Lyra.


"Terimakasih kalian boleh pergi." ucap Bella.


"Oke.. dan untuk tuan James kita impas ya.. semoga kalian bahagia." ucap Lyra lalu pergi dengan menggandeng tangan Kenzo.


Seluruh beban di dada Lyra pun hilang seketika, dan hidupnya terasa lebih ringan setelah melakukan semua itu. Lyra harus banyak berterimakasih pada Kenzo yg memintanya untuk datang dan balas dendam dengan cara yg elegant bukan dengan marah-marah atau menghajarnya.


Walaupun James mengepal geram akan kedatangan Lyra dan Kenzo. Hatinya sangat tak terima dengan Lyra yg memilih untuk bersama pria itu dan menceraikannya. Padahal James juga kelewatan dengan berselingkuh dan menikah diam-diam.

__ADS_1


Sementara Bella ada rasa kesal sekaligus lega. Karena dengan begitu, suaminya takkan mengganggu Lyra lagi dan Lyra takkan mengganggu suaminya. Tepat seperti rencananya dari awal, walaupun kali ini berjalan tanpa campur tangan darinya. Tapi rasa kesal itu justru ditimbulkan oleh suaminya sendiri yg tak bisa melupkan mantan istrinya. Padahal jelas-jelas di depan matanya ada dirinya, bagaimana bisa James menatap mantan istrinya??


Bahkan parahnya, James tak mendengarkannya hingga Bella kesal dan memukul kepalanya. Niatnya membuat Lyra menderita justru jadi bumerang untuk dirinya. Dirinya dan James malah bertengkar hingga acara selesai. Dan raut wajah James begitu menyeramkan hingga acara berjalan lebih cepat karena Bella memintanya meninggalkan pelaminannya.


"Jika kau masih ingin terlihat menyebalkan, turun saja dari pelaminan ini..!" ancam Bella.


"Oke.. aku sudah selesai..!" ucap James langsung turun dari pelaminan.


Nampak orangtua Bella pun menatapnya, tapi Bella hanya berkata kalau ada urusan pekerjaan yg mendadak jadi James harus undur diri. Bella pun ikut turun dan acara pernikahan pun dibubarkan lebih awal karena pengantinnya dikabarkan kelelahan.


.


.


.


Sementara Lyra pun tersenyum penuh kemenangan bersama Kenzo.


"Tak sulit bukan?" tanya Kenzo.


"Iya prof.. Terimakasih banyak.. aku merasa sangat lega." ucap Lyra senang.


"Syukurlah.. aku senang mendengarnya." ucap Kenzo.


"Iya, semoga habis ini James tak menggangguku lagi. Agar aku bisa pergi dengan tenang." ucap Lyra.


"Mumpung kita masih diluar, bagaimana jika kita makan malam untuk merayakan keberhasilan kita?" tanya Kenzo.


"Oke.. dan malam ini aku yg traktir." ucap Lyra.


"Baiklah." ucap Kenzo.


Kenzo dan Lyra pun akhirnya menikmati makan malam di sebuah resto dengan hati yg bahagia. Dan mereka juga pulang tepat waktu agar Lyra bisa istirahat. Kenzo cukup senang membalas perbuatan James malam ini, karena dirinya tak terima kalau Lyra terus disakiti dan diganggu.


"Akhirnya kau banyak tersenyum malam ini.." gumam Kenzo dalam hati.


.


.


.


Keesokannya ada berita menggemparkan seisi rumah sakit, dimana Kenzo dipecat sebagai dokter di rumah sakit tempatnya bekerja. Dan Santi sampai tak percaya, karena setahunya dari dokter lain Kenzo tak pernah melakukan kesalahan dan hampir selalu berhasil menyembuhkan pasiennya.


Lyra yg tahu juga terkejut dan menghampiri Kenzo yg sedang membereskan barangnya.


"Prof apa yg terjadi?" tanya Lyra.


"Sepertinya kita memang ditakdirkan bekerja di tempat yg sama." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Lyra.


"Aku sekarang pengangguran, dan aku juga akan mencari kerja di Singapura." ucap Kenzo.


"Prof, tapi apa kesalahanmu?" tanya Lyra.


"Ini biasa terjadi Lyra, orang-orang yg memiliki kekuasaan cenderung merasa takut kalau ada seseorang yg menonjol. Kau lihat kan kinerjaku terlalu bagus hingga membuat divisi kita jadi terkenal." ucap Kenzo.


"Baiklah, aku juga hanya tinggal beberapa hari lagi ada disini." ucap Lyra.


"Pokoknya sampai ketemu lagi saat pernikahan Dion dan Santi." ucap Kenzo.


"Baiklah prof.." ucap Lyra.


Lyra pun tak mengerti dengan atasannya yg memecat Kenzo tanpa alasan yg jelas. Memangnya apa salahnya menonjol? toh bukankah itu menguntungkan rumah sakit jika pasiennya selalu ramai. Dan pasien juga percaya kalau dirinya bisa sembuh dari penyakitnya dan memiliki semangat hidup. Tapi kenyataan kadang tak selalu sama dengan apa yg kita lakukan. Bahkan kadang tak sepadan dengan apa yg sudah kita usahakan. Tapi itulah hidup, selalu penuh dengan kejutan.


.


.


.


Sementara James tersenyum senang setelah mendapat kabar dari Dani sekertarisnya kalau Kenzo sudah dipecat dan tak bekerja lagi di rumah sakitnya.


"Bagus.. " ucap James tersenyum.


"Tuan apa anda tak kelewatan.?" tanya Dani.


"Ini agar Lyra sadar, kalau tak ada yg lebih hebat dariku." ucap James.


Dani pun hanya menghel nafas, karena lagi-lagi tuannya menjadi gila karena ditinggalkan mantan istrinya. Anehnya adalah kini James sudah memiliki istri baru yg cantik dan sedang mengandung anaknya, kenapa masih meributkan hubungan mantan istrinya?? Dani pun hanya berharap dirinya tak ikut terkena imbas dari kejahatan tuannya.


.


.


Sementara Kenzo, dirinya pun tahu dari orang-orangnya kalau atasan yg meminta direktur rumah sakit agar dirinya dipecat adalah James. Bukan sebuah kejutan, mengingat James pernah mengancamnya beberapa waktu lalu. Tapi Kenzo hanya tersenyum, dan sudah tahu cara membalasnya.


Keesokan harinya, seisi rumah sakit dibuat gempar lagi oleh Kenzo yg datang dengan berpakaian rapi. Bahkan ditemani beberapa orang yg terlihat seperti orang-orang eksekutif.


"Prof.. ada apa ini? kau terlihat keren seperti CEO muda." puji Santi setelah menghampirinya.


"Aku punya kejutan untuk kalian, jadi lihat dan dengarkan berita yg akan muncul habis ini." ucap Kenzo tersenyum.


"Oke prof.. good luck.." ucap Santi.


"Thanks San." ucap Kenzo.


Kenzo pun masuk menemui direktur rumah sakit bersama orang-orangnya. Dan tentunya direktur rumah sakit terkejut bahkan sampai gemetar melihat sekertaris Kenzo yg ia ketahui sebagai tangan kanan pemilik rumah sakit. Untung saja direktur rumah sakit itu tak punya penyakit jantung, karena dirinya bisa langsung pingsan setelah tahu kalau orang yg diminta untuk ia pecat adalah pemilik rumah sakit itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2