
Setelah menghabiskan bulan madu, mereka pun kembali ke Singapura untuk kembali beraktivitas seperti biasanya. Pekerjaan pun sudah menunggu mereka berdua. Dan Sammy juga harus kembali masuk sekolah.
Kebahagiaan pun masih menyertai mereka dan saat pulang ke rumah sudah disambut oleh Ben. Karena saat itu Sammy tengah berulang tahun. Ben pun menyiapkan acara sederhana untuk keponakannya dengan mengundang orang-orang terdekatnya.
"Waahh.. mama lihat..!" ucap Sammy antusias.
"Iya.. nampaknya uncle mempersiapkannya untukmu." ucap Daphny.
"Waahhh.. uncle..!" teriak Sammy bahagia.
"Happy birthday keponakan kesayangan uncle.." ucap Ben.
"Thank you uncle.." ucap Sammy dipeluk oleh Ben.
"Bagaimana liburannya?" tanya Ben.
"Menyenangkan dan seru." ucap Sammy tersenyum.
"Bagus, sekarang giliran uncle memberikan hadiah." ucap Ben.
"Iya, Sammy mau hadiah.." ucap bocah tersebut begitu semangat.
Pelayan pun membuka sebuah kain yg menutupi sesuatu dan terlihatlah mesin basketball yg sering ada di arena bermain kini ada di rumahnya. Bocah itu pun nampak terpukau dan tersenyum lebar. Bola matanya pun nampak membesar seakan tak percaya ada mainan itu di rumahnya.
"Waahhh.. ini untukku uncle?" tanya Sammy.
"Iya.. ini untuk Sammy.. " ucap Ben.
"Yeaayyy... Thank you uncle.." ucap Sammy bahagia.
"Iya sama-sama Sammy." ucap Ben bahagia.
"Mama.. papa.. Sammy dapat hadiah itu.." ucap Sammy.
"Wah keren sekali.. sudah bilang terimakasih sama uncle?" tanya Daphny.
"Iya sudah.." ucap Sammy.
"Uncle ayo main.." ucap Sammy.
"Oke.." balas Ben menemani keponakannya bermain.
Sementara Daphny melihat putranya bahagia bermain bersama kakaknya. Kenzo pun turut senang dan ikut bermain bersama keduanya.
Tak lama setelah itu, Ben ternyata sudah menyiapkan pesta kecil dan mengundang kedua anak Dion dan Santi serta Samanta keponakan Kenzo. Sammy pun semakin bahagia dan melupakan lelahnya. Dirinya pun merayakan ulang tahunnya yg kelima bersama keluarga dan teman-temannya.
Sammy pun sangat bahagia bisa bermain, menerima hadiah serta makan kue ulang tahun bersama temannya. Hingga bocah itu kelelahan setelah acaranya berakhir dan teman-temannya sudah pulang. Sammy pun tertidur lelap di sofa.
"Ya ampun.. Sammy pasti sangat lelah." ucap Daphny.
__ADS_1
"Biar aku gendong saja ke kamarnya." ucap Kenzo.
"Oke.. terimakasih." ucap Daphny.
Setelah memindahkan Sammy ke kamarnya mereka pun bisa ikut beristirahat karena sangat lelah. Acara dadakan yg diadakan Ben pun membuat Sammy begitu bahagia. Belum lagi kedatangan teman-temannya.
"Sammy pasti sangat bahagia." ucap Daphny.
"Iya.. dia sampai kelelahan dan tertidur lelap." ucap Kenzo.
"Aku bahagia melihatnya tumbuh dan dikelilingi dengan orang yg menyayanginya." ucap Daphny.
"Aku juga senang, bisa hadir di hidup kalian." ucap Kenzo.
"Sudah ayo kita pergi, biarkan Sammy tidur." ucap Daphny.
.
.
.
Beberapa hari kemudian, mereka pun kembali ke aktivitasnya seperti biasa. Kesibukan Daphny dan Kenzo pun membuat Sammy sedikit kesepian. Tapi ada Devi dan Davi yg sering datang ke rumahnya untuk bermain. Tak jarang Sammy yg bergantian mengunjungi rumah mereka. Hingga ketiganya begitu akrab, sementara Samanta dirinya lebih tua dari ketiganya dan sudah sibuk dengan sekolahnya.
Hari ini ketiganya bermain di rumah Sammy. Dan mereka begitu akrab satu sama lain. Hingga mereka sampai ketiduran setelah selesai berenang. Untungnya ketiganya sudah mengganti pakaiannya dan tertidur di sofa. Pengasuh mereka pun memindahkan mereka ke kamar dan menidurkannya.
Sementara Sammy, tak ada lagi yg membicarakan mengenai papanya karena dirinya sudah memperkenalkan Kenzo sebagai papanya di sekolah. Dan Sammy menjadi semakin percaya diri serta tak takut dirundung oleh teman-temannya. Sammy juga anak yg pintar dan disukai oleh para guru.
.
.
.
Hingga tiba dimana Daphny mengandung adik Sammy. Semuanya pun bahagia, dan Sammy bingung kenapa adik bisa muncul di perut mamanya.
"Mama kok adiknya bisa muncul dari perut mama?" tanya Sammy dengan polosnya.
"Hmm Sammy juga muncul dari perut mama." ucap Daphny.
"Oh.. jadi kita semua muncul dari perut ibu masing-masing.?" tanya Sammy.
"Iya sayang.. Sebentar lagi Sammy akan jadi kakak." ucap Daphny.
"Benarkah? apa jadi kakak menyenangkan?" tanya Sammy.
"Hmm ada senangnya ada tidaknya." balas Daphny tak mau berbohong.
"Memangnya apa ma?" tanya Sammy penasaran.
__ADS_1
"Senangnya Sammy punya saudara yg bisa diajak bermain, dan tidaknya, adik belum bisa bicara jadi dia akan selalu menangis atau tertawa. Dan adik juga belum mengerti apapun, jadi Sammy sebagai kakak harus mengajarinya dan menyayanginya." ucap Daphny.
"Oh begitu ya.." ucap Sammy.
"Iya.. Sammy tidak bahagia?" tanya Daphny.
"Tidak tahu.. memang adik kapan keluarnya?" tanya Sammy polos.
"Hmm masih ada 8 bulan lagi." ucap Daphny.
"Lama juga ya ma.. adik itu kecil sekali ya?" tanya Sammy semakin penasaran.
Daphny pun menjelaskan sedikit mengenai kehamilan dan bayi pada Sammy. Bocah itu pun mendengarkan dan jika tak paham, dirinya akan berkata jujur. Lalu Daphny akan menjelaskannya semudah mungkin agar dipahami oleh bocah 5 tahun tersebut. Daphny juga mengajarkan Sammy untuk menerima kehadiran adiknya dan menyayanginya. Serta Sammy kelak harus menjaga adiknya sebagai seorang kakak seperti uncle Ben yg selalu menjaga mamanya.
Perlahan-lahan Sammy pun memahami, dan menuruti ucapan mamanya. Dirinya juga tidak merepotkan mamanya yg sedang hamil dan lebih memilih bermain dengan Kenzo. Dan ketiganya tetap tak berubah, mereka suka bermain bersama dan pergi mengunjungi berbagai tempat saat ada waktu.
Sammy pun melihat mamanya yg kian hari perutnya semakin membesar. Dan bocah itu paham untuk tidak merepotkannya, justru menjaganya. Sammy pun selalu menyuruh mamanya untuk duduk saja dan melihatnya bermain. Sammy merasa kasihan pada mamanya yg perutnya semakin membesar.
"Mama apa adik bayi tidak berat?" tanya Sammy.
"Tidak.. hanya saja mama harus hati-hati saat bergerak. Dan tidak bisa bergerak bebas seperti sebelumnya." ucap Daphny.
"Kalau begitu, mama hati-hati.. Dan jangan lakukan hal lain duduk saja." ucap Sammy.
"Iya sayang.. " ucap Daphny.
"Adik bayi masih lama ya keluarnya?" tanya Sammy.
"Masih ada beberapa bulan lagi, nanti kita akan bertemu dengannya." ucap Daphny.
"Yeayy.. " ucap Sammy.
"Mama kok perutnya bergoyang-goyang.?" tanya Sammy.
"Itu tandanya adiknya sedang bergerak." ucap Daphny.
"Wah.." ucap Sammy terkesan.
"Sini coba Sammy pegang." ucap Daphny menarik tangan Sammy dan menaruhnya di perutnya.
"Iya, ada yg bergerak." ucap Sammy.
"Itu adik Sammy yg bergerak." ucap Daphny.
"Adik.. jangan nakal ya nanti kita main bersama." ucap Sammy.
"Anak mama pintar.. Sebentar lagi akan jadi kakak.." ucap Daphny.
"Iya.. aku akan jadi kakak yg baik." ucap Sammy.
__ADS_1