
Melihat Devi yg bisa berbicara santai pada Jeremy pun membuat hati Sammy panas. Rasanya dirinya tak terima akan semua itu. Logikanya masih berpikir bahwa Jeremg tak pantas untuk Devi. Sementara faktanya dirinya hanya cemburu karena kedekatan mereka berdua tapi belum mengakuinya.
"Samm.. mereka sudah selesai.." ucap Davi ingin memutus sambungan telepon.
"Ok.. kabari aku jika Devi menyetujuinya." ucap Sammy.
"Iya.. kau itu cerewet sekali, Devi itu saudariku.." ucap Davi.
"Dav, dia itu sahabatku." ucap Sammy.
"Ya.. dan kau terlihat begitu cemburu." balas Davi lalu memutus sambungan telepon.
"Bukan begitu.. Dav.. Dav.. akhh malah dimatikan." ucap Sammy melihat layar ponselnya.
.
.
.
"Jika ingin menolakku katakan saja Dev, aku tahu.." ucap Jeremy.
"Ya.. baguslah, tapi kau yakin tak apa?" tanya Devi.
"Jangan pikirkan aku.. pikirkan dirimu juga." ucap Jeremy.
"Oke.. aku masih memikirkannya sebelum bicara pada kakek." ucap Devi.
"Oke.. kalau begitu sampai disini saja pertemuan kita.." ucap Jeremy.
"Ya.." balas Devi lalu mereka berpisah di resto tersebut.
Devi pun pulang ke rumahnya karena sangat lelah sampai melupakan ponselnya. Dirinya langsung merebahkan tubuhnya yg sudah sangat lelah tersebut. Seharian bekerja, lalu malamnya harus menemui seseorang. Rasanya Devi ingin kabur ke suatu tempat karena sangat jenuh.
Sammy yg menghubunginya pun tak bisa karena ponselnya mati. Sementara Devi tertidur lelap tanpa peduli Davi memanggilnya diluar kamarnya.
"Devi pasti sudah tidur.." gumam Davi.
Begitulah, kecemasan Sammy yg tak beralasan hingga memaksa Davi mengecek kondisi Devi. Davi pun semakin curiga pada tingkah Sammy. Jika menyukai Devi harusnya dia bisa jujur saja, tanpa perlu menutupinya.
"Devi sudah tidur.. berhenti kepo padaku.. lebih baik kau fokus bekerja." ucap Davi di telepon.
"Oh begus.." ucap Sammy lalu mematikan telepon.
"Ck.. Sammy makin menyebalkan." ucap Davi.
.
.
.
Esoknya, Sammy pun mendapatkan libur dan dirinya memberanikan diri untuk mengajak Devi makan sianh bersama. Namun, sayang usahanya nampaknya gagal karena Devi pergi makan duluan dengan Jeremy dan Sammy melihatnya dari dalam mobilnya.
"Sial aku terlambat beberapa menit.." umpat Sammy.
__ADS_1
Sementara itu, Devi dan Jeremy memang sengaja dipertemukan oleh tuan Tian untuk mendekatkan keduanya. Devi juga belum menolak Jeremy hingga tuan Tian berpikir mungkin Jeremy masih punya kesempatan mendekati cucunya.
Dibuatlah jadwal makan siang bersama dengan mereservasi sebuah resto dan Jeremy harus menjemput Devi di kantornya. Dan saat Devi serta Jeremy baru saja keluar gedung kantor tersebut Sanmy juga baru datang dan melihat keduanya. Rasa tak terima itupun muncul membuat Sammy kembali mengikuti keduanya.
Hingga tiba di sebuah resto dan mereka berjalan beriringan masuk ke dalam. Sammy pun ikut masuk dengan memakai topinya. Disana Sammy mencari tempat duduk yg dapat mengawasi Devi dan Jeremy.
Sammy pun memerhatikan keduanya dengan seksama dan mengabaikan makanan pesanannya. Nampak keduanya tersenyum dan tertawa entah membicarakan apa. Sammy semakin kesal dibuatnya.
"Kenapa jadi aku yg kesal?? apa yg sudah kulakukan disini?" gumam Sammy dalam hati mulai menyadari sesuatu.
Kemudian Sammy pun pergi ke toilet sebelum keluar resto. Karena rasanya dirinya memang sudah berlebihan seperti yg dikatakan Davi. Di toilet Sammy pun mencuci wajahnya untuk menyadarkan diri atas apa yg tengah dilakukannya.
"Sammy sadarlah kau sudah berlebihan." gumamnya dalam hati.
Kemudian Sammy pun keluar dari toilet dan berpapasan dengan Jeremy yg tanpa sadar menyenggol pundaknya.
"Maaf.. aku tak sengaja.." ucap Jeremy.
"Iya.. tak apa.." balas Sammy lalu keluar toilet.
"Tunggu, kau mantan kekasihnya Devi kan?" tanya Jeremy membuat langkah Sammy terhenti.
"Lalu ada masalah apa?" tanya Sammy.
"Sekarang aku sedang bersamanya.. apa kau juga ingin bertemu dengannya." ucap Jeremy.
"Tidak, aku sibuk." balas Sammy.
"Oke.. tapi bolehkan jika aku mengencani Devi.. jika hubungan ini lancar maka kami akan langsung menikah sesuai perjodohan." ucap Jeremy memancing Sammy.
"Oke.. jangan khawatir.. aku akan menganggapnya seperti ratu." tambah Jeremy ingin melihat reaksi Sammy.
Sammy pun pergi begitu saja, baru mendengar ucapan Jeremy saja darahnya sudah hampir mendidih apalagi jika mereka benar menikah??
Daripada termakan oleh emosinya, Sammy pun keluar dari resto sembari berpikir apa yg terjadi pada dirinya. Davi orang terdekat yg begitu menganalnya saja mengatakan dirinya aneh dan berlebihan, dan menduga dirinya menyukai Devi.
Sammy pun berdiam diri di apartemennya yg sepi. Berpikir apakah ini cinta atau kasih sayang seorang sahabat. Lalu teringat pada adiknya Vio yg juga wanita. Sammy pun menghubunginya untuk menanyakan sesuatu.
"Hallo, ada apa kak?" tanya Vio.
"Kau sedang apa?"
"Sedang di Gym.. aku tak sibuk kok.." ucap Vio.
"Aku hanya ingin bertanya sesuatu.. " ucap Sammy.
"Soal mama? dia sudah baik-baik saja." ucap Vio.
"Bukan.. ini soal wanita.." ucap Sammy.
"Apakah kau akhirnya berkencan lagi?" tanya Vio antusias.
"Bukan begitu, ini cerita temanku." ucap Sammy.
"Kukira ini masalahmu.. tapi katakanlah karena aku adik yg baik hati." ucap Vio.
__ADS_1
"Jadi temanku punya teman dekat, mereka laki-laki dan perempuan.. lalu temanku itu sangat posesif pada teman wanitanya.. Hingga dirinya mengecek semua teman kencan wanitanya tersebut. Menurutmu apakah dia mencintainya atau hanya peduli pada temannya??" tanya Sammy.
"Kenapa tanya padaku, kan yg merasakannya temanmu.." ucap Vio mencoba mengorek sesuatu.
"Aku serius, dia bingung makanya bertanya." ucap Sammy.
"Kakakku yg tampan, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.. dengarkan baik-baik ya.." ucap Vio.
"Baik adikku yg manis.." balas Sammy.
"Yang namanya hubungan pria dan wanita tidak ada namanya teman.. jika mereka terlalu dekat pasti salah satu memiliki perasaan lebih." ucap Vio.
"Jadi menurutmu begitu.. lalu temanmu harus apa?" tanya Sammy.
"Minum vitamin C 3x sehari.." ucap Vio asal.
"Ck.. kalau cuma vitamin aku juga setiap hari minum.." balas Sammy.
"Hahaha.. akhirnya kau mengakuinya.." jawab Vio tertawa.
"Ck.. kau ini ya suka sekali memberikan jebakan." ucap Sammy.
"Jadi siapa wanita cantik itu?? ayolah kak katakan." goda Vio.
"Belum saatnya, kau jawab saja pertanyaanku.." pinta Sammy.
"Tapi ada harganya.." balas Vio.
"Ooh.. baiklah kau itu pintar memeras kakakmu." ucap Sammy.
"Kak, kau itu cemburu.. dan daripada bingung tanyakan pada dirimu sendiri apakah itu benar cinta atau hanya rasa peduli." ucap Vio.
"Hanya itu??"
"Jika kau penasaran coba kau tak menemuinya selama 3 tahun lalu temui dia dan rasakan apa yg terjadi." ucap Vio.
"Yg ada dia sudah dinikahi pria lain.." ucap Sammy.
"Hahaha.. 3 hari saja cukup dan jadi pria jangan lamban.. kalau suka ya bilang suka sebelum menyesal dan diambil orang." balas Vio tertawa.
"Baiklah.." ucap Sammy.
"Oke.. aku tunggu bayarannya." ucap Vio.
"Aku akan membayarmu jika berhasil." ucap Sammy.
"Ck.. yasudah lakukan yg benar dan jangan membuatku malu." ucap Vio.
"Oke.. aku tutup ya.." ucap Sammy lalu memutus sambungan telepon.
"Ck.. Dasar kak Sammy, sampai lupa berterimakasih." gerutu Vio kemudian melanjutkan olahraganya.
Sammy pun merenungi ucapan adiknya. Bahkan adiknya pun berkata kalau dirinya cemburu, dan memintanya bertanya pada dirinya sendiri apakah itu cinta atau bukan.
"Apa aku mencintainya? bukan hanya sekedar rasa sayang dan peduli??" gumam Sammy.
__ADS_1
Sammy pun mengikuti saran adiknya itu untuk tak menemui Devi selama beberapa hari untuk melihat reaksinya.