Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.102 Cari masalah


__ADS_3

Orang suruhan James pun terbangun dan berpikir keduanya sudah meninggal. Tapi saat melihat sekitar mereka tersadar sedang berada di dalam mobil dan di area parkir tempat tuan mereka tinggal. Ditambah posisi tangan mereka yg terikat membuat mereka semakin panik dan meminta tolong.


"Tolonngg...!!!!"


"Toloooong..!!"


Tak lama beberapa orang yg merupakan pengawal James datang karena mengenali mobil mereka. Mereka pun langsung membantu temannya itu melepaskan ikatan dan melapor pada tuannya. James yg mendengar kabar tersebut pun semakin ketakutan karena gerak-geriknya langsung ketahuan oleh Kenzo dan Sammy.


"Kalian memang bodoh..!" umpat James.


Mereka pun menunduk karena takut terkena amarah tuannya. Namun, mereka terselamatkan karena putri James memanggilnya. Dan mereka segera keluar dari dalam apartemen.


Sementara James kini tengah pusing memikirkan cara menghadapi Kenzo.


"Bagaimana ini? apakah Kenzo masih mau mengobati putriku.?" gumamnya dalam hati.


.


.


.


Sore harinya James pun membawa putriny ke rumah sakit tempat Kenzo berada. Dan dengan menahan malu dirinya menghadapi Kenzo.


"Kondisi Wendy kembali menurun.. " ucap Kenzo.


"Kumohon lakukan apapun untuk menyelamatkannya." ucap James.


"Tentu, aku akan melakukannya sebagai seorang dokter." ucap Kenzo.


Saat sesi pemeriksaan selesai, Kenzo pun menarik James untuk bicara empat mata dengannya di taman. Dan putrinya sedang dirawat di rumah sakit tersebut.


Disanalah mereka berdua bertemu dan bicara empat mata.


"Ternyata kau tak tahu malu setelah melakukan hal menjijikan pada keluargaku." ucap Kenzo.


"Aku hanya penasaran.." ucap James.


"Hentikan obsesi gilamu itu.. kau juga punya seorang putri.. Bagaimana jika pria seumuranmu mendekati Wendy putrimu?" tanya Kenzo dengan penuh penekanan membuat James terdiam.


James pun baru berpikir tentang hal itu, bagaimana jika ada pria seumurnya mendekati putrinya. Pastinya dirinya takkan diam saja melihat pria yg lebih cocok dipanggil om atau paman tersebut mendekati putrinya.


"Kau bahkan tak berpikir sampai sejauh itu.. Dasar orang tua bodoh." ucap Kenzo kesal.


"Maaf.." ucap James malu.


"Kau beruntung karena aku menyelesaikannya dengan caraku.. Tapi jika putriku atau putraku mendapatkan hal serupa lagi aku akan mengambil jalur hukum." ucap Kenzo serius.


"Aku takkan mengulanginya." ucap James.


"Padahal kau memercayakan kesehatan putrimu padaku, tapi kau selicik itu pada keluargaku tanpa merasa malu.. jika ini bukan rumah sakit pasti wajahmu akan kubuat babak balur." ucap Kenzo kesal lalu meninggalkan James.


James pun terdiam di taman tersebut. Dirinya menyadari kesalahannya yg sudah bersikap berlebihan pada anak-anak Kenzo. Dan dirinya selamat karena Kenzo bukan orang yg suka mengambil jalur hukum yg terbilang cukup panjang.


Setelah itu, James kembali ke kamar putrinya. Dirinya pun begitu menyesali kebodohannya hanya karena melihat seorang gadis mirip dengan mantan istrinya.


"Dad.. bagaimana?" tanya Wendy.

__ADS_1


"Kau harus dirawat lagi." ucap James lemas.


"Maaf dad, aku memang menyusahkan sejak dulu." ucap Wendy.


"Ini bukan salahmu sayang.. dan apapun akan dad lakukan untuk kesembuhanmu." ucap James.


"Terimakasih dad, aku akan berusaha untuk tetap hidup." ucap Wendy.


Setelah itu, James tak lagi mengusik keluarga Kenzo. Dirinya pun fokus pada pengobatan putrinya dan juga pekerjaannya. James pun akhirnya merelakan Lyra untuk selamanya. Mungkin wanita itu sudah tenang di alamnya. Dan kini hidupnya hanya ada Wendy.


.


.


.


Hari demi hari pun berlalu, kondisi Wendy tak berubah. Justru malah semakin parah. Para dokter pun mendiagnosa kalau dirinya harus mendapatkan transplantasi jantung lagi. Dan Kenzo juga sudah membahasnya dengan para dokter senior. James pun hanya bisa pasrah dan menunggu pendonor jantung lagi. Dan kali ini Kenzo tak yakin akan seberuntung beberapa tahun yg lalu.


"Baiklah, tolong usahakan segalanya." ucap James.


"Tentu, tapi aku tak yakin akan seberuntung dulu.. " ucap Kenzo.


Kenzo pun menghubungi beberapa rumah sakit, begitu juga dengan James demi mengusahakan kesembuhan putrinya. Hal itu membuat Kenzo lega karena James tak lagi penasaran soal keluarganya apalagi istrinya.


.


.


.


Dirinya pun mendapat kabar kalau putrinya tengah sekarat dan membutuhkan donor jantung. Bella pun panik dan menghubungi keluarganya untuk mengamankan harta miliknya. Walau harta warisan bagiannya tak banyak tapi cukup untuk dirinya hidup. Ditambah lagi dengan beberapa aset yg dimilikinya dulu.


"Aku harus mencari donor jantung kemana?? Wendy putriku kau tak boleh mati." gumamnya sembati berpikir dan menghubungi beberapa orang.


.


.


.


Di tempat lain Sammy sedang berada di kampusnya. Dirinya tengah berdiskusi dengan beberapa rekannya mengenai tugas yg diberikan dosen mereka. Seorang gadis bernama Alice pun termasuk di dalam kelompoknya. Gadis pintar, cantik dan berhati baik itupun selalu menarik perhatian banyak orang.


Disaat yg lain tengah istirahat, Sammy dan Alice pun berdiskusi tentang tugas mereka. Komuniskasi keduanya pun cukup bagus dan keduanya saling mengerti tentang topik yg sedang dibahas.


"Senang memiliki teman yg punya pemikiran yg luas." ucap Alice.


"Ya diluar dugaan kau punya wawasan yg luas." ucap Sammy.


"Kau pikir gadis cantik itu hanya mementingkan wajah?? tidak semua Sammy. Cantik itu bonus." ucap Alice.


"Aku suka pemikiranmu." ucap Sammy tertarik.


Setelah kejadian itu keduanya pun menjadi dekat dan sering terlibat tugas kelompok bersama. Hingga keduanya menyadari ketertarikan masing-masing. Sammy pun menceritakan hal itu pada Davi dan sahabatnya itu mendorongnya untuk menyatakan cintanya jika sudah yakin.


"Langsung saja bro kalau sudah yakin.. daripada ditikung orang lain." ucap Davi.


"Kurasa kau benar. Terimakasih kawan sarannya." ucap Sammy.

__ADS_1


Sammy pun memberanikan diri untuk mengajak Alice kencan dan mengutarakan perasaannya padaku.


"Kau yakin Sammy?" tanya Alice tak percaya.


"Kalau tidak yakin, aku takkan melakukannya." ucap Sammy.


"Kupikir ini hanya perasaanku saja.. ternyata aku tak sendirian merasakannya." ucap Alice.


"Jadi apa jawabanmu?" tanya Sammy.


"Tentu saja 'Iya' aku kan bukan putri kerajaan yg harus meminta ijin sang raja. " ucap Alice.


"Aku senang mendengarnya. Kau tahu kau kekasih pertamaku.." ucap Sammy.


"Jadi selama ini hidupmu hanya belajar? membosankan." ucap Alice.


"Tidak juga, ada keluargaku.. ada adikku yg suka aku jahili." ucap Sammy.


"Kau ternyata kakak yg jahil." balas Alice tersenyum.


"Tapi perjuanganku masih panjang, dan aku tak yakin kita bisa menikah dalam waktu dekat." ucap Sammy.


"Sammy kau terlalu serius.. kau pikir aku tak ingin menjadi dokter dan menikmati kerja kerasku??" balas Alice.


"Ya.. aku akan mengambil jurusan spesialis bedah jantung seperti papa dan mamaku." ucap Sammy.


"Bahkan tujuan kita sama.. " ucap Alice.


"Benarkah?" tanya Sammy.


"Iya.. alasannya karena papaku meninggal karena penyakit jantung. Aku jadi penasaran dan ingin menyelamatkan banyak orang dengan penyakit tersebut." ucap Alice.


"Baiklah, mari kita berjuang bersama." ucap Sammy menggenggam tangan Alice.


Keduanya pun resmi menjadi sepasang kekasih, dan Sammy tak menyangka akan sebahagia ini memiliki kekasih. Hatinya pun sedang berbunga-bunga bahkan sering tersenyum sendiri di rumahnya membuat Vio merinding.


"Kak.." panggil Vio tapi kakaknya tetap tersenyum menatap ponselnya.


"Kaaaakkkk..!! apii.." teriak Vio menjahilinya.


"Mana..mana???" tanya Sammy panik langsung berdiri.


Vio pun tertawa setelah menjahili kakaknya tersebut.


"Hahaha.. makanya kak jangan senyum-senyum sendiri.." ejek Vio.


"Dasar anak ini ya.. " ucap Sammy tersadar.


"Lagian kau itu senyum-senyum terus, seperti sedang jatuh cinta.." ucap Kenzo ikut tersenyum.


"Mungkin dia memang sedang jatuh cinta pa.." ucap Daphny.


"Eeh.. itu.." ucap Sammy.


"Berarti benar." ucap Kenzo menatap pada Daphny.


Semuanya pun tersenyum karena paham kelakuan Sammy yg sedang jatuh cinta. Tapi mereka menghargai privasi Sammy hingga putra mereka mau bercerita sendiri.

__ADS_1


__ADS_2