
Sebulan kemudian, project besar pun ditangani oleh perusahaan Bella. Dan timnya tengah berusaha keras untuk melakukannya hingga berhasil. Karena jika tidak, James akan meminta ganti kerugian sebesar 2kali lipat. Bukan tanpa alasan mengingat Bella bahkan mempunyai banyak barang bukti yg bisa menghancurkan rumah tangganya.
"Ingat Sandra jangan sampai membuat kesalahan.." ucap Bella.
"Baik nona." ucap Sandra.
Kemudian, Bella pun terdiam dan mengelus perut ratanya sambil berharap kalau dirinya mengandung anak dari James. Itulah harapan besar Bella agar bisa menjadi istri James bagaimanapun caranya. Karena hanya dengan begitu, James bisa luluh dan mengikutinya.
.
.
.
Di tempat lain, nampak James tengah berbahagia karena hubungannya semakin hari semakin membaik dengan istrinya. Perlahan Lyra mulai menerimanya sebagai suami setelah selama ini Lyra selalu memasang prisai kuat di sekitarnya.
James pun senyum-senyum membalas chat dari Lyra yg tengah istirahat dirumah karena kedapatan shift malam.
"Tuan, berkasnya bagaimana?" tanya Ben.
"Ben kau itu berisik sekali.. nanti aku kerjakan." ucap James yg sedang kasmaran.
"Tuan, apakah anda tahu kalau bucin itu efeknya bisa membuat orang menjadi bodoh." ucap Ben.
"Ck.. baiklah aku akan langsung kerjakan.. makanya kau itu cari kekasih daripada terus menyendiri." ucap James kesal.
"Jika begitu James berikan aku cuti 1 bulan.. kau bisa?" tanya Ben.
"Ck.. kau mau dipecat?" tanya James.
"Ya kau begitu membutuhkanku bukan? makanya cepat kerjakan sebelum aku kesal dan mengambil cuti ditengah padatnya semua jadwal." ancam Ben.
"Sekarang kau berani mengancamku." ucap James.
"Ya.. karena kau membuat pekerjaanku tertunda 1 jam." ucap Ben.
Keduanya pun akhirnya memilih diam dan mengerjakan pekerjaan masing-masing. Dan Ben bukannya tidak bahagia melihat James dan Lyra baik-baik saja, tapi James menelantarkan pekerjaannya hingga Ben sering lembur karena ulah James.
Sementara Lyra, dirinya yg kedapatan shift malam pun harus tidur agar nanti malam tidak mengantuk saat sedang bekerja. Dirinya juga tahu kalau suaminya pasti menelantarkan pekerjaannya demi membalas pesan darinya.
.
.
.
Sore itu, Lyra pun berangkat menuju ke rumah sakit. Dan saat baru saja tiba, dirinya melihat interaksi antara Dion dan Santi yg berbeda.
"Ehmm.. " ucap Lyra.
"Eh.." ucap Dion.
"Lyra.. kau sudah datang.." ucap Santi mengalihkan.
"Hmm.. nampaknya kalian sangat akur dan dekat ya akhir-akhir ini.." ucap Lyra.
"Bukankah itu wajar?" tanya Dion.
"Ya wajar kan, karena kau sudah ada yg memperhatikan jadi kami sering bersama." ucap Santi.
"Sudahlah, aku tahu kalian berhubungan.. jangan menyembunyikan apapun dariku." ucap Lyra tersenyum.
"Ck.. ketahuan juga kan San.. " ucap Dion.
"Maaf Lyr, ini permintaan Santi." ucap Dion.
"It's oke.. Santi memang begitu." ucap Lyra.
"Maaf Lyra.. aku hanya terlalu percaya diri akan prinsipku hingga saat aku melanggarnya aku jadi malu." ucap Santi.
__ADS_1
"Pfff.. sudahlah, memangnya salah kalian berkencan? Tidak kan?" tanya Lyra.
"Dengar tuh San.." ucap Dion.
"I-iya maaf." ucap Santi.
"Yasudah aku pulang dulu.. aku mau tidur.." ucap Dion.
"Oke.." ucap Lyra.
"Bye Santi.." ucap Dion manis.
"Wkwkwk... ternyata dia bisa bersikap manis juga.. walaupun terdengar lucu." ucap Lyra.
"Sudahlah Lyr.. jangan ganggu orang yg sedang jatuh cinta." ucap Dion.
"Iya.. iya.. sanpai jumpa." ucap Lyra.
"Bye Dion.." ucap Santi.
Kemudian, Lyra dan Santi pun masuk ke dalam dan Dion pulang ke rumahnya karena lelah. Kebetulan Santi dan Lyra mendapat giliran shift yg sama malam ini. Hingga keduanya bisa mengobrol sebentar.
.
.
.
Waktu pun terus berjalan hingga tiba saat malam hari. Pasien pun masih terus berdatangan ke rumah sakit tersebut. Saat malam mulai larut, dan pasien hampir tidak ada lagi. Lyra dan Santi pun bisa bersantai dan istirahat sejenak.
Tiba-tiba saja, seorang wanita datang mengunjungi dokter kandungan dan Santi sebagai dokter kandungan memeriksanya. Lyra pun masih santai saja karena tak tahu siapa yg datang.
Namun, setelah dirinya mengunjungi ruangan Santi karena temannya itu meminta ambilkan sesuatu, dirinya pun melihat Bella sedang memeriksakan kandungannya.
"Aku taruh disini ya pesananmu." ucap Lyra.
"Ya.. taruh saja di meja." ucap Santi.
"Bella.. kau sedang apa?" tanya Lyra bingung karena setahunya Bella belum menikah jadi mustahil dirinya hamil.
"Kau kenal dengan nona Bella?" tanya Santi.
"Ya.. dia kenalan James.. sakit apa nona Bella?" tanya Lyra ramah.
"Dia tidak sakit, hanya saja sedang mengandung." ucap Santi.
"Oh.. begitu." ucap Lyra tidak tahu harus berkata apa.
"Kapan kau menikah nona Bella? aku tak tahu kalau kau sudah menikah, James juga tak pernah cerita." ucap Lyra.
"Aku memang belum menikah." balas Bella dengan percaya diri.
Deg.. Seketika Santi merasa aneh dengan pasiennya. Bisa-bisanya dirinya percaya diri hamil diluar pernikahan.
"Wanita ini pasti sudah gila.. apa kekasihnya tak mau bertanggungjawab.?" gumam Santi dalam hati.
"Baiklah, semoga semuanya baik-baik saja ya.. aku permisi." ucap Lyra keluar ruangan Santi.
Saat membuka pintu, dirinya terkejut melihat James ada di depan pintu. Pikirannya pun sudah traveling, ada apa James datang ke bagian dokter kandungan.
"James, kau sedang apa?" tanya Lyra.
"A-aku.." ucap James bingung.
"Lyra sebaiknya kita bicara setelah ini." ucap Bella.
"Kita? Bertiga?" tanya Lyra.
"Iya.. benar kan James?" tanya Bella.
__ADS_1
"Oke.. " ucap Lyra.
"Dan kau keluar.. ini area ibu hamil dan hanya suami pasien yg boleh masuk." ucap Lyra dengan tatapan tajam pada James.
Bella pun tersenyum senang melihat interaksi Lyra dan James yg menegang. Sementara Santi, mulai menebak-nebak apa yg akan terjadi antara Lyra, James, dan pasiennya Bella.
"Tak mungkin cinta segitiga kan?? atau jangan-jangan wanita ini pelakor..?" gumam Santi dalam hati.
Tapi Santi tetap memperlakukan pasiennya dengan baik dan ramah serta menjelaskan semua keadaannya. Bayinya sehat dan tak ada masalah apapun, hanya Bella diminta untuk mengurangi kegiatan dan jangan stres saja.
Setelah pemeriksaan selesai, Bella pun keluar ruangan Santi. Dan dirinya menemui James dan Lyra.
"Ayo kita bicara di tempat sepi." ucap Bella.
"Ayo ke ruanganku." ajak Lyra.
Lyra pun menahan gemetar akan kenyataan pahit yg mungkin sedang terjadi dihidupnya. Dirinya berusaha keras untuk tabah dan tegar menghadapinya.
"Silahkan duduk." ucap Lyra saat mereka tiba di ruangannya.
"Terimakasih." balas Bella tersenyum.
"Jadi apa yg ingin dibicarakan?" tanya Lyra to the point.
"James, kau bisa menjelaskannya langsung pada istrimu." ucap Bella.
"Lyra setelah mendengar ini, kumohon jangan berubah dan maafkan aku." ucap James.
"Semua tergantung pada ucapanmu." ucap Lyra.
"Aku sudah melakukan kesalahan.. dan sekarang.." ucap James tak mampu meneruskannya.
"Sekarang Bella mengandung anakmu begitu?" tanya Lyra.
"Benar, kau memang peka." ucap Bella.
Lyra pun terdiam menahan tangisnya, sementara Bella puas sekali melihatnya.
"Kenapa?kau kecewa?? setelah 8 tahun menikah apa kalian tidak berusaha punya anak? atau kalian tidak melakukan apapun? kasihan sekali dirimu Lyra." ucap Bella mengejek.
Lyra pun tertawa kecil menutupi kesedihannya.
"Kau tertawa?" tanya James.
"Aku bersyukur Bella, James.. karena kukira suamiku itu belok tapi ternyata masih normal.. hanya saja dia tidak benar-benar mencintaiku." ucap Lyra.
"Lyra..!" ucap James kesal Lyra berkata kalau dirinya tak mencintainya.
"Kurasa sudah cukup pembicaraannya.. aku sudah tahu faktanya.. masalah lainnya kita bahas di lain kesempatan.." ucap Lyra.
"Dan maaf, tapi ini rumah sakit.. bukan tempat untuk bermusyawarah. Jadi kalian pulang saja.." usir Lyra.
"Baiklah.. tapi aku takkan pulang dan menunggumu di mobil." ucap James.
"Aku bawa mobil sendiri dan akan pulang pada pagi hari." ucap Lyra.
"Aku akan menunggu." ucap James.
"Ya nanti kita lanjutkan, karena bayi ini butuh sosok ayah." ucap Bella.
"Hmm.." balas Lyra lalu membukakan pintu untuk mereka.
James dan Bella pun keluar dari ruangan. Dan Santi melihat mereka berdua keluar dari ruangan Lyra. Hal buruk yg terlintas di benaknya pun rasanya akan menjadi nyata hingga ia mendatangi Lyra dan menanyakan apa yg terjadi, terutama keadaan sahabatnya tersebut.
Tokk..Tokk.
"Lyra.. kau di dalam?" tanya Santi lalu masuk.
"Iya.." ucap Lyra sedang menghapus air matanya.
__ADS_1
Sontak Santi mendekat dan memeluknya. Dirinya yg sudah paham akan situasinya pun berusaha menenangkan Lyra. Dan menunggu sahabatnya itu bicara jujur.