Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.65 Melindungi


__ADS_3

Setelah hari itu, James tak pernah muncul lagi dan membuat Lyra tenang. Bahkan Bella nampaknya mengganti dokter kandungannya, hal tersebut membuat Santi senang pula karena tak mau terlibat dengan wanita menyebalkan tersebut.


Hari demi hari pun berlalu, dan Lyra juga semakin merasakan sedikit perubahan pada tubuhnya walau tak terlihat oleh orang lain. Dan demi menyenangkan kedua sahabatnya, Lyra pun menemani Santi dan Dion pemotretan prewedding di Bali.


Mereka yg suka sekali dengan pulau dewata memilih untuk mengambil konsep tentang pulau tersebut. Mulai dari pakaian tradisional hingga laut Bali yg indah. Dan hal itu juga menjadi hiburan bagi Lyra.


Lyra pun hanya menemani keduanya berfoto dan duduk santai sembari menikmati es kelapa muda. Sesekali dirinya tersenyum dan memberi masukan. Nampak kedua sahabatnya itu sangat bahagia menjelang pernikahannya.


"Lyra habis ini kita makan yuk.." ajak Santi.


"Oke.." ucap Lyra.


"Kau mau makan apa?" tanya Santi.


"Aku ikut kalian saja." ucap Lyra.


"Baiklah, jangan menyesal ya karena kita akan wisata kuliner habis ini." ucap Santi.


"Oke.." ucap Lyra.


Ketiganya pun berjalan-jalan di pulau dewata tersebut. Menikmati keindahan alam, wisata kuliner hingga menikmati indahnya pantai. Lyra pun senang bisa pergi ke Bali untuk menghibur diri di tengah badai yg sedang ia hadapi.


Badai yg saat ini terasa tenang, tapi bisa kapan saja menghancurkan segalanya. Untuk itu Lyra merasa membutuhkan ketenangan.


"Apa kau menyukainya nak?? pantainya indah kan? makanannya juga enak kan?? seterusnya kita akan hidup enak, mama akan menjaminnya." gumam Lyra dalam hati sembari mengelus perut ratanya.


Ya setelah Lyra tahu bangunan apa yg diberikan oleh Robert, membuatnya bisa tenang. Karena kompensasi yg diberikannya cukup untuk membesarkan anaknya yg merupakan darah dari klan Clinton. Belum lagi jika Lyra bekerja sebagai seorang dokter spesialis bedah jantung di negara tujuannya, pasti hidup anaknya takkan kesulitan.


Rencana yg Lyra susun pun sudah sangat matang, segala macam seperti pasport dan dokumen lainnya juga sudah ia siapkan. Kini ia hanya menunggu kedua sahabatnya menikah dan dirinya langsung pergi ke Singapura sebagai negara tujuannya.


Mereka pun menghabiskan waktu di Bali sampai puas. Lyra pun menggunakan seluruh cuti yg dirinya miliki dan satu bulan lagi akan mengajukan surat pengunduran diri.


Setelah masa liburannya habis, mereka pun akan kembali ke Jakarta dan kembali beraktivitas. Mereka pun sudah puas berlibur sambil melakukan prewedding, sementara Lyra kerjanya hanya makan dan jalan-jalan mengikuti Dion dan Santi.


.


.


.


Begitu tiba di rumah sakit, Lyra pun langsung melakukan semua pekerjaannya. Bahkan langsung membantu Kenzo dan tim untuk operasi.


"Kau sudah siap untuk operasi hari ini?" tanya Kenzo.


"Tentu prof." ucap Lyra.


Hari-harinya pun berjalan dengan damai, karena tak ada kemunculan James dan Bella. Dan hal itu membuat semua rencananya berjalan lancar. Hingga tiba dimana Lyra mengajukan surat pengunduran diri menjelang pernikahan Dion dan Santi.


"Apa persiapannya sudah selesai?" tanya Santi.

__ADS_1


"Iya kau tenang saja, aku sudah mengurus segalanya." balas Lyra.


"Baguslah, aku senang.. Nanti aku dan Dion akan mengunjungimu." ucap Santi.


"Tentu, kalian harus mengunjungiku." ucap Lyra.


"Dan aku akan memastikan keamananmu Lyra." ucap Kenzo.


"Terimakasih prof.. aku sangat menghargainya."ucap Lyra.


"Hmm.. kau yakin Lyr tak apa tinggal sendiri?" tanya Dion.


"Aku bukan anak kecil Dion, lagipula aku masih bisa melamar kerja di salah satu rumah sakit." ucap Lyra.


"Baiklah, kabari kami jika butuh sesuatu." ucap Dion.


"Atau kita pindah ke Singapura juga?" tanya Santi pada Dion.


"Semuanya bisa diatur." ucap Dion tersenyum.


"Yeayy.. kita bisa bertiga lagi." ucap Santi.


"Ck.. kalian itu kalau sudah jadi pasangan lebih baik selalu berdua, dan jangan membuatku iri." ucap Lyra.


"Kan ada prof Kenzo." ucap Santi.


"Aku tak masalah." ucap Kenzo.


"Prof, Santi memang suka berlebihan jangan dipikirkan." ucap Lyra.


"Baiklah aku mengerti." ucap Kenzo tersenyum.


.


.


.


Sementara itu, dibalik diamnya James mencaritahu segala hal tentang Lyra. Walaupun mulutnya berkata pedas tapi hatinya tak bisa menolak kalau dirinya masih mencintainya. Dan sekalipun sudah ada Bella di sampingnya bersama calon anaknya, dirinya tetap saja merindukan Lyra.


James terlalu bodoh dalam mengambil langkah hingga ditinggalkan orang terdekatnya, mulai dari Lyra hingga Ben. Bahkan kini momnya sudah jarang menghubunginya karena waspada pada Bella.


Dan Dani sekertaris pribadinya memberikan laporan kalau Lyra sudah mengajukan surat pengunduran diri mulai kemarin. Yang artinya satu bulan lagi Lyra akan berhenti bekerja di rumah sakit tersebut. Belum cukup dengan itu, bahkan anak buah James tahu kalau Lyra mengurus pasport seperti hendak pergi ke luar negeri.


"Cari tahu.. pokoknya aku harus tahu alasannya." ucap James.


"Tapi tuan, nona Lyra kan sudah resmi bercerai dengan anda.. bagaimana jika nyonya Bella tahu?" tanya Dani.


"Ya makanya jangan sampai ketahuan." ucap James.

__ADS_1


"Tuan, kumohon jangan membuat masalah yg akan merugikan diri anda." ucap Dani.


"Berani sekali kau mengaturku..!" ucap James.


Dani pun hanya bisa menunduk dan mengikuti perintah atasannya. Dirinya meminta anak buahnya mencaritahu tujuan Lyra pergi. Tapi tak ada yg berhasil, karena Ben membantu Lyra untuk menghindari James. Ben tahu betul James akan melakukan hal ini. Tapi dirinya juga tak mengerti kenapa sampai dirinya mau membantu Lyra menghindari James.


.


.


Saat sudah pulang bekerja terkadang Lyra mampir ke sebuah cafe untuk menikmati dessert. Dan semenjak kehamilannya dirinya jadi suka makanan manis tak seperti biasanya. Saat sedang menikmati makanannya Lyra merasa sedang diawasi, dan segera meninggalkan mejanya.


Tapi dirinya tetap diikuti, hingga dirinya memilih memancingnya keluar.


"Siapa kalian?? keluarlah? ada masalah apa denganku.?" tanya Lyra di setelah keluar dari cafe.


"Ternyata anda lebih peka.." ucap salah seorang.


"Siapa kalian? lebih tepatnya siapa yg mengirim kalian?" tanya Lyra.


"Seseorang yg membayar kami." ucap orang tersebut.


"Mau pergi atau kuusir secara paksa?" tanya Lyra.


"Ck.. kau selalu saja pakai cara kekerasan." ucap James keluar dari mobilnya.


"Oh ternyata manusia tak tahu diri.. ada apa?" tanya Lyra kesal.


"Lyra kau semakin keterlaluan." ucap James.


"Yg keterlaluan itu kau, kalau kulaporkan kau bisa ditahan karena menguntit seseorang." ucap Lyra.


"Kau mau pergi kemana sampai mengundurkan diri dari rumah sakit?" tanya James.


"Ternyata informanmu luar biasa, tapi aku tak punya kewajiban menjawab pertanyaanmu." ucap Lyra.


Lalu tiba-tiba Kenzo muncul, dan membantu Lyra.


"Ada apa tuan James?? kenapa anda mendatangi kekasih saya?" tanya Kenzo.


"Ck.. jadi kalian benar berselingkuh dibelakangku?" ucap James kesal.


"Berselingkuh darimana, kita kan sudah bercerai jadi tak ada masalah jika aku menjalin hubungan baru. Justru yg selingkuh itu kau, bahkan sampai menikah diam-diam." balas Lyra emosi.


"Lyra, aku punya alasannya." ucap James.


"Sudah cukup tuan, nampaknya ini tidak baik untuk kita, dan lagi anda sudah memiliki istri aku takut istri anda menyerang kekasih saya. Kalau begitu kami permisi." ucap Kenzo segera membawa Lyra pergi.


Lyra pun berterimakasih pada Kenzo, walaupun Lyra masih mampu menanganinya. Sementara James tak bisa membalas mereka karena dirinyalah yg bersalah sudah mengikuti Lyra. Dan akan jadi masalah jika sampai dilaporkan ke polisi dan Bella tahu akan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2