Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.11 Bekerja Paruh waktu


__ADS_3

Setelah masalah uang kuliahnya usai, kini Lyra berpikir keras untuk menghasilkan uang sembari kuliah. Karena ia takut kalau sewaktu-waktu beasiswanya dicabut atau keluarga tuan Robert menentangnya. Setidaknya Lyra punya uang tabungan untuk melanjutkan kuliahnya.


"Aku harus menghasilkan uang dari bekerja sambilan." gumam Lyra dalam hati.


Lyra pun mulai mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Hingga ia mendapati informasi dari seniornya di kelas juijitsu saat SMA. Seniornya berkata kalau dirinya sekarang mengajar kelas juijitsu di sebuah tempat. Dan sekarang tempat pelatihan tersebut mencari guru baru yg sabar dan telaten dalam mengajar anak-anak.


Lyra pun tertarik dan mengikuti tesnya ditemani oleh seniornya ke sebuah tempat pelatihan. Lyra pun lulus tes dan akan mulai mengajar minggu depan. Dirinya juga sudah mengatur jadwal kuliahnya agar tidak bentrok dengan pekerjaannya.


☘☘☘


Sementara Robert mengundang Camila dan James ke rumahnya untuk makan bersama. Dirinya juga mengundang Jasmine beserta Lyra. Lyra yg dikabari oleh Jasmine pun bingung karena ini merupakan makan malam keluarga tapi kenapa dirinya juga ikut serta??


"Bunda, kenapa aku juga ikut?" tanya Lyra.


"Mungkin tuan Robert menyukaimu.. dan menganggapmu seperti cucunya." ucap Jasmine.


"Agak mencurigakan bun.." ucap Lyra.


"Hushh.. jangan berpikiran macam-macam, ada bunda yg akan melindungimu." ucap Jasmine.


"Baiklah, aku percaya pada bunda." ucap Lyra.


"Besok jam 8 malam kau senggang kan?"tanya Jasmine.


"Hmm.. aku ada latihan juijitsu bunda.. mungkin akan terlambat." ucap Lyra.


"Yasudah, daripada tuan Robert marah kau datang saja nanti bunda yg menjelaskannya." ucap Jasmine.


"Oke bund.. beres.." ucap Lyra.


Lyra pun sengaja berbohong agar Jasmine tak melarangnya bekerja. Jasmine tak ingin Lyra kelelahan dan pulang malam hingga melanggar jam malam.


Keesokannya, Jasmine pun sudah pergi ke rumah ayahnya. Dirinya juga sudah mengirimkan alamat rumahnya pada Lyra. Sementara Lyra dirinya masih mengajar anak-anak dan beberapa menit lagi selesai. Setelah jam mengajarnya usai, Lyra pun berganti pakaian dan bergegas menuju ke rumah Robert dengan menaiki taksi online.


"Semoga aku tak terlihat menyedihkan.. tadi Santi juga bilang dres ini baik-baik saja." gumam Lyra dalam hati.


Beberapa menit kemudian, Lyra pun tiba di rumah besar tersebut dan melapor pada penjaga agar diperbolehkan masuk. Jasmine pun menyusulnya agar Lyra bisa segera bergabung.


Dan terlihat kecanggungan pada diri Lyra saat duduk di meja. Sementara Robert pun tersenyum senang dan menyapa Lyra.


"Jadi, tujuanku mengundang Lyra dalam acara ini adalah untuk meminta Jasmine mengadopsinya." ucap Robert.


"Eh.. ayah tidak bilang sebelumnya." ucap Jasmine.


"Ya ayah sengaja melakukannya. Kau harus mengadopsi Lyra, agar donasiku terus berjalan." ucap Robert.


"Baiklah ayah.. akan segera aku urus." ucap Jasmine.


"Cih.. si perawan tua suruh mengadopsi anak." ucap Eva mencibir.


Brakkk..!


"Jaga ucapanmu Eva, setidaknya mereka lebih baik darimu." ucap Robert dengan tatapan tajam membuat Eva tak bisa berkutik.

__ADS_1


Jika Eva salah bicara lagi bukan tidak mungkin dirinya akan dihapus dari daftar warisan ayahnya yg banyak itu. Dan pasti Jasmine dan James yg akan menerima semuanya.


Semua pun kembali hening dan Lyra ikut terdiam tak mampu berbicara lagi. Hingga James datang dengan Camila calon istrinya. Keduanya pun menyapa Robert dengan ramah.


"Kakek.. apa kabar?" ucap Camila berbasa-basi.


"Aku baik-baik saja.. kau sendiri bagaimana?" tanya Robert.


"Aku menjadi lebih baik begitu mendengar kakek menerimaku." ucap Camila.


"Syukurlah, dan James jangan kecewakan aku." ucap Robert.


"Baik kek." ucap James.


"Mulai saat ini kau tinggal dirumah ini." ucap Robert.


"Baik kek.. asalkan kakek tidak melanggar janji." ucap James.


Acara makan malam pun berlangsung dengan keheningan karena semuanya merasa canggung. Hingga acara makan malam berakhir, dan semuanya kembali ke tempat tinggal masing-masing meninggalkan Robert.


"Tuan aku pulang dulu. Terimakasih atas undangannya." ucap Lyra berpamitan.


"Sama-sama, Lyra berhentilah memanggilku tuan dan panggil kakek saja karena sebentar lagi Jasmine akan mengadopsimu." ucap Robert.


"Baiklah kek.. aku permisi." ucap Lyra.


"Ya.. kau harus pulang dan belajar dengan giat." ucap Robert.


"Kalau begitu kami pamit ya ayah." ucap Jasmine.


.


.


.


☘☘☘


Hari hari Lyra pun berjalan dengan baik, ia mampu mengatur jadwalnya dengan baik. Dan juga nilai mata kuliahnya semuanya sempurna tanpa ada cacat. Kedua sahabatnya pun selalu ada untuknya dan mereka akan saling membantu.


Suatu ketika, ada Santi mengadakan acara ulang tahunnya di sebuah resto dan mengundang beberapa teman kampusnya termasuk Lyra dan Dion.


"Kalian harus datang ya guys.. " ucap Santi.


"Oke.. mungkin agak terlambat karena aku ada kelas mengajar." ucap Lyra.


"It's oke Lyra sayang." ucap Santi.


"Kalau kau butuh tumpangan aku siap menjemputmu." ucap Dion.


"Baiklah, nanti aku kabari Dion." ucap Lyra.


"Oke.. sekarang bantu aku menyebarkan undangannya pada teman-teman lain." ucap Santi.

__ADS_1


Dion dan Lyra pun membantu Santi menyebarkan undangannya. Hanya teman-teman yg akrab dengan Santi yg diundang. Dan Candy pastinya tak masuk dalam list pertemanan Santi.


"Santi kenapa aku tak diundang?" tanya Candy.


"Karena kau menyebalkan. Dan apa kita berteman? kurasa tidak." balas Santi tersenyum lalu pergi.


"Cih.. dasar gadis angkuh..!" gerutu Candi.


"Sudahlah Can, kayak penting aja hadir di acara mereka." ucap Fika.


"Yap.. Fika benar.. " ucap Sisil.


Sementara Santi pun tersenyum, dirinya begitu puas bisa membalas sikap Candy yg menurutnya suka seenaknya sendiri. Sementara Santi, dirinya juga turut mengundang Fero karena bagaimanapun Fero menyelamatkannya dari hukuman bu Ningsih karena memasuki area cctv tanpa ijin.


"Kak datang ya.." ucap Santi.


"Aku usahakan San." ucap Fero.


"Ya.. kalau begitu aku permisi." ucap Santi lalu berkeliling membagikan undangannya.


Kemudian Santi, Dion dan Lyra pun berkumpul di taman. Mereka yg kelelahan pun memilih beristirahat dan mengisi perut. Disela-sela istirahatnya, mereka juga bercerita ini dan itu.


"San, kak Fero ga diundang kan?" tanya Dion memastikan.


"Maaf teman-teman, tapi hati nuraniku tak bisa melupakannya." ucap Santi.


"Santi, kau ini tak memikirkan Lyra." ucap Dion.


"Tak apa Dion.. dan Santi aku memakluminya." ucap Lyra.


"Lyra, memangnya sore itu kau mengajar kelas apa?" tanya Santi.


"Ada kelas matematika untuk sekolah dasar.. lumayanlah uangnya bisa buat jajan." ucap Lyra.


"Oh.. sahabatku ini gigih sekali.." ucap Santi merangkul Lyra.


"Kau masih bisa mengajar disana-sini tapi bagaimana caramu belajar hingga mendapat nilai A+..?" tanya Dion.


"Ya.. aku hanya membaca saat ada waktu luang dan terutama di malam hari." ucap Lyra.


"hh.. otakku tak mampu mencernanya Lyra.. ingatanmu memang luar biasa." ucap Dion.


"Lyra memang hebat, tak salah kita memilih teman." ucap Santi.


"Ohoho.. kalian membuatku merasa senang sekaligus bangga.." ucap Lyra bahagia.


.


.


.


☘☘☘

__ADS_1


Hari ulang tahun Santi pun akhirnya tiba, Dion dan Lyra sudah menyiapkan hadiah spesial untuknya. Walaupun Lyra harus melewati hari yg panjang karena sepulang kuliah harus mengajar les anak-anak. Lyra pun dengan sabar dan tekun menjalaninya.


Lyra juga sudah menyiapkan baju ganti untuk pergi ke pesta ulang tahun Santi. Beruntung hadiahnya ia titipkan pada Dion karena dirinya masih harus mengajar les matematika. Dan setelah selesai mengajar, Lyra pun bersiap. Dion pun sudah menjemputnya di depan tempat lesnya dan mereka pergi bersama.


__ADS_2