Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.69 Serangan Balik


__ADS_3

Kenzo pun menunggu sejenak untuk bertemu dengan direktur rumah sakit tersebut bernama Antonio. Sekertarisnya yg bernama Gerry pun langsung dengan mudah mendapatkan akses bertemu Antonio tanpa harus membuat janji. Setelah pintu terbuka, Gerry pun mempersilahkan Kenzo untuk masuk ke dalam.


"Silahkan masuk tuan.. " ucap Gerry.


"Terimakasih Ger.. " ucap Kenzo.


"Tuan Gerry, kenapa membawa prof Kenzo?" tanya Antonio.


"Jaga sopan santun anda tuan.." ucap Gerry.


"Silahkan duduk tuan-tuan." ucap Antonio mempersilahkan mereka duduk.


"Jadi apa yg terjadi sekarang? bisa kalian berdua jelaskan padaku?" tanya Antonio bingung.


"Ger.. biar aku yg jelaskan." ucap Kenzo memberi perintah sebelum mulut sekertarisnya bicara.


"Ada apa profesor Kenzo?" tanya Antonio belum mengerti.


"Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku datang kemari padahal sudah dipecat?? benar bukan?" tanya Kenzo.


"Iya benar." ucap Antonio.


"Jadi aku kemari bukan sebagai profesor Kenzo tapi sebagai Kenzo Dominiq pemilik saham terbesar rumah sakit ini.." ucap Kenzo.


"Jadi kau adalah..?" ucap Antonio terkejut.


"Benar, tuan Kenzo adalah pemilik rumah sakit ini." ucap Gerry.


Seketika Antonio pun keringat dingin, panik dan gemetar.


"Maafkan aku tuan.. Aku tak tahu apapun.." ucap Antonio langsung bersimpuh.


"Aku juga tahu kau hanya diperintahkan oleh seseorang untuk melakukan ini." ucap Kenzo.


"Benar, tuan James Clinton yg memintanya.. aku juga tak mengerti kenapa, tapi yg jelas aku ditekan kalau tidak aku yg akan dipecat." ucap Antonio.


"Aku juga tahu orang yg menyuruhmu.. jadi aku datang hanya untuk memintamu mengadakan rapat umum dengan petinggi dan pemilik saham rumah sakit ini." ucap Kenzo.


"Rapat??" tanya Antonio.


"Iya, aku tak mau kehilangan lagi dokter yg menjadi ujung tombak rumah sakit ini." ucap Kenzo.


"Ba-baiklah akan segera aku laksanakan." ucap Antonio.


"Segala informasinya kau kabari Gerry sekertarisku.. "ucap Kenzo.


"Terimakasih tuan, aku pikir aku akan dipecat." ucap Antonio.


"Ya.. semua tergantung tim auditku yg akan menggeledah semuanya hari ini." ucap Kenzo.


"T-tim audit?" ucap Antonio terkejut.


"Kau panik ya?? hmm.. rasanya memang ada yg kau sembunyikan. Jadi habis ini kau menurut saja ya." ucap Kenzo.


"Tuan.. ampuni aku." ucap Antonio.


"Tidak, aku bahkan belum menemukan bukti kesalahanmu.. nanti saja minta maafnya." ucap Kenzo.


"Aku permisi." ucap Kenzo lalu keluar ruangan.


Lalu Gerry ikut keluar dan meminta tim Audit untuk menggeledah kantor Antonio. Sementara Antonio sudah tak bisa berkutik lagi dan pasrah pada keadaannya.


Kenzo pun berjalan santai menyusuri lorong rumah sakit sembari menemui juniornya untuk memberikan arahan mengenai beberapa pasien.


"Jangan sampai salah penanganan, jika ada yg tak tahu kalian bisa bertanya kepadaku.." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Baik prof.. " ucap mereka.


"Prof, kami ingin mengadakan acara perpisahan untukmu." ucap salah seorang dokter.


"Iya benar, kami sedih dan sangat kehilanganmu.. seandainya prof masih disini." ucap lagi salah seorang.


"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, selama aku masih hidup aku akan sesekali mengunjungi rumah sakit ini." ucap Kenzo.


"Lalu kalian ingin buat acaranya dimana?" tanya Kenzo.


"Di resto Xxx pada hari dd jam 7 malam .. bagaimana prof?" tanya salah seorang.


"Oke.. aku akan usahakan datang dan mengabari." ucap Kenzo.


Kenzo pun meninggalkan rekannya yg begitu menghormatinya. Bahkan mereka sangat sedih dan ada yg menangis saat tahu Kenzo dipecat secara tiba-tiba. Bukan tanpa alasan karena Kenzo banyak mengajari mereka selama ini. Hingga mereka membuat pesta perpisahan untuk seniornya tersebut.


Setelah Kenzo pergi, kabar mengenai Kenzo yg merupakan pemilik rumah sakit pun menyebar. Dan kini semua orang sedang membicarakannya. Mereka mengagumi sikap Kenzo yg terlihat sederhana dan mau terjun langsung ke lapangan.


Hingga berita tersebut terdengar ke telinga Lyra dan Santi.


"Pantas saja kemarin dia membeli gaun mahal, menggunakan mobil sport mewah, ternyata dia adalah pemilik rumah sakit." ucap Lyra.


"Aku juga tak menyangka Lyra."ucap Santi.


"Sudahlah, itu fakta dan harusnya kita bersyukur bisa mengenalnya." ucap Dion.


"Kau benar, dia banyak mengajariku dan dokter baru lainnya." ucap Lyra.


"Ya.. dan kalau kau menikahinya kau akan hidup makmur Lyr." ucap Santi.


"San.. jangan ngawur.. kau tidak lihat kondisiku sekarang." ucap Lyra.


"Ups.. maaf aku keceplosan." ucap Santi.


.


.


.


Kabar itupun sudah sampai pada James. Dan dirinya bingung ada apa lagi sekarang.


"Memangnya ada masalah apa ya?" tanya James.


"Katanya hanya rapat biasa." ucap Dani.


"Yasudah.. kosongkan jadwal pada hari itu." ucap James.


.


.


.


Hari yg ditunggu pun tiba, dan kini para pemegang saham pun telah tiba di rumah sakit tersebut. Mereka sedang menunggu sang pemilik rumah sakit yg datang terlambat. Atau lebih tepatnya Kenzo tak mau menunggu, dan sebenarnya dirinya sudah tiba daritadi. Tapi Kenzo meminta timnya untuk mengecek apakah semua orang telah hadir.


Setelah semua tamu undangan telah hadir, Kenzo pun turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam. Nampak semua orang kini menghormatinya dan menyapanya saat masuk. Kenzo pun langsung menuju ke ruang rapat dengan Gerry yg membawa beberapa dokumen penting.


Brakk..


Gerry pun membuka pintu untuk atasannya dan mempersilahkannya masuk.


"Silahkan tuan." ucap Gerry.


"Terimakasih Gerry." ucap Kenzo.

__ADS_1


Semua orang pun terkejut termasuk James yg tak menerima info apapun dari Dani.


"Kalian terkejut?? kemarin beberapa orang ingin menyingkirkanku sebagai profesor biasa, lalu apakah saat kalian tahu siapa aku ada yg masih berani menyingkirkanku?" tanya Kenzo tersenyum kecut.


Semua pun terdiam dan tak berani berkutik. Gerry pun membuka rapat mereka dan membacakan beberapa kesalahan mereka satu persatu. Dan sebagai profesor, Kenzo tahu betul seluk beluk rumah sakit tersebut.


Hukuman pertama jatuh pada Antonio yg banyak menerima dana suap. Dan itu ketahuan oleh Gerry dan tim audit. Antonio pun nampak begitu gelisah dan tak tenang.


"Antonio, kau gelisah?? kemarin saat memecatku kau nampak percaya diri." ucap Kenzo.


"Ampuni aku tuan." ucap Antonio.


"Padahal rumah sakit membayarmu mahal. Tapi kelakuanmu berani sekali menerima suap. " ucap Kenzo.


"Maafkan aku tuan." ucap Antonio.


Sementara James kesal bukan main ternyata orang yg ia remehkan adalah pemilik rumah sakit tersebut.


"Ck.. sekarang dia sok kuasa.." umpat James.


"Tuan James, aku mendengar umpatanmu." ucap Kenzo.


"Kau suka sekali ya pakai cara kotor, aku tahu kau menyuap tuan Antonio agar memecatku." ucap Kenzo.


"Baguslah kalau kau tahu." ucap James.


"Apa masalahmu denganku? kita bahkan tak saling kenal secara pribadi." ucap Kenzo.


"Ya karena kau.." ucap James menghentikan ucapannya karena sedang berada di rapat dewan.


"Karena aku mendekati mantan istrimu? begitu?" tanya Kenzo to the point hingga James merasa dipermalukan.


"Iya kau sudah merebut istriku." ucap James karena sudah terlanjur basah.


"Oh.. kata siapa aku merebut? kalau mau merebut sudah dari dulu tuan James, dan sekarang bukankah kau sudah menikah lagi. Dan dilihat dari masalah ini nampaknya kau sudah kehilangan kemampuanmu sebagai pebisnis dengan membawa masalah pribadi dalam pekerjaan." ucap Kenzo.


"Kau sudah keterlaluan..! berani sekali kau padaku kau lupa siapa aku?" tanya James.


"James Clinton, pewaris utama perusahaan Clinton.drc." ucap Kenzo.


"Dan kau melanggar perjanjian kerjasama dengan memanfaatkan posisimu. Dan orang yg kau serang adalah aku, jadi kau tahu kan apa hukumanmu.?" tanya Kenzo.


"Cih.. aku akan membayar dendanya." ucap James.


"Bagaimana kalau kau tidak perlu bayar denda tapi sahammu menjadi milikku." ucap Kenzo.


"Kau..!" ucap James.


"Serahkan saja, toh kau sudah tak mungkin menampakkan wajahmu lagi di pertemuan selanjutnya." ucap Kenzo.


"Baiklah, sekertarisku Dani akan mengurus segalanya." ucap James lalu keluar dari ruangan tersebut.


Sementara Kenzo hanya tersenyum dan semua orang nampak tegang karena Kenzo sudah memiliki rahasia masing-masing.


Dan James dirinya sangat malu karena dipermalukan oleh Kenzo. Nampaknya Kenzo kini tengah membalas perbuatannya. Dan James salah menyerang orang, dirinya menyerang singa yg berada di kandangnya dan secara otomatis dirinya pun tamat. Harga diri James hancur dipermalukan oleh Kenzo dan disaksikan beberapa pasang mata di rapat tersebut.


"Argghhh.." teriak James kesal.


"Ada apa tuan?" tanya Dani.


"Kau urus denda atas masalah yg kuperbuat dan jual saham kita di rumah sakit ini." perintah James.


"Tapi, apa yg terjadi tuan.?" tanya Dani.


"Sudah ikuti saja perintahku." ucap James.

__ADS_1


"Baik tuan." ucap Dani bingung.


__ADS_2