
Setelah tahu semuanya Ben pun geram pada Bella, juga pada James yg selalu diam saja hingga membuat suasana menjadi kacau. Bahkan keponakannya nanti akan lahir tanpa ayah, dan hal itu membuat Ben sedih. Tapi untuk membalasnya Ben akan melakukan segalanya untuk adik dan keponakannya.
Ben pun meminta Kenzo untuk memastikan agar hukuman Bella berat. Dan hal itu benar-benar terjadi, dimana Bella tetap masuk sel tahanan meskipun usia kandungannya mulai besar. Dan James sudah berusaha semampunya tapi nampaknya kekuatan netizen dunia maya yg membuat hal ini viral dan akhirnya tak mungkin Bella bisa bebas.
Keputusan pengadilan pun diputuskan kalau Bella akan dihukum penjara selama 15 tahun. Dan dirinya juga tetap akan mendapatkan keringanan saat melahirkan anaknya.
Sebagai seorang ayah, James pun menemani Bella sampai melahirkan dan akan membesarkan anaknya sendirian. James juga berencana menceraikan Bella setelah anaknya lahir. Dirinya tak bisa membiarkan Bella bebas dan menjadi istrinya setelah apa yg telah dilakukannya pada Lyra dan calon anaknya. Dan setiap malam James pun menangisi kebodohannya yg tak mampu berbuat apapun untuk menjaga Lyra dan calon anaknya.
Hingga tiba saatnya Bella melahirkan, dan James bahkan masih menemaninya. Dan lahirlah putrinya yg cantik. James pun bersyukur akan hal itu, walaupun dirinya turut sedih karena kehilangan anaknya yg lain.
"Terimakasih James." ucap Bella.
"Ya, Terimakasih juga Bella,.. " ucap James.
Bella pun tersenyum senang karena James masih menemaninya. Sedangkan keluarganya telah membuangnya. Kini hanya James dan anaknya yg dia miliki. Bella pun menyerahkan anaknya pada James untuk dirawat karena dirinya tetap akan mendekam di penjara. Berkali-kali pun Bella memohon pada James tetap saja suaminya itu tak bisa membebaskan ataupun meringankan hukumannya.
"Bagaimana ini jika aku mendekam disini selama belasan tahun?? apa putriku akan menerimaku?" gumam Bella dalam hati.
Namun, kemalangan Bella terus berlanjut. Setelah 40 hari melahirkan James mengajukan gugatan cerai padanya dan anak mereka akan berada di tangan James.
"Sayang, apa yg kau lakukan?" tanya Bella.
"Renungi perbuatanmu di dalam sana. Kau adalah manusia yg keji." ucap James.
"James tunggu, kumohon ampuni aku.. aku tak punya siapa-siapa lagi selain kalian." ucap Bella.
"Ya.. bahkan kau lebih menyedihkan dari Lyra. Lyra yg kau anggap miskin saja punya banyak teman, lihat sekarang dirimu tak ada siapapun yg membantumu." ucap James.
"James kumohon ampuni aku.." lirih Bella menangis.
"Aku akan membantu kebutuhanmu selama dipenjara, tapi akan tetap menceraikanmu." ucap James.
"Tidakk... James...! tunggu.." ucap Bella berteriak.
Tapi James terus berjalan meninggalkan Bella. Dan Bella justru dimarahi oleh penjaga tahanan tersebut.
__ADS_1
"Diamm..! jangan berisik..! kembali ke sel mu.." ucap penjaga menyeret Bella.
"Tunggu, panggilkan suamiku.. aku ingin bicara dengannya." ucap Bella.
"Diamm.. kembalilah ke selmu !!! suamimu sudah pergi." ucap penjaga itu lagi.
Bella pun menangisi takdir hidupnya yg hancur. Ditinggalkan suaminya saat sedang berada di tahanan, dibuang oleh keluarga dan temannya. Kini Bella sudah tak punya siapa-siapa lagi.
Hingga hakim memutuskan Bella dan James resmi bercerai. Bella pun semakin kurus dan pucat, tubuhnya nampak tak terurus dan berantakan. Hilang sudah kecantikan yg dulu ia bangga-banggakan. Kini hanya menyisakan wajah menyeramkan yg hanya bisa terdiam.
Ya, Bella pun lama kelamaan hanya diam saja di sel tahanannya. Dirinya tak menyentuh makanannya, hingga suatu hari dirinya mengamuk dan mengganggu tahanan lain. Penjaga pun mengamankannya dan memisahkannya. Akhirnya James pun dipanggil karena mantan istrinya itu mengalami depresi berat.
James pun tak datang, tapi meminta orang-orangnya untuk mengurus Bella dan memberikannya perawatan intensif. Karena bagaimanapun dirinya adalah ibu dari anaknya.
Bella pun dinyatakan depresi berat oleh dokter, dan harus dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Begitulah Bella berakhir disana. Dirinya setiap harinya hanya diam, mengurung diri dan mengamuk saat terusik. Dokter pun sudah melakukan segalanya agar pasiennya bisa sembuh. Dan James hanya bisa membayar perawatannya tanpa mau tahu keadaannya.
Dirinya tengah fokus pada perusahaan dan juga anaknya. Putri kecilnya pun tumbuh dengan baik walau tanpa ibu. Dirinya menamainya Wendy Silvana Clinton.
Dan James juga harus menerima hukuman kalau ibunya sekarang tidak menganggapnya putranya lagi setelah tahu kalau Lyra meninggalkannya karena tak tahan padanya. Juga fakta bahwa James lebih memilih Bella yg merupakan seorang pembunuh.
James pun hanya bisa menerima semua hukuman atas perbuatannya. Dan berjanji akan menjaga Wendy dengan baik. Satu-satunya harta berharga baginya, walaupun ibunya benar-benar kejam. James pun ingin Wendy memiliki kepribadian yg baik tidak seperti ibunya.
Hingga James kadang mengabaikan putrinya Wendy dan Wendy tumbuh besar dengan para pelayan serta pengasuhnya.
.
.
.
Sementara Lyra mendapatkan banyak kebahagiaan. Dirinya dikelilingi orang yg peduli padanya, juga kini telah memiliki Ben sebagai satu-satunya keluarganya. Dan identitasnya telah berubah menjadi Daphny Ivander. Dirinya juga tengah menunggu kelahiran anaknya.
Kenzo pun tetap setia menemaninya, dan Santi beserta Dion mereka berencana pindah ke Singapura menemani Daphny.
"Kau rajin sekali mengunjungi adikku." ucap Ben menatap Kenzo datang setiap hari ke rumahnya.
__ADS_1
"Ya begitulah." ucap Kenzo.
"Aku tahu kau punya maksud lain." ucap Ben.
"Syukurlah jika kau paham." ucap Kenzo tersenyum.
"Ingat aku takkan membiarkan adikku terluka lagi." ucap Ben.
"Aku akan mengingatnya tuan Ben." ucap Kenzo.
Dan Kenzo pun menemui Daphny di taman belakang. Dirinya ingin menyampaikan kabar kalau kedua temannya akan pindah ke Singapura juga. Tapi sebelum itu Kenzo menatap Daphny yg tengah asik merawat tanamannya tersebut.
"Hei Daphny.." ucap Kenzo.
"Kenzo.. kau datang juga hari ini." ucap Daphny.
"Ya.. aku membawa kue yg kau inginkan." ucap Kenzo.
"Wah terimakasih, letakkan saja dimeja tanganku kotor." ucap Daphny.
Daphny pun menyelesaikan pekerjaannya dan mencuci tangannya lalu menemui Kenzo. Disanalah Kenzo bercerita mengenai kepindahan Santi dan Dion. Raut wajah bahagia pun menghiasi wajah Daphny. Akhirnya dirinya bisa bertemu dengan kedua sahabatnya tanpa perlu menunggu keduanya menghubunginya.
Selain itu, Ben juga memberikan segalanya pada Daphny. Dirinya juga menyiapkan segala keperluan bayi untuk keponakannya. Sementara Kenzo ikut campur mempersiapkannya, hingga kini keduanya saling adu pendapat di sebuah pusat perbelanjaan.
"Daphny ini bagus untuk bayi.." ucap Kenzo.
"Ini juga bagus, harganya mahal.." ucap Ben.
"Tidak, jangan beli banyak barang mahal karena bayi cepat besar dan nanti tak terpakai lagi." ucap Kenzo.
"Kalau tidak terpakai bisa disumbangkan ke orang yg membutuhkan." ucap Ben.
"Daphny, beli yg ini saja.." ucap Kenzo.
"Tidak yg ini saja." ucap Ben tak mau kalah.
__ADS_1
"Beli saja semuanya, dan penuhi rumah dengan barang yg kalian mau..!" ucap Daphny kesal lalu meninggalkan keduanya.
"Daphny tunggu.." ucap keduanya mengejarnya.