
Akhir pekan pun telah tiba, tibalah saatnya Devi mengunjungi Sammy setelah 2 bulan lamanya. Alasan kuliah adalah alasan yg selalu digunakan Devi, tapi kali ini dirinya sudah menguatkan hati dan tekatnya untuk menganggap Sammy sahabatnya.
Saat tiba di bandara, nampak saudara kembarnya sudah menunggu.
"Dev.." ucap Davi memberi signal.
"Oke." balas Devi.
Keduanya pun bertemu dan Davi senang saudaranya itu mau mengunjunginya dan juga Sammy.
"Butuh banyak keberanian untukku datang kemari." ucap Devi.
"Aku tahu itu.. sekarang mau pulang atau ke rumah sakit?" tanya Davi.
"Lebih baik pulang dulu menaruh barang dan bertemu mom dan dad." ucap Devi.
"Oke.." ucap Davi.
Davi pun membawa saudarinya pulang ke rumah dimana orangtuanya sudah menantikan kehadirannya. Dan juga Devi begitu dirindukan karena tinggal jauh dari orang tuanya.
Di rumah Devi pun bertemu kedua orangtua yg ia rindukan. Pelukan hangat pun ia dapatkan saat masuk ke dalam rumah. Momnya juga langsung menyediakan makanan untuk menyambutnya. Begitulah Devi memilih untuk pulang ke rumah dan bertemu keluarganya barulah mengunjungi Sammy.
.
.
.
Sementara di rumah sakit, nampak Daphny lebih sering mengunjunginya saat putranya telah sadar.
"Mama.. " ucap Sammy melihat Daphny masuk.
"Kau tak suka mama datang.?" tanya Daphny.
"Tapi, klinik mama?" tanya Sammy.
"Sekarang sudah ada beberapa dokter dan perawat.. mama bisa santai." ucap Daphny.
"Sayang mama bawakan makanan kesukaanmu.. kau harus makan banyak agar cepat pulih." ucap Daphny.
"Iya, Terimakasih ma.." ucap Sammy tersenyum.
Sammy pun menikmati makanan buatan mamanya karena makanan rumah sakit sangat hambar di mulutnya. Belum lagi, perasaannya yg sedang kacau mengubah selera makannya.
"Sammy jangan pikirkan apapun dan pulihlah." ucap Daphny.
"Baik ma.." ucap Sammy.
Setiap harinya Daphny, Kenzo maupun Vio datang berkunjung demi menghibur Sammy agar tak kesepian. Bahkan Davi pun selalu menyempatkan waktu untuk datang dan mengajak Sammy bicara. Apalagi setelah sadar Sammy jadi banyak diam dan tak ceria seperti dulu.
__ADS_1
Sesekali Daphny mengajaknya berkeliling rumah sakit mencari udara segar. Hal itu pun membuat Sammy bisa sedikit rileks dan membuatnya lebih tenang. Davi juga sering membawakan buku bacaan, baik itu novel, komik ataupun buku yg Sammy inginkan.
.
.
.
Malam harinya datanglah Davi bersama Devi. Devi yg akhirnya bisa menjenguk Sammy setelah sekian lama.
"Hallo Samm." ucap Davi.
"Davi." ucap Sammy tersenyum.
"Aku tak sendiri, ada tuan putri disini." ucap Davi.
"Hallo Samm.. bagaimana kabarmu?" tanya Devi tersenyum.
"Seperti yg kau lihat.. tapi sudah lebih baik." ucap Sammy tersenyum.
"Baguslah.. maaf aku baru sempat kemari karena ada banyak tugas kuliah dan juga beberapa pekerjaan." ucap Devi.
"Ya.. tak apa.." ucap Sammy.
"Bro.. aku bawa apa yg kau inginkan.." ucap Davi menunjukkan sebuah paper bag.
Davi pun menujukkan apa yg dia bawa. Beberapa buku yg diinginkan Sammy. Bahkan sahabatnya itu rela berebut di sebuah toko buku karena buku tersebut edisi terbatas. Belum lagi dengan sekumpulan komik yg diminta Sammy.
"Hanya ini hiburanku satu-satunya." ucap Sammy.
"Aku tahu itu kawan, makanya aku berjuang keras mendapatkannya." ucap Davi mengingat dirinya harus cepat mengambil buku tersebut.
"Terimakasih Davi." ucap Sammy bahagia.
Sejak di rumah sakit, Sammy jadi lebih banyak diam dan sekarang mulai membaca buku. Entah itu komik, novel ataupun buku tentang ilmu kedokteran. Karena hanya hal-hal itulah yg membuat pikiran Sammy menjadi tenang.
Tak ketinggalan Devi juga membawa sebuket bunga dan makanan kesukaan Sammy. Ketiganya pun berbincang-bincang sampai malam. Dan Sammy senang Devi dan Davi hadir untuk menghiburnya dan menjenguknya. Jika tidak, pasti dirinya akan sangat bosan malam itu.
Setelah agak malam, Devi dan Davi pun pulang. Mereka senang melihat Sammy yg sudah sedikit ceria dan tak banyak diam seperti kemarin. Nampaknya buku bacaan mampu mengembalikan mood Sammy kembali.
"Aku senang hari ini Sammy banyak bicara dan tersenyum." ucap Davi di dalam mobil
"Memangnya kemarin separah apa?" tanya Devi.
"Dia menjadi orang yg berbeda dan sangat dingin.. Orangtuanya pun berkata demikian." ucap Davi.
"Benarkah?" tanya Devi.
"Iya.. dan aku berinisiatif membawakannya buku-buku yg selalu ia beli. Dan beberapa komik edisi terbaru yg belum ia baca karena kondisinya bulan lalu." ucap Davi.
__ADS_1
"Baguslah, sudah ada perkembangan." ucap Devi.
"Iya.. kupikir dengan memberi Sammy apa yg dia sukai bisa memperbaiki mood dan pikirannya." ucap Davi.
"Kudengar Sammy satu-satunya yg selamat dari tragedi itu?" tanya Devi.
"Kau benar, hidupnya seperti sebuah keajaiban.." ucap Davi.
"Iya.. tunggu berarti kekasihnya..?" tanya Devi.
"Iya kau benar, itulah menyebabkan Sammy jadi banyak diam. Kami pun awalnya takut makanya aku sering mengunjunginya dan membawa apapun kesukaannya. " ucap Davi.
"Dia pasti sangat terguncang.. semoga tak terjadi hal buruk padanya." ucap Devi.
"Iya.. aku juga berharap begitu.. Kau juga seringlah berkunjung.." ucap Davi.
"Akan aku usahakan." ucap Devi tersenyum.
.
.
.
Setelah kedua sahabatnya pergi, Sammy pun asik membaca buku yg dibawakan oleh Davi. Tak lama Kenzo datang dan tersenyum melihat putranya memiliki kesibukan.
"Papa sudah datang.." ucapnya.
"Iya.. papa bawa makanan mau coba?" tanya Kenzo.
"Nanti saja pa.. aku sedang fokus." ucap Sammy.
"Davi pasti yg membawakannya." ucap Kenzo.
"Iya.. dia teman yg cukup bermanfaat." ucap Sammy.
"Ck.. dia itu sudah baik padamu, jadi kau juga harus baik padanya." ucap Kenzo.
"Tentu pa.." ucap Sammy.
Kenzo pun sudah biasa menginap di rumah sakit dan menyediakan sofabed di ruangan tersebut untuk dirinya tidur. Kenzo ingin menemani Sammy di rumah sakit karena kondisinya yg butuh banyak bantuan. Jika siang hari ada perawat khusus dan ibunya, dan malam Kenzo yg akan berjaga.
Sammy pun bersyukur dikelilingi orang yg menyayanginya dan Kenzo sebagai ayah tirinya justru menyayanginya dengan tulus bahkan sampai rela menginap dirumah sakit menemaninya. Walaupun keceriaannya hilang, setidaknya Sammy tak menolak orang terdekatnya.
Hari demi hari pun berlalu, kesehatan Sammy semakin membaik walau butuh proses yg panjang. Bahkan Sammy bisa pulang ke rumah dan butuh terapi untuk bisa kembali berjalan. Dirinya pun sudah mengikhlaskan mengambil cuti kuliah selama 1-2 semester karena kondisinya yg tak memungkinkan.
Keluarganya juga ingin Sammy fokus pada penyembuhan dan memulihkan dirinya dari trauma. Karena kini Sammy sangat trauma jika duduk di kursi depan mobil. Hal itu diketahui saat mereka ingin pulang ke rumah. Dan Kenzo sudah bersiap akan hal itu.
Tiap beberapa minggu sekali Sammy dibawa ke psikiater untuk mengobati traumanya dan juga terapi lainnya agar kodisi tubuhnya bisa kembali normal. Sammy juga berlatih berdiri dan berjalan dengan tongkat agar terbiasa dan tak selalu bergantung pada orang lain.
__ADS_1