Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.116 Jalan-jalan


__ADS_3

Melihat mobilnya yg hanya terparkir saja di garasi membuat Sammy merasa sayang untuk hanya menyimpannya. Dirinya pun mengajak Devi untuk keluar berjalan-jalan mengelilingi kota Jakarta di saat liburnya. Devi pun tak menolak hanya saja dirinya hanya mempunyai waktu 2 jam sebelum rapat dimulai.


Sammy pun menjemput Devi di rumahnya, dan Devi nampak rapi karena dirinya memang akan melakukan rapat di kantornya.


"Wow.. kau sekarang sudah seperti wanita karir.." puji Sammy.


"Thanks Sam.. hari ini kau ingin mengajakku kemana?" tanya Devi.


"Tunjukkan aku tempat yg bagus.." ucap Sammy.


"Harusnya kau mengajakku saat aku libur, tapi masih ada beberapa tempat yg bisa kita kunjungi." ucap Devi.


Mereka pun akhirnya pergi menuju tempat yg Devi beritahu. Sebuah tempat dengan pemandangan yg bagus. Sammy pun merasa senang bisa datang kesana. Dan Devi pun memotret beberapa hal indah disana dan mengirimnya pada Davi agar saudaranya itu bisa menyusul mereka.


"Ayo kita foto.." ucap Sammy.


"Oke.." balas Devi gugup.


Setelah mendapatkan foto yg bagus, mereka pun mengirimnya pada Davi agar Davi merasa iri dan ingin cepat menyusul mereka.


"Dengan ini pasti Davi akan langsung kemari." ucap Sammy.


"Ya.. dia pasti sangat iri saat ini." ucap Devi tersenyum.


Kemudian Devi pergi untuk membeli minuman dan meninggalkan Sammy yg sedang menikmati pemandangan disana.


Dari kejauhan nampak seorang wanita cantik sedang berada disana juga dengan beberapa pengawalnya. Dirinya pun melihat Sammy yg tak asing baginya. Hingga wanita yg tak lain adalah Wendy pun mendekat.


"Hai, dr.Sammuel.." sapanya.


"Oh.. hai nona Wendy.."


"Anda sendirian saja?" tanya Wendy.


"Tidak, aku bersama seseorang.." ucap Sammy.


"Oh.. begitu,." balas Wendy.


"Apakah kau sudah memikirkan tawaranku untuk makan bersama?" tanya Wendy.


"Maaf nona, kurasa kita tidak bisa melakukannya." ucap Sammy.


"Oh begitu, tapi apa alasannya?" tanya Wendy.


"Karena aku punya kekasih.. dan itu dia.." tunjuk Sammy pada Devi.


Seorang wanita cantik yg terlihat dewasa, modis dan tegas pun muncul. Devi pun mendekati Sammy yg sedang bicara dengan seorang wanita.


"Hai Samm.. ini minumanmu.." ucap Devi dengan tatapan seolah bertanya siapa wanita ini.


"Kenalkan nona Wendy, ini kekasihku Devi.." ucap Sammy membuat Devi terkejut dan mau tak mau berakting.


"Hai salam kenal." ucap Wendy malas.


"Baiklah kalau begitu aku permisi dr.Sammuel." ucap Wendy tanpa memedulikan Devi dihadapannya.

__ADS_1


"Iya.." ucap Sammy.


Setelah itu, Sammy berpura-pura menggandeng tangan Devi dan mengajaknya ke dalam mobil. Tak dapat dibayangkan rasanya oleh Devi dianggap kekasih dan digenggam tangannya oleh Sammy bak kekasih. Jantungnya pun berdetak tak karuan sejak tadi. Ingin bahagia tapi ini hanya pura-pura, ingin menikmati tapi Devi juga harus tahu diri dan tidak boleh melewati batasnya.


"Maaf.." ucap Sammy di dalam mobil.


"Oke.. tapi dia siapa? pasienmu?" tanya Devi.


"Iya, pasien sekaligus saudariku." ucap Sammy.


"Saudari maksudnya?" tanya Devi bingung.


Sammy pun menjelaskan segalanya pada Devi, dan kini wanita itu mengerti mengenai siapa ayah kandung Sammy selama ini. Dan Devi menghargai keputusan sahabatnya itu, serta membenarkan tindakan Sammy.


"Tindakanmu sudah benar, kalau wanita itu berharap lebih akan berbahaya." ucap Devi.


"Ya .. makanya aku memanfaatkan kehadiranmu." ucap Sammy.


"It's oke Sammy.. kau kan tidak mengenalku satu dua hari." balas Devi tersenyum.


"Terimakasih Dev, aku punya alasan menghindari wanita itu." ucap Sammy.


"Ya.. dan sekarang antar aku rapat ya dr.Sammuel.." ucap Devi meledek.


"Oke.. nona Devika.." balas Sammy.


Sammy pun mengantarkan Devi untuk rapat di kantornya. Dan saat sampai, Devi meminta Sammy diam sebentar karena dirinya harus merapikan riasannya di dalam mobil.


"Sammy, tunggu sebentar aku harus merapikan riasanku." ucap Devi.


"Sebentar kok, tak sampai 30 menit." balas Devi tersenyum.


"Ti-tiga puluh menit?" ucap Sammy lalu terdiam sementara Devi tersenyum.


Devi pun mengambil pouch di tasnya dan memulai riasannya. Sementara Sammy hanya sesekali memerhatikannya sambil memainkan ponselnya. Hingga terakhir Devi memoleskan lipstik di bibirnya, membuat Sammy terdiam menatapnya.


"Oke.. selesai." ucap Devi.


"Harus sekali kau merias wajahmu?" tanya Sammy.


"Tampilan itu penting untuk menampilkan kesan diri kita. Jika aku begini kemungkinan orang akan segan padaku dan menghormatiku." ucap Devi.


"Ya.. kau terlihat seperti wanita yg tegas disini." ucap Sammy.


"Itulah kesan yg aku inginkan, aku harus tegas agar tak ada yg berani macam-macam dengan karirku." ucap Devi.


"Ya.. baiklah" ucap Sammy.


"Oke.. terimakasih Sammy untuk hari ini.. aku harus segera masuk ke dalam." ucap Devi.


"Oke.. mau kujemput?" tanya Sammy.


"Kau tidak sibuk.?"


"Tidak, aku agak merasa bersalah membuatmu tidak membawa mobilmu hari ini." ucap Sammy.

__ADS_1


"Oke.. nanti kuhubungi." ucap Devi lalu keluar dari mobilnya.


"Bye Dev.."


"Bye Samm.."


Devi pun berjalan dengan tenang masuk ke dalam kantornya. Padahal tadi jantungnya berdetak tak karuan, tapi kini dirinya harus menjadi nona Devika calon penerus mall milik kakeknya tersebut. Devi pun berjalan dengan berani dan penuh percaya diri. Beberapa orang juga menyambutnya di pintu dan hormat padanya.


"Nona.. anda sudah datang.." ucap asisten Devi.


"Ya.. bagaimana apa semua orang sudah tiba?" tanya Devi.


"Ya.. hampir semua, karena masih ada waktu 5 menit lagi."


"Oke.. semua sudah aku siapkan, kau bawa kan semuanya?" tanya Devi.


"Tentu nona."


Setelah itu, Devi masuk ke ruang rapat dan menyiapkan bahan yg akan dibahas bersama asistennya. Disana juga hadir beberapa orang, termasuk James dan putrinya Wendy. Wendy yg jarang mengikuti rapat karena kondisinya pun baru hari ini bisa hadir. Perusahaan James dan perusahaan milik keluarga Devi memang menjalin hubungan kerjasama selama beberapa tahun.


Saat rapat dimulai dan Devi memimpin jalannya rapat, nampak Wendy melihatnya lagi untuk kedua kalinya. Kali ini Devi terlihat begitu tegas dan dewasa, membuatnya iri. Sikap Devi yg begitu profesional, tegas dan mampu mengendalikan suasana di ruang rapat pun membuatnya dihormati semua orang. Belum lagi Devi pandai mengelola bisnis kakeknya tersebut.


Sementara Wendy adalah anak manja yg lemah. Hal itu membuatnya iri sekaligus kesal, apalagi wanita hebat dihadapannya adalah kekasih dari dr.Samuel yg ia kagumi. Dan yg membuat Wendy penasaran adalah mengapa jantungnya selalu berdegup kencang di hadapan Sammy. Dirinya juga memiliki rasa tertarik pada dokter tampan tersebut.


Saat rapat telah usai, semua orang pun nampak keluar dari ruangan. Dan Devi menghubungi Sammy untuk meminta antarkan pulang. Sammy pun memang tengah berada tak jauh dari kantor Devi. Dirinya langsung menjemput sahabatnya itu sebagai bentuk tanggungjawabnya.


Saat Devi keluar dan menunggu Sammy, Wendy juga keluar bersama James. Disaat yg sama Wendy melihat bagaimana Sammy menjemput Devi dan tersenyum lebar pada wanita itu. Seketika Wendy merasa kesal.


"Samm.. kau tepat waktu." ucap Devi.


"Ya.. bagaimana mungkin aku berbohong padamu." ucap Sammy.


Dan saat Devi sudah berada di dalam mobil, Devi pun memberitahu tentang kehadiran Wendy dan James Sehingga Sammy langsung meninggalkan tempat tersebut.


"Dev, kita makan dulu sebelum pulang." ucap Sammy.


"Oke."


Mereka pun menuju tempat makan, dan berbicara sejenak terutama mengenai Wendy. Sammy pun nampaknya harus meminta bantuan Devi untuk hal ini terlebih Devi akan sering terlibat dengan James dan putrinya tersebut.


"Aku mengerti Samm.. selagi aku masih single tak masalah.. tapi lain ceritanya kalau aku sudah punya kekasih." balas Devi.


"Itulah yg ingin aku bahas.. Aku hanya tak ingin dekat dengan mereka.. kau mengerti kan maksudku." ucap Sammy.


"Oke tenang saja, tapi aku juga akan memanfaatkanmu." ucap Devi.


"Memanfaatkanku?" tanya Sammy.


"Ya.. untuk menghindari perjodohan." ucap Devi.


"Baiklah, situasi kita sama-sama menguntungkan.." ucap Sammy.


"Oke.. deal..?" tanya Devi menjulurkan tangannya.


"Deal.." balas Sammy dan mereka pun berjabat tangan.

__ADS_1


__ADS_2