
Wendy pun dibawa pilang setelah kondisinya membaik. Semua James lakukan karena tindakan Bella yg mempermalukan dirinya dan juga putrinya. James juga meminta pelayan mengawasi Wendy 1x24 jam agar tak mengalami hal buruk lagi.
Wendy yg sadar tindakannya memalukan pun berdiam diri di kamarnya. Terlebih ibunya sudah diusir dari rumah ayahnya karena sudah memberi dampak buruk pada dirinya. Wendy pun tak terima akan hal itu, tapi tak mampu melawan dadnya. Hingga Wendy dan Bella hanya mampu berkomunikasi lewat telepon. James yg tahu pun hanya membiarkannya dan ingin melihat apakah Bella mengulangi perbuatannya atau tidak.
Dan Bella kembali meracuni Wendy dengan kekuasaan agar tak ada yg mampu menjatuhkannya seperti dadnya. Walaupun ada sisi positifnya dimana Wendy kembali semangat bekerja dan membuktikan dirinya, tapi Bella memberikannya sebuah obsesi untuk menguasai harta keluarga Clinton agar bisa mengendalikan banyak hal. Hanya kekuasaan yg bisa membuat putrinya bebas dan tak ada yg bisa mengganggunya.
Beberapa hari kemudian pun Wendy kembali ke kantornya dan itu membuat James terkejut. Walau senang, tapi kali ini Wendy terlihat berbeda. Matanya menunjukkan sebuah ambisi. James pun cukup senang melihat putrinya berubah dan hanya mengawasinya.
Beberapa hari pun Wendy terlihat serius bekerja, dibantu beberapa seniornya. James pun bangga karena ada perubahan sejak kejadian buruk yg ia alami. Mungkin ini sebuah hikmah bagi Wendy untuk kembali menata hidupnya. Tapi pandangan James ternyata salah, Wendy justru berusaha mengendalikan kantor dan pegawai dengan kekuasaannya.
Memang benar Wendy bekerja keras, tapi dirinya masih tetap egois dan suka menyiksa beberapa karyawannya. Setiap bulannya selalu ada pegawai yg mengundurkan diri setelah bergabung dengan tim Wendy. Ini sudah ketiga kalinya dalam sebulan karyawan di perusahaan James mengundurkan diri.
Berbagai hal kotor pun dilakukan Wendy seperti melimpahkan pekerjaannya, dan menyuruh-nyuruh pegawai lain seperti dadnya. Padahal dirinya masih jauh tertinggal dari karyawan lainnya. Beberapa orang yang sudah muak pun pergi meninggalkan perusahaan tersebut.
"Nona ini tugas anda."
"Tugasku? kau lupa siapa aku?"
"Tapi ini tugas dari tuan James."
"Pekerjaanku ada banyak.. kau tak lihat..?" balas Wendy tak mau kalah.
"Banyak? tentu saja karena anda tak mengerjakannya dan hanya bermain ponsel seharian."
"Kau..! berani sekali kau padaku, kau lupa siapa aku?" tanya Wendy kesal setelah ditegur oleh pegawai rendahan dimatanya.
"Anda putri tuan James dan pewaris perusahaan ini.. Dan jika tuan James pensiun mungkin perusahaan akan bankrut jika anda masih seperti ini." ucap pegawai pria tersebut kesal.
"Kau..! kurang ajar sekali padaku.. kau akan.."
"Tanpa kau pecat pun aku akan mengundurkan diri.. aku bukan budakmu yg harus mengerjakan semua pekerjaanmu.. ingat itu nona." balas pria tersebut keluar dari ruangan Wendy.
"Dasar tak tahu malu.." umpat Wendy.
Pegawai itu pun langsung mengundurkan diri besoknya dan Wendy kewalahan karena mengabaikan semua tugas-tugasnya. Walaupun ia mampu tapi tetap saja dirinya yg tak terbiasa bekerja pun hanya suka malas-malasan dan bermain ponselnya seharian.
Kini Wendy harus mengerjakan semuanya sendiri, setelah pegawai pria bernama Chandra tersebut mengundurkan diri. Ternyata Chandra lah yg selama ini mengerjakan tugasnya dan pria itu sudah muak pada Wendy yg semena-mena padanya. Kini Wendy tengah menjalani balasan atas tindakannya tersebut dengan lembur hampir setiap malam, bahkan dimarahi ayahnya sendiri.
__ADS_1
Suatu hari, Wendy pun menjadi perwakilan perusahaannya untuk mengadakan rapat dengan perusahaan Devi. Dirinya melihat Devi yg selalu tampak sempurna di setiap kesempatan dan muncullah rasa iri, terlebih tubuh Devi tinggi dan proporsional. Berbeda dengan Wendy yg tidak begitu tinggi dan berkulit pucat.
Disaat yg sama dirinya melihat Chandra tengah bekerja untuk perusahaan Devi.
"Apa yg kau lakukan disini?" tanya Wendy pada Chandra.
"Anda pikir ini taman bermain? ini kantor nona, pasti aku bekerja." balas Chandra.
"Pasti perusahaan ini jelek karena merekrut pegawai tak kompeten dan rendahan sepertimu." ucap Wendy.
"Jika perusahaan ini jelek, kenapa perusahaan ayahmu terus bergabung selama lebih dari 10 tahun??" tanya Devi muncul meredakan situasi.
"Nona Devi, kau harus hati-hati padanya.. dia itu penjilat." ucap Wendy.
"Benarkah? kurasa dia bagus.. pekerjaannya rapi dan cukup kompeten, bahkan timku merekrutnya di bagian tim strategi." ucap Devi tersenyum.
"Nona Wendy, lebih baik urus saja pekerjaanmu dan terimakasih atas perhatianmu pada pegawaiku.. tapi dia tanggungjawabku." ucap Devi.
"Kau akan rugi nona.." ucap Wendy.
"Ya.. yg rugi aku kenapa kau yg repot.. lebih baik kita pergi ke ruang rapat sekarang.." ucap Devi.
"Baik nona."
Wendy pun pergi menuju ke ruang rapat dengan wajah ditekuk. Dan Devi memulai rapatnya dengan sangat baik. Meskipun Wendy sering menyanggah rencananya, tapi hal itu langsung dipatahkan oleh Devi. Karena pengalaman adalah segalanya dan Devi sudah belajar selama beberapa tahun hingga ada di posisi sekarang, berbeda dengan Wendy yg baru duduk di meja kerja selama beberapa bulan.
Wendy yg tak suka pun langsung pergi setelah rapat berakhir. Dan Devi meminta Chandra untuk tak memikirkan wanita aneh itu. Karena bagaimanapun kini Chandra sudah bekerja untuk perusahaannya.
Disisi lain, Sammy datang setelah rapat usai dan mengajak Devi untuk makan bersama. Kegiatan yg selalu mereka lakukan berdua hingga aneh jika Sammy tak melakukannya dalam 1 minggu.
"Samm.." panggil Devi.
"Devi.. naiklah.." ucap Sammy membuka kaca jendelanya.
"Oke.." Devi pun menuju ke mobil Sammy.
Tapi Wendy mendekatinya dan mencegahnya.
__ADS_1
"Nona Devi ada yg ingin kusampaikan.." ucap Wendy.
"Silahkan.. ada apa?" tanya Devi.
"Ayo kita masuk dan bicara di dalam." pinta Wendy.
"Kurasa anda harus belajar tatakrama karena meminta waktu istirahat orang lain.. maaf jika memang begitu penting kau kabari saja asistenku Boby." ucap Devi malas.
"Nona, anda sangat angkuh.. anda pikir anda sudah menang setelah menjadi kekasihnya?" tanya Wendy.
"Apa kau memang sudah tidak waras nona? dari awal aku memang kekasihnya.." ucap Devi.
"Ingatlah hal ini, dr.Sammuel adalah milikku.. jika aku tak bisa memilikinya maka kau juga tidak bisa." ucap Wendy.
Devi pun tertawa mendengarnya.
"Maaf, tapi apa hakmu? atas dasar apa bicara begitu.. kau bukan Tuhan.." ucap Devi malas menanggapinya.
"Kau lagi.. setelah percobaan bunuh diri kemarin kau masih belum introspeksi diri rupanya.." ucap Sammy yg tiba tanpa mereka berdua sadari.
"Kau akan menyesal..!" ucap Wendy lalu pergi.
"Semoga hari anda menyenangkan nona Wendy.." balas Devi tersenyum.
"Ayo sayang.. kita makan siang.." ucap Sammy merangkul Devi untuk memanas-manasi Wendy.
"Oke.." ucap Devi tersenyum.
Sementara Wendy kesal setengah mati. Semua yg ia lakukan tak membuahkan hasil dan selalu menemui masalah. Bahkan kini dirinya tengah ditatap oleh James setelah berdebat dengan Devi.
"Dad.."
"Dad pikir kau sudah berubah.. ternyata kau membuat masalah bahkan di perusahaan milik rekan bisnis dad." ucap James kesal.
"Maaf dad.. aku kesal pada Chandra yg meninggalkan perusahaan begitu saja." ucap Wendy.
"Kau yg tidak kompeten kenapa menyalahkan Chandra.. kau yg menyerahkan banyak tugasmu padanya, kau pikir dad tidak tahu?" ucap James kesal.
__ADS_1
"Sekarang kau kembali ke kantor." ucap James lalu meninggalkannya.
Begitulah, sikap Wendy yg suka seenaknya saja. Dan tak tahu malu dengan mengatakan Sammy miliknya. Rasanya kehaluannya membuatnya hilang akal dan melakukan apasaja untuk memenuhi ambisinya.