
Sejak kecelakaan itu, memang hanya trauma yg dimiliki Sammy yg tak kunjung membaik. Hanya saja kini Sammy cuma bisa duduk di bangku penumpang bukan pengemudi. Bayangan saat terjadi kecelakaan tersebut pun kerap kali muncul setiap Sammy mencoba duduk di kursi kemudi.
Setiap konsultasi pun tak banyak membuahkan hasil. Karena kecelakaan itu memang sangatlah parah serta tragis. Belum lagi motif pelaku masih tak masuk akal meskipun sudah ditahan di penjara.
Dan hari ini Sammy diberikan sebuah mobil oleh neneknya yg membuatnya kembali teringat kejadian itu. Terutama saat neneknya menyuruhnya masuk ke dalam mobil yg diberikan untuknya. Entah mengapa rasa bersalah itu hadir dan bisa mengacaukan pikirannya. Tanpa menunggu lagi Sammy pun langsung pergi dari villa neneknya.
Sammy yg tak tahu hendak kemana pun ikut saja kemana sopir taksi itu membawanya.
"Mau kemana nak?" tanya sopir tua tersebut.
"Jalan saja dulu pak." balas Sammy.
Bahkan setelah 15 menit Sammy tak juga memerintahkan arah padanya.
"Nak kau itu mau kemana?? ini mulai malam."
"Ke rumah sakit Xx.." ucap Sammy.
"Kenapa baru bilang, kan aku jadi kembali memutar arah." ucap sopir tua tersebut.
"Anak muda sekarang suka sekali membuang-buang uang.." umpatnya.
"Maaf pak.. saya sedang tak enak badan dan mencari rumah sakit." ucap Sammy.
"Harusnya kau langsung bilang.. kalau kau pingsan aku yg sudah ini pasti kesulitan." ujarnya.
Sammy pun berakhir di rumah sakit tempat ayahnya bekerja. Disana Sammy langsung menghubungi Kenzo dan menunggu sejenak.
"Sammy.. " ucap Kenzo.
"Papa." ucap Sammy pucat.
"Ada apa nak? wajahmu pucat sekali." ucap Kenzo.
"Bisa kita bicara." ucap Sammy.
"Baiklah, ke ruanganku saja." ucap Kenzo.
Kenzo pun membawa Sammy ke ruangannya dan memberikannya teh hangat untuk menenangkannya. Lalu disanalah Sammy mulai bercerita bagaimana dirinya bisa seperti ini. Kenzo pun memahami apa yg terjadi pada putranya.
"Kau mau konsultasi pada dr.Zain?" tanya Kenzo.
"Bisa dijadwalkan besok pa?" tanya Sammy.
"Papa akan coba nak.. kau lebih baik setelah ini pulang dan beristirahat." ucap Kenzo.
__ADS_1
"Iya pa.. pikiranku kacau dan hanya terpikir papa di rumah sakit ini.." ucap Sammy.
"Iya tak apa.. datanglah kapanpun.. " ucap Kenzo menepuk pundak putranya.
Hanya Kenzo lah tempat bagi Sammy bercerita karena jika pada mamanya pasti Daphny akan menangis dan bersedih. Memang sejak dulu Kenzo juga paling dekat dengan Sammy, serta keduanya memiliki banyak kesamaan.
Setelah mendengarkan Sammy dan sedikit memberikan arahan, Kenzo pun menyuruhnya pulang untuk beristirahat. Sammy pun mengikuti arahannya dan pulang ke rumah. Kenzo pun tak tega akan kondisi Sammy hingga dirinya berpikir bagaimana pengobatan terbaik agar Sammy bisa terbebas dari traumanya.
Setelah memastikan Sammy pulang, Kenzo pun menghubungi dr.Zain dan meminta arahannya agar putranya bisa pulih sepenuhnya. Tak bisa dibayangkan jika situasi ini terus berlanjut, karena cepat atau lambat Sammy pasti harus bisa mandiri untuk hal-hal darurat lainnya.
.
.
.
Kenzo pun mengajak Sammy konsultasi beberapa hari kemudian. Dan dr.Zain ingin Sammy fokus pada beberapa sesi dengan dokter yg dianjurkannya yg kini berada di luar negeri.
"Sammy, jika kau ingin pulih kau harus fokus.." ucap dr.Zain.
"Baiklah akan kucoba dok." ucap Sammy.
"Jadi kami harus pergi kemana Zain?" tanya Kenzo.
"Temuilah dr.Joe di negara Xx.. dia cukup terkenal dan banyak yg telah sukses mengikuti pengobatannya."
"Maaf Sammy, aku tak bisa menyembuhkanmu.. semoga dengan dr.Joe kau mampu pulih.." ucap dr.Zain.
"Ya dok.. semoga." ucap Sammy.
"Baiklah terimakasih Zain.. kami permisi." ucap Kenzo.
Setelah hari itu, Kenzo pun mengatur segala jadwalnya untuk mengantarkan Sammy konsultasi. Walaupun harus menempuh jarak yg cukup jauh, tak masalah bagi Kenzo asalkan putranya bisa sembuh. Dan dirinya akan menemaninya, karena Daphny tetap di Singapura bersama Vio.
Selanjutnya Sammy pun rutin melakukan sesi konsultasinya. Walaupun sulit dan terasa berat, Sammy mulai mencoba hal yg paling ia takutkan tersebut. Sammy juga selalu ditemani Kenzo di setiap konsultasinya. Dan perlahan sudah terlihat adanya perubahan.
Hal tersebut pun berlangsung selama 6 bulan. Kenzo harus bersabar demi kesembuhan putranya tersebut. Arahan demi arahan, bahkan sampai menggunakan hipnoterapi pun dilakukan Sammy agar bisa terbebas dari trauma ini.
Selama 6 bulan tersebut mereka juga harus rela bolak-balik ke luar negeri untuk melakukan konsultasi. Hingga akhirnya Sammy dinyatakan sembuh oleh dokter tersebut.
Sammy pun perlahan bisa kembali mengendarai mobil dengan arahan Kenzo. Hingga akhirnya Sammy mampu beradaptasi dan mengalahkan rasa takutnya. Dengan semua perjuangannya ini, Kenzo berharap putranya bisa kembali seperti dulu.
"Kau sudah berjuang nak.. " ucap Kenzo.
"Terimakasih pa." ucap Sammy memeluk Kenzo.
__ADS_1
"Iya.. itu sudah tugas papa." ucap Kenzo.
"Akhirnya aku bisa kembali mengemudi." ucap Sammy bahagia.
"Tunjukan pada mamamu.. dia pasti senang." ucap Kenzo.
"Pasti." ucap Sammy.
.
.
.
Sementara itu, Vina pun masih tak mengerti akan tindakan cucunya sejak terakhir kali dirinya datang. Tak kehilangan akal, Vina pun meminta Simon dan anak buahnya mencari tahu apa yg dikerjakan cucunya. Apalagi sejak pertemuan terakhir, Sammy sulit diajak bertemu dan hanya menghubunginya lewat ponsel saja.
"Apa yg terjadi pada cucuku?" gumam Vina dalam hati.
"Simon.. apakah sudah ada perkembangan tentang Sammy?" tanya Vina.
"Maaf nyonya.. mungkin anda akan sangat terkejut." ucap Simon menyerahkan secarik kertas.
Vina pun menerima dan membacanya hingga bola matanya membesar dan terkejut akan apa yg diberikan oleh Simon. Sebuah insiden kecelakaan tragis yg membuat cucunya sebagai satu-satunya korban yg selamat.
"Apa ini Simon?" tanya Vina menangis.
"Itu adalah penyebab tuan muda Samuel tidak bisa mengendarai mobil nyonya." ucap Simon.
"Lebih baik anda baca hingga selesai." tambahnya.
Vina pun membacanya dan terus menitihkan air matanya. Dirinya baru tahu kalau cucunya habis mengalami peristiwa naas tersebut dan hampir kehilangan nyawanya. Bahkan sampai koma selama 1 bulan. Dan baru pulih kembali dalam 2 tahun.
"Ya Tuhan.. cucuku.." ucap Vina menangis.
"Nyonya tenanglah.. semua sudah berlalu.. kini tuan muda sudah sembuh." ucap Simon.
"Simon tinggalkan aku sendiri." ucap Vina.
"Masih ada info lagi nyonya." ucap Simon.
"Baiklah." ucap Vina.
"Saat ini tuan muda tengah menjalani terapi di negara Xx karena trauma tersebut.. saya permisi." ucap Simon.
Vina pun menangis di ruangannya, membayangkan masa-masa sulit yg dialami cucunya. Dan bersyukur Sammy berada di lingkungan yg tepat. Sebagai anak dari orang tua yg berprofesi sebagai dokter orangtuanya pasti banyak memiliki koneksi beberapa dokter hebat untuk menyembuhkan putranya.
__ADS_1
"Aku tak tahu cucuku habis menjalani hal berat dalam hidupnya.. " gumam Vina dalam hati.
Kali ini Vina paham mengapa Sammy menolak hadiah mobil darinya. Bukan karena tidak suka melainkan karena trauma yg ia alami. Vina pun tak mendesak Sammy bertemu setelah tahu cucunya sedang menjalani terapi dan menunggu cucunya siap menemuinya. Vina juga bersyukur cucunya selamat dan kembali normal tanpa mengalami cacat sedikitpun, walaupun psikologisnya sedikit terganggu. Apalagi pelaku juga sudah tertangkap, membuat Vina semakin lega.