
Ketika tengah berada di antara hidup dan mati, Lyra pun berusaha bertahan untuk tetap hidup. Menatap pada pistol yg ditodongkan di kepalanya membuatnya sedikit takut akan kematian yg tiba-tiba menjemputnya detik itu juga. Tapi bayangan orang-orang yg selalu membantunya bertahan terlintas begitu saja, bunda Jasmine, Dion dan Santi, sampai Kenzo yg selalu mengingatkannya kalau ada orang yg jauh lebih sulit kondisinya dari dirinya.
Lyra pun membuka mata dan menatap penjahat tersebut. Ikatan di tangannya pun sudah sedikit ia longgarkan hingga lebih mudah bergerak.
"Aku harus hidup..!" itulah satu-satu motivasi yg tertanam di otaknya saat itu.
Dengan cepat dirinya menangkap tangan si penjahat yg memegang senjata api lalu menjatuhkannya. Dan secepat itu juga Lyra memilih melompat ke laut lepas karena tak mungkin dirinya bisa kabur dari mereka. Dengan berbekal sertifikat menyelam yg pernah ia pelajari dulu, Lyra berusaha menyelamatkan diri dengan caranya.
Dorr..dorr..dorr.. beberapa tembakan pun melesat dan hampir mengenainya. Dan Lyra tetap fokus walau tak tahu dirinya akan selamat atau tidak.
Byurrr...
Lyra pun masuk ke dalam air dan mereka terus menatap ke permukaan air menunggu Lyra muncul. Tapi sayangnya tubuh wanita itu tak juga naik ke permukaan. Mereka mengira Lyra sudah mati tenggelam.
"Bos wanita itu tak muncul juga." ucap anak buahnya.
"Hahaha.. benarkah?? berarti kita tak bersalah karena wanita itu menjemput ajalnya sendiri." ucap pimpinan penjahat tersebut sembari tertawa.
"Kalau begitu, nyonya bos pasti senang dan memberikan kita bonus."
"Itu sudah pasti.. ayo kita pergi dari sini.." ucap pemimpin mereka.
Ketika penjahat di atas tengah berbahagia, Lyra di bawah sana tengah berjuang untuk hidup. Dirinya pun menyelam dan berenang ke arah lain sebelum mereka menemukannya. Tak lupa Lyra juga mencoba melepas ikatannya ke batu karang yg tajam sampai tangannya ikut tersayat.
Perih, sakit, dan tubuhnya pun mulai lelah. Sesekali Lyra pun naik ke permukaan untuk mengambil nafas. Dirinya beruntung masih sanggup menahan nafas selama beberapa detik hingga bisa berenang dan naik ke permukaan air.
"Aku selamat.." ucapnya mulai kelelahan.
"Dimana ini? " gumam Lyra yg sudah tiba-tiba berada di tengah laut.
Lyra pun terus berenang dan terbawa ombak karena tenaganya mulai habis. Hingga dirinya melihat sebuah kapal dari kejauhan. Dengan sisa tenaganya Lyra pun berenang mendekati kapal tersebut. Namun sayangnya kapal tersebut menjauh, membuat Lyra tak sanggup mengejarnya.
Belum lagi tak ada alat yg bisa ia gunakan untuk meminta bantuan. Secara tiba-tiba muncul sebuah kayu di dekatnya. Dengan cepat Lyra menempel di kayu tersebut sebelum dirinya benar-benar kehabisan tenaga. Lyra pun berpegangan erat pada kayu tersebut. Sesekali dirinya berteriak meminta bantuan kalau-kalau ada kapal nelayan atau kapal siapapun yg sedang berlayar.
"Aku tidak mau mati, siapapun tolong aku.." ucap Lyra lirih karena suaranya mulai habis.
Lyra pun kelelahan dan tertidur sembari memeluk kayu tersebut erat-erat. Hingga sebuah kapal pesiar melintas dan seorang awak kapal tersebut melihatnya.
"Kapten berhenti ada wanita disana." ucapnya.
"Dimana?" tanya sang kapten.
"Itu, dia sedang memeluk sebongkah kayu.. ayo kita selamatkan."
"Tunggu sebentar." ucap sang kapten mendekat.
__ADS_1
Di dalam kapal pesiar itupun ada Kenzo dan teman-temannya.
"Katanya ada seseorang makanya kita berhenti." ucap teman Kenzo.
"Oh.. yasudah kalau masih hidup akan aku selamatkan." ucap Kenzo.
"Kalau sudah mati??" tanya temannya Eddy.
"Ya lapor dong, masa tanya? mungkin keluarganya mencarinya." ucap Kenzo.
Lalu beberapa awak kapal pun terjun langsung dan membawa tubuh wanita tersebut. Tanpa menaruh curiga apapun, mereka menaikannya ke atas kapal.
"Selimut atau handuk.." perintah seseorang yg membawanya naik.
Setelah menutupi tubuh wanita tersebut yg sudah mulai dingin dan kulitnya mengkerut.
"Nampaknya dia korban kecelakaan kapal." ucap salah seorang.
"Tapi tak ada laporan kecelakaan apapun.." ucap sang kapten.
Kenzo pun mendekat dan bertanya pada mereka.
"Apa korbannya masih hidup?" tanya Kenzo.
"Iya.. kemungkinan dia hanya lelah." ucap awal kapal tersebut.
"Lyra... bangun.." ucap Kenzo menepuk-nepuk tubuhnya.
"Kau kenal wanita ini?" tanya Eddy.
"Ya.. dia rekanku di rumah sakit." ucap Kenzo.
Kenzo pun memberikan pertolongan pertama dan membuat Lyra sadar.
"Dimana ini?? Kenzo ini dimana?" tanya Lyra melihat Kenzo.
"Ini di kapal laut.. kau harus ganti baju.. tubuhmu sangat dingin." ucap Kenzo.
Lyra pun hanya mengangguk karena tubuhnya begitu lemah. Kenzo pun menggendongnya ke sebuah kamar dan memberikan baju seadanya untuknya.
"Lyra pakai ini untuk sementara." ucap Kenzo.
"Baiklah." ucap Lyra.
Kenzo pun sampai membeli set bikini yg disediakan di kapal pesiar tersebut untuk berjaga-jaga jika pengunjung tidak membawa baju renang. Walaupun ia sampai malu karena jadi bahan ejekan temannya.
__ADS_1
Sementara Lyra menatap pakaian dalam atau bikini baru yg entah bagaimana Kenzo mendapatkannya. Tapi Lyra tak ada pilihan selain memakainya. Lyra juga memakai pakaian milik Kenzo yg tampak kebesaran di tubuhnya.
Lalu Kenzo pun masuk ke dalam kamar setelah Lyra selesai berpakaian.
"Aku tak tahu apakah pakaian itu pas, tapi lebih baik darpada memakai pakaian basah tadi." ucap Kenzo.
"Terimakasih prof." ucap Lyra.
Kemudian Kenzo pun memeriksa tubuh Lyra, terlihat Lyra sangat lemah karena kurang nutrisi dan lebih dari 12 jam Lyra tak makan apapun sejak semalam. Kenzo pun meminta awak kapal untuk membawakan makanan untuknya. Kenzo pun tak tahu apa yg terjadi pada Lyra hingga berada di tengah laut dan terombang-ambing.
"Makanlah dulu, habis itu minum vitamin.. baru kau bisa cerita." ucap Kenzo lalu meninggalkannya di kamar tersebut.
Teman-temannya pun mulai kepo dan menguping di depan pintu.
"Ck.. kalian sedang apa?" tanya Kenzo.
"Mungkin ada adegan hot." ucap Eddy.
"Hmm.. memangnya aku gila apa, dia itu hampir tenggelam dan kelelahan.. sudah biarkan dia isturahat.. bubar.." ucap Kenzo menarik Eddy dan temannya.
Kenzo pun melanjutkan aktivitas memancingnya dan membiarkan Lyra istirahat di kamarnya. Walaupun tangannya memegang kail pancing tapi hati dan pikirannya memikirkan Lyra. Apa yg terjadi pada wanita itu?? apa pesawatnya jatuh di laut? atau apa?? sampai wanita itu terombang-ambing di tengah laut.
Bahkan sampai kail pancingnya dimakan umpan pun Kenzo tak sadar.
"Bro.. itu dimakan ikan.." ucap Eddy.
"Eh.. iya.." ucap Kenzo menariknya dengan cepat.
"Kau memikirkan wanita itu, siapa dia?" tanya Eddy.
"Rekanku di rumah sakit." ucap Kenzo.
"Kalau hanya rekan tak mungkin kau sampai melamun begitu." ucap Eddy.
"Untuk saat ini aku belum bisa cerita, karena aku memintanya istirahat dulu sampai kondisinya pulih." ucap Kenzo.
"Oke.. tapi hati-hati jangan bengong nanti kesambet." ucap Eddy.
"Edd.. " ucap Kenzo kesal.
.
.
Sementara Lyra dirinya sedang makan makanan yg disediakan karena memang tubuhnya butuh asupan. Belum lagi janinnya yg harus ia jaga. Lyra pun menangis karena dirinya dan anaknya bisa saja tiada jika dirinya tak ditemukan oleh awak kapal ini.
__ADS_1
"Maafkan mama nak.." gumam Lyra dalam hati.
Setelah itu, Lyra minum vitamin yg diberikan dan istirahat di kamar tersebut.