Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.118 Memelihara pengkhianat


__ADS_3

Setelah bertahun-tahun Sammy tak mendapatkan hasil apapun, dirinya pun nekat membebaskan pelaku dengan ancaman agar dirinya membeberkan siapa pelaku yg sebenarnya. Itu juga dengan susah payah Sammy lakukan dengan meminta bantuan nyonya Monalisa ibu dari Alice.


Awalnya Monalisa menolak, tapi mendengar penjelasan Sammy akhirnya dirinya mendengarkan cerita dari sudut pandang Sammy sampai selesai. Monalisa pun ikut merasa curiga dan akhirnya usaha Sammy berhasil untuk membujuk nyonya Monalisa memanfaatkan pelaku untuk berkata jujur.


Begitulah, akhirnya hubungan Sammy dan ibu dari Alice menjadi dekat demi membongkar pelaku dari kecelakaan yg menyebabkan nyawa Alice melayang. Setelah memberikan beberapa iming-iming berupa kebebasan dan sejumlah uang, pelaku pun tertarik. Hingga akhirnya diberikan kebebasan bersyarat dengan bantuan nyonya Monalisa.


Kini orang tersebut bekerja dengan Sammy dan Monalisa. Dirinya memang orang suruhan atau lebih tepatnya pembunuh bayaran. Dan dalam setiap aksinya dirinya jarang menemui atau tahu siapa kliennya. Kini orang tersebut mau tak mau mencari tahu mantan kliennya tersebut demi sebuah kebebasan walaupun masih harus diwajibkan melapor.


Setelah Sammy menekannya terus menerus akhirnya pria bernama Tobi itupun mulai mencari jejak-jejak dari kliennya. Seorang wanita paruh baya dan berasal dari keluarga berada karena mampu menyembunyikan identitasnya dengan mudah. Dan saat dirinya mengecek dari transfer uang yg masuk ke rekeningnya Tobi pun dapat melacak dimana wanita itu berada.


Setelah tahu wanita tersebut berada di Indonesia, Tobi pun ditugaskan Sammy dan nyonya Monalisa untuk menangkap wanita tersebut dalam waktu dekat sebelum masa berlaku kasusnya kadaluarsa.


Sementara itu saat Kenzo menawarkan tawaran menjadi dokter bantuan di Indonesia, Sammy pun ikut mengajukan diri agar bisa mengawasi Tobi. Sammy sengaja membuat Tobi berkhianat pada kliennya tapi juga tak mau Tobi mengkhianatinya. Maka dari itu kesempatan untuk bekerja di Indonesia takkan ia sia-siakan.


Sampai saat setelah Sammy mengantarkan Devi untuk rapat kemarin, Sammy pun menemui Tobi di suatu tempat. Disanalah Tobi menyampaikan info yg berhasil ia dapatkan seraya memberikan fasilitas pada pria itu untuk membuatnya lebih mudah diawasi.


"Ini uang, dan kunci mobil.. ingat jangan sampai ketahuan." ucap Sammy.


"Siap tuan." balas Tobi.


"Jika kau gagal, kau akan kembali di penjara jadi jangan sia-siakan waktu yg berharga ini."


"Baik tuan."


Kemudian Sammy pun pergi dan kembali menjemput Devi di kantornya. Begitulah situasi yg sedang Sammy jalani. Dirinya rela melakukan apapun demi menangkap pelaku penyebab kecelakaan maut yg menewaskan Alice. Dirinya yg diselimuti dendam karena harus melewati masa-masa sulit yg bahkan hampir menyerah pada hidupnya takkan melepaskan pelaku begitu saja. Apalagi kini Sammy sudah mengantongi identitas pelaku.


Sammy pun kembali menarik garis untuk memulai rencana balas dendamnya. Sebuah ruangan di kamarnya pun menjadi papan skema balas dendamnya. Dimana wanita bernama Bella yg menjadi pelaku utamanya. Sammy pun merancang seganya sedemikian rupa agar wanita itu bisa ditangkap. Tapi sebelumnya wanita itu harus menderita dulu agar menyerahkan diri dengan suka rela.


Sammy pun meminta bukti mengenai pertemuan Tobi dengan wanita tersebut sebelum kecelakaan. Dan Tobi kembali mengerjakan tugas yg diberikan, beberapa foto pertemuan mereka dan berkas lainnya pun telah didapatkan. Kini Sammy meminta Tobi mengirimkannya pada wanita jahat tersebut.


"Kirim semua berkas yg kuminta pada wanita itu.. kau harus buat dirinya merasa terancam." ucap Sammy.


"Baik tuan." balas Tobi.

__ADS_1


"Berikan salinannya padaku.."


"Ini tuan.." ucap Tobi memberikan salinan semua barang bukti yg ia peroleh.


"Baiklah, kerjakan dengan hati-hati dan jangan sampai kau tertangkap karena aku takkan membantumu." ucap Sammy.


"Baik tuan." ucap Tobi.


Tobi pun melakukan tugasnya dengan baik. Dan bukan hal sulit baginya menyelinap serta menaruh berkas tersebut di apartemen milik Bella.


.


.


.


Beberapa jam kemudian, Bella pun kembali ke apartemennya dan menemukan amplop coklat di atas mejanya. Dirinya pun meraihnya dan membukanya karena penasaran. Betapa terkejutnya dirinya setelah melihat semua bukti kejahatannya.


Rasa takut pun menyelimuti dirinya, kini Bella mengecek setiap sudut kamarnya untuk menemukan penyusup. Tapi dirinya tak menemukan apapun. Hingga sangking takutnya Bella mengganti semua kunci yg ada di apartemennya dan mengunci rapat semua jendelanya.


Rasa takut tersebut pun tak membuatnya patah arang, Bella kembali mencari beberapa orang untuk membungkam seseorang yg mengirim barang bukti tersebut. Bella berpikir orang itu akan memerasnya, hingga berupaya menemukannya dan membayarkan agar hidupnya aman.


Hampir setiap malamnya Bella tak bisa tidur karena takut ada penyusup yg masuk ke dalam apartemennya dan membunuhnya dalam tidurnya. Dan setiap malamnya Bella harus meminum obat tidur untuk mengurangi rasa cemasnya.


"Bagaimana dengan kinerja mereka?? apa mereka tak berguna bahkan belum menemukan penyusup itu.." gumamnya.


Keesokannya Bella pun menerima sebuah paket lagi dan saat dibuka, isinya adalah foto-foto orang yg ia sewa tengah terbunuh dan bersimbah darah. Samgking takut dan gemtarnya Bella pun menjatuhkan foto-foto tersebut.


"A-apa yg terjadi sekarang??" ucapnya dengan suara bergetar.


Rasa takut pun mulai menghantuinya. Dan kemanapun Bella selalu merasa was-was serta selalu curiga akan gerak-gerik orang di sekitarnya. Jika bukan karena putrinya tak mungkin Bella meninggalkan apartemennya dan pergi ke Mall.


Mau tak mau dihadapan putrinya Bella pun berusaha tegar seperti tak terjadi apa-apa. Dan Bella membantu putrinya mencari pakaian serta mengajaknya ke salon.

__ADS_1


Setiap aktivitas Bella pun selalu dilaporkan oleh Tobi pada Sammy. Dan Sammy tersenyum senang melihat wanita itu menderita secara perlahan. Sammy pun akan terus membuatnya menderita hingga menyerahkan diri dengan sukarela.


"Ini baru awal nyonya Bella.. lihat saja nanti aku akan membuatmu berlari ke kantor polisi untuk mengakui segalanya.." gumam Sammy dalam hati.


.


.


.


Sementara itu, sandiwara cinta Sammy dan Devi pun terus berlanjut karena Wendy masih saja sering berkunjung ke rumah sakit padahal dirinya baik-baik saja.


"Nona, apa anda baik-baik saja? jika tidak aku akan memberikan rujukan terhadap ahli psikologis." ucap Sammy.


"Dok, tadi dadaku sesak.." ucap Wendy.


"Aku tahu riwayat medismu, jadi jangan main-main.. karena lama-kelamaan orang mungkin takkan percaya padamu." ucap Sammy.


"Aku serius, berani sekali kau berkata begitu sebagai seorang dokter? mau dipecat?" tanya Wendy kesal.


"Baiklah, anda bisa lihat hasil pengecekannya.. anda baik-baik saja, jadi saya anjurkan anda untuk meminum vitamin dan tidak melakukan aktivitas berat." ucap Sammy.


"Harusnya kau bisa mengatakannya dengan baik sejak tadi." ucap Wendy.


"Maaf jika anda tersinggung, tapi anda sudah 3x dalam seminggu ini memeriksakan diri." ucap Sammy.


"Kalau aku tak sakit tak mungkin aku kemari." ucap Wendy.


"Lebih baik anda lakukan pengecekan menyeluruh besok.." ucap Sammy.


"Ya besok aku akan datang lagi." ucap Wendy.


Dalam hatinya Wendy pun tersenyum karena akhirnya bisa punya alasan menemui dr.Samuel.

__ADS_1


__ADS_2