
Mereka pun terus bertengkar hebat hingga membuat kamar tersebut menjadi seperti kapal pecah. Emosi yg dilepaskan Lyra ternyata begitu besar dan lagi siapa juga yg mau suaminya memiliki anak dari wanita lain?? Sudah begitu, ibu dari anak tersebut terkenal licik dan jahat. Sungguh Lyra masih tak terima akan perlakuan James padanya.
Jika bisa, rasanya James ingin ia cekik sampai kehabisan nafas karena bukan hanya menyakitinya tapi juga membuatnya malu dihadapan Santi sahabatnya. Dan entah mulut Bella akan diam atau tidak karena satu yg pasti, yaitu Bella tak menyukai Lyra.
Setelah semua keributan yg terjadi, akhirnya Ben memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tokk..Tokk..
"Tuan.. ini aku.." ucap Ben.
"Keluarlah.. aku kesal melihatmu." ucap Lyra dengan sorot mata tajam.
"Baiklah, tapi ingat sampai matipun aku takkan menceraikanmu..!" ancam James.
"Hmmm.." balas Lyra kesal.
James pun keluar dari kamar dengan tampang acak-acakan karena sempat ada perkelahian saat James ingin menenangkan Lyra. Dan Ben melihatnya cukup prihatin, antara iba dengan kesal yg bercampur aduk. Iba karena rumah tangga Jamea terancam retak, dan Kesal karena James sungguh melakukan kesalahan fatal.
"Ke ruang kerjaku sekarang." ucap James.
"Baik tuan." ucap Ben.
Mereka pun sampai disana dan James langsung melihat dokumen yg belum ia sentuh tersebut.
"Maaf Ben, aku belum mengerjakan apapun." ucap James.
"Aku mengerti James, Lyra sangat kesal padamu." ucap Ben.
"Dirinya tetap meminta cerai, dan semua ini karena kebodohanku." ucap James.
"Ya.. semua karena sikap bodohmu yg tak waspada." ucap Ben.
"Bahkan kau juga menyalahkanku." ucap James.
"James, Lyra sudah membuka hatinya setelah 7 tahun lebih dan sekarang kau membuatnya hancur dalam waktu 1 bulan." ucap Ben membuat James tertohok.
"Kau benar.. aku memang bre***ek.." ucap James.
"Jika kau belum bisa bekerja, lebih baik aku kemari besok." ucap Ben.
"Sekali lagi maaf Ben.. kuharap kantor tidak ikut kacau." ucap James.
"Ya sebagai temanmu, aku masih bisa membantu sedikit." ucap Ben lalu pergi.
.
.
__ADS_1
.
Sementara itu, Lyra sedang sibuk merapikan kamarnya yg berantakan karena pertengkaran mereka. Dirinya pun membereskan segalanya, dan membuatnya seperti sedia kala. Belum 24 jam James sudah membuatnya sangat lelah dan menguras banyak emosinya.
Sempat terbersit di pikirannya untuk kabur dari rumah tersebut menenangkan diri. Tapi pasti tetap ketahuan mengingat banyaknya pengawal yg ditugaskan James menjaganya.
Tapi Lyra tetap membawa beberapa baju di dalam tasnya dan beberapa barang berharga lainnya. Lalu karena lelah bertengkar, Lyra pun memilih tidur sebelum kembali bekerja, mengingat dirinya mendapat shift malam selama beberapa hari kedepan.
.
.
.
Sore pun menjelang, Lyra sudah bersiap untuk kembali bekerja. Dan James menunggunya di luar untuk mengantarnya.
"Aku akan mengantarmu." ucap James.
"Aku bisa pergi sendiri." balas Lyra.
Tapi James menarik tangannya dan membawanya ke mobilnya. Hingga Lyra pasrah dan masuk saja ke mobilnya. Sepanjang perjalanan pun tak ada yg berbicara. Hingga Lyra turun dari mobil tanpa berkata apapun. Hubungan mereka sungguh sangat tidak baik-baik saja.
.
.
.
Bahkan kini Bella terus menerornya dengan mengirimkan pesan. Belum lagi Lyra masih sangat marah padanya, dan banyaknya perkerjaan kantornya yg tertunda karena masalah ini. Ditambah malam ini Lyra takkan pulang dan dirinya akan tidur sendiri.
.
.
.
Setelah semalaman James bekerja keras, akhirnya semua pekerjaannya telah selesai. Dan kini ia sudah di kantornya, walaupun rasanya sedih tak bisa melihat Lyra. Saat dirinya pulang Lyra sudah tidak ada dan saat Lyra pulang dirinya sudah pergi ke kantornya. Begitulah yg terjadi pada mereka seminggu terakhir.
Sementara itu, kini Bella sudah berada di ruangan Ben dengan menatap tajam. Dirinya menuntut pertanggungjawaban dari James.
"Aku takkan bertanggungjawab karena itu kesalahan.. dan kesalahan itu bukan hanya aku yg melakukannya tapi kau juga." ucap James.
"Kau mau anakmu lahir tanpa ayah?" tanya Bella.
"Aku takkan mengakuinya hingga hasil tes DNA keluar." ucap James.
"Kau tahu kan siapa keluargaku? kuharap kau jangan sampai menyesal saat mereka mendatangimu." ucap Bella.
__ADS_1
"Ya, kenapa harus menyesal? takutpun tidak.. kenapa? karena kau juga melakukannya dengan sukarela." ucap James.
"Aku akan bicarakan ini dengan Lyra.." ucap Bella mengancam.
"Mau bicara apa? ini masalah kita berdua, jangan bawa-bawa istriku." ucap James.
"Istri?? hahaha.. aku tak yakin kau sudah menyentuhnya." cibir Bella.
"Aku bahkan tak perlu menceritakan rumah tanggaku padamu." ucap James.
"Baiklah, aku permisi.. Mari bicarakan lagi saat kau sudah lebih tenang." ucap Bella.
.
.
.
Beberapa hari kemudian, orang-orang dari perusahaan Xx atau perusahaan keluarga Bella datang mengunjungi James. Mereka tak terima anak dan adik mereka dihamili tanpa pertanggungjawaban.
"Itu karena sebuah kesalahan lagipula memangnya sudah pasti bayi itu anakku?" tanya James.
"Jangan menyesal.. kami bisa membuatmu berlutut." ucap Ronaldo kakak dari Bella.
"Maaf tuan, aku baru akan tanggungjawab setelah tes DNA bayi itu benar anakku." ucap James.
"Baiklah, mari kita lihat seberapa hebat perusahaanmu bertahan." ucap Ronaldo.
.
.
.
Selang beberapa hari, perusahaan James dibuat kacau. Mulai dari ada mata-mata dalam perusahaannya yg membocorkan beberapa rahasia perusahaan sampai klien yg membatalkan perjanjian. Ben dan James pun pontang-panting membereskan hal tersebut. Ben yg sudah mengendus mata-mata tersebut pun langsung memecatnya dan mengusirnya dari perusahaan.
Hanya saja masalahnya tinggal ulah kakak Bella, Ronaldo. Padahal dirinya hanyalah kakak tiri, tapi bagaimana bisa begitu membela Bella sang adik yg terkenal suka membuat onar? Pikiran James pun bercabang dan melupakan Lyra.
Hingga James akhinya memutuskan untuk bicara pada Ronaldo dan keluarganya. Karena sudah segala macam cara dilakukannya untuk mengakhiri peparangan ini. Keputusan mereka tetap sama, yakni membuat James bertanggungjawab atas kehamilan Bella. Dan hal itu membuat James kembali menyakiti Lyra dengan menikahi Bella secara siri.
Sementara kakak Bella, Ronaldo tersenyum senang mendengar James menyetujuinya. Karena dengan begitu, James akan berada dalam kendalinya. Tawaran adik tirinya yg lahir dari selingkuhan ayahnya pun begitu menggiurkan. Walaupun mereka tak begitu akur tapi demi sebuah bisnis mereka mampu akur. Apalagi perusahaan James sangat berperan penting jika mereka bekerjasama.
"Baiklah, aku terima.. pasti sulit membuat istrimu menandatangani surat pernyataan tersebut." ucap Ronaldo.
"Baiklah, tuan Ronaldo.. aku harap anda berhenti mengganggu perusahaan keluargaku." ucap James.
Bukan tanpa alasan James melakukan hal itu, semua karena James tak ingin kakeknya tahu dan menjadi drop karena perusahaan yg ia dirikan hancur dalam sekejap.
__ADS_1
Setelah pertemuan itu, James pun sedang berpikir bagaimana cara untuk berbaikan dengan Lyra dan membuat wanita itu memaafkannya, minimal membuatnya tak berubah padanya. Dirinya sadar betul sudah sangat menyakitinya, tapi cintanya membuatnya menjadi egois dan ingin tetap memilikinya apapun yg terjadi.