Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.84 Deffence


__ADS_3

Ben pun kembali ke Singapura hanya beberapa hari untuk mengunjungi Daphny dan Sammy. Dirinya juga tidak bisa menetap karena tak ingin dicurigai oleh James. Ya, Ben memutuskan untuk menjalin hubungan baik dengan pria yg sudah menyakiti adiknya demi melindungi rahasia adiknya. Karena hanya dengan begitu, James tidak mencurigainya.


Seperti saat ini, James sedang berada di Singapura dan Ben yg tahu lokasinya pun meminta Daphny untuk lebih berhati-hati saat bekerja atau saat diluar rumah. Namun, Daphny sedang jalan-jalan bersama Sammy dan Kenzo. Hal itu membuat Ben sedikit panik dan meminta Daphny ataupun Kenzo menjauh.


"Daphny pergilah dari sini, karena James dan aku akan makan di resto C yg ada di dekatmu." ucap Ben di telepon.


"Baik kak." ucap Daphny.


Kemudian, Daphny yg mulai agak panik pun memanggil Kenzo untuk segera pergi. Tapi saat itu putri James juga sedang di area bermain tersebut bersamanya, membuat Daphny tak bisa mendekat dan hanya menghubungi Kenzo.


"Ada apa?" tanya Kenzo.


"Ada James di dekatmu, aku harus sembunyi di mobil." ucap Daphny.


"Baiklah.. aku akan membawa Sammy keluar secepatnya." ucap Kenzo.


"Oke.. aku menunggu kalian di mobil." ucap Daphny.


"Oke.." ucap Kenzo lalu mematikan panggilan.


Kenzo pun menghampiri Sammy dan berbicara dengannya.


"Sammy mama sedang sakit perut, dan katanya kita harus pulang lebih awal.." ucap Kenzo.


"Tadi mama baik-baik saja.. baiklah ayo kita pulang." ucap Sammy murung.


"Nanti kita kemari lagi oke.." ucap Kenzo.


"Oke.." balas Sammy.


Lalu saat mereka berjalan mereka berpapasan dengan James dan putrinya.


"Akhirnya kau menikah juga." ucap James.


"Bukan urusanmu." ucap Kenzo dingin.


"Apa dia putramu? tapi tidak mirip denganmu." ejek James.


"Dia putraku, tapi DNA mamanya lebih dominan." ucap Kenzo.


"Papa ayo kita pulang." ucap Sammy.


"Oke.. ayo kita pulang mama sudah menunggu." ucap Kenzo.


"Kau lihat kan, putraku ingin pulang jadi kami permisi." ucap Kenzo.


"Putrimu juga tak mirip denganmu mungkin DNA mamanya lebih dominan." balas Kenzo tersenyum.


"Ck.. dasar kurang ajar." ucap James.

__ADS_1


"Dad.. ayo kita kesana." ucap Wendy.


"Baiklah sayang." ucap James.


Kenzo pun berlalu dan pergi dengan Sammy sambil bergandengan tangan.


"Terimakasih Sammy, kau sudah membantuku tadi." ucap Kenzo.


"Kemarin uncle sudah jadi papaku, sekarang aku harus membantu uncle juga." balas Sammy tersenyum.


"Ayo kita pulang karena mama sudah menunggu." ucap Kenzo.


"Tapi uncle tadi sepertinya tidak menyukai uncle Kenzo." ucap Sammy yg paham situasinya.


"Ya.. dia itu memang orang yg aneh, Sammy nanti jangan dekat-dekat dengan orang aneh seperti dia." ucap Kenzo.


"Baik uncle." ucap Sammy.


Mereka pun pulang dengan cepat agar Daphny tidak terlihat oleh James. Dan sekali lagi baik Ben maupun Kenzo berhasil menyembunyikan Daphny dari James.


.


.


.


Sementara Ben sudah menunggu James di sebuah resto untuk bertemu. Tapi James malah pergi ke area bermain untuk menghibur anaknya hingga membuat Ben menunggu.


"Maaf aku terlambat karena mengajak putriku untuk bermain sebentar." ucap James.


"Ya tak masalah, sekarang kau punya seorang putri." ucap Ben.


"Kau sendiri kenapa tak menikah?" tanya James.


"Aku belum menemukan sosok yg tepat, karena aku tak ingin ada perceraian." ucap Ben.


"Baiklah aku mengerti." ucap James.


"Tapi aku sedikit kesal karena tiap kali aku kemari selalu bertemu Kenzo." ucap James.


"Memangnya apa masalahmu dengan dia?" tanya Ben.


"Tak ada, tapi melihatnya membuatku kesal." ucap James.


"Kau saja yg semakin aneh, dia sudah kau permalukan beberapa kali dan menjauh karena malas berkelahi tapi kau masih saja kesal tak jelas." sindir Ben yg tahu bagaimana James pada Kenzo.


"Kau tahu kan masalahku dengannya?" tanya James.


"Itu kan masalalu, dan kau itu bukan anak-anak lagi.. bukannya semuanya sudah selesai?" balas Ben.

__ADS_1


"Ya kau benar.. nampaknya aku yg bodoh." balas James.


"Ya, kau begitu bodoh dan terbawa emosi." ucap Ben.


Ben pun justru menasehati mantan atasannya tersebut karena sikapnya yg arogan sulit untuk berubah. Bahkan masalah dengan Kenzo yg sudah berlalu pun masih belum bisa ia lupakan.


Tapi James justru bercerita keluh kesahnya pada Ben. Dimana dirinya masih merasa bersalah pada Lyra dan calon anaknya. Lalu dirinya juga menceritakan kondisi putrinya yg lemah, ditambah mantan istrinya Bella yg kini berada di rumah sakit jiwa.


"Nampaknya aku tengah menghadapi karma dari perbuatanku." ucap James.


"Ya.. hadapi saja karena itulah jalan yg sudah kau pilih." ucap Ben.


"Dan untuk putrimu, aku turut prihatin. Semoga putrimu bisa cepat pulih." ucap Ben.


"Terimakasih Ben, dan maaf atas kesombonganku di masa lalu." ucap James.


"Ya aku sudah memaafkanmu.. kini mulailah masa depanmu dengan tenang." ucap Ben.


Begitulah pertemuan mereka, dan Ben terus berusaha menutupi kalau Lyra masih hidup. Dan menutupi fakta lain kalau Lyra adalah Daphny adiknya. Bahkan Jasmine sudah bersepakat dengan Ben untuk merahasiakan ini dari James agar hubungan mereka tidak semakin renggang.


Dan kali ini Daphny selamat, semoga kedepannya juga dirinya mampu bersembunyi dengan baik. Karena ketenangannya di negara ini adalah kehidupan yg ia inginkan.


Di dalam mobil mereka bertiga pun bercerita tentang Sammy yg asik bermain di area bermain. Dan Daphny hanya tertawa mendengarkan celotehannya.


Sesampainya di rumah, Kenzo pun menceritakan apa yg terjadi saat bertemu dengan James. Dan Daphny lega karena James tak mencurigai Sammy sama sekali.


"Aku lega dia tak mempertanyakan soal Sammy." ucap Daphny.


"Aku mengatakan kalau aku sudah menikah dan Sammy adalah putraku." ucap Kenzo.


"Pernyataan yg bagus, semoga dia tak curiga." ucap Daphny.


"Dan lebih bagus lagi kalau itu jadi nyata." ucap Kenzo.


"Maaf ya saat ini aku belum siap." ucap Daphny.


"Baiklah, 1 tahun lagi.. aku akan menunggumu 1 tahun lagi." ucap Kenzo.


"Oke.. terimakasih atas pengertiannya." balas Daphny.


.


.


.


Sementara James dirinya pun tak curiga sama sekali dengan Sammy. Dan dirinya percaya kalau Kenzo sudah menikah dan Sammy adalah putranya. Walaupun penyesalan atas Lyra masih terasa sampai kini. Wajah mantan istrinya itu masih belum bisa ia lupakan dari ingatannya.


Dan putrinya yg sakit-sakitan pun membuatnya betul-betul merasakan hukuman atas perbuatannya di masa lalu. Dirinya kerap membawanya kemana-mana untuk melakukan pengobatan. Hingga putrinya itu tak bisa merasakan pendidikan formal layaknya anak lainnya. Bahkan hidup putrinya itu begitu bergantung pada obat-obatan.

__ADS_1


Sementara Bella, kesadarannya belum pulih dan masih dalam keadaan yg sama seperti dulu. Beberapa kali putrinya datang mengunjunginya tapi responnya hampir tak ada membuat Wendy putrinya sedih. Kini James pun sedang mengusahakan pengobatan putrinya tersebut.


__ADS_2