
Kenzo pun buru-buru datang ke Indonesia setelah tahu dimana putrinya. Untungnya putrinya selamat dan tak mengalami hal buruk. Dirinya pun bersyukur karena putrinya yg keras kepala itu mampu melindungi diri dengan baik serta berhasil kabur. Belum lagi mampu menekan lawannya dengan taktiknya.
Kenzo pun sadar keinginan putrinya dulu bukan hanya karena ambisi bodohnya tapi juga karena kemampuannya. Walaupun putrinya itu kini memilih melanjutkan kuliahnya tapi Kenzo sangat bangga padanya.
Kini kedatangannya ke Indonesia bukan hanya untuk menjemput putrinya tapi juga memberi pelajaran pada orang tua tersebut bersama Dion dan Santi. Mereka tak ingin kecolongan lagi dan kakek tua itu membuat masalah kedepannya. Ketiganya pun datang ke kediaman tuan Tian.
Tuan Tian pun terkejut akan kedatangan ketiganya. Tapi tetap mempersilahkan mereka masuk untuk tahu tujuan mereka.
"Kalian sangat lambat." ucap Tuan Tian.
"Dad.. bisakah hentikan ini? sampai kapan mau mengatur kehidupan Devi?" ucap Santi sebagai putrinya.
"Aku sudah menghentikan niatku. Alasannya karena putri tuan Kenzo sangat cerdik dan mampu membuatku tak berkutik." ucap tuan Tian.
"Benarkah? kuharap itu bukan hanya ucapan anda saja tuan." ucap Kenzo.
"Jika kau mencari putrimu.. dirinya tak ada disini, dia sudah pergi beberapa jam yang lalu." ucap kakek tua tersebut.
"Aku tak mengkhawatirkan putriku sama sekali, tapi jika kau macam-macam pada keluargaku aku bisa menekanmu." ucap Kenzo.
"Heh.. dengan apa kau mampu?? kau hanya seorang profesor biasa." ucapnya sombong.
"Aku adalah salah satu pemilik saham mall milikmu.. yah awalnya aku hanya iseng membantu temanku." ucap Kenzo.
"Cih.. sekarang aku takkan mengganggu pernikahan anak kalian.. " ucap tuan Tian.
"Aku harap dad tidak bertindak egois lebih dari ini." ucap Santi.
"Bagaimanapun Devi putriku, aku yg paling bertanggungjawab daripada dad." ucap Dion.
"Aku serahkan semuanya padamu, tapi jika Devi tak bahagia aku akan menariknya lagi disisiku." ucap tuan Tian.
"Yah.. kurasa cukup sudah campur tangan anda, aku punya bukti penculikan putriku jika anda macam-macam aku bisa melaporkannya." ucap Kenzo.
"Aku mengerti dan takkan melakukan apapun." ucap tuan Tian.
"Dan aku masih tak sudi menghadiri pernikaham cucuku sendiri." ucap tuan Tian.
"Itu hak anda tuan.." ucap Kenzo.
"Tapi Devi juga punya hak atas hidupnya dad, kuharap dad paham itu." ucap Santi lalu meninggalkan kediamannya bersama kedua pria tersebut.
__ADS_1
Sementara tuan Tian, kini tak berdaya. Apalagi Kenzo dan putrinya mampu menekannya. Belum lagi putrinya tak setuju akan keinginannya. Kini tuan Tian takkan mengganggu Devi dan Sammy agar Kenzo tak berbuat lebih jauh lagi.
"Profesor Kenzo.. tak kusangka dirinya mampu menekanku.. dasar pria menyebalkan." umpatnya dalam hati.
.
.
Begitulah masalah terselesaikan, walaupun tuan Tian enggan datang dan merestui pernikahan cucunya sendiri. Tapi setidaknya dirinya takkan mampu berbuat onar lagi dengan tekanan dari Vio dan Kenzo. Juga tekanan dari putrinya serta menantunya yg memiliki hak penuh atas Devi membuatnya takkan bisa menang.
Sementara itu, Vio pun berada di hotelnya yg nyaman. Dirinya beristirahat dan mengobati lukanya efek melawan orang-orang kakek tua tersebut.
"Tak kusangka aku akan terluka begini.." gumam Vio dalam hati.
Hingga Vio memilih keluar dari kamar hotel untuk mencari obat pereda nyeri. Dirinya pun berjalan ke apotek terdekat dan kembali bertemu dengan Zio.
"Vio.." ucap Zio.
Seketika Vio pun menoleh dan melihat Zio di apotek tersebut.
"Tuan Zio, kebetulan sekali." ucap Vio.
"Sedang apa? bukannya kau kembali ke Singapura." tanyanya.
"Oh, kau baik-baik saja?"
"Iya.. seperti yg kau lihat." ucap Vio.
"Baiklah.. nanti kita akan berjumpa lagi di pernikahan kak Sammy." ucap Zio.
"Ya.. sampai jumpa lagi tuan Zio." ucap Vio.
"Kau terlalu formal, aku bukan atasanmu.. dan usia kita juga hanya beda beberapa tahun." ucap Zio.
"Baiklah, kak Zio.." ucap Vio tersenyum.
"Lebih baik.. " ucap Zio.
"Oke.. sampai jumpa lagi." ucap Vio.
"Ya.." ucapnya lalu mereka pun berpisah.
__ADS_1
Kemudian bertemu kembali di hotel tempat Vio menginap. Tapi Vio hanya menyapanya lalu kembali ke kamarnya untuk mengobati luka-lukanya.
"Siapa yg menduganya aku akan bertemu lagi dengan Zio." gumam Vio di toilet.
Setelah mengobati lukanya Vio pun memilih istirahat, tapi Kenzo datang untuk menjemputnya.
"Papa.." ucap Vio saat membuka pintu kamar hotelnya.
"Bagaimana kabarmu? kau terluka?" tanya Kenzo.
"Aku baik-baik saja." ucap Vio tersenyum.
"Malam ini kita kembali.. kita akan pulang sayang." ucap Kenzo.
"Iya pa." ucap Vio.
Tapi di kamar tersebut Kenzo menemukan obat-obatan yg dibeli Vio untuk mengobati lukanya. Dan akhirnya Vio pun ketahuan terluka saat menghadapi orang-orang tuan Tian. Mau tak mau Vio berkata jujur, dan mendapat teguran dari Kenzo. Tapi gadis itu tak takut sama sekali dan tetap mendengarkan Kenzo.
"Kau ini tidak ada takut-takutnya." ucap Kenzo.
"Kalau aku takut, aku takkan selamat pa." ucap Vio.
"Mungkin kau benar, tapi lain kali berhati-hatilah." ucap Kenzo.
"Iya aku mengerti." ucap Vio.
Malam itu juga mereka kembali ke Singapura, perjalanan yg cukup melelahkan tapi semuanya berhasik terselesaikan. Vio selamat dan tak ada masalah yg berarti. Luka-luka di tubuh Vio juga hanya luka ringan.
Davi pun bicara pada kedua orangtuanya untuk menjelaskan kondisi Vio saat bertemu dengannya. Serta orang tuanya menceritakan apa yg sudah terjadi di rumah kakeknya. Tindakan nekat Vio mampu menekan kakeknya, serta tindakan mereka sebagai orang tua juga mampu membuat orang tua tersebut tak berkutik. Walaupun sampai akhir tak merestui pernikahan cucunya.
Davi pun menyayangkan tindakan kakeknya. Meski begitu Davi cukup puas akan hasil yg didapat orangtuanya dimana mereka akan berhenti saling menyerang. Dan pernikahan saudarinya tetap berlangsung dengan atau tanpa restu dari kakeknya.
.
.
Malam itu, juga Vio pulang bersama Kenzo dan akan tiba pada tengah malam. Sammy dan Devi pun bersyukur semua masalah telah teratasi dan tuan Tian tak akan melakukan suatu hal buruk lagi dengan tekanan dari Vio dan Kenzo, serta kedua orang tua Devi.
Kini pernikahan mereka sudah semakin dekat dan pihak keluarga tengah mempersiapkan semuanya dengan matang. Perusahaan yg tengah didirikan Devi juga sudah mulai berjalan perlahan. Walau masih perusahaan kecil dengan sedikit karyawan tapi masih mampu berjalan.
Sammy juga tak lupa mendatangi tempat Alice, disana dirinya meminta ijin untuk melanjutkan hidupnya. Serta Sammy takkan melupakan Alice selamanya. Keluarga Alice juga mendukung keputusan Sammy untuk memulai lembaran baru.
__ADS_1
Dan disanalah Sammy berdiri memberi penghormatan terakhir pada mantan kekasihnya yg telah tiada. Segala kesulitan yg ia alami sejak kecelakaan tersebut pun membuatnya menjadi semakin dewasa dan kuat.