Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.44 Kecewa


__ADS_3

Lyra dan pengawalnya pun bergegas menuju ke hotel yg ditunjukkan pada Sandra. Tapi sayangnya, saat mereka bertanya ke resepsionis tak ada nama nona Bella atau tuan James yg masuk ke daftar tamu mereka.


Lyra pun diam, dan berfikir sejenak. Lalu dirinya berkata pada Dimas akan tempat yg mungkin disinggahi James atau Camila dahulu. Tapi sayangnya Dimas tak tahu apapun, dan kemungkinan hanya Ben selaku sekertaris sekaligus teman James yg mengetahuinya.


"Maaf nona, kami tak tahu kalau masalah itu.." ucap Dimas.


"Lalu siapa yg tahu tentang James?" tanya Lyra.


"Pasti tuan Ben.. sebagai orang kepercayaannya." ucap Dimas..


"Baiklah.." ucap Lyra.


Lyra pun mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi Ben. Cukup lama dan harus beberapa kali Lyra menghubunginya hingga Ben mengangkatnya.


"Halo.. ini siapa?" tanya Ben yg linglung.


"Ini aku Lyra.. Ben kau ada dimana?" tanya Lyra seketika menyadarkan Ben.


"Maaf nona.. aku di apartemenku." balas Ben.


"Tak apa, kau tahu dimana James biasanya pergi bersama Camila?" tanya Lyra.


"Itu.." ucap Ben tak mungkin mengatakannya.


"Katakan padaku Ben?" tanya Lyra.


"Memangnya James pergi bersama Camila? bukankah tadi dirinya memanggil supir.?" tanya Ben.


"Ck.. katakan saja.." ucap Lyra kesal.


"Apartemen tuan James, kalau begitu biar aku saja yg kesana.. nona pulang saja ini sudah larut." ucap Ben.


"Aku akan kesana, dimana alamatnya.?" tanya Lyra cemas.


"Nona, pulanglah bersama Dimas.. Dimas ada bersama anda kan?" tanya Ben.


"Bagaimana kau bisa tahu?" balas Lyra.


"Tentu saja, karena aku yg memintanya untuk mengikuti anda kemanapun jika diluar rumah." ucap Ben.


"Sekarang anda pulang, urusan tuan James biar aku yg mencarinya karena ada banyak tempat yg biasanya Camila datangi bersama tuan James." ucap Ben serius.


"Baiklah." ucap Lyra kecewa.


Setelah itu, Dimas pun dihubungi untuk mengantarkan Lyra pulang dengan aman. Dan Ben langsung bangkit dan mencari dimana keberadaan James. Ia yakin sekali ini pasti adalah ulah Camila yg masih terobsesi terhadapnya.


Dengan cepat Ben menghubungi orang-orangnya dan mencari James. Lalu ia teringat kalau dirinya bisa melacak ponsel James karena James memintanya sendiri untuk keadaan darurat. Segeralah James melacaknya dan benar saja lokasi James saat ini tengah berada di apartemen lama miliknya. Dan pastinya Camila tahu seluk beluk apartemen tersebut termasuk sandi pintunya.

__ADS_1


"******..!! benar-benar wanita ular.. Nona pasti sedih karena hubungan mereka baru bisa berjalan lancar." umpat Ben dalam hati.


.


.


.


Kini Ben sudah berada di gedung apartemen milik James. Dirinya mencoba menghubungi James beberapa kali tapi tak diangkat. Dan Ben memutuskan untuk masuk ke dalam walaupun tanpa ijin. Bagaimanapun ini pasti tak baik untuk James. Ketika tengah berada di depan pintu, dan membukanya karena Ben sendiri tahu sandi pintu tersebut.


Brakk.. ceklekk..


Pintu pun terbuka dan nampak sedang ada perdebatan antara James dan Camila. Situasi yg sudah tergambar di otak Ben pun muncul.


"Ben.. aku tak melakukannya.. tapi wanita gila ini." ucap James dengan hanya menggunakan handuk yg melilit di pinggangnya.


"Tidak Ben, James memaksaku." dalih Camila aka Bella yg juga memakai kimono mandi.


"Apa kalian sudah selesai? jika sudah keluarlah aku menunggu diluar.." ucap Ben.


"Dan ingat, Lyra cemas mencarimu kemana-mana.. Bahkan suara cemasnya mampu membuatku sadar dari mabuk." ucap Ben.


"Ini semua ulahmu.. cepat keluar dari apartemen ini..!" ucap James.


"Kau jahat James..!" balas Bella menangis.


James pun pergi ke toilet dan memakai semua pakaiannya yg dilucuti. Dirinya teringat kata-kata Ben kalau Lyra mencemaskannya dan mencarinya kemana-mana. Bahkan sampai mampu membuat Ben yg mabuk sadar padahal pria itu sulit dibangunkan jika tengah tertidur saat mabuk.


Cekleekk..


James pun keluar dan mendapati Ben, melihatnya dengan tatapan kecewa.


"Apa-apaan tatapanmu itu?" tanya James.


"Lyra mengkhawatirkanmu dan kau tak bisa mengendalikan diri." ucap Ben kesal.


"Ben.. ini ulah Camila.." ucap James.


"Ya.. yg jelas kau harus pulang agar Lyra tak cemas lagi.. aku bisa menutup mulut untuk kejadian ini tapi tidak dengan wanita ular itu." ucap Ben kesal.


Ben pun berjalan lebih dulu meninggalkan James. Sementara James berjalan mengikuti Ben dari belakang. Dirinya menyadari kebodohannya dan terjebak dengan permainan Camila. Pastinya James takkan bisa mengatakan hal ini pada Lyra dan entah wanita itu akan mengampuninya atau tidak.


Setelah berada di dalam mobil, James pun meminta Ben untuk menyamakan ceritanya.


"Aku paham.. lebih baik kita pulang." ucap Ben masih kesal.


Entah apa yg merasuki Ben, hingga begitu kesal melihat James secara tak sengaja menyakiti Lyra di belakangnya. Walaupun tak sengaja dan Ban tahu dengan jelas bagaimana Camila selama ini. Tapi dirinya tak tahan dan begitu kesal saat berada di ruangan bersama James dan wanita ular itu.

__ADS_1


"Kenapa aku begitu kesal.. ? padahal Lyra tak ada hubungannya denganku?.." gumam Ben dalam hati.


Sesampainya di rumah, Lyra pun belum tertidur dan menunggu Ben pulang membawa James.


"Lyra kau belum tidur.?" tanya James.


"Iya.. aku menunggu kalian.." ucap Lyra.


"Maaf nona, agak lama tapi semuanya aman." ucap Ben.


"Apa yg terjadi James? Ben bisa kau menceritakannya?" tanya Lyra.


James dan Ben pun menceritakannya, walaupun mereka berbohong agar tak menyakiti Lyra. Dan Lyra merasa ada yg aneh walaupun dirinya mempercayai Ben sepenuhnya. Tapi Lyra tak mau memperpanjang masalah.


"Baiklah, kalau begitu kalian berdua istirahatlah." ucap Lyra.


"Terimakasih banyak Ben, kau menginaplah disini karena sudah malam." ucap Lyra.


"Tidak nona.. saya akan pulang saja." ucap Ben.


"Ben menurutlah, kau mabuk kan tadi?" tanya James.


"Baiklah tuan." ucap Ben mengalah dan menuju ke kamar tamu.


Kejadian malam itupun berakhir walaupun Lyra masih curiga. Karena dirinya tak punya bukti ataupun melihatnya langsung jadi dirinya tak bisa menyangkal ucapan Ben ataupun James.


"Lyra maaf.. kau pasti cemas." ucap James.


"Ya.. tapi untuk sekarng istirahatlah." ucap Lyra.


"Baiklah.. aku akan mandi dulu." ucap James.


"Iya.." balas Lyra.


Lyra pun memejamkan matanya yg sulit sekali tertidur sejak James memintanya menjemputnya. Banyak sekali kejadian hari ini, tapi Lyra tak bodoh dan meminta Dimas mengambil cctv area resto tersebut untuk disimpan dan dijadikan barang bukti jika Camila aka Bella berbuat macam-macam.


.


.


.


Sementara itu, Bella tengah tersenyum menatap cctv dan foto-foto kebersamaannya dengan James. Kebersamaan yg dulu ia rasakan saat menjadi kekasihnya. Walaupun dirinya sempat kesal karena James memamnggil nama Lyra.


"James kenapa kau memanggil nama wanita rendahan itu saat bersamaku??" gumam Bella menatap foto-foto hasil perbuatannya malam itu.


Lalu dirinya bergegas keluar dari kamar bersama anak buahnya setelah membereskan segalanya. Dan Bella sengaja mengecoh untuk mengatakan mereka menuju ke hotel agar tak ada yg curiga kalau mereka menuju ke apartemen lama James.

__ADS_1


Bahkan rencananya terlalu mulus sampai membuat Ben mabuk. Walaupun anehnya, Ben bisa menemukannya dan James di apartemen itu padahal ia yakin sudah memberikan obat pada minuman Ben. Tapi waktu yg dibutuhkan Ben untuk menemukan James, sangat cukup untuk menjerat James ke pelukannya.


__ADS_2