Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.144 NYATA


__ADS_3

"Apa ini mimipi??" tanya Devi.


Rasa sakit tamparannya sendiri pun membuatnya sadar kalau apa yg ia lihat dan dengar adalah nyata. Sangking tak percayanya, Devi bahkan mengucek kedua matanya.


"Dev.. ini nyata dan bukan mimpi.." ucap Sammy menatapnya.


Devi pun menarik nafas panjang serta berusaha menyadarkan pikirannya tentang apa yg baru saja ia dengar.


"Pokoknya jalani dengan tenang.." gumam Devi dalam hati.


"Sam.. kau serius pada ucapanmu??" tanya Devi.


"Iya aku serius.." ucap Sammy mendekatkan wajahnya.


"Oke.. jangan dekat-dekat.." ucap Devi gugup.


"Lalu apa jawabanmu?" tanya Sammy.


Brakkk..!!


"Jawabannya adalah TIDAKK..!!" ucap tuan Tian yg muncul tiba-tiba.


"Kakek..." ucap Devi terkejut.


"Kenapa?? kau menyukai dokter ini?? kakek tidak setuju." ucapnya lalu menarik tangan Devi.


"Tuan Tian, bisa beritahu aku apa alasannya?" tanya Sammy.


"Karena James ayahmu tak setia, kau juga pasti akan begitu.." ucap tuan Tian.


Mendengar nama James pun membuat darah Sammy mendidih. Dirinya sudah tahu kalau hal ini pasti akan terjadi, dan tetap mengatakannya pada tuan Tian. Karena orang pasti akan berkata buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Dan Sammy kesal akan kesimpulan yg tak berdasar tersebut.


"Kurasa anda tidak bisa membedakan antara fakta dan opini.." ucap Sammy.


"Apapun itu takkan kubiarkan kau bersama cucuku.." ucap tuan Tian menarik Devi keluar dari resto tersebut.


"Kakek tunggu.." ucap Devi.


"Devi..! menurutlah.." ucapnya kesal.


"Pergilah Dev, orang kalau sudah tua itu sensitif, nanti tekanan darahnya tinggi bahkan bisa mengalami stroke." ucap Sammy.


"Kau..!! kurang ajar sekali..!" ucap tuan Tian semakin kesal.


"Itu baru fakta tuan, anda bisa membacanya di Internet." ucap Sammy.


"Cih.. ayo Devi kita keluar." ucap kakek tua tersebut menarik Devi.


Setelah keduanya keluar, Sammy pun kesal bukan main. Bahkan kedua matanya sampai memerah karena menahan amarah. Ya, jika itu tentang James Sammy akan sangat kesal mengingat semua penderitaan mamanya selama ini. Walaupun tahu dirinya pasti akan disamakan, Sammy tetap memilih jujur pada orang tua tersebut.


Brakkk..!


Sammy pun menggebrak meja lalu keluar dari resto tersebut. Untungnya kondisinya sudah malam dan sedang sepi pengunjung. Sammy pun pergi ke apartemennya, ingin rasanya dirinya mendatangi James untuk menghajarnya karena sudah membuat nama baiknya hancur dengan menjadi putra kandungnya. Tapi Sammy memilih tak melakukannya dan pulang ke apartemennya.

__ADS_1


Dia apartemennya yg sunyi, Sammu pergi ke kamar mandi. Dirinya pun menghidupkan shower yg membasahi kepala sampai tubuhnya untuk mendinginkan hatinya. Tak peduli dengan pakaian yg masih menempel di tubuhnya, Sammy pun berupaya mendinginkan kepalanya dan berlama-lama ada disana.


Tuan Tian adalah orang tua yg kaku dan kolot. Serta sangat menyebalkan tentang aturan dan prinsipnya. Bagaimana cara Sammy menghadapi kakek tua yg kolot seperti itu?? Sammy pun terus terdiam di bawah pancuran air memikirkan cara menangani hal ini.


Tanpa sadar dirinya sudah satu jam di bawah pancuran air tersebut. Tubuhnya sudah merasa dingin, hingga dirinya menyudahinya dan berganti pakaian. Dirinya pun mendapatkan ide untuk menghadapi kakek tua tersebut.


"Kali ini kau akan menyerah kakek tua.." gumam Sammy dalam hati.


.


.


Sementara itu, Devi pun tengah berada di dalam kamarnya. Dirinya pun habis dimarahi oleh kakeknya tersebut. Menurut info yg ia dapat, kakeknya tahu lokasi dirinya berada dari Jeremy karena pria itu mengatakan untuk membatalkan rencana pernikahan mereka dan menunjukkan pria yg dicintai Devi. Bukannya membantu tapi malah jadi boomerang bagi Devi.


Padahal harusnya Devi menerima pernyataan Sammy malam ini, tapi justru berakhir dengan diseret pulang oleh kakeknya. Nasibnya sungguh tak beruntung dan Davi yg melihatnya merasakan apa yg dialami saudarinya.


"Dev.." panggil Davi yg baru saja masuk ke kamarnya.


"Kau main masuk saja.." protes Devi.


"Habisnya tak dikunci." ucap Davi.


"Iya, ada apa Dav?" tanya Devi.


"Sepertinya usaha Sammy tak berjalan mulus." ucap Davi.


"Benar, kau tahu semuanya rupanya." ucap Devi.


"Iya.. Sammy bahkan berkata jujur apa adanya pada kakek tentang statusnya serta hubungannya dengan tuan James." ucap Davi.


"Aku juga baru tahu hari ini.. dan salah siapa juga ponselnya mati seharian." ucap Davi duduk di sebelah saudarinya.


"Ck.. oke aku salah.." ucap Devi.


"Ini kesempatanmu Dev, kau dan Sammy punya perasaan yg sama.." ucap Davi.


"Aku tahu, tapi kakek akan jadi penghalangnya." ucap Devi.


"Mom dan Dad yg paling utama Dev, mereka orang tua kita." ucap Davi


"Kau benar.. kenapa aku tak pernah terpikir hal itu." ucap Devi.


"Karena kau selalu jauh dari mereka dan jarang bercerita kesulitanmu." ucap Davi yg mengenal saudarinya.


"Ya.. kau memang tahu segalanya tentangku." ucap Devi.


"Saat weekend ini kau pergilah ke Singapura temui mom dan dad.. minta bantuan mereka." ucap Davi.


"Kau tak ikut?" tanya Devi.


"Aku bekerja di akhir pekan dan pekerjaanku adalah dokter, jadi hari liburku tak tentu." ucap Davi.


"Baiklah." ucap Devi.

__ADS_1


.


.


Keesokannya Sammy pun sedang libur bekerja dan memilih untuk terbang ke Singapura. Dirinya pun akan bicara pada kedua orang tuanya dan juga orang tua Devi akan masalah ini. Walau dirinya masih belum mendengar jawaban pasti dari Devi. Tapi Davi sempat mengatakan kalau Devi juga menyukainya sejak lama.


Tibalah Sammy di bandara Singapura tanpa kabar apapun hingga tak ada yg menjemputnya disana. Sammy pun langsung pulang ke rumahnya dan menemui kedua orangtuanya. Daphny dan Kenzo pun terkejut melihat Sammy yg pulang tanpa mengabari mereka.


"Samm.." ucap Kenzo membuka pintu.


"Apa Sammy?" tanya Daphny.


"Kejutan.." ucap Sammy.


"Putraku.. akhirnya kau kembali.." ucap Kenzo memeluknya.


"Iya pa.. aku merindukan rumah dan ada sedikit urusan." ucap Sammy.


"Oke.. ayo masuk mama sedang menyiapkan makanan." ucap Kenzo.


"Sammy.. kau pulang nak.." ucap Daphny langsung mendekati dan memeluk putranya.


"Iya ma.. aku merindukan mama." ucap Sammy.


"Oke.. ayo kita makan bersama, kebetulan mama sudah menyiapkannya." ucap Daphny.


"Vio mana?" tanya Sammy.


"Vio, dia sedang liburan." ucap Daphny.


"Liburan?? lalu kuliahnya??" tanya Sammy.


"Dia mengambil cuti." ucap Kenzo.


"Nanti kita bicarakan.. kita makan dulu." ucap Daphny.


Setelah sekian lama akhirnya Sammy bisa menikmati makanan buatan mamanya lagi dan makan bersama kedua orang tuanya. Walaupun Sammy masih penasaran pada adiknya tersebut.


Setelah makan, barulah Sammy bercerita tujuannya datang kesana. Dirinya ingin melamar Devi secara resmi dihadapan kedua orang tuanya karena tak mendapat restu dari kakek Devi. Dan Sammy tetap memberitahukan alasannya kenapa tuan Tian menolaknya. Daphny pun merasa sedih sekaligus kesal karena putranya tidak beruntung. Tapi Daphny tetap mendukung keputusannya dan meminta Sammy untuk datang pada Dion ayah dari Devi.


"Baiklah, tujuanku dan saran kalian sama.. aku akan menemui mereka berdua." ucap Sammy.


"Kau memang sudah dewasa nak.." ucap Kenzo bangga.


"Papa yg mengajariku begini." ucap Sammy.


"Jangan menyerah, tak ada yg mudah di dunia ini." ucap Daphny menyemangati putranya.


Kemudian Sammy membahas tentang adiknya yg berlibur bahkan sampai mengambil cuti kuliah. Disanalah Kenzo bercerita, bahwa adiknya itu punya cita-cita yg terbilang ekstrem untuk seorang gadis, yakni menjadi agen rahasia yg menangani kasus kejahatan. Sammy bahkan terkejut mendengarnya saat Kenzo mengatakannya.


Bahkan secara diam-diam Vio mendaftar ke sebuah perusahaan keamanan untuk menjadi bagian dari mereka dan mewujudkan mimpinya. Setelah diterima, barulah Vio berkata jujur pada Kenzo. Tentunya Kenzo syok dan tak percaya. Putrinya yg menggemaskan kini menjadi wanita yg tangguh dan mengerikan bahkan bisa masuk ke perusahaan besar tersebut.


Dan tentu saja Kenzo melarangnya karena pekerjaan itu sangat beresiko dan sangat dekat dengan maut.

__ADS_1


"Sepertinya Vio terlalu banyak nonton film.." gumam Sammy dalam hati.


__ADS_2