Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.83 Kencan


__ADS_3

Disepanjang jalan, bocah kecil itupun bercerita soal banyak hal pada Kenzo. Dan Kenzo yg menyukai anak-anak pun menanggapinya dengan senang hati. Mulai dari ejekan hingga sosok papa yg diinginkan Sammy, dan hal itu membuat Kenzo semakin bersemangat ingin hidup bersama mereka.


"Sammy, besok uncle jemput lagi karena jam kerja uncle malam hari.." ucap Kenzo.


"Benarkah??" tanya Sammy.


"Ya.. uncle besok akan menjemputmu." ucap Kenzo.


"Yeaayyy.. thank you uncle.." ucap Sammy.


"Sama-sama.. tapi uncle bisa minta tolong?" tanya Kenzo.


"Bisa, tapi apa?" tanya Sammy.


"Uncle mau ajak mama makan malam berdua saja boleh? nanti lain kali Sammy juga diajak." ucap Kenzo.


"Oke.. tapi jagain mama ya uncle.." ucap Sammy.


"Iya.. pasti." ucap Kenzo.


"Oke.. boleh." ucap Sammy.


"Yes.. ayo tos dulu.. uncle langsung pulang ya.. " ucap Kenzo.


"Oke.." ucap Sammy membalas tos dari Kenzo.


Kenzo pun mengantarkan Sammy sampai pintu kemudian pulang ke rumahnya. Dan Sammy sangat senang hari itu bisa pamer ke teman-temannya kalau dirinya punya papa. Seharian bocah itupun bersenandung bahagia saat bermain.


.


.


.


Dan tibalah saatnya Kenzo menagih janji kencannya dengan Daphny. Keduanya pun sudah duduk disebuah resto dan sedang menikmati indahnya pemandangan malam.


"Awal yg bagus." ucap Kenzo.


"Benarkah?" tanya Daphny.


"Aku sudah dapat ijin dari Sammy, kini tinggal meyakinkan mamanya dan juga uncle nya." ucap Kenzo.


"Apa yg membuatmu yakin?" tanya Daphny.


"Hmm.. karena sepertinya kita akan cocok, aku suka anak-anak dan kau juga wanita yg sesuai dengan tipe ku." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Benarkah? tapi sejak kapan kau menyukaiku?" tanya Daphny.


"Sejak kau masih jadi dokter residen." ucap Kenzo.


"Wah jadi sudah selama itu dan kau masih menungguku.?" tanya Daphny.


"Ya.. aku masih menunggumu selama bertahun-tahun.. dan tak pernah dekat dengan wanita manapun." ucap Kenzo.


"Aku meng-apresiasi hal itu, tapi apakah kau tidak merasa dirugikan secara waktu?" tanya Daphny.


"Aku hanya bisa mencintaimu walaupun sudah bertemu dengan banyak wanita cantik." ucap Kenzo.


"Aku terkesan.. tapi seperti yg kau tahu aku takut memulai sebuah hubungan." ucap Daphny.


"Kau masih meragukanku? aku bahkan rela menunggumu bertahun-tahun." ucap Kenzo.


"Maaf, bukan meragukan tapi aku terlalu takut." ucap Daphny.


"Daphny.. dari dulu sampai sekarang perasaanku tak pernah berubah, walaupun dulu kau masih bersama si bre***k itu aku tetap menghargai hubungan kalian dan sekarang saat aku punya kesempatan, ijinkan aku membuktikannya." ucap Kenzo seraya memegang tangan Daphny.


"Baiklah, aku memberimu sebuah kesempatan atas ketulusanmu." ucap Daphny tersentuh.


"Terimakasih Daphny.. " ucap Kenzo mengecup tangan Daphny.


"Tapi jika kau menyakitiku aku bisa mencekikmu dan meninggalkanmu." ucap Daphny.


"Dan aku punya hadiah untukmu." ucap Kenzo.


"Bukalah." ucap Kenzo.


Daphny pun membukanya dan terdiam dengan hadiah kecil yg diberikan oleh Kenzo. Sebuah cincin yg cantik bertahtakan berlian.


"Kau melamarku?" tanya Daphny.


"Tidak, aku tidak mau secepat itu ditolak. Tapi cincin ini akan jadi penentu hubungan kita." ucap Kenzo.


"Baiklah aku menerimanya. Terimakasih." ucap Daphny.


"Sama-sama.. aku bahagia kau menerima hubungan kita." ucap Kenzo.


"Ya.. aku juga bahagia bisa menghadapi rasa takutku." ucap Daphny.


"Aku berjanji akan membahagiakanmu, dan menikahimu saat kau siap." ucap Kenzo.


"Terimakasih sudah mengerti." ucap Daphny.

__ADS_1


Begitulah, malam mereka menjadi makan malam romantis dan Daphny akhirnya menerima Kenzo karena melihat ketulusannya selama ini. Dan bahkan Kenzo sudah menyukainya sejak lama tapi perasaannya tak pernah berubah dan tetap menjadi pria terhormat yg tidak merebut milik orang lain.


Daphny pun sejujurnya memiliki perasaan yg sama pada Kenzo tapi rasa takutnya karena perceraian membuatnya selalu mengalah dan mengabaikan perasaannya. Hingga di titik ini Daphny melihat Kenzo tetap tak berubah dan tetap menantinya.


Kebahagiaan Daphny pun bertambah karena Kenzo begitu menyayangi putranya dan begitu dekat dengannya. Bahkan ketulusan Kenzo sangat terlihat saat putranya memintanya untuk berpura-pura menjadi ayahnya dalam 1 hari tapi Kenzo akan mengabulkannya kapanpun Sammy butuhkan. Dimana lagi Daphny mendapatkan pria dengan paket komplit seperti Kenzo. Bukan hanya tampan dan mapan, tapi memiliki pribadi yg baik dan setia. Bahkan selama bertahun-tahun Kenzo tak pernah menyukai wanita lain selain dirinya.


Malam itu juga mereka meresmikan hubungannya. Dan tentunya menjadi kebahagiaan terbesar Kenzo dalam hidupnya. Dan dirinya berjanji akan membahagiakan Daphny serta Sammy. Akhirnya keinginan Kenzo pun tercapai setelah bertahun-tahun menunggu dan bersabar. Bahkan walaupun Sammy bukan putranya tapi Kenzo tetap menyayanginya seperti putranya selama ini.


.


.


.


Setelah malam itu, hubungan keduanya menjadi intens. Dan kedua sahabat Daphny pun senang karena akhirnya Daphny menerima Kenzo setelah sekian lama menyendiri. Mereka juga mengucapkan selamat pada Kenzo dan Daphny.


Kini keduanya pun sering terlihat bersama, dan Sammy semakin bahagia karena merasa hidupnya terasa lengkap. Sudah ada Kenzo yg berperan sebagai papanya walaupun belum menikah dengan mamanya.


Dan Ben pun tak terkejut karena akhirnya adiknya berhubungan dengan Kenzo. Ben yg paling tahu bagaimana Kenzo mendekatinya selama ini. Dan setelah mencari tahu siapa Kenzo, Ben pun membiarkan adiknya itu memilih jalannya sendiri. Semua karena Ben yakin kalau Daphny bukan wanita bodoh yg percaya pada rayuan pria.


Dan saat Kenzo datang mengunjungi rumah Daphny, dirinya pun bertemu Ben yg baru saja datang.


"Hai tuan Ben, bagaimana kabarmu?" tanya Kenzo.


"Aku baik, kurasa kau juga sedang baik bukan." ucap Ben.


"Ya begitulah, penantianku selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Kau tidak keberatan kan?" tanya Kenzo.


"Aku hanya menyerahkan semuanya pada Daphny. Dia sudah dewasa." ucap Ben.


"Iya tentu saja, tapi aku juga tahu kau menyelidiki latar belakangku." ucap Kenzo.


"Baguslah jika kau sadar, artinya tak ada yg salah denganmu kalau aku diam saja." ucap Ben.


"Terimakasih kakak ipar. Ehm.. maksudku calon kakak ipar." ucap Kenzo.


"Oke. Tapi jika kau menyakiti Daphny atau Sammy hidupmu takkan baik-baik saja." ucap Ben.


"Tentu tuan Ben." balas Kenzo tersenyum.


"Baiklah gunakanlah kesempatan yg diberikan aku dan Daphny." ucap Ben kemudian berlalu.


"Tentu, terimakasih tuan Ben." ucap Kenzo dan Ben hanya melambaikan tangan.


Ben juga melihat perubahan suasana hati Daphny yg lebih ceria juga keponakannya yg begitu bahagia dengan kehadiran Kenzo. Baginya tak masalah asalkan Daphny dan keponakannya bahagia. Dan yg terpenting Kenzo mampu melindungi Daphny dan Sammy dari keluarga Clinton.

__ADS_1


Setelahnya, mereka selalu pergi bertiga. Dan Kenzo dengan senang hati mengajak Sammy bak putra kandungnya sendiri. Keduanya begitu cocok dan sering bermain bersama yg bahkan kadang melupakan Daphny yg ikut bersama mereka. Siapapun yg melihat mereka pasti salah mengira karena mereka nampak seperti keluarga bahagia padahal sebenarnya mereka belum menikah.


__ADS_2