Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.92 Keputusan Ben


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu, Sammy pun tumbuh dengan baik di lingkungan keluarga yg nyaman. Begitu juga dengan Vio yg tumbuh menjadi gadis yg cantik. Sammy dan Vio pun selalu bersama karena mamanya sudah kembali bekerja.


"Kakak.. aku mau main itu.." ucap Vio.


"Oke.. main saja kakak mau belajar Vio." ucap Sammy.


"Kakak ayo main juga." ucap Vio.


"Baiklah, tapi sebentar saja ya kakak harus belajar." ucap Sammy.


"Oke.. yeayy.." ucap Vio.


Vio pun senang karena kakaknya selalu menurutinya dan jarang menolak keinginannya. Setelah menemani Vio bermain Sammy pun kembali fokus belajar. Begitulah keduanya tinggal di rumah besar tersebut, hanya ada pelayan, sopir, pengasuh dan juga penjaga.


.


.


.


Semakin hari, Ben pun merasa kesepian karena jauh dari Daphny dan keponakannya. Dirinya juga sudah berpikir mengenai pendamping hidupnya. Hingga akhirnya dirinya bertemu dengan Sally, seorang karyawan baru di kantornya. Wanita yg cantik dan juga tangguh, karena tak takut dengan siapapun termasuk Ben atasannya.


Hingga akhirnya mereka pun sering bertemu dan banyak berdiskusi soal pekerjaan. Dan Sally tak ragu untuk mengungkapkan apa yg ada di pikirannya walau terkesan terlalu berani di mata yg lain. Beberapa kali dirinya melawan beberapa seniornya karena menurutnya seniornya itu salah. Tak sampai bertengkar, tapi Sally mampu membuktikan dirinya benar.


Ben pun mengakui kemampuannya, dan memberikan posisi bagus karena kemampuan serta keberaniannya. Dan itu mampu menarik perhatian Ben yg sangat dingin. Ya, Ben terkenal begitu dingin di kantornya. Tapi walaupun begitu Ben tetaplah seorang atasan yg adil, tegas dan bijaksana.


Bahkan keberhasilan Ben keluar dari keterpurukan perusahaannya pun membuatnya didekati banyak pebsinis, seperti James contohnya. Ben pun tak ingin menjadi kacang yg lupa pada kulitnya yg melupakan James yg sudah banyak membantunya di masalalu, walaupun James tak tahu sudah menikahi adiknya dan menyakitinya. Mereka pun tetap menjalin hubungan baik walaupun sudah tidak seakrab dulu.


Dan Ben pun cukup disegani serta dihormati di kantornya. Sementara Sally pekerja keras yg mengutamakan kejujuran serta kebenaran. Mereka pun akhirnya bersatu untuk mengungkap beberapa data yg tidak valid. Ben pun menugaskannya menyelidikinya.


Berawal dari tugas tersebut keduanya pun semakin dekat. Terlebih Sally bisa diandalkan dalam mencari orang-orang yg berkhianat pada Ben.


"Kerja bagus Sally." ucap Ben.


"Tentu tuan Ben." ucap Sally.


"Malam ini datanglah ke acara makan malam kantor." ucap Ben.


"Baik tuan, aku akan usahakan datang." ucap Sally.


Dan tibalah acara makan malam perusahaan tersebut, disana nampak Ben beserta Jeny sudah hadir. Ben pun melihat banyak penjilat yg dilaporkan oleh Sally. Mereka nampak menyapanya dengan ramah dan Ben pun hanya membalasnya dengan senyuman.


"Selamat datang tuan.. " sapa mereka.


"Iya, terimakasih.. semoga kalian menikmati makan malam ini." ucap Ben.


Ben pun melihat nampak Sally belum hadir disana. Ben pun meminta Jeny untuk menghubunginya dan menanyakan apakah Sally tidak bisa hadir. Tapi baru Jeny hendak menghubungi, Sally datang dengan penuh percaya diri. Dirinya juga membawa sesuatu yg diminta oleh Ben.

__ADS_1


"Apa perjalananmu aman?" tanya Ben.


"Ya, sedikit ada halangan tapi aku berhasil tiba tepat waktu tuan." ucap Sally.


"Terimakasih sudah hadir." ucap Ben tersenyum menerima sesuatu yg dimintanya.


Lalu Ben pun memulai acara makan malamnya, dan menyampaikan beberapa patah kata pembuka. Dan Ben sengaja menyewa sebuah ruangan khusus untuk makan malam di hotel tersebut.


Setelah mengatakan pembukaan, Ben pun meminta timnya untuk menyalakan layar yg sudah disiapkan. Dan muncullah beberapa gambar dan video tak terduga. Beberapa pengkhianat pun muncul di gambar tersebut dan Sally serta Jeny tersenyum.


"Kerja bagus Sally." ucap Jeny.


"Tentu, ini berkat kerjakerasmu juga." balas Sally tersenyum.


Mereka pun tersenyum sementara para pelaku merasa malu. Dan otomatis pelaku besok harus mengajukan surat pengunduran diri di meja Ben. Setelah itu suasana pun jadi tidak kondusif. Beberapa pelaku pun memilih pergi karena malu. Ben pun bangga akan kerja keras Jeny dan Sally yg berhasil mengungkap ini semua.


"Kerja bagus.." ucap Ben.


"Terimakasih tuan." ucap Jeny.


"Mereka memang pantas menerimanya tuan." balas Sally.


"Iya, mulai sekarang kalian berdua hati-hati.. terutama kau Sally." ucap Ben.


"Baik tuan.." ucap Sally.


Namun, Sally tak kenal takut pun melakukan apa yg menurutnya benar. Dan keesokannya pun beberapa orang yg melakukan pengkhianatan mengajukan pengunduran diri. Dan mereka benar-benar membenci Jeny terutama Sally. Lalu Ben yg begitu kejam pada mereka yg tanpa ampun meminta mereka mengundurkan diri tanpa pesangon.


Mereka yg dendam pun merencakan sesuatu untuk menjebak mantan atasannya dan kedua wanita yg membantunya. Terutama Sally dan Ben yg begitu berani, sementara Jeny lebih berhati-hati dalam bergerak.


Tibalah suatu malam dimana mereka bertiga hendak bertemu kliennya. Tapi ternyata itu hanya tipuan, dan klien pun hanya orang suruhan dari mereka yg membenci Ben dan Sally.


Ben pun agak curiga dari awal karena kliennya terlihat kurang pengalaman. Dan pembicaraan mereka pun berputar-putar. Sementara Jeny pun pemit ke toilet guna menghubungi Dimas dan pengawal lainnya. Jeny yg paham situasinya harus keluar dan mencari bantuan, sementara Sally dan Ben mengatasi mereka berdua.


Sampai datanglah minuman, dan Ben maupun Sally meminumnya demi menghargai kliennya. Dan Jeny masih mencoba menghubungi Dimas tapi tak ada jawaban. Hingga Jeny mencarinya di tempat terdekat. Dan dirinya menemukan Dimas dan timnya tertidur di dalam mobil.


"Dimas..!" panggil Jeny sembari mengetuk jendela mobil.


"Akh.." ucap Dimas terkejut.


"Jeny, ada apa?" tanya Dimas.


"Sepertinya kliennya ini mencurigakan, dan kau tak ada di sekitar tuan." ucap Jeny.


"Ayo kita kesana." ucap Dimas langsung bangkit bersama timnya.


Namun, saat mereka sudah tiba di ruangan tempat Ben dan Sally, mereka hilang.

__ADS_1


"Akh.. dimana tuan Ben..?" ucap Jeny.


"Jeny tanya pelayan atau siapapun.. Kalian cek cctv." perintah Dimas.


Begitulah Jeny dan Dimas beserta timnya mencari Sally dan Ben yg tiba-tiba menghilang tanpa mengatakan apapun. Bahkan mobil mereka pun masih terparkir di tempat parkir, aneh bukan?


Setelah ditelusuri, ternyata mereka pingsan dan dibawa ke suatu tempat oleh sekelompok orang. Dimas pun menemukan jejaknya lewat cctv yg berhasil ia dapatkan dengan susah payah karena pemilik resto tidak mau memberikannya. Dengan sedikit tekanan dari Dimas mereka pun memberikan cctvnya.


Ternyata semuanya adalah rencana seseorang dalam menjebak mereka bertiga. Dimana dimas dan timnya dibuat pingsan di dalam mobil, lalu Sally dan Ben dibawa setelah tak sadarkan diri. Dan Jeny selamat karena memilih pergi mencari bantuan.


Mereka pun malam itu juga mencari Ben serta Sally. Namun, mereka belum juga menemukan jejaknya karena mereka nampaknya mengganti mobilnya.


"Bagaimana ini?" ucap Jeny panik.


"Kau pulang saja, ini adalah tugas kami." ucap Dimas.


"Baiklah, hati-hati.." ucap Jeny.


.


.


.


Keesokannya, Ben dan Sally pun terbangun di sebuah hotel dalam kondisi tak terduga. Dimana keduanya tidur berdua tanpa busana. Ben pun memijit keningnya yg pusing, apalagi melihat kondisi dirinya dan Sally.


"Tuan, apa kita melakukannya?" tanya Sally tak ingat apapun.


"Aku juga tak ingat apapun, tapi yg pasti kita dijebak." ucap Ben.


"Mungkin saat ini foto-foto kita ini sudah tersebar.." ucap Sally memprediksi.


"Sekarang, kita pakai pakaian dan tinggalkan hotel tanpa di ketahui siapapun." ucap Ben.


"Baiklah tuan." ucap Sally menarik nafas.


"Kau tenang saja, aku akan bertanggungjawab." ucao Ben.


Sementara Sally terdiam memikirkan segalanya sembari bersiap keluar kamar. Beruntung, Ben menemukan ponselnya di saku jasnya dan menghubungi Dimas untuk meminta bantuan. Dimas pun tiba dan membantu mereka keluar dengan aman.


.


.


.


Beberapa hari kemudian, kantor dan berita tengah heboh oleh berita yg dimuat. Dan Ben sudah berbicara dengan Sally akan cara mengatasinya. Untungnya Sally menyetujuinya, dan rencana Ben adalah menikahi Sally untuk meredam berita tersebut dan membungkam media yg membuat citranya buruk.

__ADS_1


__ADS_2