Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.66 Diawasi


__ADS_3

Sejak kejadian itu, Lyra pun merasa seperti diawasi. Dan hal itu membuatnya tidak tenang. Sampai berfikir apa dia harus menunda keberangkatannya atau merubah jadwalnya agar tidak ketahuan oleh James.


Dirinya pun berkonsultasi dengan Kenzo masalah keberangkatannya.


"Kau benar, mungkin kita harus merubah jadwal." ucap Kenzo.


"Aku tak mau baj***an itu sampai tahu keberadaanku." ucap Lyra.


"Kabur dari orang yg memiliki kekuasaan itu tidak mudah, tapi percayalah Lyra aku bisa membantumu." ucap Kenzo.


"Terimakasih prof.." ucap Lyra.


"Ya sama-sama." ucap Kenzo.


.


.


Tapi nyatanya James tak tinggal diam dan menyebarkan fitnah pada Kenzo yg telah berselingkuh dengan istri orang. Tentu saja pihak rumah sakit terkejut dan memanggilnya.


"Kenzo, sebagai profesor harusnya kau bisa menjaga image mu." ucap direktur perusahaan.


"Maaf tuan, tapi itu hanya fitnah dan sekarang Lyra sudah bercerai dari suaminya." ucap Kenzo.


"Benarkah? aahh.. dasar mentang-mentang dirinya pemegang saham rumah sakit ini dia jadi seenaknya." ucap direktur tersebut.


"Jadi posisiku aman kan tuan?" tanya Kenzo.


"Sejujurnya aku masih membutuhkanmu, tapi kau juga harus bersiap karena jika mereka ingin kau dipecat aku tak bisa menolongmu." ucap direktur tersebut.


"Terimakasih tuan, aku permisi." ucap Kenzo keluar dari ruangan tersebut.


Kenzo pun tak habis pikir dengan James yg bahkan sampai menggunakan kekuasaannya untuk menjatuhkannya. Dan itupun dengan cara kotor. Kenzo pun masih bisa bersikap santai, karena yg memiliki kekuasaan bukan hanya James seorang.


"Kau pikir hanya kau yg punya kekuasaan? kau salah besar tuan sombong." gumam Kenzo dalam hati.


Kenzo pun melakukan tugasnya sebagai seorang dokter dengan baik. Apalagi dirinya menjadi andalan di rumah sakit tersebut. Hampir semua pasien di rumah sakit yg datang karena penyakit jantung kesana dengan alasan ada prof Kenzo yg terkenal. Tentu saja terkenal karena kemampuannya, dan juga karena wajahnya yg tampan.


Beberapa staf wanita di rumah sakit bahkan mengidolakannya. Dan banyak sekali yg mengajaknya berkencan. Tapi Kenzo hanya melihat satu wanita di sana, yaitu Lyra. Bagaimana pun ini kesempatan terakhirnya untuk mendekati Lyra, walau akan kurang baik bagi imagenya terlebih Lyra tengah hamil.


.


.


.


Sementara itu, sepulang kerja Lyra pergi bersama Santi untuk menemaninya fitting baju pengantin. Dirinya juga ingin mencoba gaunnya yg dipesankan oleh Santi. Atau lebih tepatnya, Santi memaksanya memakai gaun yg diberikan untuknya.


"Lyra duduk dulu ya, aku akan menemui disainernya." ucap Santi.


"Oke." ucap Lyra duduk sembari membaca majalah busana pernikahan.


Dari dalam keluar seorang wanita menyebalkan yg tak lain adalah Bella bersama James.

__ADS_1


"Ckck.. baru saja bercerai sudah mengunjungi tempat ini, nampaknya kau sudah dapat mangsa baru." ucap Bella.


"Kata-kata itu nampaknya cocok untuk suamimu.. aku kemari hanya menemani temanku." balas Lyra.


"Bella.. jaga ucapanmu." ucap James kesal pada Bella.


"Nona Bella bagaimana kandunganmu? dan yg ingin menikah itu aku bukan Lyra." balas Santi dengan memakai gaun pengantin.


"Ck.. aku baik.. kalau begitu kami permisi." ucap Bella malu.


Sementara James menatap Lyra dengan tatapan menyedihkan.


"James.. ! ayo pulang." ucap Bella kesal karena James masih mematung.


"Iya.. " ucap James menurut.


"Bye nona Bella." ucap Santi.


Setelah pergi, Lyra dan Santi pun tertawa.


"Hahaha.. niat ingin menjatuhkanku ternyata kena suaminya sendiri." ucap Lyra.


"Kau memang hebat, sepertinya nyonya Vina mengajarimu dengan benar." ucap Santi.


"Iya, aku terkadang merindukannya tapi sudah tidak bisa bertemu lagi." ucap Lyra.


"Sudahlah, nanti juga kalau takdir bisa bertemu lagi." ucap Santi.


"Lyra, gaunmu sudah jadi.. ayo masuk." ucap Santi.


Mereka pun cukup lama berada disana karena menunggu Dion. Hingga saat dirinya datang, kedua wanita itu menatapnya dengan tajam.


"Ini sudah satu jam.." ucap Lyra.


"Dion.. kau itu niat menikah atau tidak??" tanya Santi kesal.


"Maaf Santi, aku ketiduran." balas Dion.


"Apa??? kau berani sekali ketiduran saat aku menunggumu disini." ucap Santi memukuli Dion dengan majalah yg ada di meja.


Bugh..bugh..


"Santi, sudah hentikan.. nanti wajahnya memar kan jadi jelek saat kalian menikah." ucap Lyra.


"Yasudah, cepat ganti bajumu." ucap Santi.


"Baiklah-baiklah.. " ucap Dion mengambil langkah seribu ke fitting room.


Setelah perdebatan kecil, mereka pun mencoba pakaian pernikahan mereka. Dan Lyra senang melihat mereka berdua yg begitu kompak dan serasi. Walaupun selalu berdebat dan bertengkar.


.


.

__ADS_1


.


Saat keluar dari tempat tersebut, Lyra merasa dirinya sedang diikuti seseorang. Hingga dirinya memutar arah tempat lain. Lyra pun berusaha membuat mereka bingung dan berputar-putar. Hingga Lyra membawa mereka ke jalan kecil dan mereka tersesat. Parahnya mobil mereka masuk gang kecil dan sulit keluar hingga dimarahi oleh warga.


"Hei.. kalau tidak tahu itu bertanya..! bikin jalan mecet saja..!" ucap seorang warga.


"Dasar gara-gara kau aku bisa terlambat kerja tahu.." ucap warga lainnya yg hendak pergi bekerja.


"Ini jalan kecil, harusnya kau pakai mata..!" ucap seorang warga lain.


Anak buah James pun di maki habis-habisan oleh warga. Sementara Lyra tersenyum melaju dengan mobilnya karena hal itu sudah pasti terjadi.


"Selamat menikmati balasanku tuan-tuan.." gumam Lyra.


Lyra pun tiba di apartemennya dengan selamat tanpa ada yg mengikuti. Sementara anak buah James dimarahi habis-habisan oleh tuannya. Begitulah obsesi James dan menyusahkan dirinya sendiri. Bella yg tahu pun tak tahan lagi atas perlakuan suaminya.


"Sayang.. kau ini apa-apaan??" tanya Bella kesal.


"Apa maksudmu?" balas James.


"Kita itu akan menikah, dan sudah menyiapkan segalanya.. kenapa masih mencari mantan istrimu?" tanya Bella.


"Kata siapa?" balas James mengelak.


"Aku tahu semuanya, apa sih yg membuatmu terus mencarinya..? wanita itu sudah membuangmu." ucap Bella.


"Aku ingin memberinya pelajaran." ucap James.


"Kalau hanya pelajaran mudah bukan menghilangkan satu manusia." ucap Bella.


"Ck.. baiklah aku akan berhenti, kau itu benar-benar tak punya hati." ucap James.


"Dengar aku tak segan-segan melenyapkan siapapun yg menggangguku." ucap Bella.


"Ya.. baiklah aku berhenti.. Maafkan aku, jangan pikirkan wanita ja**ng itu lagi." ucap James.


"Oke." balas Bella yg masih kesal.


.


.


.


Beberapa hari kemudian Bella pun mengunjungi rumah sakit untuk memberi undangan pernikahannya dengan James. Hal itu ia lakukan untuk menyakiti Lyra. Tapi responnya justru membuat Bella kesal.


"Selamat ya nona Bella.. tapi aku nampaknya tak bisa datang karena sedang ada shift malam." ucap Lyra.


"Cih, bilang saja kau tak mau melihatku dan James menikah." ucap Bella.


"Memangnya ada untungnya bagiku? kalian menikah 10 kali pun tak ada pengaruhnya dalam hidupku." balas Lyra.


"Ck.. lagipula sekarang kau tidak mendapatkan uang lagi dari James karena sudah bercerai jadi wajar jika kau harus bekerja keras selama hidupmu." cibir Bella.

__ADS_1


"Itu benar, tapi nyawa manusia lebih berharga daripada acara pernikahanmu.. Jadi maaf sekali nona Bella aku tak bisa hadir." ucap Lyra.


Bella pun pergi begitu saja karena kesal. Niatnya memanas-manasi Lyra tapi berujung dengan dirinya sendiri yg kesal.


__ADS_2