
Setelah bertemu cucunya, Vina pun merasa aneh karena dirinya yakin Sammy tak kekurangan apapun dan ayah tiri maupun ibunya bisa dibilang orang mampu. Tapi kenapa cucunya kemana-mana naik taksi? apa cucunya itu tak bisa mengendarai mobil??
Pikirannya pun kemana- mana memikirkan cucunya yg satu itu. Dan jika dipikir-pikir lagi, sejak kecil Vina tak pernah sekalipun bertemu dengan Sammy apalagi memberinya sebuah hadiah. Vina pun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dengan Simon.
"Simon ikut aku." pinta Vina.
"Baik nyonya." balas Simon.
Mereka pun mengunjungi sebuah showroom mobil mewah terkenal. Dan Vina nampak melihat-lihat koleksi terbaru mereka.
"Simon.. menurutmu cucuku akan suka warna hitam disana atau warna biru elektrik ini?" tanya Vina.
"Tuan muda Samuel nampaknya lebih cocok dengan warna biru elektrik ini nyonya.. terlihat keren dan stylish." ucap Simon.
"Benarkah?? " ucap Vina.
"Itu baru pendapatku, mau tanya pendapat mereka?" tunjuk Simon pada pegawai disana.
Vina pun kemudian bertanya pada pegawai disana mengenai selera anak muda yg baru berusia 20 tahunan. Dan rata-rata anak muda akan memilih warna biru elektrik tersebut karena desain dan warnanya.
"Benarkah?? Ohh.. aku harus memberi yg terbaik pada seseorang." ucap Vina.
"Benar nyonya, jika dilihat berdasarkan sosial media, mobil ini banyak diminati anak muda." ucap pegawai disana.
"Oke.. aku mau yg ini.." ucap Vina langsung membeli mobil tersebut.
"Baik nyonya, silahkan ikut kami." ucap pegawai itu senang melihat orang kaya yg langsung membeli mobil mewah tersebut.
Setelah melakukan pembayaran, Vina pun meminta Simon mengurus segalanya. Dan orang tua itu mengerjakannya tentu dengan anak buahnya.
"Simon, kau bereskan mobil ini dan bawa ke villa dulu." ucap Vina.
"Baik nyonya." ucap Simon.
Mobil pun langsung diangkut ke villa miliknya dan Vina tak sabar untuk bertemu cucunya tersebut serta memberikan hadiahnya.
"Cucuku pasti akan senang menerimanya." gumam Vina dalam hati.
Vina pun tak tahu apapun mengenai kecelakaan Sammy, apalagi alasan cucunya tersebut tidak bisa mengendarai mobil. Saat itu Simon hanya menyelidiki latar belakangnya dan tak sampai mengenai insiden kecelakaan yg dialami Sammy.
.
.
.
Sementara Sammy, dirinya menceritakan segalanya pada kedua orangtuanya.
"Jika kau tak masalah papa jadi lega." ucap Kenzo.
"Iya nak, mama bangga padamu." ucap Daphny.
"Iya, nenek bukan orang yg jahat.. walaupun dia punya sedikit ambisi agar aku memegang perusahaan miliknya." ucap Sammy.
"Kau menolaknya?" tanya Kenzo.
"Ayolah pa, aku ingin menjadi dokter.. bukan pebisnis." ucap Sammy.
"Oke.. pertahankan pendirianmu." balas Kenzo tersenyum.
"Tentu pa.." balas Sammy.
"Mama juga tak keberatan sayang.. kau bebas menemuinya.." ucap Daphny.
"Iya ma.." balas Sammy.
"Semuanya lagi pada bahas apa sih kok aku gak diajak?" protes Vio.
"Anak kecil tidak boleh tahu.. ini khusus orang dewasa." ucap Sammy sementara kedua orangtuanya tersenyum.
"Mama.. papa.. memang aku masih kecil?" tanya Vio.
__ADS_1
"Iya nak, nanti juga kau tahu.." ucap Kenzo.
"Benar sayang, nanti kau akan tahu sendiri." ucap Daphny.
"Hu.. semua orang menganggapku anak kecil." ucap Vio cemberut.
"Uuu.. adikku yg satu ini semakin menggemaskan jika cemberut.." ucap Sammy sembari mengacak-acak rambut Vio.
"Kakak..! kan jadi berantakan." ucap Vio.
"Kan tinggal dirapikan lagi." balas Sammy jahil.
"Kak.. nanti aku dikira kumel, kucel.. dasar rese.. !" protes Vio.
Sementara Sammy mengambil langkah seribu untuk kabur sebelum dirinya semakin menggoda adiknya dan membuat Vio kesal. Karena terakhir kali, Sammy benar-benar menjahili adiknya yg selalu bermain ponsel dengan menggantung ponselnya di atas pohon. Entah bagaimana Sammy berhasil mendapatkan ponsel Vio hingga menggantungnya di atas pohon.
Bahkan Vio sampai kesal karena tak bisa mengambilnya pun sampai melemparkan batu ke arah ponselnya hingga retak. Setelah itu mengadu pada papanya sambil menangis. Sammy pun hanya bisa tertawa di kamarnya, lalu mamanya menghukumnya dengan memotong uang jajannya untuk membeli ponsel baru adiknya.
.
.
.
Keesokannya, Sammy pun tak melihat pergerakan dari neneknya. Hingga Sammy melakukan kegiatannya seperti biasa. Dirinya pergi kuliah, lalu belajar atau mengerjakan tugas dan kembali ke rumah. Begitulah hingga 1 bulan lamanya dan Vina kesal karena tak kunjung dihubungi cucunya.
Vina yg sudah berada di negara lain pun bertanya-tanya pada pengawalnya yg berjaga di villa apakah cucunya pernah berkunjung kesana saat dirinya tak ada. Tapi jawabannya membuatnya kesal setengah mati karena cucunya itu jangankan mengunjunginya, menelponnya pun tidak padahal sudah diberi kartu nama.
"Hhhh.. Sikap cueknya itu begitu mirip ayahnya.." gerutu Vina kesal.
"Jika kau tak menghampiriku, maka aku yg akan menghampirimu anak muda.." gerutu Vina lalu mengambil ponselnya.
Dirinya pun meminta anak buahnya untuk mencaritahu nomor telepon cucunya, karena kemarin dirinya lupa menanyakannya. Sementara anak buahnya terkejut mendengarnya. Kini mereka mau tak mau harus mendapatkannya.
Setelah mendapatkannya dengan susah payah, Vina pun menghubungi cucunya, tapi sayang tak kunjung diangkat.
"Samm.. ponselmu.." ucap Davi.
"Nomor tak dikenal, abaikan saja mungkin penipuan jenis baru." ucap Sammy santai.
Sementara Sammy dan Davi pun melanjutkan belajar mereka. Dan ponsel Sammy lagi-lagi berbunyi dan terus berbunyi mengganggu konsentrasi mereka.
"Siapa sih?" gumam Sammy lalu mengangkatnya.
Sammy yg penasaran pun diam menunggu si penelpon bicara. Dan saat mendengar suaranya Sammy nampak tak asing.
"Sammy.." ucap Vina di telepon.
"Iya.." balas Sammy mengingat-ingat.
"Ini nenek.. " ucap Vina mulai kesal.
"Oh.. nenek.." ucap Sammy.
"Ck.. kau ini benar-benar ya.. sebulan ini tak ada menghubungiku." ucap Vina kesal.
"Bukankah nenek akan kembali ke negara nenek?" tanya Sammy.
"Iya benar, tapi minimal kau hubungi aku atau tanyakan kabarku." ucap Vina.
"Oke.. bagaimana kabar nenek?" tanya Sammy.
"Ckk.. kau ini memang ya.." balas Vina kesal.
Sammy pun semakin bingung harus berkata apa karena langsung dimarahi.
"Sammy kau dengar nenek?" tanya Vina karena cucunya tak terdengar lagi suaranya.
"Iya nek." ucap Sammy.
"Minggu ini nenek akan kesana, kau datanglah ke tempat kemarin." ucap Vina.
__ADS_1
"Oke.." balas Sammy.
"Baiklah, awas jika kau tak datang." ancam Vina.
"Tentu nek." ucap Sammy.
Kemudian sambungan telepon pun terputus, dan Davi bingung karena Sammy punya nenek.
"Nenek?" tanya Davi.
"Ya aku punya nenek.." ucap Sammy.
Kemudian Sammy pun menceritakan mengenai ayah kandungnya pada Davi dan Davi mengerti.
.
.
.
Seminggu kemudian, Vina pun datang lagi ke villanya. Dirinya menunggu kedatangan cucunya dan telah menyuruh anak buahnya untuk merapikan hadiah mobil untuk cucunya.
Hingga akhirnya Sammy pun datang sepulang kuliahnya. Dirinya pun disambut hormat oleh penjaga dan langsung masuk ke dalam.
"Cucuku.." sambut Vina hangat dan memeluknya.
"Apa kabar nek?" tanya Sammy.
"Nenek baik.. apalagi bertemu denganmu." ucap Vina.
"Kau sendiri bagaimana nak?" tanya Vina.
"Aku baik, hanya mulai sibuk saja kuliahnya." ucap Sammy.
"Oke.. kau harus semangat belajar dan nenek punya hadiah untukmu." ucap Vina.
"Hadiah? nenek tak perlu repot-repot." ucap Sammy.
"Sudah ikut nenek." ucap Vina menerik tangan cucunya.
Sammy pun mengikuti kemauan neneknya karena tak ingin jadi cucu durhaka. Dirinya pun dibawa ke sebuah taman dan bingung dengan hadiah yg akan di berikan padanya. Hingga sebuah hadiah besar ia lihat di taman tersebut.
"Sayang.. ini hadiah dari nenek.. sejak kecil nenek tak pernah memberimu apapun.. bukalah." ucap Vina.
"Baik nek."
Sammy pun membuka kain yg menutupi hadiah tersebut dan terlihatlah mobil sport berwarna biru elektrik tersebut.
"Tara.. " ucap Vina.
"Ooh.." ucap Sammy.
"Bagaimana nak? kau suka?" tanya Vina.
"Su-suka nek." ucap Sammy bingung harus berkata apa.
"Kuncinya ada di dalam.." ucap Vina sementara Sammy mematung di tempat.
"Nak ada apa? kau tak suka mobilnya? atau mau nenek belikan merk lain yg sesuai keinginanmu.?" tanya Vina.
"Tidak nek.. aku hanya.. ti..tidak bisa mengemudi." ucap Sammy terbata-bata.
"Apa?? kau itu sudah besar nak.. kau harus bisa dan mandiri." ucap Vina.
"Maaf nek, sepertinya aku belum bisa menerimanya." ucap Sammy.
"Baiklah.. " ucap Vina.
"Aku permisi." ucap Sammy.
"Nak, kau mau kemana?" tanya Vina bingung tiba-tiba cucunya pergi begitu saja.
__ADS_1
"Sammy, katakan ada apa?? apa kau marah?" tanya Vina.
"Tidak.. aku tidak enak badan.." ucap Sammy lalu pergi naik taksi meninggalkan Vina yg bingung dengan tingkahnya.