
James pun menunggu Lyra di sekitar rumah sakit. Dirinya tak ingin melihat Lyra berlama-lama dengan laki-laki lain. Hingga Lyra menghubunginya dan James langsung mendekat. Lyra pun melihat mobil James dan menuju ke sana.
Dari kejauhan nampak Kenzo memperhatikan Lyra dan pria yg tak terlihat karena jarak yg cukup jauh. Belum lagi kaca mobil James yg membuat orang lain sulit melihatnya dati luar.
"Bagaimana? apa kau dimarahi?" tanya James.
"Tidak, semua berjalan dengan baik." ucap Lyra.
"Oke.. ayo kita pulang." ucap James.
Mereka pun pulang ke rumah dengan lelah. Dan masih dengan situasi yg sama, dimana James memilih tidur di ranjang Lyra. Hal tersebut membuat Lyra risih, tapi mau diusir pun kamar beserta isinya tersebut milik pria itu. Hingga Lyra tertidur dengan pulas karena lelah. James hanya bisa memandanginya tanpa menyentuhnya sedikitpun sesuai janjinya.
.
.
.
Esoknya James pun sudah kembali bekerja, dirinya disibukkan oleh pekerjaan yg diberikan Ben yg sudah menumpuk. Sambil mengumpat James pun mengerjakannya, lalu dirinya teringat dengan kontrak yg diberikan oleh Camila.
"Ben kau sudah memeriksa kontrak yg diberikan oleh Camila?" tanya James.
"Ya.. kontraknya tak ada yg aneh, justru malah menguntungkan kita dengan menghubungkan kita dengan perusahaan Xx milik keluarga Camila." ucap Ben.
"Menurutmu apakah kita aman jika berhubungan dengan perusahaan tersebut?" tanya James.
"Kurasa akan baik-baik saja, karena kita hanya bertemu saat bekerja. Tapi pendapat anda sendirilah yg paling penting." ucap Ben.
"Tawarannya cukup bagus, dan kakek memang berusaha keras untuk mendapatkan kontrak dengan perusahaan X." ucap James.
"Aku akan ambil Ben.. tapi ingat hati-hati." ucap James.
"Baik tuan." ucap Ben.
Akhirnya James pun menjalin kerja sama dengan perusahaan Camila dengan balasan akan berhubungan langsung dengan perusahaan induk milik kakak Camila. Dan perusahaan induk tersebut adalah yg terbaik di bidangnya, hingga bahkan Robert ingin menjalin kerjasama.
Namun, dibalik sebuah penawaran yg diberikan oleh Camila ternyata ada udang dibalik batu. Itu hanyalah batu loncatan saja agar bisa tetap berhubungan dengan James tanpa dicurigai. Dan siasat demi siasat Camila berjalan dengan baik. Kini dirinya mulai dihormati di perusahaan James. Dan James pun tak terlalu dingin dengannya jika membahas bisnis.
Hubungan James dan Camila pun membaik, dan Camila berusaha sebaik mungkin menyembunyikan perasaannya hingga James merasa nyaman dengannya. Keinginan Camila pun sedikit demi sedikit terwujud. Hanya tinggal menunggu waktu yg tepat dimana James bisa percaya dan luluh padanya.
Strategi yg disusun Camila tergolong rapi, dan dirinya tak ingin buru-buru dalam menjalaninya. Walau waktu yg dibutuhkan tak sebentar tapi Camila tak menyerah demi menjerat James kembali ke pelukannya. Dan dirinya masih yakin kalau James akan meninggalkan Lyra suatu hari.
Semakin hari, project perusahaan mereka pun bertambah besar dan mereka berdua jadi sering bertemu. Camila menunjukkan dirinya yg pintar mengurus segalanya. Dan juga Camila berusaha profesional agar James memercayainya. Semakin sering bertemu membuat keduanya jadi akrab dan tak pernah membahas masa lalu.
.
.
.
Sementara itu, Lyra juga menjalani tahun-tahun beratnya bersama Dion dan Santi. Dirinya perlahan-lahan menerima James, walau pastinya tak mudah karena kesibukan keduanya. Tapi pada akhirnya keduanya selalu menyempatkan waktu saat weekend.
Biasanya mereka akan makan malam, atau James mengajak Lyra jalan-jalan keluar kota jika Lyra bisa mengambil libur. Keduanya semakin akrab, bak pasangan yg sedang berkencan. Mungkin mereka adalah salah satu pasangan halal yg menikah baru berkencan.
Dan keduanya menikmati masa-masa tersebut. Hingga tak terasa beberapa tahun pun berlalu dan Lyra dinyatakan lulus sebagai dokter spesialis, bersama kedua temannya. James sampai datang ke acara kelulusannya dengan membawa sebuket bunga.
Saat dikantor, Camila menemuinya tapi James mengatakan untuk bicara saja pada Ben karena dirinya ada urusan. Dan Camila melihat sebuket bunga yg cantik di meja James.
"Bunga yg cantik.. apakah ini untuk Lyra?" tanya Bella.
"Ya.. begitulah. Maaf kau hari ini bicarakan semua pada Ben.. aku harus pergi." ucap James lalu beranjak membawa bunga tersebut.
__ADS_1
Bella aka Camila menjadi resah dan gelisah. Hatinya begitu perih, melihat bahwa usahanya untuk sampai dititik ini dikalahkan oleh Lyra. Dirinya pun hanya bisa diam dan tak membuat sesuatu yg akan ia sesali seperti dulu. Dirinya mencoba menutupi perasaannya dan menyelesaikan pekerjaannya di kantor James.
"Anda tidak apa nona?" tanya Sandra.
"Tidak, aku tidak baik-baik saja. Lebih baik kau suruh orang untuk mengawasi gadis itu dan James." ucap Bella.
"Baik nona." balas Sandra.
Dan mata-mata Bella pun sudah tahu keberadaan James. Dirinya sedang menghadiri kelulusan Lyra. Dan terlihat dari foto-foto yg dibagikan oleh mata-matanya Lyra tampak bahagia begitu juga dengan James. Bella pun mengepal geram, hingga dirinya melemparkan gelas dihadapannya demi melampiaskan segalanya.
"Sabar nona, ingat rencana anda." ucap Sandra.
"Aku tahu Sandra.. butuh waktu bertahun-tahun untuk sampai di titik ini." ucap Bella.
.
.
.
Sementara itu, Lyra pun tengah merayakan kelulusannya. Disana ada Dion dan Santi juga, mereka hanya melihat Lyra dari kejauhan karena ada James.
"Lihat mereka benar-benar jatuh cinta." ucap Santi.
"Sudah jelas San, pasti sebentar lagi kita punya keponakan." ucap Dion.
"Semoga saja hal baik mendekati Lyra." ucap Santi.
"Ya.. aku juga berharap hal baik mendekati kita." ucap Dion.
"Iya semoga." ucap Santi.
"San kau tak punya kekasih kan?" tanya Dion.
"Menikahlah denganku.." ucap Dion berlutut dengan menyodorkan sebuah cincin.
"Dionn..!! kau gila." ucap Santi marah.
"Apa salahku? aku hanya melamarmu." ucap Dion.
"Padahal kau tahu prinsipku." ucap Santi.
"Ya.. aku juga tahu hatimu takkan menolakku." ucap Dion.
"Aku menolakmu.. aku masih ingin jadi temanmu." ucap Santi lalu pergi.
"San.. tunggu San.. " ucap Dion mengejarnya.
.
.
.
Sementara pasangan utamanya tengah berbicara santai.
"Selamat Lyra atas kelulusanmu." ucap James.
"Terimakasih." ucap Lyra.
"Mom hari ini tak bisa datang, begitu juga dengan kakek." ucap James.
__ADS_1
"Iya aku tahu.. mereka juga menyampaikannya lewat telepon." ucap Lyra.
"Lyra.. apakah masih jauh perjalanan hubungan kita?" tanya James.
"Tentu saja.. kita kan baru memulainya." ucap Lyra.
"Kenapa kau mau ini berakhir?" tanya Lyra.
"Tidak, aku hanya mencintaimu." ucap James membuat Lyra memerah pipinya.
"Kau yakin?" tanya Lyra.
"Ya.. aku yakin." ucap James.
"Aku akan mencaritahu tentang isi hatiku sendiri, karena belum bisa membalasmu." ucap Lyra.
"Aku kurang apa, aku tampan, kaya, sukses, tubuhku atletis.. jawab?" tanya James.
"Artis korea juga begitu tapi aku tak mencintai mereka." balas Lyra.
"Lyra ayolah.. katakan aku mencintaimu." pinta James.
"Baiklah, aku mencintaimu." ucap Lyra.
"Itu baru benar." ucap James memeluknya.
"Ini tempat umum.. Hentikan." ucap Lyra.
"Sebentar saja." ucap James.
Dan dari kejauhan, nampak Kenzo melihat momen tersebut. Hatinya seketika patah hati, bak bunga layu sebelum berkembang. Sebuket bunga yg sudah ia siapkan untuk diberikan pada Lyra pun menjadi tak berguna dan berakhir di tempat sampah.
"Pupus sudah.. aku tak ada harapan." gumam Kenzo dalam hati.
.
.
.
Sementara itu, James pun mengantar Lyra pulang ke rumah. Lalu dirinya kembali ke kantor hingga larut malam. Tapi sebelum pergi, James berpamitan pada Lyra.
"Aku pergi dulu Lyra." ucap James.
"Ya.. hati-hati." balas Lyra.
James pun mengelus rambutnya dan memeluknya erat.
"Kau kan nanti pulang.. " ucap Lyra.
"Suka-suka aku, kau kan istriku.." ucap James hingga tak tahan lagi mengecup bi**r Lyra.
"Akh.. kau ini." ucap Lyra.
"Kita tidak berdosa kok.. bahkan bisa melakukan lebih." goda James.
Plakkk.. Lyra pun memukul lengannya.
"Sudah sana bekerja." ucap Lyra.
"Baiklah-baiklah kau itu kasar sekali.." balas James tersenyum.
__ADS_1
Tapi sepertinya keadaannya akan sangat berbeda dari yg mereka berdua harapkan. Dimana Bella tengah melakukan misi utamanya. Dan malam ini, mereka akan melakukan makan malam bersama dengan kedua tim dari masing-masing perusahaan.
"Sandra, pastikan malam ini James takkan meninggalkanku." ucap Bella.