
Hari-hari pun berlalu dan Sammy sudah tak pernah membahas soal papanya. Namun, bocah itu kerap merasa sedih setiap teman sekolahnya dijemput oleh papanya atau saat teman-temannya menceritakan betapa hebat papanya.
"Papa ku seorang polisi, dia selalu menangkap penjahat.."
"Papaku bekerja di kantor tapi kami selalu jalan-jalan setiap akhir pekan."
"Kalau daddy ku seorang pengacara, aku tak tahu apa itu pengacara tapi dia hebat.."
"Sammy, kalau papamu?" tanya seorang temannya.
"Papaku.. aku.." ucap Sammy malu.
"Sammy tidak punya papa ya?" tanya temannya.
"Sammy tidak punya papa, Sammy tidak punya papa.. yeyeye.." ejek anak-anak lain.
"Aku punya papa, dia seorang dokter hebat..!" balas Sammy tak mau kalah.
"Oh ya, tapi dia tak pernah menjemputmu."
"Dia itu selalu sibuk tahu." balas Sammy.
"Sammy bohong.. Sammy bohong.. kata bu guru papamu sudah meninggal." ucap salah seorang.
"Aku punya papa.. pokoknya aku punya papa.. Titik..!" ucap bocah itu lalu berlari menuju ke taman yg sepi.
Bocah itu pun menangis sendirian dan tak bisa menghubungi mamanya karena tahu mamanya masih bekerja. Dan lagi Sammy tak mengerti ucapan mamanya soal menikah. Dirinya pun bersembunyi hingga pelajaran selesai dan para guru sibuk mencarinya.
"Kalian tahu dimana Sammy?" tanya guru mereka.
"Tidak bu.." balas mereka semua.
"Apa yg terjadi pada Sammy? kalian harus jujur atau kalian semua tidak boleh pulang." ucap guru tersebut.
"Sammy, dia marah karena mereka bilang Sammy tidak punya papa." ucap salah seorang.
"Kalian tidak boleh berkata begitu, itu bukan kemauan Sammy tapi namanya takdir. Cepat cari Sammy dan minta maaf, atau ibu guru takkan memperbolehkan kalian pulang." ucap sang guru.
"Baik bu.." ucap mereka serempak.
Anak-anak itupun mencari Sammy di semua tempat dan akhirnya bu guru tersebut menemukan Sammy di ruang musik. Sammy nampak tertidur disana dengan mata sembab.
Bu guru pun menghubungi Daphny dan memintanya untuk menjemput Sammy karena kejadian hari ini. Semua murid juga sudah meminta maaf pada Sammy karena sudah berkata tidak baik.
Daphny yg dihubungi pun langsung bergegas menuju ke sekolah Sammy. Dirinya pun mengendarai mobil secepatnya agar tiba di sekolah tersebut. Setelah sampai, nampak Daphny disambut oleh wali kelas Sammy dan menceritakan semua kejadiannya.
Daphny pun merasa sedih karena anaknya sampai dirundung karena tidak punya papa. Sosok papa yg waktu itu ia tanyakan pun membuat Daphny begitu terpukul karena putranya sampai menerima hal ini. Lalu Daphny mendatangi putranya yg berada di taman bermain bersama guru lain yg mengawasinya.
"Sammy.." panggil Daphny.
"Mamaa.." balas bocah itu berlari ke pelukan Daphny.
"Mama maaf.. Sammy nakal hari ini." ucap Sammy.
"Tidak, Sammy tidak nakal,." ucap Daphny.
"Sammy kabur dan tidak ikut pelajaran. Sammy tidur di ruang musik." ucap Sammy jujur.
"Sesekali bolos kelas juga tidak apa, ayo sekarang Sammy pulang." ucap Daphny.
__ADS_1
"Mama tidak marah?" tanya Sammy.
"Tidak sayang, ayo kita pulang." ucap Daphny.
Sammy pun tersenyum karena mamanya tidak marah padanya. Awalnya Sammy takut kalau akan dimarahi karena membolos dan bersembunyi saat jam pelajaran. Tapi karena Daphny mengajarinya untuk tidak boleh berbohong, bocah itu pun berkata jujur walau sejujurnya dia sangat takut dimarahi.
Sepanjang perjalanan pulang, Sammy pun terdiam tak seperti biasanya. Hal itu membuat Daphny takut kalau psikis anaknya terguncang karena rundungan.
"Sammy mau es krim?" tanya Daphny.
"Mau.." ucap Sammy.
"Oke.. let's go.." ucap Daphny mengajaknya pergi makan es krim.
"Mama tidak kerja?" tanya Sammy.
"Mama juga mau bolos.. memangnya Sammy saja yg bisa.." balas Daphny tersenyum.
"Yeayyy.. bolos sama mama." ucap Sammy.
Keduanya pun berjalan-jalan dan makan es krim. Lalu pergi ke tempat bermain anak-anak dan menghabiskan waktu bersama seharian. Daphny ingin menghibur Sammy hari itu agar putranya tidak terganggu psikisnya karena rundungan teman-temannya.
Bocah itupun berlarian kesana kemari dan sangat bahagia bisa bermain bersama mamanya yg selalu sibuk bekerja. Dan Daphny menyadarinya kalau Sammy kadang butuh dirinya juga walaupun Daphny selalu meluangkan waktu setiap libur bekerja.
Melihat putranya bahagia, membuat Daphny bahagia sekaligus lega. Mungkin perlahan-lahan Daphny akan bertanya soal papa pada Sammy saat anak itu sudah tenang.
"Mama..Sammy suka mama bolos.." ucap bocah polos itu.
"Iya.. mama juga suka.. jadi nikmati saja hari ini karena kita sudah bolos." ucap Daphny.
"Besok kita boleh bolos?" tanya Sammy.
"Tidak boleh.. cuma hari ini saja, dan kita bisa bermain lagi saat mama libur." ucap Daphny.
"Oke janji." ucap Daphny.
Setelah membuat Sammy senang, Daphny pun mengajaknya pulang. Dirinya melihat anaknya itu sudah kelelahan. Bahkan sebelum tidur Daphny menyempatkan untuk bicara pada Sammy.
"Sayang, tadi di sekolah kenapa Sammy bolos? coba jujur ke mama." tanya Daphny.
"Sammy diejek karena tidak punya papa." ucap Sammy sedih.
"Sammy bukan tidak punya papa, tapi papa Sammy sudah tiada." ucap Daphny.
"Oh begitu, tapi Sammy bilang kalau Sammy punya papa seorang dokter hebat." ucap Sammy.
"Maksudnya uncle Kenzo?" tanya Daphny.
"Iya.. mama tidak marah kan?" balas Sammy.
"Tidak, mama tidak marah." ucap Daphny.
"Hmm.. mama boleh tidak uncle Kenzo pura-pura jadi papa Sammy." ucap Sammy.
"Kamu belajar kata "pura-pura" dari siapa?" tanya Daphny.
"Dari film.. boleh ya ma.." ucap Sammy.
"Nanti mama tanyakan dulu, uncle bisa atau tidak." ucap Daphny tersenyum.
__ADS_1
"Oke.. terimakasih mama." ucap Sammy.
"Sekarang Sammy tidur ya sudah malam." ucap Daphny.
"Iya.. selamat malam mama." ucap Sammy.
Setelah mendengar ungkapan Sammy yg butuh sosok papa, membuat Daphny berpikir apakah dirinya terlalu egois selama ini? Tapi tak mungkin juga dirinya menghubungi James yg bisa mengacaukan ketenangan hidupnya. Lalu apakah Daphny akan menerima Kenzo? rasanya Daphny masih belum siap untuk hal itu.
Dan esoknya Daphny pun berbicara pada Kenzo masalah Sammy. Kenzo pun bersedia membantunya, jangankan membantu, menikahi Daphny saat itu juga Kenzo sangat siap.
"Jangankan pura-pura, jadi papanya betulan juga aku siap." balas Kenzo.
"Kau masih tak menyerah?" tanya Daphny.
"Aku pernah bilang kan, tak ada kata menyerah dalam kamus hidupku." ucap Kenzo.
"Aku akan memikirkannya." ucap Daphny membuat Kenzo sedikit berharap.
"Benarkah?" tanya Kenzo.
"Ya.. karena Sammy butuh sosok papa." ucap Daphny.
"Oke.. kalau begitu sebagai gantinya kau harus kencan denganku jika aku menjemput Sammy." ucap Kenzo.
"Oke.. asalkan putraku senang." ucap Daphny.
"Kau juga harus belajar menyukaiku kalau begitu." ucap Kenzo tersenyum penuh kemenangan.
"Aku tak janji." balas Daphny.
"Ya aku akan membuatmu menyukaiku." balas Kenzo.
Penantian Kenzo selama bertahun-tahun pun akhirnya membuka jalan baginya untuk bersama Daphny. Pelan tapi pasti Daphny sudah memberinya kesempatan itu melalui Sammy. Kenzo pun sadar sulit bagi Daphny membuka hatinya karena luka yg didapatkan dari masa lalu.
Tapi itu akan menjadikan dirinya sebagai pria yg akan membahagiakan Daphny dan Sammy. Dan membuat keduanya bahagia jika hidup bersamanya kelak.
.
.
.
Kenzo pun memenuhi janjinya dengan menjemput Sammy di sekolah. Dan hal itu membuat bocah tersebut kegirangan dan bisa pamer ke teman-temannya.
"Papa.." teriak Sammy.
"Sammy.. ayo pulang sama papa hari ini. Maaf ya selama ini papa sibuk bekerja." balas Kenzo.
Setelah teman-temannya melihatnya, Sammy pun tersenyum dengan Kenzo di dalam mobil. Keduanya pun tos dan merasakan kemenangan karena sudah membuat teman-temannya percaya.
"Terimakasih uncle." ucap Sammy.
"Sama-sama. Jangankan jadi papa bohongan, jadi papa sungguhan juga uncle bisa." ucap Kenzo.
"Benarkah? tapi kata mama kalian harus menikah, dan Sammy tak mengerti." ucap Sammy.
"Sammy tak harus mengerti sekarang, pokoknya uncle akan menjadi papa Sammy." ucap Kenzo.
"Yeayyy.. aku punya papa.." ucap Sammy bahagia.
__ADS_1
Kenzo pun senang melihat tawa bahagia bocah tersebut. Dan juga dirinya sedikit demi sedikit bisa mengambil hati ibunya bak sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
"Ayo Kenzo sedikit lagi." gumam Kenzo dalam hati.