Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.80 Samuel Ivander


__ADS_3

Setelah memikirkan nama bayi yg tepat akhirnya Daphny pun memberinya nama Samuel Ivander. Dan dirinya takkan memberitahu anaknya siapa ayahnya sampai anaknya itu dewasa dan bisa memahami keadaannya. Dan Daphny juga takkan pernah memberikan nama Clinton pada putranya tersebut.


"Jadi namanya adalah Samuel Ivander." ucap Daphny.


"Nama yg bagus." ucap Ben.


"Ya.. hallo Sammy.." ucap Kenzo.


"Wah.. namamu adalah Sammy.." ucap Santi.


"Hai Sammy.. " ucap Dion.


Mereka pun bahagia melihat anak Daphny dan juga mendengar nama bayi tersebut. Dan saat pulang dari rumah sakit, mereka pun mengadakan acara kecil-kecilan di rumah Ben. Disana mereka berkumpul dan makan bersama. Ben pun tak keberatan karena ketiga orang tersebut selalu membantu adiknya.


Juga Laura kakak dari Kenzo ikut datang ke acara sederhana tersebut. Mereka pun memberi selamat pada Daphny dan juga mendoakan kesehatan putranya. Semua pun nampak bahagia hari itu.


.


.


.


Dion dan Santi pun pindah ke Singapura untuk menghilangkan jejak kalau mereka tahu bahwa Lyra masih hidup. Mereka pun memilih mentap di Singapura karena kebetulan keluarga mereka mengijinkannya. Dan Dion mendapat tugas untuk bekerja di rumah sakit milik keluarganya.


Mereka pun tinggal di apartemen dekat dengan rumah sakit tempat Dion bekerja. Dan Santi juga akan bekerja disana. Sementara Daphny, dirinya akan mulai bekerja setelah anaknya berusia 6 bulan.


Berat rasanya meninggalkan anaknya, tapi Daphny harus bekerja dan tak ingin membebani kakaknya. Tentu saja Kenzo yg merekomendasikan Daphny pada rumah sakit tempatnya bekerja.


"Kau yakin ingin bekerja kembali?" tanya Ben.


"Iya kak, setelah Sammy berusia 6 bulan." ucap Daphny.


"Baiklah jika itu maumu, kita bisa sewa pengasuh." ucap Ben.


"Terimakasih kak, aku juga ingin hidup mandiri." ucap Daphny.


"Ya.. lakukanlah apa yg ingin kau lakukan." ucap Ben tersenyum.


.


.


.


Sementara Kenzo, mulai melancarkan aksinya mendekati Daphny secara terang-terangan. Dirinya selalu mengantar jemput Daphny, dan sering memberinya hadiah. Seperti saat ini mereka sedang makan malam bersama di sebuah resto.


"Kenzo, kau masih belum menyerah rupanya." ucap Daphny.


"Menyerah hampir tak ada dalam kamus hidupku." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Lalu apa kau pikir Sammy akan menerimamu?" tanya Daphny.


"Akan kucoba." ucap Kenzo.


"Kau tidak malu aku kan seorang single mom.?" tanya Daphny.


" Tapi kau wanita berkualitas dimataku." ucap Kenzo.


"Kau itu bisa saja." ucap Daphny.


"Aku serius.. aku akan langsung menikahimu jika kau mau." ucap Kenzo.


"Kenzo.. apa tak ada wanita lain lagi di dunia ini?" tanya Daphny.


"Tidak ada.. sayangnya aku hanya menatapmu seorang." ucap Kenzo.


"Lalu pelayan tadi?" tanya Daphny.


"Hahaha.. memangnya kalau kita sedang bicara tidak boleh menatap lawan bicaranya.. Aku juga setiap hari menatap pasienku.. tapi aku tidak mencintai mereka." ucap Krnzo.


"Oke.. aku akan memikirkannya.. Dan Sammy juga punya peran dalam hal ini." ucap Daphny.


"Tentu saja aku akan jadi ayah yg baik untuknya." ucap Kenzo.


"Kau itu belum diterima, jangan ge-er.." ucap Daphny.


"Baiklah aku harus membuat diriku diterima." ucap Kenzo.


"Tidak mudah, tapi bukan hal mustahil." ucap Kenzo.


"Cobalah akur dengannya." ucap Daphnya.


"Akan aku usahakan." ucap Kenzo.


Mereka pun menikmati makan malam mereka. Dan pulang tepat waktu karena Daphny mengkhawatirkan putranya di rumah walaupun sudah ada pengasuh.


Ketika mereka sudah sampai dirumah, Daphny pun terkejut karena suhu tubuh putranya tinggi. Sammy sedang demam tinggi dan terus menangis. Daphny pun memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya mereka datang ke rumah sakit.


Malam itu juga Daphny dan Kenzo membawa Sammy datang ke rumah sakit. Dan dokter telah bersiap setelah mendapat telepon dari Kenzo. Saat datang Sammy langsung mendapatkan perawatan intensif. Dan Kenzo sudah menjamin segalanya.


Suhu tubuh Sammy pun mulai menurun dan Daphny semalaman menjaganya disana ditemani Kenzo. Ben yg tengah berada di Indonesia pun khawatir tapi tak bisa meninggalkan pekerjaannya.


Begitulah Sammy akhirnya dirawat selama beberapa hari dirumah sakit. Hingga tubuhnya berangsur-angsur membaik dan besok sudah diperbolehkan pulang.


Tapi kabar buruk datang karena James tiba di rumah sakit tersebut. Dirinya membawa putrinya Wendy, karena sebuah penyakit. Daphny pun tak tahu akan kedatangan James.


Sementara Kenzo, dirinya juga baru tahu setelah melihat James di depan reseptionis. Lalu Kenzo pun bertanya setelah James pergi, ternyata James sedang membawa anaknya untuk menjalani pengobatan disini. Dan kamar anaknya berada di sebelah kamar Sammy. Hal itu membuat Kenzo harus cepat membawa Daphny dan Sammy keluar dari rumah sakit.


Kebetulan saat itu, Daphny sedang pergi ke toilet saat anaknya sedang tertidur, dan dirinya melewati kamar anaknya James. James pun sekilas melihat bayangan wanita. Namun tak berapa lama dirinya teringat Lyra karena wanita itu sangat mirip mantan istrinya tersebut.

__ADS_1


James pun keluar dari ruangan putrinya dan ingin mencari wanita tersebut. Tapi dirinya mendengar sebuah tangisan bayi dari kamar sebelahnya. James pun merasa tak tega dan melihat kamar bayi tersebut yg ternyata sedang tak ada yg menjaganya.


James pun ke kamar tersebut dan melihat kondisi bayi tersebut. Sungguh dirinya tak tega dan memencet tombol darurat untuk memanggil dokter.


"Siapa orangtuanya yg tega meninggalkan anaknya begitu saja." ucap James kesal lalu menekan tombol darurat.


Lalu Daphny pun ingin kembali karena mendengar sepertinya anaknya menangis. Saat hendak menuju ke kamar anaknya, tangan Daphny pun ditarik oleh Kenzo.


"Ssttt.." ucap Kenzo.


"Ada apa?" tanya Daphny berbisik.


"Ada James.. " ucap Kenzo.


"Dimana?" tanya Daphny panik.


"Dia menuju ke kamar Sammy." ucap Kenzo.


"Apa? bagaimana ini?" tanya Daphny.


"Dia sepertinya kesana karena Sammy menangis. Dan dia nampaknya menekan tombol untuk memanggi dokter." ucap Kenzo.


"Tunggu sampai James keluar." ucap Kenzo.


"Oke." ucap Daphny.


Setelah dokter datang dan memeriksanya, James pun sempat menunggu. Tapi dokter menyuruhnya keluar karena bukan wali dari bayi tersebut. Dan dokter menunggu orangtua si bayi. Setelah James keluar dan kembali ke kamar putrinya, barulah Daphny masuk ke kamar putranya.


Dirinya bersama Kenzo pun masuk dan mendengar penjelasan dari dokter. Daphny pun meminta maaf karena meninggalkan putranya untuk pergi ke toilet. Tapi dokter tersebut berkata kalau putranya sudah bisa dibawa pulang, karena kondisinya membaik. Tadi anaknya itu cuma haus saja, dan tak ada gejala apapun. Daphny pun berterimakasih dan dirinya langsung membawa putranya pulang ke rumah.


Daphny pun harus pergi secepatnya sebelum bertemu dengan James yg akan membuat kehidupannya kembali rumit. Kenzo pun membantunya hingga prosesnya berjalan lebih cepat. Dan Daphny perlahan-lahan membawa putranya keluar kamar. Dirinya juga memakai masker dan menutupi kepalanya dengan topi.


Lalu Daphny segera membawa anaknya pulang sebelum James melihatnya. Dirinya sungguh takut pria itu datang dan mengacaukan hidupnya yg sudah tenang di negara tersebut.


"Kenzo terimakasih.. aku akan langsung pulang." ucap Daphny.


"Ya.. cepatlah." ucap Kenzo.


Tepat setelah Daphny keluar dari rumah sakit tersebut, James pun muncul dan melihat Kenzo.


"Kenapa kau itu ada dimana-mana?" tanyanya kesal.


"Yah, kalau orang hebat itu selalu dibutuhkan dimanapun." balas Kenzo.


"Ck.. menyebalkan, padahal aku sudah jauh-jauh kemari agar tidak melihat wajahmu." ucap James.


"Harusnya aku yg mengatakan itu, setelah rumor yg disebarkan oleh istrimu itu." ucap Kenzo.


"Dia bukan istriku lagi." ucap James.

__ADS_1


"Dan itu bukan urusanku." balas Kenzo lalu pergi meninggalkan James.


__ADS_2