Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.85 Munculnya Fero


__ADS_3

Setelah kejadian itu baik Ben maupun Kenzo memperketat keamanan Daphny. Mereka pun memantau James dari jauh lewat beberapa orang suruhan mereka. Dan Daphny pun jadi lebih hati-hati sejak kejadian tersebut. Untungnya James hanya beberapa hari di negara tersebut karena urusan pekerjaan.


Dan beberapa hari setelah kepergiannya Daphny kembali seperti semula. Karena dipastikan James sudah meninggalkan negara tersebut.


Tapi ada satu yg membuat Kenzo gusar, kedatangan seorang dokter dari Indonesia. Bukan hanya itu dia adalah kakak kelas Daphny di kampusnya yg merupakan mantan kekasihnya. Info tersebut diperoleh Kenzo dari Dion.


"Ck.. ada-ada saja.. padahal hidup kami baru saja mulai tenang." ucap Kenzo.


"Maaf prof, atas informasi ini.. tapi kita harus menjaga Daphny dari siapapun yg mengenalnya di masalalu." ucap Dion.


"Baiklah." ucap Kenzo.


"Haruskan Daphny pindah ke rumah sakit kami?" tanya Dion.


"Nampaknya sulit karena posisinya saat ini penting di rumah sakit kami." balas Kenzo.


"Berarti aku harus menemui Fero." ucap Dion.


"Serahkan padaku.. nanti aku akan bicara dengannya." ucap Kenzo tak ingin pria itu asal masuk ke kehidupan Daphny yg damai.


"Baiklah.. semoga semua tetap dalam kondisi aman." ucap Dion.


Keesokan harinya tibalah Fero sang dokter baru di rumah sakit tersebut. Paras tampannya membuat para wanita heboh. Dan untungnya Fero ada di divisi lain membuat Kenzo lega. Walaupun dirinya harus memperingati Fero.


Daphny yg tahu semuanya pun langsung muncul dihadapannya dan membuat Fero hampir tak percaya akan apa yg dilihatnya.


"Lyra kau kah itu?" tanya Fero.


"Lebih baik kita bicara di atap." ucap Daphny.


"Ya kita harus bicara bertiga." ucap Kenzo.


"Tapi kau siapa?" tanya Fero.


"Ikut saja.. jangan protes." ucap Kenzo.


Mereka pun berkumpul di atap dan bicara mengenai rahasia Daphny. Disana Kenzo pun memerhatikan sekitar juga dan mendengarkan mereka. Sementara Daphny mulai bercerita.


"Syukurlah kau masih hidup." ucap Fero.


"Ya.. ini adalah kesempatan keduaku untuk hidup. Aku hidup sebagai Daphny Ivander, dan kumohon kau jangan beritahu pada siapapun kalau aku masih hidup." ucap Daphny.


"Baiklah jika itu yg kau minta." ucap Fero.


"Baguslah senior jika kau mengerti. Lyra sudah tiada dan sekarang hanya ada Daphny Ivander." ucap Daphny.


"Aku mengerti, bagaimana kabarmu?" tanya Fero.


"Aku baik-baik saja.." ucap Daphny.


"Kau tak penasaran kabarku?" tanya Fero.

__ADS_1


"Tidak, karena dekat denganmu bisa menyeretku dalam masalah. Ups maaf kalau ucapanku kelewatan." ucap Daphny.


"Maaf atas perlakuan ibuku padamu yg masih menyakitimu. Aku akan berhati-hati." ucap Fero.


"Dan jangan lupakan aku, aku juga tahu semuanya makanya berada disini. Aku juga ingin memastikan kalau kau tutup mulut atau aku akan mengirimmu ke kutub utara untuk meneliti para hewan disana." ucap Kenzo.


"Aku bukan orang yg bisa berkata sembarangan." ucap Fero.


"Bagus, kalau begitu satu lagi fakta yg harus kau tahu.. Kami akan menikah jadi kuharap kau tidak macam-macam pada rahasia Daphny." ucap Kenzo.


"Baik aku mengerti." ucap Fero.


"Oh iya, kuharap kau merahasiakan ini dari Candy.. kau tahu kan wanita itu begitu membenciku." ucap Daphny.


"Baik.." ucap Fero.


"Terimakasih atas kerjasamanya." ucap Daphny.


"Ayo Daphny kita turun, kita mau sarapan apa pagi ini?" tanya Kenzo.


"Sandwich kelihatannya enak." ucap Daphny turun bersama Kenzo.


Sementara Fero terdiam dengan semua fakta yg ia terima barusan. Padahal baru saja dirinya senang bisa melihat Lyra lagi, tapi muncul fakta baru yg membuatnya harus kembali kecewa.


"Bahkan saat aku bertemu kembali dengannya semuanya tetap berbeda. Dan takkan pernah kembali sama seperti dulu." gumam Fero dalam hatinya.


Fero pun kembali menelan pil pahit karena orang yg ia cintai hadir lagi di hidupnya tapi tetap tak bisa bersamanya. Yg lebih sakit lagi, bahkan wanita itu sudah bersama pria lain. Tapi sebagai lelaki sejati dirinya memegang ucapannya untuk merahasiakan tentang rahasia Lyra tersebut.


Semua yg terjadi adalah ulah ibunya Ningsih, yg selalu membeda-bedakan pertemanan Fero. Hingga bahkan putranya itu menderita karena ulah ibunya. Sementara Candy masih terus mengejar cinta Fero walau terus-terusan mengalami penolakan hingga Fero kabur ke negara ini.


Disisi lain Kenzo pun masih gusar walaupun sudah memperingati Fero. Dirinya takut kalau orang terdekat Fero atau orang yg mengenal Lyra tahu kalau Lyra masih hidup. Dirinya juga selalu waspada dan mengawasi Fero beberapa hari terakhir.


Sementara Fero dirinya mulai menerima kenyataan kalau Daphny bukan jodohnya. Dan menjalani hidupnya dengan tenang disini tanpa campur tangan ibunya Ningsih.


Suatu hari, Daphny sedang libur dan dirinya bisa mengajak Sammy jalan-jalan dan pergi ke manapun Sammy inginkan.


"Mama, Sammy mau ke area bermain, makan pizza, es krim, pokoknya main sama mama sampai puas." ucap Sammy dengan polosnya.


"Oke.. deal.." ucap Daphny.


"Deal.." ucap Sammy.


"Yeaaaayyyy... main sama mama.." teriak bocah itu bahagia.


"Uncle Kenzo juga akan ikut.." ucap Daphny.


"Horee...!" sorak Sammy bahagia.


Daphny pun tersenyum melihat putranya itu begitu bahagia mendengar kalau mereka akan pergi dan bermain bersama. Dan Kenzo pun tiba menjemput mereka membuat Sammy semakin bahagia.


Mereka pergi ke sebuah pusat arena bermain anak yg populer. Disana Sammy bisa puas main apa saja yg ia mau. Dan juga tempatnya cukup aman bagi anak-anak membuat Daphny senang.

__ADS_1


Seperti biasa Sammy akan berlarian, dan Kenzo mengejarnya. Dan Daphny hanya mengikuti mereka dari belakang. Bocah itupun begitu bahagia, dan bermain disana sepuasnya. Hadirnya Kenzo pun membuat Sammy lebih percaya diri dan bisa bercerita apa saja pada Kenzo layaknya papanya.


Setelah puas bermain, Daphny pun mengajak mereka makan pizza sesuai keinginan Sammy dan hal itu membuatnya sangat bahagia. Keluarga yg utuh dan quality time merupakan hal yg diinginkan bagi setiap anak.


Saat sedang asik makan, di sudut meja lain ada Fero sedang bersama Candy yg baru saja tiba.


"Kenapa kakak pergi tanpa bicara denganku?" tanya Candy.


"Aku butuh ketenangan, kau tahu kan ibuku sudah seperti petugas keamanan yg berjaga 1x24 jam.. dan kau juga terlalu posesif membuatku tak nyaman." ucap Fero.


"Kak.. kau tahu kan aku mencintaimu dan menunggumu selama ini." ucap Candy.


"Ya aku tahu, tapi cinta tak bisa dipaksakan. Kuharap kau mengerti." ucap Candy.


Candy pun membuang padangan karena kesal atas ucapan Fero. Dirinya melihat Lyra tengah asik makan dengan seorang anak kecil dan seorang pria.


"Itu Lyra kan.." tunjuk Candy.


"Mungkin hanya mirip." ucap Fero.


"Ayo kita pergi.." ajak Fero.


"Tapi aku mengenalinya." ucap Candy.


"Lalu urusanmu dengannya apa? kalaupun dia Lyra dia sudah menikah dan memiliki anak. Tak ada hubungannya dengan kita." ucap Fero.


"Aku akan menghampirinya." ucap Candy.


"Can tunggu." ucap Ferro.


Tapi Candy terus berjalan menuju ke meja Lyra dan menyapanya.


"Lyra.." ucapnya.


Daphny pun terdiam dan menatap Candy. Daphny berhasil meyembunyikan wajah terkejutnya dan membuat ekspresi bingung.


"Maaf, siapa Lyra?" tanya Daphny.


"Kau Lyra kan?" tanya Candy.


"Bukan, aku Daphny.." ucap Daphny.


"Daphny?? " ucap Candy.


"Ada apa nona? dia istriku Daphny." ucap Kenzo.


"Maaf sepertinya aku salah lihat, wajah istri anda mirip teman lamaku." ucap Candy.


"Candy sudah kubilang bukan kan.. maaf atas ketidaknyamanannya." ucap Fero lalu menarik Candy pergi.


"Sepertinya mereka hanya mirip." ucap Candy.

__ADS_1


"Aku bilang juga apa, jangan asal memanggil nanti kau malu sendiri." ucap Fero.


"Maaf kak." ucap Candy menyesal.


__ADS_2