
Setelah 1 minggu, Robert pun dipindahkan ke rumah sakit lain setelah kondisinya membaik. Simon sudah mempersiapkan segalanya dengan matang tanpa diketahui oleh siapapun.
"Paman, jaga baik-baik kakek.. jangan biarkan siapapun termasuk orang-orang Bella tahu dimana keberadaannya." ucap Lyra.
"Tentu nona.. aku takkan membuat perjuanganmu dan tim dokter sia-sia disini." ucap Simon.
Simon yg tahu fakta bahwa Lyra sampai membuat perjanjian damai pun kesal, tapi apa yg dilakukannya sudah benar. Bahwa nyawa tuannya saat itu dalam bahaya, hingga dirinya harus mengambil langkah tegas walaupun akan menyakitinya. Simon hanya berharap James mampu mengalahkan Bella hingga pernikahannya bisa terus berjalan.
.
.
.
Sebuah helikopter pun tiba di atap dan menjemput Robert. Lyra beserta Kenzo pun mengantarkannya dengan aman dan menjelaskan segalanya pada dokter yg menjemput Robert. Setelah itu mereka terbang entah ke negara mana tapi yg jelas sebuah tempat yg aman untuk Robert memulihkan diri.
Sementara Lyra tersenyum kecut dengan fakta bahwa kesehatan Robert harus dibayar mahal dengan perceraiannya.
"Lyra kau tak apa?" tanya Kenzo.
"Iya prof.." ucap Lyra.
"Kalau begitu, masuklah anginnya kencang di atas nanti kau sakit." ucap Kenzo.
"Iya.." ucap Lyra lalu ikut turun.
Selama beberapa hari, Lyra pun merangkai jalan hidupnya. Dirinya melihat jumlah tabungan yg ada direkeningnya. Hanya cukup untuk membeli sebuah apartemen sederhana. Tapi tak apa karena ia menyimpan uang dalam jumlah besar untuk kebutuhan mendadak. Uang yg ia kumpulkan sedikit demi sedikit, serta uang yg berasal dari beberapa saham yg ia beli secara bertahap.
Pertama-tama, yg dipikirkan Lyra adalah tempat tinggal. Tapi dirinya tak ingin tercium oleh siapapun, hingga ia meminta Santi untuk membelinya dengan uangnya. Santi pun menurut dan sebagai teman yg tahu situasinya Santi pun akan menjaganya hingga Lyra membutuhkan hunian tersebut.
"Kau tenang saja, aku akan membelinya atas namaku.. dan kau bisa mengambilnya kapan saja." ucap Santi.
"Terimakasih San." ucap Lyra.
"Kau yakin akan bercerai?" tanya Santi.
"Ya sesuai kesepakatan, aku hanya tinggal menunggu James." ucap Lyra.
"Baiklah, kau harus mempersiapkan banyak hal." ucap Santi.
"Jika butuh sesuatu katakan saja Lyr .." ucap Dion yg baru saja datang.
"Pastinya.." ucap Lyra tersenyum.
__ADS_1
Mereka berdualah satu-satunya yg dimiliki Lyra dan dapat dipercaya, sampai Lyra menyerahkan masalah tempat tinggal pada Santi agar tak diketahui siapapun.
Kini Lyra terpikir sebuah tempat paling aman menyimpan barang tanpa diketahui siapapun, karena yg pasti baik James maupun Bella bisa tahu gerak-geriknya jika ia menarik uang dalam jumlah besar dan mereka bisa melacak segala transaksi yg dilakukannya.
Lyra pun menarik uangnya secara bertahap, karena tak tahu apa yg akan terjadi kedepannya. Dirinya juga menaruh barang-barang berharga beserta uang di sebuah loker khusus. Karena berbahaya juga jika ia membawanya kemana-mana.
Lyra pun mempersiapkan perceraiannya dengan matang dan akan meninggalkan segala hal yg berbau keluarga Clinton. Dia juga sudah menulis surat untuk ibu mertuanya Vina dan Robert karena telah baik padanya.
Semua persiapan pun berjalan secara bertahap sesuai keinginannya. Santi juga sudah membeli apartemen yg Lyra inginkan sebagai tempat tinggalnya setelah bercerai karena tidak mungkin dirinya kembali ke panti asuhan.
"Terimakasih banyak San.." ucap Lyra.
"Jangan bilang begitu, kita adalah sahabat dan juga keluarga." ucap Santi.
"Dan kami sudah membelinya dengan alasan untuk tempat tinggal setelah menikah, hingga agennya menawarkan banyak kenyamanan pada apartemen itu." ucap Dion.
"Semoga pernikahan itu cepat terjadi, karena aku akan bahagia melihat kalian bersama." ucap Lyra.
"Ya.. doakan saja Lyr.." ucap Dion.
"Iya.. kau adalah orang pertama yg akan tahu tanggalnya." ucap Santi.
"Tentu saja." ucap Lyra.
.
.
.
"Kalian harus mencari kelemahan mereka..!" ucap James pada orang-orangnya.
"Ingat, kalian juga harus berhati-hati.." tambah Ben.
"Siap tuan.." ucap mereka lalu membubarkan diri.
Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, James pun menemukannya. Kini giliran Bella dan Ronaldo yg akan ditekan olehnya. Upaya James pun tak sia-sia karena keduanya berhasil terpojok dan menyerah.
"James, hentikan semuanya.." ucap Ronaldo memohon karena karirnya bisa hancur jika semua orang tahu bisnis haramnya.
"Kalau begitu, batalkan perjanjian yg dibuat Bella agar aku menceraikan istriku." ucap James.
"Baiklah, aku akan menghancurkan perjanjiannya." ucap Ronaldo.
__ADS_1
Kini gantian James membuat Ronaldo dan Bella hancur. Mereka pun bertengkar dan Ronaldo yg memiliki kekuatan berhasil merampas surat perjanjian antara Lyra dengan Bella. Setelah itu memberikannya pada James.
"Ini bukan suratnya?? sekarang bebaskan aku." ucap Ronaldo.
"Hmm kau benar, tapi tak sepenuhnya bebas karena jika kau membantu Bella dan menghancurkan perusahaanku atau mengganggu istriku kau tahu kan karirmu bisa tamat karena aku memegang kartu as mu." ucap James tersenyum menyeringai.
"Baiklah, aku setuju.. dan takkan menyentuh perusahaanmu ataupun istrimu." ucap Ronaldo.
"Bagus, mulai sekarang jaga sikapmu tuan Ronaldo " ucap James.
Masalah pun bisa teratasi malam itu juga, dan James segera menuju ke rumah sakit untuk menemui Lyra dan mengatakan kalau mereka tak perlu bercerai.
.
.
.
Di rumah sakit, Lyra pun terkejut pada kabar yg diberikan oleh James. Hingga dirinya menyaksikan bagaimana James membakar surat perjanjian tersebut. Mereka pun berdamai dan Lyra bisa kembali pulang. Akhirnya mereka pun kembali bersama dan bisa berpelukan tanpa takut akan apapun.
Di sudut tempat, Kenzo melihat keduanya berbaikan. Ada rasa bahagia sekaligus sedih, bahagia karena wanita yg ia cintai bahagia, dan sedih karena cintanya takkan pernah terbalas. Tapi melihat Lyra baik-baik saja pun sudah cukup baginya.
.
.
.
Sementara Bella, dirinya pun mengepal geram karena kakak tirinya kini tidak mau bekerjasama dengannya lagi. Ayahnya juga sudah tak mau membantunya lagi karena perusahaan mereka ditekan oleh James. Dan James tetap pada pendiriannya kalau takkan mengakui bayi dikandungannya sampai hasil tes DNA menunjukkan kalau itu anaknya.
Kini hanya tersisa 1 kesempatan terakhir bagi Bella. Kartu cadangan yg ia sembunyikan sejak lama. Dan tak ada jalan lain lagi agar James kembali menjadi miliknya kecuali melakukan hal itu.
"Lihat saja James, kau akan bertekuk lutut kali ini." gumam Bella.
.
.
.
Bella pun menyiapkan strategi terakhirnya dan kali ini targetnya adalah Vina, ibu dari James. Dan seburuk apapun kondisinya hubungan mereka tetap saja James tak mungkin membiarkan Vina menderita.
Kebetulan Vina dan James akan bertemu saat rapat dengan perusahaan yg dikelola oleh Vina. Itulah kesempatan dimana Bella bisa menekan James dengan rencananya.
__ADS_1
Saat itu, Bella sudah pergi ke negara tersebut dan membeli sesuatu yg dibutuhkannya. Dirinya juga sudah mengetahui jadwal mereka. Dan setelah rapat tersebutlah Bella akan melancarkan aksinya.
"Lihat saja aku takkan menyerah begitu saja." gumam Bella dalam hati.