
Flashback..
Pada dini hari Wendy pun terbangun di sebuah hotel dan menemukan dirinya tak berbusana. Hanya ada selimut yg menutupi tubuh polosnya. Ditemukan juga beberapa kissmark di tubuhnya dan rasa sakit di bagian vitalnya. Bukan hanya itu, Wendy pun merasa tak ingat apa yg telah terjadi.
Seingat wanita itu, dirinya terakhir kali bertemu dengan dr.Sammuel dan tak mengingat lagi setelahnya karena sudah mabuk berat. Disaat yg sama, orang-orang James masuk ke kamar tersebut dan menemukan Wendy dalam kondisi tersebut.
Wendy yg menghilang semalaman pun membuat James khawatir dan anak buahnya mencarinya kemana-mana. Hingga menemukan putrinya disebuah hotel dengan kondisi tak terduga. James pun marah besar, terlebih putrinya menangis saat ditemukan beberapa orang-orangnya.
Wendy pun dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan bukti visum dan mengaku Sammy telah melecehkannya padahal ingatannya saja belum kembali. James yg dipenuhi amarah di hati dan pikirannya pun mencari pria tersebut.
Apartemen Sammy pun dibuka paksa dan diobrak-abrik. Lalu mereka menemukan info kalau Sammy dibawa ke sebuah rumah besar yg mereka sendiri tak tahu pemiliknya.
Sampailah mereka dirumah Devi dan membuat kekacauan. Setelah Sammy mengalah, mereka pun membawa Sammy pergi dari rumah tersebut menuju ke suatu tempat. Di tempat tersebut Sammy pun diikat dan dipukuli sembari diintrogasi.
"Jadi ini semua ulah anda tuan?" tanya Sammy.
"Iya, berani sekali kau menyentuh putriku.." ucap James.
"Aku hanya mengikuti kemauannya makan malam bersama dan menerima permintaan maaf." ucap Sammy.
Bughh..Bughh.
"Dasar bre***ek berani sekali kau mengelak." ucap James.
"Akh.. kau pasti menyesal setelah melakukan ini padaku." ucap Sammy tersenyum.
"Kau harus mengakui dan bertanggungjawab atas putriku atau kau akan dipukuli sampai mati." ucap James.
"Aku sudah pernah hampir menemui kematian dan aku tak takut pada ucapanmu." ucap Sammy.
"Satu lagi.. aku dan putrimu sampai kiamatpun takkan bisa bersama." ucap Sammy lalu kembali mendapat pukulan dari James.
James pun pulang ke rumahnya dan menemui putrinya. Disana nampak Wendy merasa menang dan akan mendapatkan Sammy walaupun dengan cara kotor.
Saat ayahnya datang Wendy pun berpura-pura menangis. Dan James begitu kesal melihatnya.
"Wendy kau yakin Dr.Sammuel yg melakukannya?" tanya James.
"Dad tak percaya padaku?" tanya Wendy.
"Dia tak mau mengaku meski sudah dipukuli habis-habisan." ucap James.
"Apa ??dipukuli?" tanya Wendy terkejut.
"Kau tenang saja, dad takkan membunuhnya karena dia harus menikahimu." ucap James.
"Kalau dia tak mau bagaimana?" tanya Wendy.
"Dad mengenal ayahnya.. dan bisa memaksanya melalui ayahnya." ucap James.
"Dad.. kumohon jangan katakan pada siapapun.. aku sangat malu." ucap Wendy.
"Ya sayang.. kau istirahat saja.." ucap James.
"Tidak, aku akan tetap ke kantor." ucap Wendy.
__ADS_1
"Wendy, jangan memaksakan diri." ucap James.
"Aku baik-baik saja, aku tak ingin orang-orang tahu kondisiku." ucap Wendy.
"Baiklah, tapi jangan memaksakan diri." ucap James.
Begitulah, akhirnya rencana Wendy berjalan sesuai keinginannya. Walaupun James harus memukuli Sammy sampai dirinya mengaku.
Flashback off..
.
.
.
Ditempat lain, Kenzo pun mendengar semua beritanya dari Devi dan juga James menghubunginya.
"Hallo.. " ucap Kenzo di telepon.
"Kenzo, temui aku di Indonesia.." ucap James.
"Ada apa ? kau tidak merindukanku kan?" tanya Kenzo pura-pura tak tahu.
"Ini soal putramu.. kemari sebelum kau menemukan mayatnya.." ancam James.
"Ingat James, kau akan menyesal seumur hidup jika melakukannya." ucap Kenzo lalu sambungan telepon pun terputus.
Brakkk..
Daphny yg sedang membawakan baki berisi secangkir kopi dan makanan ringan untuk suaminya pun menjatuhkannya setelah mendengarnya.
"Sayang.. tenangkan dirimu.." ucap Kenzo.
"Cepat katakan.. mana bisa aku tenang?" ucap Dahpny panik.
Kenzo pun menceritakan semuanya pada Daphny dan wanita itu menangis mendengarnya. Kenzo pun menyesal telah mengirim Sammy ke Indonesia. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Indonesia secepatnya. Sementara Vio ditinggal di Singapura karena kesibukan kuliahnya.
Daphny juga sudah mendapat telepon dari Ben tentang Sammy dan akan ikut membantu. Ben yg sedang berada di negara X pun langsung terbang ke Indonesia untuk menyelamatkan keponakannya. Dirinya tak menyangka kalau James akan sekejam itu pada seseorang. Ben pun percaya pada ucapan Devi karena Sammy takkan berbuat bodoh begitu.
Kini semua orang tengah menuju ke Indonesia. Dan berita itu juga menyebar sampai ke telinga Devina Clinton. Wanita tua itupun sangat marah saat tahu kondisi cucunya disiksa oleh ayah kandungnya sendiri. Apalagi dituduh memperkosa wanita yg sudah jelas saudari tirinya. Vina pun ikut terbang menuju ke Indonesia untuk memberi pelajaran pada putranya yg kurang ajar tersebut.
"James kali ini kau takkan kuampuni.." gumam Vina dalam hati.
.
.
Ditempat lain, nampak tuan Tian kakek dari Devi pun mengetahui inseden yg terjadi di rumahnya. Dan mengetahui seseorang telah memaksa masuk bahkan memukul cucu perempuannya. Kakek tua itupun takkan tinggal diam dan akan membalas perbuatan James padanya. Dirinya langsung memutus hubungan kerjasama dengan perusahaan James di menit-menit akhir pada sebuah kerjasama. Tuan Tian juga menarik sejumlah investasi pada perusahaan James.
Kondisi itupun membuat staf James panik dan melaporkannya.
"Jadi wanita itu sudah mulai bergerak.." ucap James.
"Bukan tuan, itu perintah langsung dari tuan Tian."
__ADS_1
"Dia bahkan sudah mengadukannya langsung pada kakeknya." ucap James.
Sebuah panggilan telepon pun muncul di ponsel James. Tentu saja dengan sebuah nama yg sudah jelas yakni tuan Tian.
"Sepertinya cucumu sudah mengadu padamu.." ucap James di telepon.
"Asal kau tahu, cucuku adalah wanita yg mandiri.. aku tahu dari anak buahku yg melaporkan segala yg terjadi padanya.. dan berani sekali anak buahmu memaksa masuk rumahku serta memukulnya." ucap tuan Tian.
"Ck.. terserah aku tak peduli pada hubungan kerjasama kita." ucap James.
"Baguslah.. aku akan mengirim beberapa orang untuk membuatmu bertanggungjawab atas apa yg dialami cucuku." ucap tuan Tian lalu memutus sambungan teleponnya.
Begitulah kakek dari Devi dan Davi, dirinya tak pernah benar-benar memanjakan cucunya. Semua cucunya dilatih mandiri dan dilarang mengadukan hal buruk yg terjadi serta meminta mereka menanganinya sendiri. Sementara dirinya hanya tahu kabar tersebut dari anak buahnya yg mengawasi segalanya.
Tak lama berselang, surat panggilan dari pihak berwajib pun tiba di meja James. Dan James tak terkejut akan hal tersebut.
Lalu James memilih untuk memantau kondisi Sammy dan menunggu kedatangan Kenzo.
James yg sudah berada di salah satu rumah miliknya tempat dirinya menahan Sammy pun kembali menyiksa Sammy karena pria itu tak juga mau berkata jujur padanya.
"Tuan, di depan sudah ada tuan Kenzo dan tuan Ben.." ucap anak buahnya.
"Ben? apa yg dilakukannya?" ucap James tapi anak buahnya tak tahu apapun dan James segera menemui mereka.
Belum juga dirinya melangkah sudah ada keributan dan Kenzo beserta Ben mendobrak masuk ke area dimana Sammy ditahan. Beberapa anak buah James pun telah habis oleh anak buah Ben.
"Ben.. apa yg kau lakukan?" tanya James terkejut.
"Mungkin pertemanan kita cukup sampai disini." ucap Ben.
"Lepaskan putraku." ucap Kenzo.
"Biarkan putramu menikahi putriku." ucap James.
"Jangan gila tuan James..!" teriak seorang wanita yg masuk.
"Ka..kau.. Lyra?" ucap James seakan tak percaya.
"Lyra sudah mati, aku Daphny Ivander.. kau tahu kan keluarga Ivander itu siapa?" ucap Daphny.
"Jadi selama ini kau masih hidup dan kau adalah adik dari Ben.." ucap James.
"Benar, bertahun-tahun aku diam demi pertemanan kita. Tapi kini tidak lagi." ucap Ben.
"Dr.Sammuel pria yg kau pukuli itu adalah putramu sendiri.." ucap Daphny menangis melihat putranya babak belur dipukuli oleh James dan orang-orangnya.
"Di dalam disk ini adalah bukti dimana putraku Sammuel tak bersalah.. Dan Devi adalah orang yg membawa Sammy malam itu kerumahnya.." ucap Kenzo melempar sebuah disk pada James.
James pun menangkapnya dan langsung menyambungkannya di ponselnya. Matanya pun tak berkedip menyaksikannya. Disana terlihat, Sammy dibawa pergi oleh Devi dan seorang pria. Sementara putrinya tetap disana dan menikmati alkohol hingga dibawa oleh tiga pria tak dikenal.
"Jika kau tak percaya, apakah kau sudah melihat cctv hotel tempat putrimu ditemukan?" tanya Kenzo.
"Dengan bukti ini putraku tak bersalah.. aku akan membawanya.." ucap Daphny berjalan menuju ke arah Sammy dan membebaskannya.
James pun mematung disana, dirinya memang tak memeriksa apapun dan hanya percaya pada ucapan putrinya. Lalu Ben mendekatinya dan memukul wajahnya. James pun terjatuh tanpa perlawanan apapun. Otaknya masih berupaya mencerna segalanya.
__ADS_1
"Jangan sentuh keponakanku lagi.. lebih baik kau jaga baik-baik putrimu.." ancam Ben.
Sammy pun dibawa oleh Daphny dan Kenzo, lalu Ben mengikutinya untuk dibawa ke rumah sakit.