Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.76 Fakta Baru


__ADS_3

Setelah menceritakannya pada Kenzo, Ben pun meminta bantuannya agar semuanya diusut tuntas. Dan agar mendiang adiknya bisa beristirahat dengan tenang serta nama baiknya pulih.


Sementara Kenzo diam dan menimbang apakah orang yg dihadapannya berkata jujur atau ini adalah bagian dari rencana Bella.


"Kau tahu siapa pelakunya?" tanya Kenzo.


"Siapa? apa Bella?" tanya Ben.


"Tepat sekali. Tapi apa kau yakin akan menyerang mantan atasanmu?" tanya Kenzo.


"Aku tak peduli lagi pada teman yg gila itu.. aku bahkan tak ingin menggapnya teman." ucap Ben.


"Oke.. tuan Ben tunjukkanlah jika kau memang saudara Lyra. Dan kami butuh sedikit kekuasaanmu." ucap Kenzo ingin melihat seberapa kuat ucapan Ben.


"Oke.. apa yg harus aku lakukan?" tanya Ben.


Kenzo pun menunjukkan pesan terakhir yg dikirim oleh Lyra. Dan juga lokasi dimana Lyra diculik, beserta tayangan cctv di apartemen Lyra.


"Siapa para baj***an ini???" umpat Ben kesal.


"Kami sedang menyelidikinya, dan untuk itu kau harus memberikan sedikit kekuasaan pada kami." ucap Kenzo.


"Baiklah, aku akan memberikan segala yg kau butuhkan." ucap Ben.


"Lalu aku hanya meminta kau awasi gerak-gerik Bella dan James. Ingat jangan kau tampakkan wajah kesalmu pada mereka." ucap Kenzo.


"Bagaimana bisa? aku bahkan setelah ini ingin menghajar suami tak berguna itu.." ucap Ben kesal.


"Jangan kacaukan rencana kami jika ingin membantu." ucap Kenzo.


"Ck.. menyusahkan saja syaratnya." ucap Ben.


"Terima atau pergi, hanya itu pilihannya." ucap Kenzo.


"Baiklah.. aku akan bersabar dan mengikuti kalian." ucap Ben.


Kemudian Kenzo mengorek info dari Ben mengenai Bella dan James. Dan Kenzo meminta orang tersebut untuk membantu mencegah Bella bertindak. Setelah itu keduanya pergi ke tempat tujuan masing-masing.


Setelah pertemuan tersebut, Kenzo pun berbagi informasi soal Ben pada Santi dan Dion. Kenzo yg merasa keduanya lebih dahulu mengenal Lyra bisa tahu sesuatu. Tapi keduanya pun tak tahu apapun, hingga Kenzo harus membuktikannya.


"Prof, kita hanya tinggal melakukan tes DNA pada tuan Ben." ucap Dion.


"Ya.. tapi lakukan setelah nama baik Lyra pulih." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Benar, kita harus tahu apakah dia benar-benar ada di pihak kita atau sebaliknya." ucap Santi.


"Dan dia berjanji akan mengawasi Bella dan James, serta gerak-gerik Bella." ucap Kenzo.


"Bagus.." ucap Dion.


Penyelidikan pun berlangsung, dan dengan cepat Kenzo serta Dion mengungkap beberapa fakta. Serta Santi membandingkan tulisan asli Lyra pada sebuah catatan dengan surat wasiat tersebut yg sudah jelas sangat berbeda. Kepolisian pun semakin mendalami kasus tersebut dan menemukan beberapa kejanggalan yg membuat teori pembunuhan berencana lebih masuk akal daripada bunuh diri.


Serta Santi sebagai dokter kandungan yg merawat Lyra membuka sebuah fakta kalau Lyra mengandung anak dari mantan suaminya, James. Dan Lyra sengaja menutupinya karena tidak tahan dengan sikap mantan suaminya yg egois dan acuh tersebut. Dengan melampirkan bukti-bukti pemeriksaan dan foto usgnya, kini pihak berwajib pun membuat pengumuman baru kalau kasus Lyra adalah kasus pembunuhan berencana. Dan saat disiarkan di media, berita tersebut pun langsung gempar.


Bahkan James yg mendengarnya seakan tak percaya akan kebenaran kehamilan Lyra mantan istrinya. Dirinya pun mendatangi Santi dan menanyakan mengenai fakta yg sebenarnya terjadi.


"Katakan kalau informasi yg kudengar itu salah." ucap James menghampiri Santi di rumah sakit.


"Ikutlah denganku." ucap Santi.


James pun mengikuti Santi ke ruangannya dan diberikan beberapa catatan medis serta foto usg milik Lyra.


"Kau lihat tanggalnya, bahkan saat itu kalian belum resmi bercerai. Dan usia kandungannya juga sudah beberapa minggu. Yg artinya Lyra sudah mengandung sebelum dirinya keluar dari rumahmu." ucap Santi.


"Tidak.." ucap James seakan tak percaya.


"Itulah faktanya, Lyra hanya tak ingin semakin menderita. Makanya dia meninggalkanmu dan memilih menjadi orang tua tunggal, tapi sayang takdir berkata lain." ucap Santi.


"Matamu masih sehat kan? jadi percaya saja pada apa yg kau lihat." ucap Santi kemudian mengusir James.


James pun keluar dari ruangan Santi dengan membawa foto usg milik Lyra dengan raut wajah menyedihkan. Bagaimana bisa Lyra sampai menutupinya darinya?? apakah semenderita itu saat James mendiamkannya?? apakah Lyra benar-benar tak bisa menerima pernikahan keduanya hingga memutuskan hal tersebut??? Sejumlah pertanyaan pun memenuhi benaknya.


Dan Dani begitu kasihan melihat tuannya yg terlihat menyedihkan semenjak dari rumah sakit. Pandangannya kosong dan hanya menatap foto usg tersebut dan mengucapkan kata 'Maaf'.


Sementara Bella mulai gusar karena nampaknya James mulai goyah. Dan perlahan-lahan kasus Lyra terbongkar hingga pihak berwajib menggantinya kasusnya menjadi pembunuhan berencana. Kini identitas pembunuh bayaran yg Bella sewa sedang dikejar dan mereka melarikan diri ke daerah terpencil.


.


.


Sementara itu, Ben hampir setiap harinya mendatangi lokasi tebing tersebut. Tebing tempat adiknya mengakhiri hidupnya. Dirinya pun menitihkan air mata karena begitu bodoh dan mampu melindungi Lyra.


Kenzo pun menghampirinya dan melihat Ben nampak begitu sedih. Kini Kenzo percaya kalau Ben adalah saudara dari Lyra dan hendak memberitahu kalau Lyra masih hidup setelah kasus ini terungkap.


"Tuan Ben, sudahlah.. " ucap Kenzo.


"Padahal selama ini aku ada di dekatnya, kenapa aku baru tahu saat dia sudah tiada.?" ucap Ben.

__ADS_1


"Menurutmu apakah jika seseorang terjun darisini masih bisa hidup?" tanya Kenzo.


"Hampir mustahil, kecuali orang tersebut bisa menyelam." ucap Ben.


"Jadi lebih baik kita selesaikan kasus ini dan menangkap pelakunya. Lalu kita fokus pada pencarian jenazahnya." ucap Kenzo.


"Aku tahu, biarkan aku disini." ucap Ben terdiam sembari memandangi laut tempat adiknya tiada.


"Akankah laut ini menjadi tempat peristirahatanmu Daphny?" tanya Ben dalam hati.


Kenzo pun semakin tak tega, tapi rencananya harus terus berjalan. Informasi baru pun didapatkan dari pihak berwajib kalau para penculik tersebut sudah diketahui identitasnya dan dalam pengejaran. Dion serta Kenzo pun mengerahkan bantuan untuk menangkap orang-orang tersebut.


.


.


Satu minggu kemudian, para penculik itupun tertangkap dan mengakui perbuatannya. Mereka juga menyeret Bella sebagai otak dari pembunuhan ini. Dan James kesal pada Bella yg benar-benar tak berubah. Jika bukan karena kondisinya yg tengah mengandung, James pasti menceraikannya dan membiarkannya membusuk di sel tahanan.


Tapi bagaimanapun Bella adalah ibu dari bayinya dan James mau tak mau membebaskannya meski tak mudah. Sementara Kenzo, Dion, Santi bahkan Ben takkan membiarkan James membebaskan Bella dengan mudah. Hingga minimal Bella akan ditahan selama beberapa tahun.


Kasus pun ditutup dengan penangkapan para pelaku dan pemulihan nama Lyra dan Kenzo. Semua orang pun turut prihatin atas musibah yg menimpanya. Dan jasad Lyra pun tak ditemukan sampai hari ini. Hingga Ben meyerah melakukan pencarian yg tak berujung ini. Bayangkan saja seberapa luas lautan di dunia ini? dan entah jasadnya masih utuh atau tidak. Hingga Ben hanya bisa mendatangi tebing tersebut ketika mengingat Lyra.


"Tuan Ben, nampaknya anda harus berhenti." ucap Kenzo.


"Aku tahu." ucap Ben.


"Berikan beberapa sampel anda pada kami, karena kami ingin menguji apakah kalian benar-benar saudara." ucap Kenzo.


"Sudah tak ada gunanya." ucap Ben.


"Kami punya sampel milik Lyra.. setidaknya agar kau semakin yakin." ucap Kenzo.


"Tidak semua percuma." ucap Ben.


"Kau yakin? tak ingin melihat adikmu?" tanya Kenzo.


"Apa maksudmu?" tanya Ben bingung.


"Ikuti perintahku.. aku punya sesuatu untukmu." ucap Kenzo.


"Apa saja yg kau perlukan?" tanya Ben dan Kenzo menjelaskan semuanya.


Setelah mendapatkan sampel milik Ben dan Lyra, Kenzo pun memeriksanya. Dan hasilnya akan muncul 1 bulan kedepan. Sementara Ben masih sering mengunjungi tebing tersebut.

__ADS_1


Untuk James, dirinya akan menyesal seumur hidup karena sudah menyakiti Lyra dan membuatnya terbunuh karena selalu diam. Kata-kata Lyra yg pernah mengatakan kalau "Diammu bisa membuatku terbunuh." benar-benar jadi nyata. Dan James sekarang tengah menikmati hukumannya dengan semua penyesalannya.


__ADS_2