Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.103 Alicia Hailly


__ADS_3

Sejak berhubungan dengan Sammy, kehidupan Alice pun berubah. Dirinya lebih ceria dan sangat bersemangat untuk kuliah. Sammy pun menjadi pemicu semangat Alice untuk bertahan di universitas kedokteran tersebut. Padahal keluarganya mendorongnya untuk mengelola bisnis hotel keluarganya.


Begitu juga dengan Sammy yg semakin bersemangat saat pergi kuliah. Pakaian yg rapi dan wangi, serta rambut yg rapi pun sudah menjadi kebiasaan baru Sammy. Hal itu juga menarik perhatian Vio untuk menggodanya.


"Hmm.. wangi apa ini?" ucapnya.


"Sepertinya wangi parfum seseorang.. " ucap Daphny.


"Apakah berlebihan atau tak enak?" tanya Sammy sedikit cemas.


"Wanginya enak, tapi kakak mau kuliah apa kencan sih?" ucap adiknya tersebut dengan tersenyum jahil.


"Tentu saja kuliah, kakak kan bawa buku dan tas.." ucap Sammy.


"Mom.. apa mahasiswa selalu begini?" tanya Vio penasaran.


"Ya begitulah sayang, terutama kalau mahasiswa yg sedang jatuh cinta." ucap Daphny.


"Kalian kalau bersatu membuatku tak bisa berkata apa-apa.." ucap Sammy pasrah.


"Namanya juga wanita nak, mereka selalu benar.." ucap Kenzo muncul.


Semuanya pun tersenyum dengan obrolan ringan tersebut. Lalu mereka menikmati sarapannya seperti biasa.


.


.


.


Sementara itu, seorang wanita paruh baya tengah panik dengan temuan anak buahnya mengenai putrinya. Nyonya Monalisa seorang pemilik hotel X yg terkenal di Singapura pun terkejut mengetahui kalau putrinya sudah mendaftarkan diri untuk mendonorkan jantungnya jika ia meninggal nanti.


Dirinya pun langsung memanggil putrinya itu untuk bicara empat mata dengannya.


"Alice apa ini?" tanya Mona menyodorkan secarik kertas.


"Jadi mom sudah tahu, baguslah." ucap Alice.


"Kau ini apa-apaan sayang.. kenapa bertindak begini?? seolah-olah kau tahu kalau kau akan meninggal." ucap Mona.


"Mom.. aku hanya ingin orang-orang seperti dad bisa ditangani jika mendapatkan donor.." ucap Alice.


"Alice, jangan terlalu baik.. kau juga punya masa depan." ucap Mona.


"Mom.. Aku masih hidup saat ini, apa yg mom khawatirkan? itupun terjadi nanti saat aku tiada." ucap Alice.


"Alice, mom minta batalkan ini.. mom tak terima.." ucap Mona.

__ADS_1


"Aku tahu kekhawatiran mom, tapi ini adalah milikku dan aku berhak memberikannya pada siapapun" ucapnya sembari menyentuh dada sebelah kiri tepat dimana jantungnya berada.


"Baiklah, Alice berjanjilah pada mom kau harus bahagia dan jangan pikirkan kematian.." ucap Mona.


"Iya, dan masih ada Cio yg akan menggantikan mom mengurus hotel ini nanti" ucap Alice.


"Mom paham, adikmu pun setuju." ucap Mona.


Begitulah kekhawatiran Mona pada Alice yg mengambil keputusan ekstrem di usianya yg masih begitu muda. Dirinya takut putrinya itu mengidap penyakit atau sejenisnya sampai meminta Alice untuk memeriksakan kondisi tubuhnya. Dan hasilnya pun membuatnya lega karena putrinya sangat sehat.


.


.


.


Hari-hari pun berjalan dengan tenang untuk Sammy dan keluarganya. Bahkan Daphny sedang meresmikan klinik barunya hari ini. Sammy pun datang bersama Alice untuk mengucapkan selamat sembari memperkenalkan Alice.


Nampak juga Vio menemani mamanya pada pembukaan tersebut. Begitu juga Kenzo yg menemani istrinya tersebut karena acara akan dihadiri oleh banyak orang penting.


Saat acara hampir dimulai, Sammy pun datang bersama Alice dan memperkenalkan kekasihnya tersebut. Sammy yg tanpa ragu pun dengan bangga memperkenalkan Alice. Wanita cantik, pintar dan terlihat memiliki kepribadian baik itupun langsung diterima di keluarga Sammy. Daphny pun senang bertemu dengannya.


"Alice, terimakasih sudah datang.. " ucap Daphny.


"Iya tante.. " ucap Alice tersenyum.


"Hai kak Alice.." sapa Vio.


"Hallo Violet.. Aku banyak mendengar ceritamu dari Sammy." ucap Alice.


"Pasti cerita kejahilannya." ucap Vio.


"Kau benar." ucap Alice tersenyum.


"Jahil adalah hobinya.. jika tidak jahil rasanya seperti makan tanpa minum." ucap Vio kesal mengingat segala kejahilan kakaknya itu.


"Vio kau itu memang selalu menggemaskan.." ucap Sammy.


"Kak kau harus berhati-hati pada kejahilan kak Sammy." ucap Vio.


"Oke.. nanti kau beritahu aku apa saja kebiasaannya." ucap Alice.


"Oke.." ucap Vio.


Setelah berkenalan dengan Kenzo, acara pembukaan itupun dimulai. Dan Alice senang karena keluarga Sammy begitu ramah dan tak memandang siapa dirinya. Mereka bahkan bisa langsung akrab dan bercanda ringan. Suasana yg santai dan hangat itupun membuat Alice merasa diterima.


Setelah acara selesai, Alice pun pamit pada keluarga Sammy. Dan tentunya Sammy mengantarkannya pulang.

__ADS_1


"Alice, kau itu seperti Vio suka malas pakai sabuk pengaman." ucap Sammy.


"Oke.. Sammy maaf aku lupa." ucap Alice.


Keduanya pun melaju dengan mobil Sammy. Sammy pun seperti biasa selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Dirinya mengambil jalur aman serta jarang sekali mengebut saat berkendara.


Tapi nampaknya keberuntungan tengah menjauhi mereka. Saat sedang berada di lampu merah sebuah mobil truk melaju kencang dan menabrak mobil Sammy hingga mobilnya pun menabrak mobil didepannya. Mobil Sammy pun hancur tak berbentuk.


Brakkkk.... brakk..


"Ada kecelakaan.. panggil polisi dan ambulans .."


"Bagaimana? apakah pengendara mobil yg berada di tengah selamat?"


"Cepat-cepat bantu korbannya."


Sementara itu, Sammy pun tersadar dan membuka matanya. Dirinya melihat darah ada dimana-mana disekitarnya. Bahkan dirinya melihat Alice terluka parah di bagian kepalanya.


"Alice.. Alice bangunlah.." ucap Sammy.


"Sam.." ucap Alice lalu kembali tak sadarkan diri.


"Alice.. sadarlah.." ucap Sammy kemudian dirinya juga tak sadarkan diri.


Tak lama berselang ambulans pun tiba dan mengevakuasi para korban. Sopir truk yg menjadi pelaku pun kabur karena tak ingin masuk penjara setelah menabrak 2 mobil di depannya. Petugas ambulans maupun polisi tengah mengamankan jalanan dan juga korban.


Sammy dan Alice pun dibawa ke rumah sakit dalam kondisi parah dan tak sadarkan diri. Kenzo, Daphny serta Vio pun terkejut mendapat laporan tersebut dari rumah sakit. Daphny pun menangis dan seketika tubuhnya lemas. Tak dapat dibayangkan bagaimana khawatirnya seorang ibu mendengat putranya tiba-tiba kecelakaan dan tak sadarkan diri.


Kenzo pun membawa Daphny beserta Vio serta menenangkan keduanya.


"Sayang tenang dulu.. kita cek dulu ke rumah sakit." ucap Kenzo.


"Kita harus menyelamatkannya apapun yg terjadi." ucap Daphny.


"Iya.. aku pasti melakukannya." ucap Kenzo.


"Kakak.." ucap Vio menitihkan air mata.


Kenzo pun panik dan tak mampu mengatakan apapun selain membuat Daphny tenang. Ditengah kebahagiaan istrinya yg telah berhasil membuka klinik justru malapetaka tiba dari hal yg tak disangka-sangka. Kenzo pun menitihkan air mata serta merasa cemas, karena bagaimanapun Sammy adalah putranya dan dirinya begitu menyayanginya.


Setibanya di rumah sakit, mereka langsung menuju ke UGD dimana mereka sedang ditangani. Bahkan mereka langsung dimintai tanda tangan wali sebagai bentuk tindakan operasi darurat. Daphny pun langsung menandatanganinya agar putranya bisa diselamatkan.


Sementara itu, seorang wanita paruh baya juga datang kesana dan menangis. Wanita yg tak lain adalah ibu dari Alice. Ibu manalagi yg tak bersedih saat anaknya tengah sekarat. Dan Daphny pun menghampiri wanita itu.


"Anda pasti ibu dari Alice, pihak dokter menunggu anda untuk melakukan operasi." ucap Daphny.


"Terimakasih, dimana dokternya?" tanya Mona panik.

__ADS_1


"Disana." tunjuk Daphny.


Mona pun menandatangani persetujuan operasi putrinya. Dan mereka sedang panik menunggu opersi kedua anaknya. Sementara penumpang di mobil yg berada di depan Sammy dinyatakan tewas karena kehilangan banyak darah. Para orang tua disana pun semakin panik dan banyak berdoa untuk keselamatan anak mereka.


__ADS_2