
Berbeda dengan saudari kembarnya yg bernasib baik dalam percintaan, justru Davi sedang kurang beruntung. Kekasih hatinya yg berada di Singapura memilih untuk meninggalkannya dan menerima lamaran pria lain yg katanya seorang pemilik perusahaan.
Sementara Davi dirinya hanya seorang dokter bedah yg akan selalu sibuk. Walaupun dari segi penghasilan cukup fantastis tapi waktunya banyak dihabiskan di rumah sakit.
Hingga sebuah takdir membawanya bertemu seorang wanita yg mengalami kecelakaan pada malam saat ia sedang berjaga. Kondisi wanita itu cukup parah dan keluarganya belum tiba di rumah sakit. Davi pun segera memberikan pertolongan pertama dan menunggu keluarganya. Akhirnya tibalah keluarganya dan Davi bisa melakukan prosedur operasi setelah mendapatkan ijin dari mereka.
Operasi pun berjalan lancar dan nyawa wanita itu bisa diselamatkan oleh Davi dan rekan-rekannya yg membantu proses operasinya. Pasien tersebut pun di pindahkan ke ruang perawatan dan akan dipantau selama beberapa jam kedepan.
"Akhirnya selesai juga.." gumam Davi.
Davi pun memilih beristirahat sejenak di ruangannya saat sedang ada waktu luang. Davi pun tak menyia-nyiakan waktunya untuk istirahat setelah melakukan operasi.
Beberapa jam pun berlalu dan perawat melaporkan kalau pasien wanita tersebut sudah sadarkan diri. Davi pun segera mengecek kondisi tubuhnya.
"Nona anda bisa mendengar saya?? jika iya maka gerakkan jari tangan anda." ucap Davi.
Seketika jari tangan wanita itupun bergerak, dan Davi tersenyum akhirnya pasiennya bisa merespon dirinya.
"Respon anda sangat bagus, beberapa hari kedepan mungkin anda akan lebih baik.. " ucap Davi.
"Terimakasih dokter.." ucap ibu korban.
"Sama-sama bu.. tolong kabari kami jika terjadi sesuatu." ucap Davi.
"Pasti dok.." ucap ibu itu menangis.
"Ibu tenang saja, putri ibu sangat kuat dan sekarang sudah sadar.. perlahan pasti kondisinya membaik." ucap Davi memberi semangat.
"Iya dok. Terimakasih."
"Kalau begitu saya permisi.." ucap Davi meninggalkan ruangan tersebut.
Jam pun berlalu dengan cepat dan Davi akhirnya bisa pulang ke apartemennya dengan tubuh yg sangat lelah. Devi yg melihatnya tak tega hingga membuatkannya sarapan sebelum Davi istirahat di kamarnya.
"Dav, sarapanmu di meja." ucap Devi.
"Terimakasih sister, kau perhatian sekali.." ucap Davi senang.
"Iya.. kau pasti lelah bekerja semalaman." balas Devi.
"Sepertinya ada yg berjalan dengan baik semalam." goda Davi.
"Kalau sudah tahu, yasudah jangan sok spoiler segala .." balas Devi.
Davi pun tersenyum mendengar jawaban saudarinya yg artinya lamaran Sammy berjalan dengan sukses. Walaupun dalam hati, dirinya cukup ngenes karena ditinggal menikah oleh kekasihnya.
"Kau beruntung sister.." gumam Davi dalam hati.
__ADS_1
Hari-hari pun berlalu, baik Sammy maupun Devi pun sibuk menyiapkan acara pertunangan mereka. Kemungkinan acaranya akan diadakan di Singapura dan hanya dihadiri oleh keluarga saja.
Sementara Davi hanya membantu apa yg bisa ia kerjakan. Dan mengenai pasien Davi pada malam itu, kondisinya pun semakin membaik. Namanya adalah Rose. Dirinya mengalami kecelakaan karena kecewa melihat tunangannya bersama wanita lain, bukan hanya itu bahkan tunangannya memutuskan hubungan mereka dan secara terang-terangan mengatakan akan menikahi selingkuhannya.
Hingga terjadilah kecelakaan malam itu, dan Rose beruntung bisa selamat dari tragedi tersebut. Dan kini wanita itu sedang terbaring di rumah sakit bersama ibunya yg selalu menjaganya.
Setiap harinya Davi pun mengecek kondisinya dan nampak wanita itu kehilangan semangat hidupnya.
"Nona Rose, anda baik-baik saja??" tanya Davi karena pasiennya itu melamun saat dirinya sedang memeriksa.
"Oh iya.. aku baik-baik saja."
"Jangan memikirkan apapun, anda pasti akan segera sembuh.." ucap Davi tersenyum.
"Terimakasih dok." ucap Rose berpura-pura tersenyum.
Seseorang pun tiba-tiba mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar pasien tersebut. Seorang pria yg membuat hati Rose terluka sampai dirinya mengalami kecelakaan tersebut.
"Rose.. bagaimana kondisimu?? aku terkejut kau kecelakaan malam itu." ucap pria tersebut.
"Baik." ucap Rose.
Pria itupun mendekat dan memberikannya sebuket bunga untuk Rose. Dan nampak ada sedikit penyesalan di wajahnya. Rose pun menerima bunga tersebut dan memukulnya ke arah wajah pria tersebut. Bunga mawar putih yg terlihat berduri itupun menancap di wajah pria itu.
"Akhh.. Rose apa yg kau lakukan??" teriak pria tersebut.
"Anda tak apa?" tanya Davi.
Byuurrr..
"Astaga.." ucap Davi terkejut.
"Dasar pria bre***ek..!! berani kau datang mengunjungi putriku ha..!! terima ini.." ucap ibu Rose yg kesal lalu memukul pria tadi dengan sebuket bunga yg jatuh.
"Ampun bu.. ampunn.."
"Ampun katamu.. putriku jadi kecelakaan karena mu.. pergi kau sekarang dan bawa bunga murahanmu ini.." ucap ibu tersebut melempar bunga tersebut.
Davi pun syok menyaksikan adegan kekerasan tersebut di hadapannya. Dan sang ibu lalu meminta maaf padanya.
"Maaf dok, kami sangat kesal dengan pria tadi.. maaf membuat keributan di rumah sakit." ucap sang ibu.
"I-iya bu.. lain kali mungkin bisa diselesaikan di luar rumah sakit, aku takkan menghalanginya." ucap Davi.
"Sekali lagi maaf dok.." ucap Rose.
"Baiklah, nona Rose jangan banyak pikiran agar anda bisa segera pulih.. dan ibu saya permisi." ucap Davi keluar dari kamar pasien tersebut.
__ADS_1
Davi pun langsung mengelus dadanya saat keluar dari kamar tersebut. Sang ibu yg terlihat begitu lembut pun berubah 180° saat melihat wajah pria tadi. Dan entah apa masalah mereka yg pasti Davi tak ingin tahu lebih lanjut.
.
.
Pada sore harinya Davi pun mengecek lagi pasien bernama Rose tersebut. Dan nampak pasiennya baik-baik aja, obatnya juga selalu diminum teratur membuat Davi senang melihat perubahannya.
Tiba-tiba seorang wanita menerobos masuk dan saat itu ibu Rose sedang keluar untuk membeli makanan.
"Kau..!!" teriak wanita tersebut.
"Nona ini rumah sakit.. jangan berteriak." ucap Davi.
"Ini bukan urusanmu dokter, keluarlah aku punya urusan dengan wanita ini." ucap wanita tersebut.
"Apa masalahmu ja***ang..??" tanya Rose membuat Davi kembali akan menyaksikan pertarungan sengit.
"Nona, hentikan saat ini nona Rose sedang sakit.. dan kalian bisa melanjutkannya setelah ia sembuh.." ucap Davi menengahi.
"Biarkan saja dok.. aku mampu menghadapinya." ucap Rose.
Davi pun semakin pusing karena kedua wanita itu mulai bertengkar. Ingin rasanya kabur tapi nona Rose adalah pasiennya dan jika terjadi sesuatu ia pasti akan merasa bersalah sudah membiarkannya.
"Sini kau ja***ng..!" teriak wanita itu hendak menjambak rambut Rose.
"Aku tak takut padamu." ucap Rose.
"Hentikan.." ucap Davi menarik wanita tadi.
"Kau mau keluar atau aku panggil penjaga?? berani sekali membuat keributan di rumah sakit ini??" ucap Davi tegas.
Wanita itu pun berhenti dan menatap tajam pada Davi dan Rose. Lalu dirinya mengambil botol mineral di tasnya dan menyiramkan airnya ke arah Rose. Davi pun siaga dan melindungi pasiennya.
Byuurr..
"Rasakan itu.." ucap wanita itu lalu kabur.
Rose pun melihat Davi melindunginya hingga bajunya basah.
"Maaf dok.. anda jadi basah begini." ucap Rose lalu mengambil sekotak tisu.
"Iya.. " ucap Davi tersadar bajunya sudah basah.
"Lebih baik masalah anda dibicarakan baik-baik.. jika terjadi lagi mungkin aku akan memanggil petugas keamanan." ucap Davi.
"Sekali lagi maaf dok.. akan segera kuselesaikan." ucap Rose malu karena ulah wanita tadi yg merupakan selingkuhan tunangannya.
__ADS_1
Sementara Davi nasibnya sangat tidak beruntung, dua kali melihat pertengkaran pasiennya dan mendapat hadiah siraman air demi melindungi pasiennya.
"Ada apa dengan hari ini?? kenapa aku sial sekali." gumamnya dalam hati.