
Kabar kesembuhan Sammy pun disambut bahagia oleh Daphny dan Vio di Singapura. Mereka begitu bahagia akan kesembuhan Sammy. Dan berharap seterusnya tak ada lagi kejadian mengerikan di keluarga mereka.
"Selamat datang sayang." ucap Daphny memeluk putranya yg baru tiba.
"Iya mama, terimakasih." ucap Sammy bahagia.
"Kakak.. selamat.." ucap Vio.
"Oke Vio." ucap Sammy tersenyum.
"Mama sudah siapkan makanan, kita makan bersama.." ajak Daphny.
"Wah.. masakan rumahan memang yg terbaik." ucap Sammy.
"Mari kita makan." ucap Vio.
Keluarga itupun kembali berkumpul dan merayakan keberhasilan Sammy dalam mengalahkan trauma berat yg dialaminya 2 tahun terakhir. Tak bisa terbayangkan bagaimana mereka berjuang menjauhkan Sammy dari hal-hal yg membuatnya trauma tersebut, serta perjuangan mereka mengobati Sammy sampai benar-benar pulih.
.
.
.
Beberapa tahun pun berlalu, kini Sammy sudah resmi menjadi dokter spesialis bedah jantung di rumah sakit Kenzo dan kakaknya. Sammy juga sudah hidup dengan normal seperti dulu dan tak lagi takut mengendarai mobil. Hubungannya dengan neneknya juga baik-baik saja meskipun mereka jarang bertemu.
Sammy pun menjalani rutinitas yg padat di rumah sakit tempatnya bekerja. Mesipun begitu misi balas dendamnya belum usai karena belum menemukan petunjuk apapun. Walau sudah berulang kali memeriksa latar belakang pelaku masih saja ada yg janggal tapi tak menemukan apapun.
Pagi itu, Sammy sedang shift pagi dan dirinya sedang mengunjungi beberapa pasien yg tengah ia tangani. Hingga datanglah James dan putrinya, mereka datang untuk mengecek kondisi kesehatan Wendy.
Dan tugas tersebut diserahkan pada Sammy oleh Kenzo. Karena Kenzo ingin Sammy menjadi dokter yg profesional dalam bekerja. Sammy pun menjalaninya dengan penuh kesabaran karena mengingat jantung yg ada di tubuh wanita tersebut merupakan milik kekasihnya.
"Akhirnya kau sekarang menjadi seorang dokter.." ucap James menyapa Sammy.
"Iya, silahkan." ucap Sammy ramah padahal dalam hatinya ia sangat menahan diri.
Sammy pun melakukan beberapa pengecekan dibantu oleh perawat. Dan memberikan sedikit penjelasan. Setelah itu mereka pergi dari rumah sakit dan Sammy baru merasa lega.
"Akhirnya mereka pergi juga." gumam Sammy.
Meskipun tahu wanita tersebut adalah saudarinya, tetap saja Sammy kesal mengapa harus jantung milik kekasihnya yg diambil?? atau ini memang disengaja?? Hingga Sammy terus mencari bukti siapa dalang dibalik kecelakaannya beberapa tahun silam.
.
.
.
Sementara itu, Wendy pun bertanya siapa dokter tadi yg terlihat sangat akrab dengan dadnya.
"Dad, dr.Sammuel tadi daddy mengenalnya?" tanya Wendy.
__ADS_1
"Iya sayang, dia juga pernah menolongmu waktu pingsan di mall dulu." balas James.
"Benarkah dad? aku bahkan tak sempat berterimakasih." ucap Wendy.
"Dad sudah mengatakannya.. Bahkan aku tak menyangka kalau dia putra dari dr.Kenzo." ucap James.
"Kadang dunia itu memang sempit dad." ucap Wendy.
"Iya kau benar.."
"Dia masih muda, tampan, dan keluarganya juga dokter.. pasti hidupnya mudah." ucap Wendy.
"Kau juga sama, kau bisa sampai di titik ini karena ada dad." ucap James.
"Iya dad.. tapi aku belum siap menggantikan dad." ucap Wendy.
"Tak apa, kau kerjakan saja yg bisa kau tangani." ucap James.
"Terimakasih dad." ucap Wendy.
Wendy pun merasa ada yg aneh saat bertemu dengan Sammy. Entah mengapa jantungnya berdegup kencang seperti sedang jatuh cinta. Hingga dirinya bertanya-tanya apakah ini yg dinamakan cinta pada pandangan pertama?? Namun, pasti akan sangat mustahil mengingat dirinya dan dokter tersebut memiliki jarak yg cukup jauh.
.
.
.
Tak berselang Kenzo pun datang menemui Sammy.
"Semuanya aman pa.. aku cukup profesional." ucap Sammy.
"Kerja bagus, karena kita tak bisa memilih pasien mana yg harus kita obati dan periksa." ucap Kenzo bangga.
"Iya pa.." ucap Sammy.
"Kau masih sering mengunjungi pelaku itu di penjara?" tanya Kenzo.
"Ya begitulah, ternyata papa tahu juga." ucap Sammy.
"Aku juga masih merasa curiga nak, tapi kemungkinannya sudah kecil." ucap Kenzo.
"Walau begitu aku takkan menyerah pa.." ucap Sammy.
"Ya.. jangan menyerah, papa yakin suatu hari orang itu pasti mendapatkan hukumannya." ucap Kenzo.
"Hari ini ulang tahun mama.. kau sudah siapkan hadiah?" tanya Kenzo.
"Tentu, papa ?" balas Sammy.
"Tentu saja, bagaimana aku bisa lupa." ucap Kenzo.
__ADS_1
Setelah berbincang sejenak, mereka pun kembali bekerja. Hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore dan waktu bekerja Sammy telah usai. Dirinya pun pulang ke rumah bersama Kenzo. Mereka akan merayakan ulang tahun Daphny di rumah.
Acara sederhana yg diinginkan Daphny namun terasa spesial karena Kenzo mempersiapkannya dengan matang. Ben beserta keluarganya, hingga Santi dan Dion pun turut hadir disana. Bahkan Devi pun datang jauh-jauh dari Indonesia.
"Selamat ulang tahun mama.." ucap Sammy.
"Terimakasih nak.." ucap Daphny.
"Hadiah.." ucap Sammy memberikan sebuah paperbag.
"Oh.. kau memang anak yg manis." ucap Daphny.
"Mama selamat ulang tahun.." ucap Vio.
"Terimakasih sayang.." ucap Daphny.
"Aku membelinya khusus untuk mama." ucap Vio.
"Dengan cara memalak diriku dan papa.." tambah Sammy.
"Memalak? pfff.. kerja bagus." ucap Daphny tertawa.
"Kakak ini merusak suasana saja." protes Vio.
"Yasudah sayang tak apa, kau kan belum bekerja." ucap Daphny.
"Selamat ulang tahun sayang.." ucap Kenzo memeluk istrinya.
"Terimakasih sayang.." balas Daphny.
"Anak kecil ayo kita pergi, ini khusus area dewasa.." ucap Sammy menarik Vio.
"Yah.. bawa pergi Vio Samm." ucap Kenzo.
Sammy pun membawa Vio pergi menuju ke meja lain sembari menyapa uncle Ben dan Aunty Sally. Juga ada Xavi sepupu mereka. Kemudian, Sammy memilih berkumpul dengan Davi dan Devi sementara Vio bermain dengan Xavi.
"Devi akhirnya kau kemari juga." ucap Sammy.
"Ck.. kau itu mengejekku? pekerjaanku banyak tahu." ucap Devi.
"Ya, dia lebih sibuk dari kita yg seorang dokter bro." tambah Davi.
"Mendengar jawabanmu sepertinya kau sehat Dev." ucap Sammy.
"Ya.. aku sangat sehat." balas Devi.
"Baguslah.. ayo kita bicara di sebelah sana." ajak Sammy.
Begitulah mereka bertiga kalau sudah bertemu pasti bicara banyak hal. Dan seandainya mereka berada di satu negara pasti akan sangat menyenangkan bisa berbagi informasi dan cerita.
Devi kini tengah sibuk mengurus mall yg akan diberikan padanya. Kini Devi harus berusaha keras agar kakeknya mengakuinya. Hingga Devi bekerja siang dan malam demi mendapat pengakuan kakeknya tersebut.
__ADS_1
Sementara Sammy dan Davi pun tak kalah sibuk, mereka mengurus banyak pasien setiap harinya. Bahkan bisa dipanggil kapan saja untuk operasi darurat. Tak ada yg mudah dalam hidup mereka walaupun orang-orang akan menilai hidup mereka enak dan berkecukupan.
Sebuah profesi kadang kala memang mendapat pandangan baik dari orang lain, padahal tak mudah menjalaninya. Tapi itulah hidup kadang setiap manusia harus terus berusaha, walaupun usaha itu tak terlihat oleh manusia lainnya dan yg terlihat hanya hasilnya saja.