Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.139 Curhat


__ADS_3

Sammy pun menceritakan kronologisnya pada Davi. Tentu saja Davi kesal karena Devi sama sekali tak menghubunginya. Terlebih saudarinya itu mabuk sampai diganggu beberapa orang.


"Ckk.. Devi sangat frustasi karena perjodohan ini." ucap Davi.


"Bukankah dia bisa menolaknya?" tanya Sammy.


"Iya, tapi akan ada pengganti baru hingga cocok dengannya." ucap Davi.


"Tak bisakah Devi menolaknya??"


"Tidak Samm, ini jalan yg sudah diambil olehnya.. Memegang perusahaan artinya dirinya harus menjaga lingkungan sekitarnya termasuk pasangannya." ucap Davi.


"Ternyata keluarga kalian seketat itu." ucap Sammy.


"Iya begitulah.. makanya aku lebih nyaman tinggal bersama mom dan dad di Singapura." ucap Davi.


"Pasti Devi sangat kesal sampai minum alkohol.." ucap Sammy.


"Jika aku tahu, pasti aku akan bersamanya.. Katanya dia datang dengan sekertarisnya.?"


"Iya, tapi Devi mengusirnya karena sekertarisnya punya keluarga yg menunggunya dirumah." ucap Sammy.


"Jadi begitu.. kau menginaplah malam ini.. sekarang sudah larut." ucap Davi.


"Tidak usah.." tolak Sammy.


"Samm.. kau mau kupukul?" ancam Davi melihat luka-luka Sammy karena melindungi Devi.


"Oke.. baiklah." ucap Sammy.


Sammy pun akhirnya menginap di rumah mereka. Dan itu dijadikan kesempatan oleh Davi untuk mengorek info tentang perasaan sahabatnya itu.


"Samm.. kau yakin baik tidak menyukai Devi?" tanya Davi.


"Entahlah, tapi kejadian malam ini membuatku gila dan tak tahan untuk berlari padanya." ucap Sammy.


Plakk..


"Auuuu.." ringis Sammy yg pundaknya dipukul.


"Ck.. dokter sepintar dirimu ternyata punya kelemahan juga ya dalam hal cinta." sindir Davi.


"Aku belum bisa mendeskripsikannya sebagai cinta Dav.." ucap Sammy.


"Apa kau masih belum bisa melupakan Alice? jadi membuatmu tak bisa membedakannya."


"Aku tak tahu.. sejujurnya aku menyukai Devi.. tapi entahlah apa ini bisa dibilang cinta atau bukan."


"Kau lebih rumit dari organ tubuh manusia.." ucap Davi.


"Bukannya begitu.."


"Kalau kau tak jelas begini.. itu hanya akan menyusahkanmu." ucap Davi.


"Apa yg harus ku lakukan?"


"Jika ingin diam dan melihat Devi menikah dengan pria lain, lakukan saja.." ucap Davi tersenyum.


"Dav.. kau ini menyebalkan."


"Ya.. tapi kau lebih menyebalkan dan tak peka." ucap Davi.


Begitulah, niat hati Davi ingin mendengar cuahan hati Sammy malah berujung kesal karena Sammy masih tak sadar akan perasaannya. Hingga Davi memilih tidur daripada darah tinggi menjelaskannya pada Sammy.


.


.


.


Esok paginya, Sammy dan Davi pun bangun pagi untuk memulai aktivitasnya. Sammy pun buru-buru karena harus ke apartemennya mengganti baju dan kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


Saat keluar dari kamar tamu, dirinya pun melihat Devi sedang berjalan perlahan karena mabuknya masih terasa.


"Dev.. kau baik-baik saja?" tanya Sammy.


"Samm.. kau sedang apa sepagi ini?" balas Devi.


"Berapa banyak kau minum sampai lupa apa yg terjadi tadi malam?" ucap Sammy membantu Devi menuju ke meja makan.


"Aku tak terlalu ingat.. yg kuingat hanya menendang seseorang." ucap Devi memegang kepalanya yg sakit.


"Devi istirahatlah dirumah.. dan minum obat ini.." ucap Davi datang dan memberinya obat.


"Terimakasih Dav." ucap Devi.


"Jadi kau sekarang mau cerita padaku apa yg terjadi?" tanya Davi menatapnya tajam.


"Berhenti menatapku begitu.. aku akan cerita." ucap Devi.


"Waktu dan tempatnya kami persilahkan nona Devi." ucap Davi.


Devi pun menceritakan segalanya dan penyebab hingga dirinya memilih minum alkohol. Ternyata kakeknya merencanakan pernikahan dengan Jeremy karena Devi tak melakukan penolakan.


"Ck.. harusnya kau itu jujur jika tak suka." ucap Davi.


"Aku sudah menolaknya sekali.. kalau kutolak lagi aku wanita paling jahat." ucap Devi.


"Yasudah menikah saja sana dengan Jeremy mu itu !!" ucap Sammy kesal lalu memilih pergi dari rumah Devi.


"Samm.. kau itu keterlaluan..!" ucap Devi.


"Ya.." balas Sammy malas.


"Ck.. kalian berdua ini benar-benar.." ucap Davi kesal.


"Sekarang kau mau apa?" tanya Davi.


"Aku harus menghentikan kakek.." ucap Devi.


"Harusnya kau bilang itu kemarin-kemarin.. " ucap Davi frustasi.


"Kau mau aku melakukan apa?"


"Bantu aku memohon pada kakek.." ucap Devi.


"Dev, katakan yg sejujurnya dulu pada Jeremy." ucap Davi.


"Baiklah." ucap Devi.


"Sammy.. sepertinya dia juga menyukaimu tapi sikap kalian sungguh menyebalkan." ucap Davi lalu meninggalkan Devi sendirian di meja makan.


Begitulah, keduanya ternyata sangat tak peka dan menyebalkan bagi Davi. Yg satu lagi tak peka dan yg satu lagi menyebalkan karena selalu berpura-pura tak merasakan apapun. Jika diteruskan mereka berdua hanya akan menyakiti diri sendiri.


.


.


.


Sementara itu, Devi pun menghubungi Boby untuk memberitahu dirinya tak bisa masuk kerja sampai siang hari karena kondisinya. Kemudian Devi memutar otak untuk menghubungi Jeremy. Tentu saja Jeremy langsung meresponnya.


Mereka pun bertemu di sebuah taman yg sepi.


"Maaf aku terlambat karena macet." ucap Jeremy.


"Iya.. silahkan duduk." ucap Devi.


"Jadi kau ingin membahas apa?" tanya Jeremy.


"Maaf tapi kita tak bisa menikah.." ucap Devi.


"Aku mengerti tapi harusnya kau bicara sejak awal.. tapi aku akan berusaha membantumu." ucap Jeremy.

__ADS_1


"Maaf Jeremy aku menyusahkanmu." ucap Devi.


"Tidak, aku sudah tahu akhirnya akan begini.. kau jangan pikirkan." ucap Jeremy.


"Terimakasih. Kau membuat semuanya mudah untukku." ucap Devi.


"Ya.. tapi aku hanya ingin sesuatu.." ucap Jeremy.


"Katakanlah.." ucap Devi.


"Makan malam denganku untuk kencan yg terakhir kalinya." ucap Jeremy.


"Baiklah.. tapi bagaimana caramu menolaknya?" tanya Devi.


"Aku sudah punya rencana, dan dari awal aku belum menyetujuinya serta mengabaikan orangtuaku." ucap Jeremy.


"Baiklah, katakan semua rencanamu." ucap Devi.


"Nanti aku kabari, aku harus buru-buru ke suatu tempat." ucap Jeremy.


"Baiklah." ucap Devi.


Mereka pun berpisah di taman tersebut dan memutuskan untuk membatalkan perjodohan bagaimanapun caranya.


.


.


.


Sementara itu Sammy masih kesal pada tindakan Devi dan menyadari cintanya sudah terlambat. Tapi Sammy pun tak bertindak bodoh dan tetap pergi bekerja pagi itu.


Lalu sepulang kerja dirinya mampir ke tempat pertemuannya dengan neneknya.


"Samm.. cucuku.." ucap Vina memeluknya.


"Bagaimana kabar nenek?" tanya Sammy.


"Nenek tak baik-baik saja, tensi darah tinggi, gula darah tinggi, susah tidur bahkan kehilangan selera makan." ucap Vina.


"Nenek mau konsultasi denganku? " tanya Sammy tersenyum.


"Tentu saja, cucuku kan dokter yg hebat.." puji Vina.


Sammy pun memeriksa tekanan darah Vina dan melihat neneknya yg kondisinya sangat tidak baik. Lalu dirinya pun teringat pada masalah ayahnya dan saudari tirinya. Pastinya neneknya kesulitan dengan mereka.


"Nek, apa ini tentang tuan James dan Wendy?" tanya Sammy.


"Ya.. putraku yg bodoh berada di penjara.. cucu perempuanku yg bodoh juga tengah hamil.. bagaimana aku tak stres dengan kondisi ini?" ucap Vina bercerita kesulitannya.


"Kenapa nenek baru bilang sekarang?? Lalu bagaimana kondisi Wendy?" tanya Sammy.


"Kondisinya memprihatinkan, dirinya depresi berat.. dia tak berani menunjukkan wajahnya di depan umum." ucap Vina kelihatan sangat sedih.


"Sudah ke dokter?" tanya Sammy.


"Sudah, tapi tak ada hasil.. aku bahkan menganjurkannya ab**i.." ucap Vina.


"Itu berbahaya nek.. Wendy bisa saja tak selamat." ucap Sammy.


"Ya.. aku tahu, Samm hanya kau satu-satunya keturunanku yg bisa kuajak bicara normal dan hidup normal." ucap Vina.


"Ck.. nenek berlebihan." ucap Sammy.


"Melihatmu hidup dengan baik, menikmati kesibukan dan lelahmu sebagai dokter membuatku lebih bangga daripada melihat putraku yg memimpin perusahaan." ucap Vina.


"Terimakasih nek atas pujiannya.. katakan saja apapun nek, aku pasti akan mendengarkannya." ucap Sammy yg bersedia menampung segala keluh kesah neneknya.


"Bahkan kau seperhatian ini padaku.." ucap Vina terharu.


"Nek jangan menangis, nanti bedakmu luntur." ucap Sammy.

__ADS_1


"Cih.. dasar menyebalkan.. baru kupuji tadi.." ucap Vina sementara Sammy tersenyum.


Vina pun ikut tersenyum dan bercerita banyak hal pada Sammy. Sammy adalah satu-satunya cucunya yg paling perhatian dan mau mendengarkan semua ceritanya. Dan Vina bersyukur Sammy mengakuinya setelah segala perbuatan jahat ayahnya pada ibunya dan dirinya.


__ADS_2