Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.115 Pindah tugas


__ADS_3

Pagi itu Kenzo pun mendapatkan laporan dari rumah sakitnya di Indonesia. Ada banyak kekacauan disana karena kurangnya dokter spesialis jantung. Akhirnya setelah berpikir sejenak dirinya memanggil Sammy dan beberapa staf ke ruangannya.


"Aku memanggil kalian kemari untuk sebuah tugas." ucap Kenzo.


"Beberapa dari kalian akan aku kirim ke Indonesia karena cabang disana sedang kekurangan orang.. Untuk masalah gaji akan kami samakan dengan gaji disini, serta ada fasilitas apartemen dan sebagainya." ucap Kenzo.


"Jika ada yg berminat silahkan angkat tangan." ucap Kenzo.


Sammy pun mengangkat tangannya, dan diikuti 2 orang lainnya.


"Jika kalian yakin, mohon isi form yg akan aku bagikan dan kumpulkan paling lambat besok." ucap Kenzo.


"Baik prof.." ucap mereka.


"Oke.. silahkan kembali bekerja dan kumpulkan formnya paling lambat besok." ucap Kenzo memberikan formnya kepada ketiga orang tersebut.


Mereka semua pun kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Dan Kenzo merasa terkejut karena Sammy mau mengambil tugas tersebut di Indonesia. Kenzo hanya berpikir mungkin saja Sammy ingin merubah suasananya dan disana juga ada paman dan sahabatnya Devi.


Dan Kenzo baru menanyakannya pada malam hari di rumahnya.


"Sammy kau yakin nak mau mengambil tugas ini?" tanya Kenzo.


"Yakin pa.. aku ingin mencari sebanyak-banyaknya pengalaman." ucap Sammy.


"Baguslah, jika butuh apa-apa ada uncle Ben dan tentunya papa akan siap untukmu kapan saja." ucap Kenzo.


"Terimakasih pa.." ucap Sammy.


"Jadi Sammy ku mau ke Indonesia?" tanya Daphny muncul.


"Benar ma.. " ucap Sammy.


"Kau yakin nak?" tanya Daphny.


"Ya ma.. aku yakin, lagipula aku laki-laki tak ada yg perlu dikhawatirkan." ucap Sammy.


"Baiklah, jika itu keputusanmu.. mama hanya berpesan hati-hati dan selalu waspada di sana." ucap Daphny.


"Baiklah, aku akan mengingatnya ma.." Sammy.


"Baguslah Sammy, papa harap kau betah disana karena fasilitas apartemennya juga tak jauh dari rumah sakit." ucap Kenzo.


"Baik pa.. aku mengerti." ucap Sammy.


"Kakakkkk.." ucap Vio datang mendengar itu semua.


"Kenapa pergi kesana.." protesnya.


"Maaf Vio, kakak harus siap ditugaskan dimanapun.." balas Sammy.


"Ck.. aku sendirian disini." ucap Vio.


"Sayang, memangnya papa dan mama disini kau anggap patung..,,?" tanya Kenzo.


"Hehe.. bukan begitu.. tapi rumah ini jadi sepi." ucap Vio meralat ucapannya.


"Haruskah kita buat adik lagi?" tanya Kenzo pada Daphny.

__ADS_1


Seketika Daphny menyikut perut Kenzo dan membuat kedua anak mereka tertawa.


"Tuh, mama protes.." ujar Sammy.


"Aku hanya memberikan saran dan masukan.." ucap Kenzo.


"Umurku tak muda lagi, jadi jangan aneh-aneh." balas Daphny.


"Pfff.. tapi seru sih pa kalau ada adik bayi." ucap Vio.


"Benar kan sayang.." ucap Kenzo pada Vio dan keduanya tersenyum.


"Sudah-sudah, aku sudah bukan usia produktif lagi.." protes Daphny.


"Oke.. aku menyerah.." ucap Kenzo.


Dan semuanya pun tertawa di ruangan tersebut. Mereka pun akhirnya membicarakan mengenai keberangkatan Sammy nanti menuju ke Indonesia.


.


.


.


Beberapa hari kemudian, Sammy dan kedua rekannya pun dikirim ke Indonesia. Keluarga pun mengantar kepergian mereka di bandara. Dan Kenzo sebagai orang yg bertanggunghawab pun mengantar kepergian mereka semua.


Hingga akhirnya ketiganya pun diberangkatkan menuju Indonesia. Perjalanan yg tak terlalu jauh dan hanya memakan waktu singkat pun akhirnya tiba di Indonesia.


Sesampainya di bandara, ada orang-orang suruhan Kenzo menyambut mereka dan mengantar mereka menuju ke apartemen yg sudah disediakan. Dan Ketiganya pun diantarkan ke apartemen untuk beristirahat.


Sammy pun langsung mengabari Devi tentang kedatangannya dan lokasi apartemennya. Devi pun senang temannya itu akhirnya tiba di Indonesia. Dirinya juga akan menyambutnya karena sudah tiba di Indonesia.


"Hai Sam.." ucap Devi membuka kaca mobilnya.


"Oh.. Devi.." ucap Sammy senang.


"Naiklah, kita akan makan siang sebelum semakin ramai." ucap Devi.


"Oke..terimakasih tumpangannya." ucap Sammy.


Mereka pun menuju ke sebuah tempat makan dan menikmati makan siang disana. Beberapa obrolan ringan pun terjadi.


"Aku senang kau akhirnya tinggal disini walau sementara." ucap Devi.


"Ya.. aku harus mencari banyak pengaman." ucap Sammy.


"Kudengar Davi juga akan dikirim kemari.." ucap Devi.


"Kebetulan sekali.." ucap Sammy.


"Ya.. katanya dia harus mandiri disini.. kalau disana dia terlalu dianggap sebagai cucu pemilik rumah sakit." ucap Devi tertawa.


"Ya, memang benar sih tak ada yg dirahasiakan." ucap Sammy tersenyum.


Setelah makan siang, Devi pun mengantar Sammy ke apartemennya sementara dirinya kembali bekerja di kantornya.


"Bye, Dev.. thanks tumpangannya." ucap Sammy.

__ADS_1


"Oke.. kalau ada apa-apa tanyakan saja padaku.." ucap Devi.


"Ya.. kau tenang saja, aku ini sudah dewasa bukan anak kecil lagi." ucap Sammy.


"Oke.. bye Samm." ucap Devi lalu pergi dengan mobilnya.


Sammy pun masuk ke apartemen untuk beristirahat. Sammy juga perlu merapikan barang-barangnya. Di negara yg tak asing baginya tapi Sammy datang sebagai warga negara asing yg bekerja disini, Sammy tetap harus bisa beradaptasi dengan baik.


Keesokannya, Sammy pun harus mulai bekerja bersama kedua rekannya. Mereka pun disambut dengan baik disana dan ditunjukkan beberapa ruangan dan tugas-tugas mereka.


Tak ada banyak perbedaan dan mereka bisa beradaptasi dengan cepat. Karena yg memilih untuk pergi ke Indonesia bisa bahasa Indonesia atau campuran darah Indonesia dari keluarga mereka. Hingga mereka menguasai bahasa di Indonesia dan cepat beradaptasi dengan rekan kerja serta staf disana.


Hari pertama bekerja, Sammy pun cukup kewalahan karena memang benar ada banyak pasien yg kurang penanganan karena kurangnya staf ahli. Masalah ini bisa jadi serius, dan bisa membuat reputasi rumah sakit ayahnya jatuh. Untuk itu beberapa orang memang harus dikirimkan.


Setelah menjalani beberapa hari disana, Sammy pun mulai bisa mengatasi masalah ini. Dan perlahan semuanya pun membaik dan terjadwal. Kedua rekannya juga banyak membantu, hingga masalah perlahan terpecahkan.


.


.


.


Hingga beberapa hari kemudian, Sammy bertemu lagi dengan James dan putrinya.


"Aku mendengar kau pindah kemari jadi aku tak perlu jauh-jauh ke Singapura.. " ucap James.


"Iya.. " balas Sammy singkat.


"Terimakasih dr.Sammuel, aku berhutang budi padamu dulu.." ucap Wendy.


"Hutang budi?" tanya Sammy.


"Ya.. kau dan kedua temanmu membawa Wendy yg pingsan ke rumah sakit beberapa tahun lalu." ucap James.


"Oh.. iya tak masalah nona.." ucap Sammy.


Kemudian pemeriksaan pun dimulai, dan tak ada yg salah dengan kondisi saudarinya tersebut. Semua nampak normal dan saudari tirinya tersebut menjalani kehidupan yg sehat berkat jantung milik kekasihnya.


"Semuanya normal dan baik-baik saja.. pertahankan nona.." ucap Sammy.


"Terimakasih dok.." ucap Wendy.


"Terimakasih banyak dr.Sammuel." ucap James.


"Jika anda tak keberatan bisakah kita makan bersama sebagai ucapan rasa terimakasihku?" tanya Wendy.


"Maaf nona, nampaknya aku akan sibuk." ucap Sammy menolak.


"Oke.. aku mengerti.. kau bisa menghubungiku kapanpun.." ucap Wendy memberikan kartu namanya.


"Ya.." balas Sammy.


Wendy dan James pun keluar dari ruangannya, dan Sammy hanya terdiam tanpa ekspresi. Sungguh aneh rasanya reuni keluarga ini, dan Sammy sama sekali tak berminat pada mereka walaupun masih keluarganya.


"Terimakasih tapi aku masih tak berminat." gumam Sammy dalam hati.


Dan Sammy mendapat telepon dari neneknya. Dirinya mendapat hadiah dari neneknya tersebut. Sammy pun hanya bisa mengucapkan terimakasih dan merasa tak perlu diberikan hadiah, tapi neneknya itu sudah mengirimnya ke apartemennya.

__ADS_1


Saat Sammy pulang, nampak beberapa orang memberikannya sebuah kunci mobil sebagai hadiah dari neneknya. Dan beberapa hari kemudian, mobil milik Sammy datang dari Singapura. Kini Sammy memiliki 2 buah mobil yg terparkir di tempat parkir. Padahal jarak antara rumah sakit dan apartemen bahkan tak memerlukan mobil. Dan mobilnya diperuntukkan untuk mobilitasnya ketika ingin berpergian.


"Apa-apaan ini? apa aku sedang mengoleksi mobil?" gumam Sammy melihat kedua mobilnya.


__ADS_2