Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.145 Sebuah Tujuan


__ADS_3

Setelah beristirahat di rumahnya, Sammy pun menghubungi orang tua Devi mengenai kedatangannya. Mereka cukup terkejut tapi tetap menerima Sammy seperti anak mereka sendiri. Sammy pun diperlakukan dengan ramah seperti biasanya walaupun mereka sangat penasaran apakah ada hubungannya dengan tuan Tian yg meminta Santi menceritakan tentang asal usul Sammy.


"Uncle, Aunty aku tak ingin berbasa-basi lagi.. aku hanya ingin melamar Devi di hadapan kalian." ucap Sammy membuat mereka berdua terdiam dan saling tatap.


Akhirnya pecahan puzzle itupun tersusun dan mereka mengerti alasan kenapa ayah Santi memanggil mereka ke Jakarta.


"Bagaimana dengan Devi?" tanya Dion.


"Itu.. sebenarnya aku juga belum tahu jawaban Devi apa karena tuan Tian melarang kami bertemu maupun berkomunikasi." ucap Sammy.


"Sam.. apa alasan ayahku?" tanya Santi.


"Alasannya karena aku putra kandung dari tuan James, dan dirinya mengira aku takkan setia seperti pria itu." ucap Sammy sembari mengepalkan tangannya.


"Ayahku memang sekolot itu. " ucap Santi.


"Aku mengerti alasan dan tindakkanmu adalah yg terbaik dengan menemui kami sebagai orangtua Devi." ucap Dion.


"Tapi pendapat Devi lebih utama dari pada restu kami." ucap Dion.


"Aku mengerti uncle, tapi setidaknya aku sudah jujur dihadapan kalian berdua." ucap Sammy.


"Aku akan mencoba membujuk ayahku.. dan membicarakan ini pada Devi." ucap Santi.


"Terimakasih Aunty." ucap Sammy.


"Iya nak.. kami percaya padamu hanya saja kami juga harus mendengar pendapat putri kami." ucap Santi.


"Baiklah.. aku mohon bantuan kalian untuk meluruskan ini semua." ucap Sammy.


"Ya.. kau datang seperti pria sejati bagaimana kami bisa menolaknya." ucap Dion tersenyum.


"Terimakasih uncle. " ucap Sammy tersenyum.


Bukan hal sulit bagi Sammy untuk mendapatkan kepercayaan Dion dan Santi karena mereka memang menganggap Sammy sama seperti putra mereka. Apalagi keluarga mereka juga sangat dekat dan akrab. Tak sulit bagi Sammy untuk diterima, hanya saja tuan Tian adalah orang tua yg sangat keras kepala.


Kini Sammy berharap Devi mempunyai perasaan yg sama dengannya dan dengan begitu, semua langkahnya akan menjadi lancar. Karena restu dari orang tua Devi lebih utama daripada kakeknya.


Setelah berbincang dengan Dion dan Santi, Sammy pun pulang ke rumahnya. Sammy merasa langkahnya sudah tepat. Kini dirinya tengah menghubungi Davi untuk mengetahui kabar terbaru.


"Hallo Dav.."


"Samm.. akhirnya kau menghubungi juga." ucap Davi.


"Kau dimana Dav?" tanya Sammy.


"Kau beruntung.. aku dirumah sakit masih bertugas tapi sedang kosong. " balas Davi.


"Bagus.. bagaimana kondisi Devi?" tanya Sammy.


"Menyedihkan.. kakek tua itu menyadap ponselnya dan menaruh pengawal pribadi disekitarnya. " ucap Davi.


"Hh.. kasihan sekali. Tapi apa benar Devi juga menyukaiku?" tanya Sammy penasaran.


"Aku tak bisa bilang ini fakta, tapi kelihatannya begitu." ucap Davi.


"Aku akan mencoba bertemu Devi." ucap Sammy.

__ADS_1


"Jangan ambil resiko.. kau mau mati konyol??"


"Aku akan cari cara yg aman." ucap Sammy.


"Ck.. aku akan membantu sebisaku." ucap Davi.


"Terimakasih Dav.. sekarang aku ada di Singapura." ucap Sammy.


"Whaatt??? jadi ini alasanmu menghilang." ucap Davi.


"Iya.. aku butuh bantuan keluargaku." ucap Sammy.


"Baguslah.. kapan kau kembali?" tanya Davi.


"Besok." ucap Sammy.


"Baiklah.. aku mengerti." ucap Davi.


Setelah berbicara banyak hal, Sammy pun memutuskan panggilan telepon. Dan tentu saja dirinya harus mengatur strategi agar bisa bertemu Devi.


.


.


Keesokannya Sammy pun harus kembali ke Indonesia karena jadwal bekerjanya. Dan Davi tengah mengatur strategi agar Sammy dan Devi bisa bicara. Davi pun akan mempertemukan mereka di bandara jika memungkinkan. Tapi nyatanya pengawal kakek mereka menyeramkan, hingga Davi terpikir sebuah ide.


Davi pun sudah menghubungi Sammy untuk berbicara dengan Devi lewat telepon dengan menggunakan ponselnya agar tak ketahuan. Beruntung Sammy cepat meresponnya hingga rencana tetap berjalan.


"Sister.. 5 menit lagi Sammy akan menelpon. Pakai earphonemu dan pergilah ke toilet." ucap Davi.


"Terimakasih Dav.." ucap Devi.


Devi pun pergi ke toilet setelah mendapatkan ponsel dan earphone tersebut. Dirinya masuk ke dalam bilik dan menunggu Sammy menghubunginya. Karena hanya toilet yg tak dapat dimasuki oleh pengawal kakeknya.


Panggilan Sammy pun masuk dan Devi segera menerimanya.


"Hallo.. " ucap Sammy.


"Iya.. ini aku Samm." ucap Devi.


"Akhirnya aku mendengar suaramu lagi. Berarti rencana Davi sukses." ucap Sammy.


"Iya.. aku sedang di toilet saat ini untuk menghindari pengawal itu." ucap Devi.


"Devi waktu kita tak banyak.. apa jawabanmu malam itu?" tanya Sammy.


"Aku juga menyukaimu." ucap Devi membuat Sammy lega.


"Oke.. Terimakasih karena aku sudah bertemu orangtuamu di Singapura." ucap Sammy.


"Jadi itu tujuanmu kesana."


"Ya.. aku sudah dapat ijin mereka asalkan kau juga menyukaiku." ucap Sammy.


"Kau benar-benar cerdik." ucap Devi.


"Ya.. kau pasti bangga kan?"

__ADS_1


"Tentu.. tapi waktu ku tak banyak, aku harus keluar dari sini sebelum mereka curiga." ucap Devi.


"Oke.. kau ada di toilet mana?" tanya Sammy.


"Sam berbahaya untuk bertemu." ucap Devi.


"Kita lihat situasinya dulu.." ucap Sammy.


Devi pun memberitahukan lokasinya dan Sammy segera menuju ke tempat tersebut. Dan benar saja pengawalan Devi sangat ketat hingga Sammy tak bisa mendekat. Tapi Sammy beruntung bisa melihat Devi sebelum terbang ke Singapura untuk urusan bisnis dan bertemu orangtuanya.


Sementara Devi pun tak melihat Sammy karena fokus pada pengawalnya agar tak curiga. Devi pun bertemu Davi untuk berpamitan dan mengembalikan ponselnya.


"Goodjob Dav.." bisik Devi.


Davi pun tersenyum saat Devi mengembalikan ponselnya.


"Sister.. hati-hati dalam perjalanannya.. kuharap kau cepat kembali karena aku merindukanmu." ucap Davi saat mereka saling berpelukan untuk mengembalikan ponsel Davi.


"Tentu.. aku akan kembali secepatnya." ucap Devi.


Kedua saudara kembar itupun berpisah di bandara dan Devi masuk ke area dalam untuk menunggu jadwalnya. Sementara Davi pergi dan menemui Sammy di tempat lain.


"Thanks Dav.." ucap Sammy.


"Tentu.. aku tak bisa melihat Devi menderita." ucap Davi.


"Mau sarapan?" tanya Sammy.


"Ok.. ayo kita sarapan sebelum aku kembali ke rumah untuk tidur." ucap Davi dengan matanya yg lelah.


"Kau pasti semalaman tidak tidur sampai matamu seperti panda." ucap Sammy.


"Iya.. saat aku hendak istirahat bergantian malah ada pasien." gerutu Davi.


Sammy pun mengajak Davi untuk pergi sarapan lalu mereka berdua pulang.


.


.


.


Ditempat lain nampak tuan Tian menemui James untuk bicara. Dan James terkejut akan hal itu.


"Tuan Tian ada perlu apa? bukankah hubungan kerjasama kita telah berakhir?" tanya James.


"Tentu saja, aku kemari bukan tentang pekerjaan tapi soal putramu." ucap tuan Tian.


"Ada masalah apa?" tanya James serius.


"Suruh dia menjauhi cucuku.. aku tak ingin berhubungan dengan pria tak bertanggungjawab seperti kalian." ucap tuan Tian.


"Dia memang putraku secara bioliogis.. tapi hubungan kami tak sedekat itu, bisa dibilang dia enggan mengakuiku.." balas James.


"Aku mengakui kalau diriku pria yg bre***ek di masa lalu.. tapi bukan berarti Sammy sama sepertiku.. Aku bahkan tak tahu apapun tentangnya.. Tunggu.. bukankah putri anda juga tinggal di Singapura dan dekat dengan ibunya Sammy?? anda bisa bertanya pada putri anda." balas James panjang lebar.


"Ckk.. " ucap tuan Tian karena usahanya sia-sia dan pergi meninggalkan James.

__ADS_1


Saat tuan Tian keluar, James pun kembali merasa bersalah. Kali ini dirinya mengganggu percintaan putranya sendiri karena kelakuan bre***knya dimasalalu.


"Rasanya aku memang tak pantas dimaafkan.." gumam James dalam hati.


__ADS_2