
Hari kedua mereka di Bali pun diisi dengan menaiki kapal pesiar untuk memancing. Walaupun Devi menolak tapi dirinya terpaksa karena Davi takut saudara kembarnya itu jadi melenceng kemana-mana tanpa pengawasannya. Davi juga berjanji kalau disana takkan ada alkohol.
"Lihatlah sister pemandangan laut di atas kapal itu hebat." ucap Davi.
"Hmm.." balas Devi sebal.
"Dev, apa kau sedang sariawan dari tadi tidak menjawab perkataan kami?" tanya Sammy.
"Iya.. " balas Devi.
"Pantas saja, minum vitamin c atau makan buah." ucap Davi.
"Iya." balas Devi masih kesal.
"Baiklah, kami akan memancing ikan di laut.. kalau bosan kau tidur saja." ucap Sammy.
"Yuhu.. memancing.. hari ini apakah kita akan beruntung brother??" tanya Davi.
"Semoga saja.." balas Sammy tersenyum sembari mengeluarkan peralatan mancing yg mereka sewa.
Sementara Devi sedang kesal karena terjebak di kapal tersebut dan tak bisa melakukan apapun. Dirinya juga takut berenang di laut lepas yg cukup dalam. Belum lagi kedua pria itu bak cctv otomatis yg tahu gerak-geriknya ataupun pakaian yg ia pakai.
Devi pun hanya berbaring di kursi santai memperhatikan keduanya tengah asik memancing. Udara panas pun membuatnya kehausan dan telah menghabiskan 1 gelas minuman dingin. Sementara kedua pria itu masih bersemangat memancing di cuaca seterik ini.
Tak lama berselang, umpan Sammy pun dimakan ikan dan segera saja dirinya menariknya ke permukaan. Sebuah ikan yg cukup besar pun ia dapatkan.
"Strike..!" ucap Sammy.
"Tarik Samm... " ucap Davi.
"Sepertinya ini ikan besar." ucap Sammy.
"Oke.. aku akan bantu." ucap Davi lalu menolongnya.
Ikan pun berhasil ditangkap dan naik ke atas kapal. Tapi saat baru sampai di atas kapal ikan pun loncat-loncat dan mencipratkan air ke arah Devi yg baru saja tertidur.
Splasss..!! Brukk..Brukk..
"Aaaaa... hujann..!" teriak Devi.
"Maaf Dev, tapi ini bukan hujan." ucap Sammy yg langsung menangkap ikan tersebut dibantu oleh Davi.
"I-ikan? " ucap Devi.
"Iya, lihatlah tangkapan Sammy." ucap Davi menunjukkan ikan besar tersebut.
"Woahh.. besar sekali.. kau yg memancingnya?" tanya Devi.
"Iya.. aku hebat kan?" balas Sammy.
"Iya.. tapi sebesar itu mau diapakan?" tanya Devi.
"Dimasak dan dibagi-bagi.." ucap Sammy.
"Oh.. oke.. makan siang kita adalah ikan.. makan malam juga ikan." ucap Devi sembari membayangkan.
"Haha.. tidak begitu juga Dev, kita bisa memberikannya pada awak kapal." ucap Davi.
"Kau tenang saja, nanti malam kita tidak akan makan ikan." ucap Sammy.
"Samm.. aku masih ingin memancing karena belum dapat. " ucap Davi.
__ADS_1
"Yasudah, coba saja lagi." ucap Sammy.
Hingga akhirnya mereka pun memancing banyak ikan yg membuat Devi bingung untuk apa ikan-ikan tersebut. Hingga akhirnya Davi berinisiatif untuk menjualnya pada para nelayan dengan harga murah untuk membantu mereka mendapatkan ikan tanpa bersusah payah. Dan sisanya akan dimasak dan dimakan oleh mereka.
.
.
Sore pun menjelang dan kapal mereka sudah bersandar. Mereka pun lelah dan memutuskan untuk kembali ke villa untuk beristirahat. Nampak Sammy dan Davi pun langsung beristirahat di kamarnya. Sementara Devi pun kelaparan dan ingin makan diluar.
"Dav.. Samm.. yuk kita keluar cari makan." ucap Devi merengek.
"Dev pesen online aja, aku lelah." ucap Davi.
"Samm.. " ucap Devi meminta tolong.
"Iya Dev, beli online saja.. kau mau apa biar aku pesankan." ucap Sammy.
"Aku mau makan di tempat.." ucap Devi.
"Kami lelah Dev, pesan online saja." ucap Davi.
"Oke." ucap Devi kesal.
Davi pun langsung tertidur, sementara Sammy di kamarnya dan tengah membuka laptopnya. Dirinya pun menyempatkan waktu untuk belajar sejenak sebelum tidur. Tapi dirinya mendengar suara bunyi pintu depan, sepertinya Devi ingin keluar. Sammy pun keluar kamar dan mengecek.
"Dev.. Devi.." panggil Sammy.
"Yah ketahuan." ucap Devi pelan.
"Ada apa? aku mau cari makan." ucap Devi.
"Dev, jangan keluar sendiri malam-malam berbahaya." ucap Sammy.
"Tunggu." ucap Sammy.
"Apalagi?" tanya Devi.
"Aku ikut.. nanti kenapa-kenapa kami yg repot juga." ucap Sammy.
"Oke.." balas Devi tersenyum.
Sammy pun masuk membawa tas, dompet dan ponsel. Kemudian dirinya menemani Devi mencari makanan, walaupun lelah tapi bagaimanapun berbahaya bagi wanita asing berkeliaran di malam hari.
Tibalah mereka di sebuah cafe yg terlihat begitu ramai. Dan mereka turun dari taksi, wajah Devi pun langsung bahagia akhirnya dirinya menikmati liburannya.
"Ayo masuk. " ucap Devi masuk ke sana.
Sammy pun mengikuti langkahnya dan mereka beruntung mendapatkan meja terakhir, karena semuanya sudah full.
"Kita beruntung.." ucap Devi.
"Ya.. kau senang kan?" tanya Sammy.
"Tentu saja, kan jarang-jarang bisa kemari." ucap Devi.
"Ya pesanlah apa saja yg ingin kau makan." ucap Sammy.
"Oke.. kau harus mencoba pilihan menuku." ucap Devi.
Akhirnya mereka pun menikmati makanan disana, sementara Davi sudah tidur karena lelah. Sammy juga sudah mengiriminya pesan kalau mereka berdua keluar mencari makan.
__ADS_1
Setelah makan, Sammy pun mengeluarkan laptop di tasnya dan kembali mengerjakan tugasnya.
"Sammy kita sedang liburan, kau sedang apa?" tanya Devi.
"Liburan bukan berarti mengabaikan tugas." ucap Sammy.
"Dasar murid teladan." ucap Devi.
Kemudian, Devi pun dipanggil seorang wanita yg katanya temannya. Devi pun agak lama disana dan belum kembali. Sammy pun melihat ke arah Devi dan teman-temannya. Nampak juga ada beberapa pemuda yg mabuk di meja tersebut.
"Apa yg sedang mereka lakukan?" ucap Sammy.
Sammy pun membereskan barangnya dan pergi ke tempat Devi berada. Karena nampaknya Devi tak bisa keluar dari sekelompok orang tersebut.
"Dev.. ayo pulang sudah malam.. Davi menanyakanmu." ucap Sammy menghampiri Devi.
"Iya.. baiklah." ucap Devi.
"Guys, balik dulu ya.." ucap Devi senang punya alasan untuk pulang.
"Dev.. ini masih sore, ajak saja sekalian temanmu yg tampan ini." ucap salah seorang teman wanitanya.
"Hai semuanya, maaf mengganggu acara kalian, tapi kami harus pulang.. aku juga ada beberapa tugas yg harus dikerjakan." ucap Sammy.
"Ayo Dev, kita pulang. " ucap Sammy tersenyum.
"See you .." ucap Devi.
"Tunggu.. kau siapanya kenapa memaksanya pulang?" tanya seorang pria bernama Raksa yg menjadi mantan kekasih Devi.
"Aku sahabatnya, aku juga ikut bertanggungjawab selama kami di Bali." ucap Sammy.
"Dan aku tak punya waktu jika kau ingin berdebat." ucap Sammy menarik Devi keluar.
Tapi Sammy dihadang, dan pria itu berusaha memukulnya. Sammy pun menghindar dan menarik Devi jauh dari pria tersebut karena terlihat mabuk.
"Kalian akan diam saja? teman kalian mabuk dan aku bisa panggil polisi." ucap Sammy.
"Makanya jangan sok jagoan." balas salah seorang.
"Oke.. jangan menyesal ya.." ucap Sammy tersenyum.
Sammy pun menghadapi Raksa dan membuat pengunjung lain panik.
"Siapapun tolong panggil polisi pria ini mabuk dan menyerangku yg ingin membawa temanku pulang." ucap Sammy.
Pegawai cafe tersebut pun bergerak cepat menelpon polisi. Dan Sammy pun berhasil melumpuhkan pria tersebut, barulah para pegawai membantunya hingga polisi datang beberapa menit kemudian.
Devi dan Sammy pun memberikan keterangan ditambah beberapa kesaksian dari pelayan yg bekerja dan juga tayangan cctv. Pria itupun diamankan dan mereka berdua bisa pulang.
"Sammy kau tak apa?" tanya Devi.
"Ya.. aku tak apa, kau sendiri bagaimana bisa terjebak dalam pertemanan yg mengerikan begini?" tanya Sammy.
"Pria tadi mantan kekasihku.. dan teman-teman lainnya membenciku karena aku tak ingin kembali padanya." ucap Devi.
"Kukira jagoan dari mana ternyata dia sadboy." ucap Sammy tersenyum.
"Maaf ya.. harusnya aku menurutimu." ucap Devi.
"Nasi sudah menjadi bubur, lebih baik kita pulang." ucap Sammy.
__ADS_1
"Terimakasih Sammy." ucap Devi.
"Iya sama-sama." ucap Sammy kemudian membawa Devi pulang.