
James pun masih terdiam karena terlalu banyak hal yg dirinya tak tahu. Siapa yg tahu Lyra masih hidup dengan identitas Daphny Ivander yg merupakan adik dari Ben. Lalu Sammy, pria yg ia siksa dan paksa untuk menikahi putrinya karena fitnah putrinya sendiri adalah putra kandungnya bersama Daphny. Kepingan-kepingan fakta itu pun menguap dan berhasil membuatnya tersadar atas kebodohannya selama ini.
Dengan sisa anak buahnya, James meminta mereka mencari ketiga pelaku yg telah melecehkan putrinya. Dan untuk Wendy, James tak tahu apa yg ada dibenak putrinya serta hukuman apa yg pantas diterima putrinya karena dirinya juga harus menghadapi kenyataan pahit, yaitu dilecehkan pria tak dikenal.
Perlahan James pun mulai bangkit dan sadar dari semua lamunannya. Namun, dirinya mendapati momnya tiba di tempatnya.
"Dimana Sammy?" tanya momnya.
"Mom.. kenapa bisa tahu anak itu?" tanya James tak percaya bahkan ibu kandungnya pun tahu tentang Sammy.
"Meskipun aku lambat karena usiaku, tapi aku tak bodoh sepertimu.. cepat katakan dimana cucuku berada?" tanya Vina kesal.
"Dia sudah pergi bersama Daphny dan Kenzo.." ucap James.
"Aku takkan memaafkan perbuatan burukmu.. bisa-bisanya kau memukuli anak kandungmu sendiri dan tak mengenali putri yg kau rawat selama ini." ucap Vina.
"Aku akan menghukummu setelah melihat kondisi cucuku." ucap Vina lalu pergi dari tempat tersebut.
Lagi dan lagi James ditampar oleh fakta, kebodohannya sudah tak dapat diampuni lagi. Mungkin setelah ini, dirinya akan kehilangan hak atas perusahaan. Belum lagi tuntutan hukum yg pasti dilayangkan Ben serta tuan Tian padanya.
"Ternyata aku sebodoh ini?? bagaimana bisa Wendy ku membodohiku.." gumam James dalam hati.
James pun kembali ke kantor dan mengatasi berbagai masalah. Hingga harus dijemput paksa oleh pihak berwajib atas tindakannya. Seluruh stafnya pun tahu apa yg dilakukan atasannya tersebut. Dan fitnah apa yg dilakukan James pada Sammy. Secara tidak langsung aib Wendy pun ikut terseret yg menuduh Sammy melecehkannya.
Orang-orang kantor pun memuji Wendy yg masih bisa dengan duduk tenang setelah dilecehkan oleh 3 pria. Semua orang mulai bergunjing secara terang-terangan dan Wendy pun akhirnya mendengarnya.
"Bagaimana bisa wanita itu tetap duduk manis setelah dilecehkan oleh 3 orang pria?"
"Kalau itu aku, pasti aku takkan sanggup hidup."
"Ya.. minimal aku takkan bisa setenang itu."
"Kurasa wanita itu tak normal, tak ada rasa takut dihidupnya.."
"Mungkin karena tahu ayahnya kaya dan memiliki segalanya.. haha."
"Kau benar, dia bahkan lupa caranya untuk merasa malu dan sakit."
"Kalau aku pasti trauma berat dan malu.."
Begitulah Wendy mendengar segala kata-kata yg keluar dari staf kantor James. James yg kini ditahan dan dirinya masih bisa duduk manis di kantornya. Wendy pun segera meninggalkan kantor dan mengunjungi ayahnya yg ditahan untuk introgasi.
"Apa yg sudah kulakukan?? kenapa dad ditahan? apa pelakunya bukan dr.Sammuel??" gumamnya dalam hati.
.
.
.
Ditempat lain, nampak Sammy tengah menjalani perawatan intensif karena luka-luka yg ia dapatkan dari James dan anak buahnya. Devi yg sudah dikabari pun langsung datang ke rumah sakit tersebut.
"Aunty.. uncle.. bagaimana kondisinya?" tanya Devi yg baru tiba.
__ADS_1
"Sammy hanya tidur karena lelah.. tapi tak ada luka yg serius." ucap Kenzo.
"Syukurlah.. maafkan aku karena penjagaan di rumahku kurang pagi itu.." ucap Devi.
"Tidak Devi, kau sudah melakukan yg terbaik.. kau bahkan terluka demi melindunginya.." ucap Daphny.
"Bagaimana kakekmu? dia sudah tahu?" tanya Kenzo.
"Dia pasti tahu apa yg kulakukan tanpa aku melapor padanya.. kemungkinan dia akan bergerak tanpa memberitahuku juga." ucap Devi.
"Kami juga akan bergerak, melihat apa yg Sammy alami aku takkan diam saja.. difitnah lalu dipukuli memangnya putraku salah apa?" ucap Daphny menangis.
"Tenanglah sayang, Ben sedang mengurusnya.." ucap Kenzo.
Tiba-tiba, Vina pun masuk ke ruangan tersebut.
"Sammy.. cucuku.." ucap Vina datang melihat Sammy yg penuh luka-luka.
"Nyonya Vina.." ucap Kenzo dan Daphny.
"Maafkan aku, aku harusnya bisa melindunginya juga." ucap Vina.
"Tidak, ini salah James.." ucap Daphny lantang.
"Kau benar.. bagaimana luka-lukanya.?" tanya Vina.
"Tidak parah dan tak ada luka serius.. tapi Sammy butuh waktu untuk pulih." ucap Kenzo.
"Dia bukan hanya suami yg bodoh tapi juga ayah yg bodoh.. ini pasti salahku yg tak mengajarinya apapun." ucap Vina.
"Ya.. aku tahu lakukan saja.." ucap Vina.
Devi yg berada disana pun diam saja melihat nyonya Devina Clinton datang. Diluar dugaan, neneknya bahkan tak mengkhawatirkan putrnya dan hanya khawatir pada cucunya. Devi bersyukur Sammy dikelilingi orang baik disekitarnya.
.
.
.
Ditempat lain, James tengah diintrogasi oleh penegak hukum. Dan pengacaranya membantu meringankan hukumannya. James pun mengakui semua perbuatannya tanpa ada yg ditutupi. Baik itu tuntutan tuan Tian ataupun Ben, James pun mengakui semua perbuatannya hingga pengacaranya terdiam.
Setelah introgasi, pengacaranya pun bertanya kenapa James melakukan semua ini.
"Aku akan menerima semua hukumanku.. karena aku yg salah.." ucap James.
"Tapi tuan, bagaimana dengan perusahaan anda?"
"Ibuku yg akan mengurusnya.." balas James.
James pun menebus semua dosanya di penjara, dan mengakuinya. Pengacaranya pun hanya bisa menangani kasus tuan Tian dengan membayar denda. Tapi untuk kasus fitnah serta pemukulan untuk Sammy nampaknya sulit. Tapi pengacara itu akan tetap membantu James.
Hingga Wendy datang mengunjunginya.
__ADS_1
"Dad.. apa yg terjadi?" tanya Wendy.
"Saat sudah seperti ini pun kau pura-pura tak tahu apapun." ucap James.
"Apa maksudnya dad?" tanya Wendy.
"Apa kau mengingat kejadian malam itu?" tanya James.
"Aku hanya ingat sedang bersama dr.Sammuel.." ucap James.
"Tuan pengacara tunjukkan videonya." pinta James.
Pengacara tersebut pun menunjukkan video tersebut dan akhirnya Wendy bisa melihat apa yg sebenarnya terjadi. Wendy pun tak percaya, ternyata ucapan orang-orang di kantornya benar kalau orang yg melecehkannya adalah tiga pria asing.
"Sudah sadar apa kesalahanmu?" tanya James.
"Dad.. apa yg harus kulakukan." ucap Wendy.
"Tak ada, karena aku yg bersalah dan menangung semua akibatnya karena mempercayaimu.. " ucap James.
"Dad.. maafkan aku.. aku memang bodoh dan dibutakan oleh cinta." ucap Wendy.
"Iya, dan satu lagi.. Sammuel adalah saudaramu dan sampai kapanpun kalian takkan bisa bersama." ucap James membuat Wendy terkejut.
"Apa maksudnya dad?" tanya Wendy.
"Dia adalah saudara tirimu.. ingat itu baik-baik.." ucap James.
"Jangan bilang dia anak dari wanita lain?" tanya Wendy.
"Kau benar, dia kakakmu sendiri.. dan aku telah memukulinya tanpa ampun.. kau bisa bayangkan bagimana rasa bersalah yg harus aku tanggung?" tanya James kesal.
"Dad.. ini semua gara-gara aku.." ucap Wendy menangis.
"Ya.. harusnya kau jujur padaku dan menuruti kata-kataku.. tapi kau malah mengikuti jalur ibumu yg jelas buruk." ucap James.
"Nenekmu akan mengurus perusahaan dan segalanya.. dad akan berada disini sampai putusannya keluar." ucap James.
James pun lalu ditahan oleh pihak yg berwajib. Dan Wendy dirinya hanya menangis menyadari semua ulah perbuatannya hingga dadnya mendekam di penjara. Lalu dirinya pulang ke rumah karena lelah dengan fakta yg terjadi hari ini.
Sementara itu, Ben datang mengunjungi James.
"Kau udah menyadari perbuatanmu?" tanya Ben.
"Iya.. bagaimana kondisi Sammy?" tanya James.
"Kau baru khawatir sekarang?" balas Ben tersenyum kesal.
"Aku akan menghadapi hukumannya.. tapi takkan sanggup melihatnya karena dosa yg sudah kuperbuat." ucap James.
"Ya.. tebuslah dosamu disini.. " ucap Ben lalu pergi.
"Ben tunggu, bagaimana kondisinya??" teriak James.
__ADS_1
"Matamu ada banyak kan? coba cari tahu sendiri." ucap Ben.
James pun kemudian mencaritahu bagaimana kondisi Sammy. Lalu menanyakan ketiga pria yg telah melecehkan putrinya. Ketiga pria itu masih belum ditemukan. Penyesalan demi penyesalan pun dialami oleh James. Bagaimana mantan istrinya masih hidup bersama putranya dalam diam, lalu dirinya yg menuduh serta memukuli putranya sendiri karena kecerobohannya yg tak memeriksa segalanya dengan benar. Rasa bersalah di hatinya pun lebih menyakitkan daripada hukuman penjara yg ia terima.