Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.56 Tak ada harapan


__ADS_3

Sesuai jadwal James pun pergi ke negara dimana ibunya tinggal untuk melakukan pekerjaannya. Mereka berencana untuk melakukan meeting dan membahas beberapa rencana. Setelah itu, James dan Vina akan berbicara masalah Bella.


James pun sudah berpamitan pada Lyra, dan nampak istrinya itu mempercayainya. Hingga tak ada yg bisa menghambat perjalanannya kali ini.


Begitu tiba di tempat, James pun langsung bekerja. Hingga setelah semua pekerjaannya selesai dirinya menemui Vina, ibunya. Banyak yg mereka bahas kali ini.


"Akhirnya kau yg menemui mom." ucap Vina.


"Ya.. aku bisa kemari karena pekerjaan." ucap James.


"Karena hidupmu hanya untuk bekerja saja, dan itu sangat menyedihkan." ucap Vina.


"Apa aku punya pilihan hidup lain? tidak bukan." ucap James.


"Ya.. tapi bagaimana dengan Bella?" tanya Vina.


"Dia sudah kubuat menyerah.. sekarang hanya tinggal menunggu waktu untuk tes DNA." ucap James.


"Apa kau yakin kalau bayi itu bukan anakmu?" tanya Vina.


"Aku tak bisa menjaminnya mom.. tapi kurasa begitu." balas James.


"Kau tahu kan Lyra bukan wanita biasa, jadi jangan pernah melepaskannya." ucap Vina.


"Iya mom.. aku tahu pilihan kakek tak pernah salah." ucap James.


"Dan sebenarnya alasan utama mom berada di negara ini meninggalkanmu yg masih kecil bersama kakekmu adalah permintaan mendiang daddymu." ucap Vina.


"Mengapa mom baru bilang sekarang?" tanya James.


"Karena kau takkan mengerti ataupun mendengarkan mom dulu." ucap Vina.


"Maafkan aku mom.. karena selama ini berpikiran buruk." ucap James.


"Mom juga sadar akan konsekuensinya.. dan mom juga minta maaf ya.." ucap Vina.


"Bagaimana dengan Lyra apa sudah ada perkembangan?" tanya Vina.


"Apa ini tentang anak?" tanya James.


"Ya.. mom ingin hidup kalian lebih berwarna.. kau bekerja keras untuk apa jika hartamu itu tak bisa kau bawa mati." ucap Vina.


"Aku tak percaya mom bisa mengatakan itu." ucap James.


"Ck.. mom memang matrealistis tapi mom juga realistis.. itulah alasan kenapa mom menghabiskan uang untuk belanja." ucap Vina.


"Untuk saat ini belum mom.. semoga saja nanti kami punya anak." ucap James.


"Ya semoga saja nak." ucap Vina


Kemudian Vina meminum teh yg disediakan di sebuah resto tersebut. Dan James tidak meminum apapun karema tidak haus. Lalu tak lama Vina pun merasa aneh akan teh yg ia minum.


"Akh.." ucapnya karena rasanya tenggorokannya tercekat.

__ADS_1


"Ada apa mom?" tanya James.


"Tenggorokanku.." ucap Vina lalu kehilangan suaranya.


"Mom..mom.." ucap James lalu Vina pun terjatuh.


"Pengawal, siapkan mobil.. kita ke rumah sakit.." teriak James.


"Pengawal...!! " panggil James.


Hingga muncullah Bella disana dengan membawa Ben yg sedang ditahan oleh anak buahnya. Bella bahkan sampai meyewa mafia untuk membantunya mengamankan pengawalan James dan Vina.


"Hai James, nampaknya ibu mertuaku sedang kesakitan." ucap Bella.


"Ini ulahmu?" tanya James geram.


"Ya.. begitulah.. ya kan Ben?" ucap Bella.


"Maaf tuan, semua pengawal sudah dilumpuhkan." ucap Ben.


"Bella apa yg kau lakukan, momku butuh pertolongan sekarang.." ucap James.


"Aku akan menolongmu.. tapi dengan satu syarat.." ucap Bella.


"Katakan.. kita tak ada waktu lagi." ucap James.


"Menikahlah denganku, walaupun secara siri maka ibu mertuaku akan selamat." ucap Bella.


"Apa?? kau sudah gila.. ini bukan cinta tapi obsesi.." ucap James kesal.


"Baiklah.. tapi bawa dulu ibuku ke rumah sakit." ucap James.


"Tanda tangani dulu perjanjiannya.. " ucap Bella.


"Cepat berikan." ucap James yg melihat ibunya sudah sekarat.


James pun menandatanganinya, dan Bella memberikan penawar racun tersebut agar Vina bisa diselamatkan. Setelah memberi penawar, Vina pun dibawa ke rumah sakit. Kondisinya cukup parah karena racun yg diberikan oleh Bella. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan.


Bella pun ikut ke rumah sakit tersebut dengan senyum cerah di wajahnya.


"Mom akan baik-baik saja.. jadi besok kita pulang dan menikah." ucap Bella.


"Kau..!" ucap James kesal.


"James, kau sudah berjanji dan menandatangani kontrak baru." ucap Bella.


"Ck.. pernikahan kontrak yg konyol." ucap James.


"Kau sendiri menikah dengan istrimu pakai kontrak kan?" balas Bella.


"Ck.. sok tahu sekali." ucap James.


"Tentu aku tahu, aku bahkan tahu apa saja yg kau lakukan." ucap Bella membuat James merinding.

__ADS_1


"Dugaan Ben tentang mata-mata Bella benar adanya." gumam James dalam hati.


Kondisi Vina pun berangsur membaik, dan besok sudah bisa pulang. James pun kini harus mengikuti Bella demi nyawa ibunya. Entah apalagai kali ini karena Bella selalu membuat nyawa orang-orang sekitar James dalam bahaya. Kemarin kakeknya, sekarang momnya.. lama-lama Lyra pun bisa dalam bahaya jika James tak menurutinya.


Setelah berpamitan pada momnya, James pun pulang ke Indonesia. Dan dirinya juga harus menikahi Bella, demi menyelamatkan keluarganya. James juga mengajukan syarat kalau mom dan kakeknya tak boleh mengetahuinya. Dan Bella pun menurutinya sambil tersenyum.


.


.


.


Mereka pun tiba di Indonesia tanpa pemberitahuan, dan Ben juga ada disana menyaksikan drama yg dimainkan oleh Bella. Sesungguhnya ia tak tahan, tapi Bella bisa membuat nyawa siapapun terancam. Ben sampai berpikir harusnya Bella ada di penjara selamanya, kenapa bisa bebas berkeliaran??


Bella pun sudah menyiapkan segalanya di Indonesia, pakaian pernikahan, keluarganya juga sudah siap. James beserta Ben pun hanya menururutinya karena Bella sudah merencanakan segalanya dari awal.


Hingga pernikahan siri mereka pun berlanjut. Dan James resmi menikahi Bella secara siri, dirinya hanya berharap Lyra tak tahu dan tak tersakiti. Bahkan dirinya mengulur waktu pulangnya demi menuruti Bella. Ben yg tak tahu apa-apapun ikut terseret agar tuannya aman.


"Apa yg kulakukan disini? kenapa tuanku jadi seperti budak oleh wanita gila ini..?" gerutu Ben dalam hati.


Tampaknya Ben diperlakukan bak tahanan oleh mereka. Dirinya tak diperbolehkan keluar dari Villa milik keluarga Bella. Dan parahnya James diminta untuk menemani Bella selama 1 minggu baru boleh kembali pada Lyra.


1 Minggu pun berlalu, James hendak pulang ke rumahnya dan bertemu Lyra istri sahnya.


"Aku akan pulang Lyra pasti menungguku.. " ucap kJames.


"Wanita itu lagi? hhh.. ada syaratnya." ucap Bella.


"Apa maksudmu?? dia juga istriku dan aku harus adil." ucap James.


"Bersikaplah dingin padanya jika ingin Lyra tersayangmu selamat." ucap Bella.


"Apa maumu? kenapa kau membahayakan orang disekitarku?" tanya James.


"Karena kau hanya milikku." ucap Bella.


"Dan lihat ini?? istrimu sedang berada di cafe bersama kedua temannya. Aku bisa mengirim orang untuk membuatnya tertidur selamanya." ucap Bella.


"Baiklah.. aku akan bersikap dingin tapi biarkan aku pulang." ucap James.


"Oke.. buktikan ucapanmu sayang.." ucap Bella.


James pun tak bisa berbuat apa-apa karena tekanan dari Bella. Hingga dirinya pulang tanpa pemberitahuan, Lyra pun juga sudah menghubunginya beberapa kali tapi tak mendapat balasan hingga dirinya khawatir.


Malam itu, James pun pulang dan membuka pintu kamarnya. Lyra pun terkejut sekaligus merasa senang melihat suaminya tiba. Tapi entah mengapa James menatapnya dengan sangat dingin.


"Kau sudah pulang? apa yg terjadi sampai tak memberi kabar." ucap Lyra mendekat.


"Tidak ada." ucap James.


"Maksudmu? kanepa tak membalas pesanku?" tanya Lyra.


"Aku sangat lelah dan akan tidur di ruang pribadiku." ucap James lalu meninggalkan Lyra.

__ADS_1


Lyra pun merasa aneh akan sikap James, tapi dirinya berpikir kalau James sedang lelah dan banyak masalah.


__ADS_2