
Begitu tiba di Singapura, mereka pun naik helikopter menuju ke suatu tempat. Lyra pun sempat bertanya tapi Kenzo hanya berkata akan jalan-jalan sebentar. Padahal niatnya untuk mengecoh jika ada yg ingin mengikuti mereka.
Hingga mendaratlah mereka di sebuah atap gedung. Dan saat hendak turun, mereka disambut oleh staf dokter disana. Dan Lyra dibawakan kursi pasien.
"Silahkan nona." ucap perawat.
"Aku baik-baik saja." ucap Lyra.
"Duduklah, kita belum sempat kerumah sakit kan setelah kejadian itu." ucap Kenzo.
"Baiklah." ucap Lyra menurut.
Lyra pun dibawa oleh perawat dan dokter untuk diperiksa kesehatannya. Sementara Kenzo mengurusi beberapa hal.
Lyra pun dicek kandungannya dan hasilnya, kandungannya lemah karena kejadian kemarin. Hingga dirinya harus dirawat selama beberapa hari. Saat Kenzo datang, Lyra sudah berada di kamar pasien khusus dan membuat Kenzo tersenyum.
"Aku sudah dengar semuanya, jadi kau istirahat saja disini.. Nanti aku akan menyiapkan semuanya." ucap Kenzo.
"Kenzo aku berhutang banyak padamu." ucap Lyra.
"Iya.. kau harus membayarnya nanti." balas Kenzo tersenyum.
"Sekarang kau istirahat saja dan jangan pikirkan apapun. Disini tak ada yg bisa menemukanmu termasuk Bella dan James." ucap Kenzo.
"Sekali lagi terimakasih Kenzo." ucap Lyra.
"Ya.. walaupun yg mengalami ini bukan kau tapi pasti aku akan melakukan hal yg sama." ucap Kenzo.
Kenzo pun meninggalkan Lyra untuk beristirahat di kamarnya. Dan dirinya meminta perawat untuk menjaganya serta sering mengecek kondisinya.
Kini Kenzo harus menemui Laura kakaknya yg menjadi pemimpin rumah sakit disana.
"Masuklah." ucap Laura.
"Selamat datang kembali Kenzo.." sapa Laura.
"Terimakasih kak." balas Kenzo dan keduanya pun berpelukan.
"Tapi siapa wanita itu?" tanya Laura.
"Dia rekan kerjaku.." ucap Kenzo.
"Ck.. jangan coba bohongi aku." balas Laura dengan tatapan tajam.
"Oke.. bolehkan aku duduk kalau begitu." ucap Kenzo.
"Ya silahkan.." ucap Laura.
"Apa kakak tak punya minuman kopi atau sejenisnya.?" tanya Kenzo.
"Hhh.. dasar kau ini datang-datang minta dijamu." ucap Laura lalu pergi ke mesin kopi dan menyeduhkan 2 gelas kopi.
Setelah kembali duduk, Laura pun mendengar semua cerita dari Kenzo. Dan Kenzo tentu tak bisa menutupi semuanya dari Laura. Hingga akhirnya Laura mengerti dan turut prihatin pada wanita bernama Lyra. Bagaimana hatinya tidak tersentuh mendengar seorang wanita yg diduakan dan lagi madunya seorang wanita yg kejam. Bahkan saat Lyra memilih untuk bercerai dan meninggalkan segalanya dalam kondisi hamil pun Bella tetap menyerangnya.
"Aku turut prihatin pada wanita itu. Tapi kau yakin tak punya perasaan apapun padanya?" tanya Laura.
__ADS_1
"Menurut kakak sendiri?" balas Kenzo tersenyum.
"Senyummu berkata lain.. dan lagi kau sampai menaruhnya di kamar khusus." ucap Laura.
"Ya, tepat seperti dugaan kakak.. tapi karena kondisinya aku harus bersabar." ucap Kenzo.
"Pilihan yg bijak, tak baik jika kau mendekatinya dalam kondisi hamil begini." ucap Laura.
"Dan wanita itu juga menyadarinya bahkan mengatakan hal yg sama seperti kakak." ucap Kenzo.
"Baiklah, Kenzo aku mengerti dan akan menjaganya." ucap Laura.
"Terimakasih banyak kak." ucap Kenzo.
"Hmm.. tapi jangan lupa bayar tagihannya." ucap Laura.
"Oke.. tenang saja." balas Kenzo.
Kenzo pun sudah memprediksi kalau kakaknya akan menerima Lyra. Karena nasib Lyra dan kakaknya hampir mirip. Bedanya kalau Laura bercerai setelah anaknya lahir. Hingga kini dirinya berjuang menjadi single mom yg hebat dan memimpin perusahaan.
.
.
.
Beberapa hari kemudian, Lyra pun sudah diperbolehkan untuk pulang. Dan juga Kenzo sudah memberinya tempat tinggal yg aman. Sebuah apartemen mewah pun menjadi tempat tinggalnya walaupun Lyra merasa ini semua berlebihan.
"Aku tidak mau tinggal disini, pasti mahal." ucap Lyra.
"Ini milikku.. kau tinggal disini saja." ucap Kenzo.
"Aku tinggal di rumahku." ucap Kenzo.
"Tapi ini terlalu berlebihan." ucap Lyra.
"Terserah, kalau kau merasa bersalah kau bayar biaya pemeliharaannya saja." ucap Kenzo.
"Tapi aku belum bekerja." ucap Lyra.
"Makanya sudah diam dan terima saja." ucap Kenzo.
"Ya.. aku akan menghitung semua hutangku." ucap Lyra.
Kenzo pun tersenyum karena Lyra menganggapnya hutang, padahal Kenzo sampai matipun takkan menagihnya. Lalu tak berapa lama datanglah tamu dan Kenzo tersenyum.
"Siapa Kenzo?" tanya Lyra.
Sementara itu, Santi dan Dion yg baru saja masuk ke apartemen pun terkejut melihat Lyra masih ada dihadapan mereka. Santi pun menghampiri Lyra dan memastikan kalau itu sahabatnya. Kemudian Santi menangis sambil memeluk Lyra.
"Lyra.. kau masih hidup.." ucap Santi.
"Iya aku masih bisa kau peluk kan?" tanya Lyra.
"Pasti pelakunya Bella." ucap Santi.
__ADS_1
"Sesuai dugaanmu.. sekarang kita duduk dulu dan bicara dengan tenang." ucap Lyra menghapus air mata Santi.
"Lyra syukurlah kau masih hidup.." ucap Dion.
"Ya.. begitulah aku memiliki kesempatan kedua untuk hidup." ucap Lyra.
Lyra pun menyajikan teh untuk mereka dan mereka membahs masalah tersebut. Lyra pun menceritakan kejadian yg menimpanya beberapa hari yg lalu. Dion beserta Santi pun geram akan tindakan Bella pada sahabatnya. Parahnya kini berita yg beredar adalah Lyra bunuh diri karena menyesal telah meninggalkan James dan kekasihnya mencampakkannya setelah tau dirinya hamil.
"Ini pasti ulah si wanita ular itu.." ucap Lyra.
"Ya.. kemungkinan begitu." ucap Santi.
"Tapi bagaimana kondisimu saat ini Lyra?" tanya Dion.
"Aku dan bayiku masih baik-baik saja." ucap Lyra.
"Dan aku memanggil mereka berdua bukan hanya untuk memperlihatkan kalau Lyra masih hidup, tapi juga ingin membuka fakta kalau Lyra tak bunuh diri." ucap Kenzo.
"Tapi aku ingin orang-orang tahu kalau aku sudah tiada agar tak ada lagi yg mencariku." ucap Lyra.
"Lyra kau lupa kau memberi kabar pada kami malam sebelum kau diculik?" tanya Kenzo.
"Kami masih menyimpan pesanmu." ucap Dion.
"Lyra, kami akan berusaha menyembunyikanmu dan menguak fakta yg sesungguhnya." ucap Santi.
"Kalian yakin, akan baik-baik saja.?" tanya Lyra.
"Ya.. kami yakin." ucap mereka bertiga.
Dan bukti terakhir yg menjadi bukti kunci bahwa Lyra tak bunuh diri adalah pesannya pada Kenzo yg meminta tolong. Serta bukti cctv yg Kenzo minta amankan pada pihak apartemen.
Setelah membahas banyak hal, mereka pun memutuskan akan terus melanjutkan kasus ini. Dan juga Kenzo, beserta Dion dan Santi akan pulang ke Indonesia untuk melaporkan kejadian tersebut. Santi juga menyimpan beberapa catatan milik Lyra sebagau bukti kalau tulisan disurat wasiat tersebut adalah palsu dan bukan tulisan milik sahabatnya.
Lyra pun setuju dan sangat berterimakasih pasa ketiganya. Walaupun Lyra tak bisa ikut membantu mereka demi keamanannya. Lyra hanya mengatakan lokasi tempatnya diculik dan ciri dari penculiknya.
Hingga tibalah waktu dimana Kenzo, Santi dan Dion pulang ke Indonesia. Mereka pun melaporkan kasus tersebut dan membuat kasus tersebut kembali dibuka. Hal itu membuat Bella cemas, dan James sama sekali tak perduli.
Tapi Ben yg mendengar ketiga rekan Lyra membuka kasusnya pun terkejut. Hingga dirinya menghampiri ketiganya untuk bertanya sesuatu. Dari ketiganya hanya Kenzo yg bersedia menemuinya.
"Jadi ada apa tuan Ben?"tanya Kenzo.
"Apa yg terjadi pada Lyra?" tanya Ben.
"Dia tak bunuh diri, dan dia diculik lalu kemungkinannya dia dibunuh dan dibuang ke laut." ucap Kenzo.
"Apa kau yakin?" tanya Ben.
"Tentu, tapi apa hubunganmu dengan Lyra sampai menanyakan hal tersebut.??" tanya Kenzo curiga.
"Aku.. aku saudaranya." ucap Ben.
"Hmm.. kau bukannya mantan sekertaris dari James?" tanya Kenzo.
"Aku sudah keluar, dan kini memegang perusahaan orangtuaku." ucap Ben.
__ADS_1
"Apa buktinya kalau kau saudaranya? yg kutahu Lyra adalah anak asuh dari sebuah yayasan." ucap Kenzo.
Ben pun akhirnya menceritakan kisahnya pada Kenzo.