Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.50 Sebuah Fakta


__ADS_3

Setelah pertemuan itu, raut wajah James nampak berubah. Kini dirinya begitu dingin dan tak bisa mengontrol diri dengan baik. Bahkan Ben pun merasa sedikit kecewa pada sahabatnya tersebut. Pernikahan sirinya pun terdengar sampai ke telinga Vina ibu kandungnya. Vina pun marah besar akan hal itu. Sampai dirinya menghubungi orang-orangnya untuk tahu kondisi Lyra dan apakah Lyra sudah mengetahuinya.


Sebuah kabar mengejutkan pun didapatkan oleh Vina. Dimana Lyra dan James sedang perang dingin. Lyra bahkan sampai menginap di rumah sakit selama beberapa hari lalu kembali kerumah dan esoknya menginap lagi. Situasi rumah tangga James pun semakin berantakan.


Vina pun memutuskan untuk pulang ke rumah agar Lyra dan James bisa akur. Serta mungkin bisa mencegah rencana pernikahan siri Bella dan James.


"Aku harus mencegahnya." gumam Vina dalam hati.


Padahal Vina baru saja lega dan bahagia menemukan menantu idaman yg bisa diandalkan. Tapi kelakuan anaknya sungguh be**at sampai menghamili wanita lain. Dan Vina sedang menyelidiki tentang Bella.


Lyra yg dihubungi pun segera menuju ke bandara untuk menjemput Vina setelah bekerja. Masalah ini membuat Lyra bahkan sampai hampir tinggal di rumah sakit. Dirinya sampai menyewa kamar kos untuk istirahat dan selalu mengambil shift malam karena masih jijik dengan James yg tega tidur dengan wanita lain.


.


.


Di Bandara nampak Lyra terlihat baik-baik saja demi menutupi aib rumah tangganya. Dan Vina bisa melihat dari sorot mata Lyra yg terlihat kecewa dan sedih walaupun mulutnya tersenyum lebar.


"Apa kabar sayang?" tanya Vina.


"Kurang baik mom.. aku habis shift malam di rumah sakit." ucap Lyra jujur agar Vina tak curiga.


"Astaga, mom tidak tahu, yasudah kita pulang saja agar kita bisa istirahat.. mom juga lelah." ucap Vina.


"Baik mom.. mari kita pulang." ucap Lyra.


Sepanjang perjalanan pun Vina bercerita mengenai hal-hal kesukaannya terutama belanja dan Lyra menanggapinya dengan ceria. Belum lagi oleh-oleh yg ia siapkan untuk Lyra sebagai menantu kesayangan.


Begitu tiba dirumah, Vina langsung meminta Lyra untuk istirahat di kamarnya dan dirinya juga cukup lelah dalam perjalanan.


"Sayang istirahatlah.. mom tahu kau lelah terjaga semalaman." ucap Vina.


"Terimakasih mom.. mom juga istirahat ya.." ucap Lyra.


Lyra pun naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Kamar yg sangat jarang ia tempati itu walaupun terekam memory menyedihkan tapi dirinya harus kuat menghadapinya. Lyra pun merebahkan tubuhnya yg lelah dan tertidur lelap.


Sementara itu, James panik mendengar momnya telah sampai di rumah tanpa pemberitahuan. Hingga dirinya langsung pulang, terlebih Lyra juga akhirnya pulang ke rumah setelah beberapa hari tinggal di rumah sakit.


James pun terburu-buru menuju ke rumahnya dan melihat Vina sedang menikmati makanannya.


"Mom.. maaf aku tak sempat menjemputmu." ucap James.


"It's oke James.. Mom tahu karena perusahaan kita harus diselamatkan lebih dulu. Dan Lyra sudah melakukan tugasnya dengan benar." ucap Vina.

__ADS_1


"Kau mau makan bersama?" tanya Vina.


"Baik mom." ucap James yg makan dengan ibunya tersebut.


Hampir tak ada pembicaraan kecuali suara garpu dan sendok. Tapi sebelum Vina bangkit dirinya hanya mengatakan kalau ada yg perlu dibicarakan dengan putranya tersebut.


"James, kembali saja ke kantormu.. kita bicara nanti malam.." ucap Vina.


"Baik mom.." ucap James mengerti kalau ibunya itu sangat lelah.


Setelah itu, James pergi ke kamarnya dan melihat Lyra sudah kembali. Dirinya pun menatap wanita yg begitu ia rindukan tersebut karena Lyra melarangnya untuk menemuinya di rumah sakit. James pun membelai rambutnya dan mengecup keningnya sebelum dirinya pergi.


"Lyra maafkan aku, aku mencintaimu.." gumam James.


Kemudian James pun pergi dan kembali ke kantornya. Sementara itu, Lyra nampak menitihkan air mata setelah kepergian James. Entah berapa lama mereka sudah tak bisa bertemu. Dan James masih tetap sama dan tetap mencintainya. Lalu apa yg akan terjadi selanjutnya?? pikiran Lyra pun membayangkan banyak hal. Tapi karena lelah ia lebih memilih untuk kembali tidur.


.


.


.


Seperti biasa Lyra akan berangkat ke rumah sakit di sore hari. Dan dirinya tak lupa berpamitan pada momnya. Lalu barulah berangkat dengan mobilnya menuju ke rumah sakit.


"Ada apa?" tanya James.


"Anda sungguh tak jelas tuan." ucap Ben.


"Maksudmu?" tanya James kesal.


"Anda mencintai nona Lyra, tapi juga akan menikahi Bella.. Kalau aku, aku akan tetap bersama orang yg kucintai meski harus kehilangan segalanya." ucap Ben.


"Apa alasanmu berkata begitu?" tanya James.


"Rejeki manusia tak pernah tertukar, dan selagi aku bekerja di jalan yg benar pasti akan ada hasil yg kudapatkan. Uang bisa kita cari jika berusaha tapi keluarga yg nyaman tak sembarang bisa kita temukan." ucap Ben menyadarkan James.


James pun terdiam dan berpikir tentang apa yg dikatakan oleh Ben. Dirinya pun kini tak bisa lari lagi dari Bella dan keluarganya setelah kesepakatan tersebut. Apa yg harus ia perbuat? Pikiran James pun bermonolog.


.


.


.

__ADS_1


Hingga akhirnya James pun pulang ke rumah. Dan momnya sudah menunggunya. Mereka sempat makan malam bersama, hingga kemudian mereka bicara empat mata di ruangan kerja James.


"Ada apa mom?" tanya James membuka pembicaraan.


"Pertanyaan bagus, tapi harusnya mom yg bertanya padamu." ucap Vina.


"Tanyakan saja mom." balas James.


"James selama ini mom jauh darimu bukan karena tidak peduli padamu. Hingga kau dijebak oleh Camila pun mom tahu, bahkan wanita ja**ang itu mengganti nama menjadi Bella pun mom tahu." ucap Vina.


"Jadi mom sudah tahu?" tanya James.


"Ya .. itu benar karena tak sulit mencaritahu putra sendiri." balas Vina.


"Sampai mana mom tahu situasinya?" tanya James.


"Pertengkaran hebatmu dengan Lyra, masalah perusahaan karena tuan Ronaldo yg berhubungan dengan Bella. Bahkan sampai rencana pernikahan sirimu." ucap Vina.


"Apa yg harus kulakukan mom?" tanya James.


"Batalkan pernikahan sirimu." ucap Vina tegas.


"Tapi bagaimana dengan perusahaan kakek." ucap James.


"Kau itu tidak bodoh dan bisa memikirkan cara lain." ucap Vina.


"Seseorang itu bisa karena terbiasa." tambah Vina lagi.


"Tapi apakah kondisi kakek akan baik-baik saja jika sampai ada masalah di perusahaan.?" tanya James.


"Untuk apa kau khawatirkan orang tua itu.. hidupnya sudah tenang dan nyaman, asetnya juga ada dimana-mana. Walaupun perusahaannya jatuh, tapi hidupnya tetap terjamin." ucap Vina.


"Baiklah, aku akan memikirkan cara terbaik." ucap James.


"Jika kau menikahi Bella atau siapapun itu.. kau bukan putraku..!" ancam Vina.


James pun hanya terdiam. Kemudian Vina mengatakan sesuatu sebelum dirinya kembali ke kamarnya.


"Mom akan bantu hubunganmu dengan Lyra.. datanglah lusa jam 8 malam di resto Xx kita akan makan malam bertiga." ucap Vina.


"Baik mom." ucap James.


Malam itu juga, segala cara dilakukan James agar bisa terbebas dari jebakan Bella. Hingga ia tak bisa tidur, dan baru bisa tidur pada dini hari.

__ADS_1


__ADS_2