
Setelah hari itu nampak Wendy jarang mengunjungi Sammy di rumah sakit. Sepertinya stretegi Sammy untuk memberitahu tuan James berhasil dan kini Sammy bisa bekerja dengan tenang sembari mengurus balas dendamnya.
Hampir setiap minggu beberapa gangguan pun diciptakan oleh Tobi sesuai keinginan Sammy. Beberapa barang bukti untuk mengancam wanita itu pun dilakukan. Seperti hari ini, Tobi mengirim bukti transferan Bella padanya. Serta ada beberapa kata dalam suratnya yg mengatakan untuknya segera bertaubat dan mengakui perbuatannya.
"Bertaubat atau Mati..! Mengakulah sebelum Terlambat." begitulah bunyi sepucuk surat tersebut.
Dan surat serta barang bukti tersebut mampu membuat Bella ketakutan. Apalagi tak ada lagi dukungan keluarganya jika dirinya terlibat hukum. Bella pun mulai frustasi karena beberapa orang suruhannya tak bisa dihubungi kembali. Dan hanya ada satu-satunya cara untuknya berlindung, yaitu berada di sekitar putrinya, Wendy.
Karena dirinya tahu persis James menaruh beberapa pengawal pribadi di sekitar putrinya tersebut. Dengan begitu takkan adalagi yg mampu mengganggunya dengan keamanan ketat tersebut.
Bella pun mendatangi putrinya dan James untuk meminta ijin tinggal sementara bersama putrinya untuk merasakan bagaimana rasanya tinggal bersama putrinya. Awalnya James menolak tapi Bella punya alasan kuat dimana saat putrinya tumbuh ditinya berada di jeruji besi.
"Kumohon James,.. kau tahu kan aku tak ada saat Wendy tumbuh." ucap Bella.
"Baiklah.. ingat jangan lakukan hal mengerikan lainnya karena aku takkan melindungimu." ucap James.
"Oke.. aku mengerti, terimakasih." ucap Bella tersenyum.
Wendy pun ikut tersenyum karena akhirnya dadnya mengijinkannya untuk tinggal dengan ibunya sementara. Bagaikan mimpi yg selama ini ia inginkan karena akhirnya momnya bisa selalu ada untuknya.
"Sayang.. sekarang kita bisa tinggal bersama.." ucap Bella tersenyum.
"Iya mom.. terimakasih dad." ucap Wendy.
"Hmm." balas James dingin.
Sementara itu, Tobi melihat Bella memasuki rumah keluarga Clinton dan tak kunjung keluar. Bahkan wanita jahat itu membawa kopernya yg kemungkinan berisi barangnya. Tobi pun melaporkan segalanya pada Sammy.
Brakk..! Sammy pun kesal dan menggebrak mejanya.
"Ck.. wanita itu benar-benar licik.." umpatnya.
"Begitulah tuan, dan orang-orang yg kutaruh sebagai mata-mata disekitar bilang bahwa wanita itu nampaknya tinggal disana." ucap Tobi.
"Baiklah, awasi wanita itu." ucap Sammy.
"Baik tuan.."
"Cari tahu bukti lain yg bisa membuatnya frustasi.." ucap Sammy.
Sammy pun geram dengan tingkah Bella, pantas saja wanita itu selalu selamat karena pintar bersilat lidah. Baginya balas dendamnya takkan cukup jika wanita itu hanya mendekam dipenjara, Bella harus menderita dulu hingga frustasi dan hidup dalam rasa takut.
"Lihat saja, aku takkan membiarkanmu hidup dengan tenang." gumam Sammy dalam hati.
Lalu sebuah panggilan telepon pun masuk ke ponselnya. Nampak Devi sedang menghubunginya.
__ADS_1
"Hallo Dev.."
"Samm, bantu aku menghindari perjodohan.." ucap Devi.
"Oke.. kita bertemu malam ini." ucap Sammy.
"Ya.. aku menunggumu." ucap Devi.
Sammy pun harus membantu Devi karena wanita itu sudah banyak membantunya untuk menjauh dari Wendy saudara tirinya. Sammy pun harus bersiap-siap dan menemui Devi. Tobi pun langsung pergi saat Sammy memintanya untuk kembali bekerja.
Beberapa menit kemudian, Sammy pun tiba disebuah resto mewah yg ada di sebuah hotel. Nampak kakek Devi tak main-main dalam menjodohkan cucunya. Tapi kenapa Devi menolak?? Sammy pun mulai bertanya-tanya karena mungkin pria yg dijodohkan dengan Devi setara dengannya.
Di sebuah meja nampak, Devi tengah duduk di sebuah meja dengan seorang pria. Pria yg tak asing baginya, yaitu Raksa mantan kekasihnya yg masih belum bisa melupakannya.
"Devi kau semakin cantik.." puji Raksa.
"Terimakasih, tapi apa kau sudah tak laku lagi sampai mau menerima perjodohan ini?" balas Devi.
"Devi, jaga kata-katamu.. harusnya kau mengucapkan kata-kata manis saja." ucap Raksa.
"Benarkah? tapi aku lebih suka mengatakan kejujuran." ucap Devi.
"Oke.. hentikan omong kosong ini dan terima perjodohan ini Dev." ucap Raksa.
"Jangan bercanda Raksa Abimayu.. aku sudah punya pilihanku sendiri." ucap Devi.
"Bisa apa ya?? setidaknya aku pandai bernegosiasi dengannya." ucap Devi.
"Hai Sayang.." ucap Devi setelah melihat Sammy.
Sammy pun langsung memasang ekspresi tersenyum penuh cinta padahal dalam hatinya dirinya ingin tertawa. Sammy pun mendekati Devi dan nampak mereka saling cipika cipiki dan berpelukan dihadapan Reksa.
"Lihat.. aku tak berbohong jadi kau jangan khawatirkan kakekku." ucap Devi tersenyum.
"Kau..!" ucap Raksa mengingat Sammy yg pernah memukulnya di Bali.
"Hallo tuan Raksa, bagaimana kabarmu? nampaknya keluargamu takkan membiarkanmu masuk penjara ya.." sindir Sammy tersenyum.
"Baiklah, sudah cukup ya Raksa.. sekarang aku mau kencan dengan Sammy kekasihku.." ucap Devi.
"Oke.. ayo sayang kau pasti sudah lapar.. " balas Sammy menggandeng tangan Devi.
"Devi aku takkan membiarkanmu." ucap Raksa.
"Ya.. aku juga tak bisa membiarkanmu.. " balas Devi tersenyum lalu meninggalkan Raksa sendirian di resto tersebut.
__ADS_1
Devi pun sudah menjelaskan pada kakeknya untuk berhenti menjodohkannya karena kini dirinya punya kekasih. Dan Devi tahu caranya mengatasi kakeknya tersebut.
Setelah mereka berdua berada di depan mobil, nampak Sammy membukakan pintu untuk Devi.
"Wow.. kau pria yg romantis." ucap Devi.
"Aku ingin semuanya nampak sempurna." balas Sammy.
"Oke.. ayo kita cari tempat makan yg enak." ucap Devi.
Mereka pun pergi ke sebuah tempat makan yg tak terlalu ramai. Dan keduanya menikmati makanan dengan tenang sembari bicara. Disana juga nampak Sammy ada yg ingin dibahas dengan Devi.
"Jadi, untuk 6 bulan kedepan aku akan aman dari perjodohan.. kau sendiri bagaimana?" tanya Devi.
"Ya.. Wendy nampak belum muncul lagi dihadapanku setelah kita bertemu di kantormu." ucap Sammy.
"Bagus.. katakan jika semuanya sudah berakhir." balas Devi tersenyum.
"Kau ada seseorang yg mendekatimu?" tanya Sammy.
"Ada, tapi mereka semua tak menarik.. jadi kau tenang saja." ucap Devi.
"Oke.." balas Sammy yg justru malah merasa tak tenang. "Siapa mereka? apa mereka pria baik-baik" tanyanya dalam hati.
Setelah membahas beberapa hal serta membahas kedatangan Davi minggu depan, mereka pun memutuskan untuk pulang. Rasa terimakasih pun rasanya tak cukup jika hanya diucapkan saja bagi Devi.
"Samm.. aku berhutang padamu, kau tahu kan Raksa bukan pria baik." ucap Devi.
"Memangnya aku ini pria bayaran, jangan aneh-aneh Dev.. aku juga mendapatkan keuntungan dari hal ini." balas Sammy.
"Ya.. tapi aku serius katakan saja jika kau butuh bantuanku." balas Devi.
"Ya.. aku pasti akan memanfaatkanmu dengan baik." balas Sammy.
"Dasar, memangnya aku barang.." balas Devi.
"Ya..yaa..yaa.. wanita selalu benar. Dan pria tak bisa menang." ucap Sammy.
Devi pun tersenyum mendengarnya, lalu mereka berpisah setelah Sammy mengantarkannya sampai di rumah Devi.
"Bye Samm.." ucap Devi.
"Bye Dev.." balas Sammy.
Sammy pun melihat Devi hingga masuk ke dalam rumahnya sebelum dirinya pergi.
__ADS_1
"Davi cepatlah datang.. agar para pria yg mendekati Devi bisa kau pantau dari jarak dekat." gumam Sammy dalam hati.