
Selama tinggal di kediaman Clinton, Bella pun sulit dijangkau oleh Tobi. Dan Sammy memintanya untuk mengawasi wanita tersebut dan menghentikan seluruh aksinya menekan wanita tersebut.
Sammy pun berpikir siang dan malam bagaimana caranya untuk membalaskan dendamnya tanpa harus berhubungan dengan keluarga Clinton. Bagaimanapun dirinya memiliki darah dengan keluarga tersebut dan neneknya satu-satunya orang yg mengakui dan merahasiakan keberadaannya. Untuk itu Sammy menghindari pertikaian yg tidak diperlukan.
Semua pekerjaannya pun kini tak menemukan masalah yg berarti. Semua jadwal, operasi dan pasien sudah rapi tak seperti saat pertama dirinya datang. Semua sudah kembali normal dan Kenzo bangga pada Sammy dan kedua rekannya. Kenzo pun sudah menambahkan insentif pada ketiga dokter tersebut yg telah berhasil membereskan kekacauan karena kurangnya tenaga ahli.
.
.
.
Disisi lain, nampak Bella mengajak Wendy jalan-jalan ke mall. Sungguh tindakan tak terpuji, dimana Wendy harusnya bekerja tapi malah enak-enakan pergi ke mall. Beberapa staf di perusahaan James pun mulai kesal dan bergosip karena adanya ketidakadilan di perusahaan mereka.
Harusnya Wendy mampu menjadi contoh untuk karyawan lain tapi justru malah menjadi contoh yg tak baik. Bahkan mereka sampai sebal karena harus mengerjakan pekerjaan milk Wendy.
"Dasar nona pemalas.. harusnya tak usah bekerja saja dan nikmati hidupnya."
"Jon.. kau dapat pekerjaaannya lagi?"
"Iya.. aku benci pada wanita tak bertanggungjawab seperti itu."
"Dia kan tubuhnya lemah.."
"Iya lemah tapi mampu jalan-jalan di mall seharian."
"Kau sangat kesal rupanya.. tapi kita hanya karyawan biasa dan dia itu anak tuan James."
"Aku tahu, harusnya kalau memang tidak bisa bekerja ya minimal tahu diri.. dia kan keluarga kaya nikmati saja hidupnya."
"Sabar Jon.. nanti aku bantu."
Begitulah obrolan salah satu pegawai James, dan tanpa sadar James mendengarnya. Hal itu membuatnya malu karena ulah putrinya. Mungkin memang tak seharusnya Wendy bekerja dan menikmati saja hidupnya karena kondisinya yg lemah sejak lahir.
.
.
Sementara Wendy beberapa hari terakhir menghabiskan waktu seharian di mall tepat seperti apa yg dibicarakan pegawai James. Bella mengajaknya belanja tanpa henti dan menikmati perawatan. Bella juga mengajarinya memakai pakaian yg sexy dan terbuka untuk memikat pria yg disukai putrinya. Hal itu sungguh amat memalukan, dan justru menghancurkan martabatnya sendiri.
"Mom.. aku tak nyaman." ucap Wendy risih.
"Sudahlah nanti juga kau akan terbiasa.." balas Bella.
Dan mereka pun menikmati beberapa perawatan di klinik kecantikan hari ini. Bella pun tahu semua tentang pria bernama Sammuel tersebut, seorang dokter tampan yg membuat putrinya jatuh cinta.
"Sayang.. dr.Sammuel itu bekerja dimana?" tanya Bella.
"Di rumah sakit Cc.."
"Oh, kau habis ini pergilah ke sana dan antarkan makanan padanya juga pada staf disana." ucap Bella.
__ADS_1
"Mom apakah tak apa? dokter itu sudah punya kekasih?" tanya Wendy takut.
"Nak, selagi janur kuning belum melengkung kau bisa merebutnya." ucap Bella tersenyum.
"Oke mom.. akan aku coba." balas Wendy asih khawatir.
"Kau tenang saja, selagi dia belum menikah tak ada yg salah." ucap Bella.
Begitulah Bella mulai meracuni pikiran Wendy. Dan hal itu yg ditakutkan oleh James, walaupun sudah bersusah payah mengajari Wendy tapi tetap saja Bella adalah ibunya dan Wendy pasti percaya padanya.
Setelah dari salon kecantikan, Bella pun menemani Wendy pergi ke toko kue untuk membawakan makanan pada Sammy. Mereka membeli banyak kue, lalu pergi ke rumah sakit tempat Sammy berada.
Bella pun tak ikut masuk dan hanya menunggu di dalam mobil. Sementara Wendy turun dan melakukan tugasnya. Walaupun dirinya gugup tapi Wendy sudah memberanikan dirinya.
"Aku pasti bisa dan aku hanya membawa makanan.." gumam Wendy dalam hati.
Wendy pun memasuki rumah sakit tersebut dengan pakaian minim yg membuatnya jadi pusat perhatian. Lalu dirinya pergi ke bagian informasi untuk menemui Sammy. Disana dirinya juga membagikan kue pada beberapa staf agar memperlancar usahanya menemui Sammy.
Antony pun melihat Wendy dengan tampilan yg begitu terbuka. Dirinya pun hanya tersenyum karena pasti wanita itu tengah berusaha mendekati Sammy. Saat dirinya bertanya ke staf informasi memang benar dugaannya wanita itu datang mencari Sammy.
Tak berapa lama Sammy pun muncul karena seseorang mencarinya. Dirinya mengira itu Devi, tapi ternyata dia adalah Wendy saudara tirinya.
"Kau.. em.. nona ada apa?" tanya Sammy terkejut.
"Aku hanya ingin menemuimu dr.Sammuel.." ucap Wendy.
"Oke.. lebih baik kita ke taman." ucap Sammy memilih untuk menjauhi keramaian.
Mereka pun akhirnya tiba di taman dan Sammy duduk disana. Wendy pun ikut duduk disana dan bicara pada Sammy.
"Terimakasih, tapi harusnya kau tak perlu repot-repot." ucap Sammy.
"Tidak, aku hanya ingin memperhatikan dokter karena sudah merawatku beberapa bulan terakhir." ucap Wendy.
"Oke.. tapi kau tak perlu melakukan ini jika tujuannya untuk menemuiku.. dan lagi apa-apaan pakaianmu ini?" balas Sammy.
"Pakaianku urusanku, kenapa kau ikut campur." balas Wendy.
"Pakaianmu menunjukkan tujuanmu menemuiku.. tapi sayang aku tak tertarik.. aku berusaha menjaga pandanganku.." ucap Sammy.
"Oh satu lagi, kau tahu kan siapa kekasihku.. kuharap kau mengerti dan dapat bertemu seseorang yg mencintaimu." ucap Sammy.
"Dok, kau sangat keterlaluan.." ucap Wendy.
"Aku takkan berbasa-basi lagi.. aku tahu kau menyukaiku tapi aku tidak.. dan aku tak ingin menyakitimu terlalu dalam, jadi lebih baik kau berhenti.." ucap Sammy.
"Kau sangat jahat..! haruskah kau mengatakan semua ini?" tanya Wendy kesel.
"Iya, ini demi kebaikanmu.. dan saranku kau lebih baik berpakaian tertutup seperti dulu, itu lebih membuatmu terhormat dan bermartabat." ucap Sammy lalu meninggalkan Wendy.
Sammy sejujurnya tak ingin saudara tirinya itu justru jadi terjerumus ke arah yg buruk karena ingin mendekatinya. Terlihat dengan jelas pakaian Wendy yg sangat terbuka.
__ADS_1
Wendy pun menangis di taman tersebut. Rasanya begitu menyakitkan ditolak secara langsung oleh pujaan hatinya. Belum lagi Sammy mengkritik pakaiannya yg terkesan dirinya wanita tak bermartabat mengenakan pakaian tersebut.
Wendy pun memutuskan kembali ke mobilnya dan meninggalkan kue tersebut di taman tersebut. Dan Bella melihat raut wajah sedih putrinya tersebut.
"Sayang kau kenapa?" tanya Bella.
"Mom.. aku ditolak dan itu sudah jelas dari awal." ucap Wendy.
"Ck.. dasar pria tak tahu diri berani sekali dia menolakmu.. yg ada dia yg rugi." ucap Bella.
"Sudahlah mom.. mari kita pulang." ucap Wendy.
"Kau tenang saja, nanti mom carikan pria yg tampan dan baik untukmu." ucap Bella sementara Wendy pun diam saja tanpa menjawab.
Hingga sampai di dalam rumahnya, Wendy pun dihadang oleh dadnya. Bella pun tak bisa membantunya karena dirinya bukan lagi nyonya di rumah tersebut. Wendy pun menghadapi James si ruang tamu tersebut.
"Wendy ikut ke ruang kerja dad." ucap James.
"Dad, nanti saja aku lelah." ucap Wendy.
"No.. ikut dad sekarang juga." ucap James dengan tatapan tajam dan membuat Wendy takut.
Mereka berdua pun masuk ke ruangan kerja James dan bicara.
"Sayang apa-apaan pakaianmu ini?" tanya James kesal.
"Dad aku hanya ingin mencoba hal baru.."
"Hal baru, ini memalukan dan merendahkan dirimu sendiri." ucap James.
"Maaf dad, aku takkan memakainya lagi."
"Padahal bukan itu yg ingin dad sampaikan.." ucap James memijat keningnya.
"Ada apa dad? apa ada masalah?" tanya Wendy.
"Kau yg membuat masalah.. kenapa kau tidak masuk kerja dan malah pergi ke mall seharian.. kau tak tahu pegawai sudah membicarakanmu di kantor?" ucap James.
"Maaf dad, besok aku akan masuk ke kantor." ucap Wendy malu.
"Dad hanya ingin bertanya, kau ingin bekerja atau tidak?" tanya James.
"Tentu saja ingin dad.." ucap Wendy.
"Dad tidak akan memaksamu jika kau ingin berhenti, kalau kau ingin bekerja maka mulailah dengan baik.. jika tidak berhenti dan nikmati saja kebebasanmu." ucap James.
"Dad.. apa dad meragukanku?" tanya Wendy.
"Dad hanya ingin yg terbaik untukmu, jika bekerja membebanimu maka berhenti saja dan lakukan yg kau sukai." ucap James.
"Baiklah." ucap Wendy lalu keluar dan menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Belum cukup rasanya ditolak oleh Sammy hari ini sekarang dadnya memarahinya karena tak bekerja dan dinilai tak bisa bekerja. Wendy pun semakin frustasi dan melewatkan makan malamnya.
Bella dan James pun khawatir dan pergi ke kamarnya. Tak ada jawaban setelah diketuk beberapa kali. Hingga James mendobrak kamar tersebut dan menemukan Wendy tengah pingsan dilantai dengan bersimbah darah. Mereka pun melihat Wendy tengah mencoba bunuh diri karena ada goresan di lengannya. Dengan cepat mereka pun membawanya ke rumah sakit untuk segera ditangani.