Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.109 Dua Tahun kemudian


__ADS_3

Sammy pun keluar dari rumah sakit bersama Kenzo setelah melakukan pengecekan terakhirnya. Dan hasilnya kini Sammy sudah dinyatakan sembuh total. Bukan hanya bisa berjalan tapi juga bisa berlari. Sammy mengalami penyembuhan yg cepat karena melakukan pengobatan yg tepat dan juga Sammy membaca banyak literatur yg berhubungan dengan kondisinya.


Hingga kini dirinya sudah terbebas dari segala kesulitan akibat kecelakaan waktu itu. Hanya saja, hatinya masih begitu sakit mengingat kecelakaan tersebut sudah merenggut nyawa Alice sang kekasih hatinya.


"Selamat nak kau sudah berjuang keras selama 2 tahun ini untuk pulih." ucap Kenzo.


"Ini semua berkat dukungan papa." ucap Sammy tersenyum.


"Sudah menjadi tanggungjawab papa nak. Dan semua bisa terjadi juga berkat usahamu." ucap Kenzo.


"Waktu tak terasa sudah 2 tahun berlalu sejak hari itu." ucap Sammy.


"Kau mau mampir ke tempat Alice?" tanya Kenzo.


"Asalkan papa tak keberatan." ucap Sammy.


"Tentu saja, kita kesana dulu setelah membeli bunga. " ucap Kenzo.


Keduanya pun mengunjungi makan Alice dan Sammy selalu terdiam di hadapan makam Alice. Entah apa yg tengah dipikirkan Sammy, tapi Kenzo tetap menghargainya hingga putranya itu selesai.


Mereka pun kembali pulang setelah mengunjungi makam Alice. Raut wajah bahagia Sammy pun terlihat karena telah dinyatakan sembuh total dan putranya itu akan kembali meneruskan mimpinya.


.


.


.


Disisi lain, James pun merasa bahagia karena putrinya sudah bisa beraktivitas normal. Bahkan putrinya bisa pergi ke universitas seperti anak-anak lainnya. Walaupun aktivitas Wendy tak boleh terlalu padat dan harus terus mengkonsumsi obat-obatan.


Namun, ada pula yg membuat James khawatir dimana Bella sudah bebas dari penjara. Sudah 20 tahun lebih Bella mendekam disana bahkan sampai gila, dan kini dirinya bebas serta bisa menemui putrinya. James pun takut Bella mengotori pikiran Wendy, hingga meminta putrinya itu waspada pada ibu kandungnya.


"Kenapa sampai begitu dad? dia kan ibu kandungku.." ucap Wendy.


"Dia bukan wanita yg baik, dad harap kau tak terlalu dekat dengannya.. jika dia mulai berkata yg aneh-aneh apalagi melanggar hukum cepat menjauhinya." ucap James.


"O-oke." balas Wendy.


"Sekarang kau bisa hidup sama seperti anak lainnya sayang, jadi jangan sia-siakan hidupmu." ucap James.


"Baik dad. Tapi kalau aku boleh tahu masalah apa yg dibuat mom sampai mendekam di penjara.?" tanya Wendy.


"Jangan terkejut, wanita itu melakukan pembunuhan berencana dan menyewa sejumlah orang." ucap James.

__ADS_1


"Pe-pembunuhan? " ucap Wendy terkejut.


"Itulah faktanya sayang, jadi alasan dad memintamu menjaga jarak dan berhati-hati adalah itu, dad takut kau ikut terjerumus." ucap James.


Setelah itu, Wendy menuruti ucapan Daddy nya dan menjaga jarak pada momnya. Dirinya juga sempat mencaritahu rekam jejak momnya. Ternyata benar, kalau momnya memang melakukan hal itu dan korbannya adalah mantan istri ayahnya. Ada beberapa hal yg membuat Wendy janggal, tapi dirinya juga tak mungkin bertanya pada dadnya.


"Haruskah aku bertanya pada mom?" gumam Wendy dalam hati.


Berbagai macam hal ada di pikiran Wendy, mengapa sampai momnya berbuat demikian. Dan menurut info yg ia dapatkan, dulunya mom dan dadnya adalah pasangan kekasih yg tak direstui oleh keluarga. Hingga dadnya menikah dengan seorang gadis lalu bercerai tanpa sebab. Barulah orangtuanya menikah saat itu. Wendy yg sangat penasaran pun berniat bertanya pada momnya jika mereka bertemu.


Akhirnya Wendy dan Bella pun punya kesempatan bertemu. Disanalah Wendy bertanya soal perceraian serta pembunuhan yg dilakukan momnya.


"Itu tidak benar sayang, mom difitnah." ucap Bella.


"Difitnah?"


"Iya, wanita itu saja yg gila.. setelah meninggalkan dadmu dia menjalin hubungan dengan pria lain lalu hamil dan dicampakkan. Hingga akhirnya bunuh diri." ucap Bella.


"Benarkah mom?"


"Iya, sebentar mom cari buktinya.." ucap Bella.


Bella pun masih menyimpan beberapa memory lamanya, beserta memory surat wasiat palsu yg dibuat olehnya. Dan Wendy membacanya sambil merasa tak percaya. Bagaimana momnya bisa difitnah hingga menjalani masa tahanan dan bahkan sampai jadi gila.


Dalam hatinya Bella tersenyum karena sepertinya putrinya percaya. Bagaimanapun Bella harus menjaga harga dirinya dihadapan putrinya dan enggan mengakui perbuatannya di masa lalu. Dan kalau ia lihat-lihat Wendy sangat polos karena memang hidupnya lebih banyak mendekam di rumah sakit.


Seketika Bella merasa kasihan pada putrinya itu. Setelah bercerita panjang lebar, Bella pun mengajak Wendy berbelanja sejenak. Walau hanya 1 jam yg tersisa, Bella ingin memperkenalkan dunia pada putrinya itu agar tidak kelihatan ketinggalan jaman dari gadis seusianya.


"Sayang, inilah fashion.. kau harus update.. jangan mau kalah dengan teman-temanmu." ucap Bella.


"Tapi mom, aku kan hanya gadis biasa bukan artis atau model." balas Wendy.


"Pasti daddymu tak pernah mengajarimu berpenampilan yg baik sebagai seorang gadis." ucap Bella.


"Dad, kan sudah sibuk bekerja.. lagipula pakaian ku juga berasal dari merek-merek terkenal." ucap Wendy.


"Pokoknya kau harus memperbaiki penampilanmu yg culun ini." ucap Bella.


Disanalah Bella mendandani Wendy agar terlihat modis sebagaimana anak gadis pada umumnya. Dan di tempat yg sama Devi tengah mengatur beberapa barang yg baru saja datang.


"Tolong pajang pakaian yg sudah kutandai.. ingat hati-hati karena ini barang mahal.. " ucap Devi.


"Baik nona." ucap pegawai disana.

__ADS_1


"Oke.. nanti kalian kirimkan update hasilnya." ucap Devi.


Devi pun meninggalkan butik tersebut dan menuju ke toko lain untuk beberapa tinjauan. Sementara Bella dan Wendy masih sibuk mencari koleksi pakaiannya. Bella pun melihat produk baru yg hendak dipajang dan merebutnya.


"Berikan pakaian itu." pinta Bella.


"Silahkan nyonya.." ucap pegawai.


"Wah lihat sayang.. produk baru.. cepat coba.." ucap Bella.


"Iya mom.." ucap Wendy.


Pegawai pun mengambil sample pakaian lain untuk dipajang sesuai perintah nona mudanya. Devi pun diberi tugas untuk belajar menata mall milik kakeknya tersebut. Sembari kuliah dirinya pun bekerja siang dan malam.


.


.


.


Sementara Sammy, dirinya sudah kembali ke kampusnya sejak setahun yg lalu. Walaupun awal-awal dirinya masih memakai tongkatnya, dirinya tak malu dan tetap hadir di kampusnya. Sammy tak ingin membuang-buang waktunya hanya karena kakinya yg cedera, sementara otak dan tangannya masih bisa bergerak.


Hingga akhirnya dirinya satu kelas dengan Davi karena harus cuti kuliah 1 tahun. Davi pun senang karena dia jadi ada teman belajar. Dan mereka jadi lebih sering bersama. Apalagi Sammy terkenal sebagai mahasiswa cerdas di kampusnya yg sering memperoleh nilai tertinggi.


Kini Sammy sudah bisa berjalan seperti sedia kala. Dan kini tujuannya bukan hanya menjadi seorang dokter hebat tapi juga membalaskan dendamnya pada pelaku yg sesungguhnya.


Beberapa kali Sammy pergi ke penjara untuk menemui pelaku dan bertanya tapi hasilnya mencurigakan. Tampak pelaku bahkan tak mengenalnya dan tak jelas motif tujuannya. Karena jika hanya karena mabuk atau mengantuk, bagaimana bisa pelaku langsung kabur dan bersembunyi dengan baik??


Dan saat ini Sammy tengah berhadapan dengan pelaku.


"Kau masih ingin diam? " tanya Sammy.


"Apa jawabanku belum cukup?"


"Jawabanmu sama sekali tak memuaskanku.. jika kau mabuk dan mengantuk bagaimana kau bisa kabur dengan cepat? " tanya Sammy menyeringai.


"I-itu karena aku langsung tersadar dan ketakutan." ucapnya gagap.


"Jawabanmu saja seperti itu, cepat katakan.. ! gara-gara pelaku bre***k itu aku harus menderita selama 2 tahun.." ucap Sammy menatap orang itu dengan tajam.


"Apapun ancamanmu, takkan mengubah keadaan." ucap pelaku tersebut kemudian dirinya kembali ke selnya karena jam besuk telah habis.


Sementara Sammy masih kesal, karena tak menemukan petunjuk apapun. Tak kehilangan arah, Sammy pun mulai menyelidiki pria tersebut. Mulai dari latar belakang, keluarga, teman, istri atau kekasih dan orang terdekat lainnya, sampai tetangganya.

__ADS_1


"Aku takkan pernah membiarkan pelakunya lolos apalagi hidup damai.." gumam Sammy dalam hati.


__ADS_2