
Selama 3 hari terakhir, Sammy pun bekerja keras sebelum akhirnya bisa mengambil cuti untuk pertunangannya. Sementara Vio benar-benar berdiam diri di apartemennya. Kadang Sammy kasihan melihatnya, tapi kadang juga Sammy senang melihat adiknya itu tersiksa karena mirip zombie hidup yg makan 3x sehari dan kerjanya hanya menonton film atau tidur.
"Vio sabarlah ini hari terakhirmu sebagai zombie hidup." ucap Sammy tersenyum.
"Hmm.. arghhh.." ucap Vio menakuti kakaknya.
"Eits.. kau tidak bisa menakutiku adikku yg lucu." ucap Sammy tersenyum mencubit pipi Vio.
"Huh.. kak Sammy benar-benar tidak takut."
"Haha.. yasudah, rapikan barangmu.. ini hari terakhirmu menjadi zombie hidup." ucap Sammy lalu meninggalkannya bekerja.
"Ya..yaa.. aku mengerti."
Vio pun ke kamarnya dan mengecek kembali semua barang bawaannya. Semua sudah ia siapkan kemarin malam. Serta Vio sedang bersiaga karena merasa diawasi seseorang.
"Mungkinkah ini orang-orang kakeknya kak Devi??" gumam Vio dalam hati.
Vio pun jadi tak terlalu sering memesan makanan online dan membeli frozen food yg hanya perlu dipanaskan sebelum disantap. Baginya itu lebih baik demi keamanan apartemen kakaknya.
Siang itu bel pun berbunyi, dan Vio melihat orang tersebut di sebuah layar.
"Siapa mereka?" gumamnya.
"Permisi, saya kurir makanan."
"Maaf saya tidak pesan apapun.. mungkin kalian salah alamat." ucap Vio tanpa membuka pintunya.
Kemudian orang itu pun pergi dan Vio merasa lega, walaupun dirinya harus tetap waspada. Vio pun memilih merapikan beberapa barang dan memasukkannya ke dalam tas ransel kecilnya. Barang yg mungkin berguna jika dirinya harus melarikan diri ia masukkan ke dalam tas tersebut.
Saat sudah memasukkan barang, tiba-tiba pintu apartemen kakaknya seperti dibuka dari luar oleh seseorang. Vio pun mengintipnya dari kamarnya dan melihat ternyata bukan kakaknya melainkan orang lain yg kemungkinan orang suruhan kakeknya Devi.
"Ck.. aku harus pergi kemana?" gumam Vio lalu melihat sekitarnya.
Vio pun melihat jendela kamarnya dan nampak cukup menyeramkan, tapi tak ada jalan keluar lainnya. Mau tak mau Vio harus keluar dari jendela dan meloncat ke balkon tetangga untuk meminta bantuan. Sebelum keluar lewat jendela Vio juga memasang beberapa jebakan dengan menaruh beberapa kelereng kecil di depan pintu kamarnya.
"Hei kau gadis kecil.. keluarlah.."
"Kami akan buat perhitungan denganmu.."
Sementara Vio sudah keluar dari jendela dan merayap perlahan menuju balkon tetangga. Setelah tiba di balkon tetangga, ternyata tetangganya sedang tak ada dirumah dan Vio terjebak disana.
"Akhh.. bagaimana ini?? bagaimana aku bisa turun??" gumamnya dalam hati.
Vio pun berpikir dan melihat tali di balkon tersebut. Vio pun mengikatnya di tiang balkon dan mencoba turun dari balkom tersebut. Percobaannya pun terbilang nekat dan hampir berhasil karena tiba-tiba saja tangannya licin dan dirinya jatuh saat sudah hampir sampai di bawah.
"Aaaaa... Tolong...!" teriaknya.
__ADS_1
"Ck.. memangnya seorang istri bisa jatuh dari langit Jo.." ucap seorang pria bernama Axelzio yg berada di bawah.
Dan secara tiba-tiba seorang wanita jatuh menimpanya dari atas.
Brukkkk...
"Tuaaann..." teriak Jo asistennya.
"Akh.. aku masih hidup..!" teriak Vio.
"Cepat turun tubuhku sakit.. kau harus bertanggungjawab." ucap Pria itu.
"Oke.. maaf ada sedikit kecelakaan.." ucap Vio.
"Tuan, Tuhan sudah mendengarkan doamu.. wanita itu jatuh dari langit." ucap Jo asistennya.
"Kau jatuh dari langit??" tanya pria itu penasaran.
"Tidak, aku manusia seperti kalian.. ayo ke rumah sakit aku akan bertanggungjawab." ucap Vio.
"Cepat bagun, aku tak punya banyak waktu." ucap Vio berusaha menyelesaikan masalah dengan pria tadi dan kabur dari tempat tersebut.
"Tentu saja kau harus bertanggungjawab." ucap Axelzio.
"Siapa namamu?"
"Zio."
"Oke.. tuan Zio ayo cepat pergi dari sini aku tahu rumah sakit bagus.." ucap Vio manarik tangan Zio.
"Mobilku disana." tunjuk Zio.
"Iya ayo.." tarik Vio terburu-buru dan menarik tangan Zio tanpa canggung.
"Jo.. ayo.." ucap Zio.
Vio pun duduk di kursi depan dan menunjukkan lokasinya.
"Haruskah kau duduk di kursi depan.?" tanya Zio.
"Iya.. aku akan menunjukkan rumah sakit bagus pada kalian." ucap Vio.
Lalu Zio pun terdiam, dan entah bagaimana menuruti begitu saja permintaan gadis yg baru ditemuinya. Dan Vio menelpon kakaknya berkali-kali tapi tak diangkat.
"Kak angkatlah teleponmu." gumamnya.
"Kau tidak punya uang untuk bertanggungjawab?" cibir Zio.
__ADS_1
"Anda diam saja tuan, aku pastikan akan bertanggungjawab." ucap Vio.
Untungnya para orang suruhan tuan Tian tidak menyadari kalau Vio sudah pergi dengan Zio karena dirinya langsung mengajak Zio ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, Vio langsung kembali menghubungi Sammy dan Sammy langsung meresponnya.
Ternyata tadi Sammy sedang di ruang operasi dan Sammy langsung memeriksa Zio orang yg dibawa oleh Vio. Vio juga sudah menceritakan segalanya pada kakaknya termasuk apartemen mereka yg sudah dimasuki tanpa ijin. Sammy pun mengepal geram dan langsung menelpon petugas apartemen untuk memeriksa apartemen miliknya.
Untungnya Vio berhasil kabur dan tak luka sama sekali. Hal itu membuat Sammy lega dan orang yg dibawa Vio juga tak mengalami cedera serius. Baik Sammy maupun Vio berterimakasih dan meminta maaf pada orang tersebut.
Zio pun mengenali Sammy walaupun Sammy tak mengenalinya. Dirinya langsung memperkenalkan diri sebagai adik dari Alice. Dan Vio cukup terkejut karena Zio berubah drastis. Terakhir bertemu mereka menangis di rumah sakit saat kakak mereka kecelakaan.
"Maaf kami tak mengenalimu.. " ucap Sammy.
"Tentu saja kak.. aku tak akan mempermasalahkan hal ini." ucap Zio.
.
.
Sammy pun segera pulang ke apartemennya setelah mendapat laporan kalau apartemennya ditemukan dalam keadaan tak terkunci. Tak ada orang di dalam dan Sammy langsung buru-buru mengemasi barangnya serta memperbaiki apartemennya tersebut.
Setelah pintu apartemennya diperbaiki, Sammy pun mengajak adiknya untuk menginap di hotel malam ini. Dirinya tak mau membahayakan Vio yg sudah dikenali oleh orang suruhan tuan Tian.
Besoknya pagi-pagi sekali mereka keluar dari hotel dan langsung bertolak ke bandara. Sementara Davi mendapat jadwal penerbangan siang hari. Sammy dan Vio pun berhasil meninggalkan Indonesia tanpa diketahui oleh orang-orang tuan Tian. Dan Vio pun selamat dari mereka.
Kenzo yg mendengar berita itu pun sangat marah karena berani sekali mereka mengganggu putri dan putranya. Kenzo pun meminta Vio untuk berdiam diri di rumah dengan penjagaan ketat walaupun Vio bisa melindungi dirinya.
.
.
Hingga semua persiapan pertunangan pun usai. Sammy dan Devi pun hari ini akan melangsungkan pertunangan mereka. Acara diadakan tertutup dan hanya orang tertentu yg dapat hadir. Selama acara berlangsung tak ada gangguan berarti dan semua lancar tanpa ada kendala.
Sammy pun menyematkan cincin di jari manis Devi dan kedua keluarga pun terharu melihatnya. Rona merah pipi Devi pun begitu terlihat membuatnya sedikit merasa malu dihadapan keluarganya.
"Dev santailah.." bisik Sammy.
"Aku tahu.." balas Devi.
Sementara keluarga pun bahagia melihat Sammy dan Devi yg begitu serasi. Mereka juga sudah menentukan tanggal pernikahan mereka dan akan menetap di Singapura.
.
Sementara itu tuan Tian kesal mendengar cucunya sudah bertunangan dengan Sammy. Terlebih dirinya mengetahui kalau gadis yg memukuli anak buahnya ternyata adik dari Sammy. Serta ayahnya adalah Kenzo orang yg punya pengaruh di negaranya. Jika salah langkah dirinya bisa berurusan dengan hukum negara tersebut.
"Ck.. bagaimana bisa menangkap seorang gadis saja kalian tak sanggup.. sudah dipukuli 3x pula.." gerutu tuan Tian.
"Maaf tuan .." ucap mereka.
__ADS_1