Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.95 Hallo Indonesia


__ADS_3

Tak terasa hari pun cepat berlalu, dan sudah tiba waktunya untuk liburan. Sesuai jadwal, Sammy akan pergi bersama Davi ke Indonesia untuk liburan serta mengunjungi Devi. Sammy pun sudah mempersiapkan segala keperluannya jauh-jauh hari. Walaupun ia merasa sedikit kasihan pada Vio yg tak bisa ikut dengannya.


Pagi itu, semua persiapan Sammy telah selesai dan dirinya akan berangkat menuju bandara.


"Sammy sarapan dulu." ucap Daphny menyiapkan segalanya.


"Baik ma.." ucap Sammy.


"Bagaimana Sammy persiapannya? sudah tidak ada yg tertinggal? pasport dan dokumen lainnya aman?" tanya Kenzo.


"Tentu pa.. aku sudah menyiapkannya." ucap Sammy.


"Kakak.. hati-hati dijalan." ucap Vio cemberut.


"Hei, Vio jangan cemberut begitu nanti cantiknya hilang." ucap Sammy.


"Ya.. aku hanya bisa iri melihat kakak bisa pergi liburan dan tak mengajakku." ucap Vio merajuk.


"Vio, kan sudah bernegosiasi dengan papa.." ucap Kenzo.


"Iya sih, walaupun tawaran papa sulit ditolak.. tetap saja aku iri." ucap Vio.


Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Vio. Dirinya tak menolak tawaran papanya tapi masih juga tetap iri pada kakaknya.


"Yasudah sayang, nanti kita liburan ke Indonesia sama papa, Vio mau kemana saja papa antar.." ucap Kenzo.


"Benarkah pa?? kakak tidak diajak kan?" balas Vio.


"Iya kakakmu dirumah saja." balas Kenzo.


"Tuh, gantian kamu yg pergi kakak yg tidak diajak." balas Sammy.


"Oke deall..!" ucap Vio semangat.


Sementara Sammy tersenyum melihat tingkah adiknya itu. Selain manja Vio juga sulit ditebak, hal itu membuat Kenzo kadang kewalahan menangani Vio. Dan perdebatan kecil itu membuat Daphny tersenyum karena artinya mereka begitu dekat.


Dan Sammy sebagai sang kakak harus banyak mengalah pada Vio, karena adiknya itu belum dewasa.


.


.


.


Setelah sarapan Sammy pun diantar ke bandara oleh Kenzo dan Vio pergi ke sekolah diantar oleh Daphny. Di bandara nampak sudah ada Davi dan Dion yg menunggunya.


"Hai Davi, sudah dari tadi?" tanya Sammy.


"Ya.. baru 10 menit, aku datang terlalu cepat.." balas Davi.


"Bagaimana kalian sudah siap dan semuanya tak ada yg tertinggal?" tanya Kenzo.


"Sudah pa.." ucap Sammy.


"Sudah uncle.." ucap Davi.


"Ingat selalu kabari kami saat kalian disana, dan jangan berbuat aneh-aneh terutama kau Davi.." ucap Dion.


"Siap uncle, aku akan menjaganya." ucap Sammy.


"Oke dad, aku takkan berani macam-macam yg ada aku dihukum kakek." ucap Davi.


"Bagus jika kau sadar.." ucap Dion.


"Baiklah, jadwal penerbangan kami sebentar lagi.. kami berangkat dulu pa.. uncle.. " ucap Sammy.


"Ya.. hati-hati dan selalu beri kabar." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Ingat Davi beri kabar..!" ucap Dion memberi penekanan.


"Baik.." ucap Sammy dan Davi.


Sammy dan Davi pun masuk ke dalam bandara karena jadwal penerbangan mereka sudah dekat. Sementara Kenzo dan Dion berbincang sebentar sebelum akhirnya mereka berdua meninggalkan bandara.


.


.


.


Selang beberapa jam mereka pun tiba di Indonesia, dan di bandara nampak Devi sudah menjemput mereka. Devi pun melambaikan tangan pada keduanya.


"Hai kalian.. Sammy.. Davi.." panggil Devi.


"Iya.." balas Sammy lalu mendekat bersama Davi.


"Akhirnya kalian tiba juga, Selamat datang Sammy di Indonesia. " ucap Devi.


"Ya.. Terimakasih Devi.. " ucap Sammy.


"Oke.. ayo sekarang kalian ikut ke rumah nenek dan kakek." ucap Devi.


"Oke.. ayo Sammy kita sudah datang ke Indonesia jangan sia-siakan waktu ini." ucap Davi.


Devi pun mengendarai mobil dan membawa kedua pria tersebut menuju rumah neneknya untuk beristirahat. Disana kebetulan nenek dan kakeknya sedang menginap di villa dan menikmati liburan, sehingga mereka bisa bebas berada di rumah tersebut.


Devi dan Davi pun menunjukkan kamar tamu pada Sammy. Lalu mereka makan siang bersama dirumah. Devi pun memperkenalkan masakan Indonesia pada Sammy yg sangat jarang ia temui di Singapura. Sammy pun cukup menyukai rasanya.


Sesuai rencana lusa mereka akan pergi ke Bali untuk liburan. Dan Devi sudah memesankan tiket untuk mereka bertiga. Rencananya malam ini mungkin Devi akan mengajak mereka jalan-jalan di mall.


"Oke.. karena kalian sudah datang jauh-jauh, aku sudah menyiapkan rencana liburan kita." ucap Devi.


"Apa rencanamu Dev?" tanya Sammy.


"Sister, kau bahkan tidak bicara dulu padaku." ucap Davi.


"Dev, itu hobimu bukan hobi kami." ucap Davi.


"Sst.. tidak ada yg boleh protes." ucap Devi.


"Oke.. aku menyerah." ucap Sammy.


"Sam.. jangan buat Devi menang, kau tahu kan wanita kalau ke mall bagaimana?" tanya Davi.


"Tiada gunanya berdebat Dav, terimalah nasib kita." ucap Sammy.


"Baiklah, dengan terpaksa aku ikuti rencanamu." ucap Davi.


"Bagus, kalian bersiaplah." ucap Devi.


.


.


.


Setelah bersiap, mereka bertiga pun pergi ke mall yg diinginkan Devi. Dan mereka diajak berkeliling, Devi juga mengajak mereka membeli beberapa perlengkapan berenang.


Hingga Davi dan Sammy lelah, keduanya pun duduk di pojokan cafe sembari menikmati minuman yg sudah mereka pesan.


"Samm.. apa kubilang, Devi itu kalau belanja tidak terkontrol." ucap Davi.


"Kita ajak dia makan saja habis ini." ucap Sammy.


"Ide bagus." ucap Davi.

__ADS_1


Setelah itu, mereka pun membujuk Devi agar makan malam dulu dan membuat Devi melupakan list belanjanya yg panjang tersebut. Untungnya Sammy berhasil membujuknya dan mereka makan di tempat yg diinginkan oleh Devi.


Akhirnya Sammy pun bisa menikmati malam di Indonesia walaupun hanya di dalam mall. Mereka pun makan malam dengan tenang karena ketiganya sama-sama lelah.


"Bagaimana Sammy? tidak buruk kan Indonesia, makanannya juga enak." ucap Devi.


"Benar, aku setuju." ucap Sammy.


"Nanti kalian bekerjalah juga disini, agar aku punya teman nongkrong dan main." ucap Devi.


"Devi carilah teman wanita disini.. karena tawaran bekerja di Singapura begitu wow.." ucap Davi.


"Ya.. aku setuju dengan Davi, jadi maaf kami tak bisa berjanji." ucap Sammy.


"Ck.. kalian ini.. yasudah tapi kalian harus sering mengunjungiku." ucap Devi.


"Oke." ucap Sammy.


Sementara itu Devi pun kecewa pada jawaban keduanya. Dirinya merasa sedih jauh dari Davi saudara kembarnya, dan juga teman yg sangat berarti baginya.


Setelah itu, mereka pun berbincang sejenak sembari menunggu dessert yg dipesan oleh Devi. Tiba-tiba, seseorang berteriak meminta tolong dan Sammy pun bangkit dari duduknya untuk melihat.


Dilihatnya seorang gadis tengah pingsan bersama seorang wanita.


"Tolongg..!" teriak wanita itu.


Davi dan Sammy pun mendekat ingin membantunya.


"Apa yg terjadi?" tanya Sammy.


"Nona, pingsan tiba-tiba." ucap wanita itu.


"Panggil ambulans.. biar kami periksa dulu." ucap Davi.


Sammy pun memeriksanya, walaupun dengan kemampuan minim yg ia miliki. Dirinya juga merasakan wanita itu detak jantungnya sangat lemah.


"Ambulans akan tiba dalam 10 menit.." ucap wanita itu.


"Kita tak punya waktu sebanyak itu.. Davi angkat wanita ini dan kita bawa ke rumah sakit." ucap Sammy.


"Benar, denyut nadinya juga melamah, wanita ini harus segera dibawa ke rumah sakit." ucap Davi.


"Yasudah, ayo cepat bawa dia ke mobilku." ucap Devi.


Mereka pun akhirnya membawa wanita itu menuju ke rumah sakit terdekat dan Devi yg mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit. Dan benar saja mereka hampir terlambat membawa wanita itu ke rumah sakit. Bahkan dokter begitu berterimakasih pada Sammy dan Davi yg cekatan untuk segera membawanya ke rumah sakit.


Tak berselang lama, muncullah seorang pria dengan wajah kesal. Dirinya memarahi wanita yg tadi bersama wanita yg pingsan itu. Nampaknya wanita itu kabur dari rumah karena ingin jalan-jalan ke mall dan membawa pelayannya. Akhirnya ketiganya memilih pergi meninggalkan rumah sakit setelah walinya tiba.


"Dimana kedua pemuda yg membawa Wendy kemari?" tanya pria paruh baya tersebut pada pengawalnya.


"Mereka baru saja pulang tuan setelah memastikan wali dari nona sudah datang."


"Ck.. padahal aku ingin berterimakasih pada mereka." ucap pria yg tak lain adalah James.


"Sepertinya mereka masih di parkiran tuan, mau kami tahan.?"


"Tahan mereka."ucap James.


.


.


Sementara Sammy nampaknya mengenali kalau pria tadi adalah James ayahnya, makanya dirinya meminta pada kedua temannya untuk segera pergi.


"Tunggu.. kalian jangan pergi dulu, tuan kami mau bicara." ucap pengawal tersebut.


"Bagaimana guys?" tanya Devi.

__ADS_1


"Sam, tunggulah sebentar." ucap Davi.


"Ya.. oke." balas Sammy.


__ADS_2