Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.81 Waktu yg terus berlalu


__ADS_3

Daphny pun merawat Sammy dengan sepenuh hati, dirinya akan memberikan segala yg terbaik bagi putranya tersebut. Dan tibalah saatnya Daphny harus kembali bekerja, walaupun berat Daphny yakin bisa melangkah lagi dan bekerja di rumah sakit tersebut.


Apalagi Kenzo berkata kalau dokter di rumah sakit tersebut tak mampu menyembuhkan penyakit putrinya James hingga mereka pergi ke negara lain. Hal itu membuat Daphny lega karena bisa kembali bekerja seperti dulu. Daphny tak mungkin selamanya bergantung pada kakaknya atau warisan dari keluarganya.


Walau berat, Daphny harus membiasakannya karena ia sudah memutuskan hudup sebagai single mom. Dirinya pun memulai kembali perannya sebagai dokter bedah jantung. Dan sudah pasti hari-harinya akan kembali sibuk. Sementara Sammy sudah berada di tempat yg aman dirumahnya. Dengan beberapa pengasuh, pelayan di rumah serta pengawal pribadi yg selalu berjaga 24 jam di rumah mereka.


Daphny juga diterima dengan baik di rumah sakit tersebut dan memiliki reputasi yg baik di tahun pertamanya bekerja. Sementara Santi dan Dion, mereka mengawali karir mereka di rumah sakit milik keluarga Dion. Dan tugas mereka adalah mengawasi dari dalam apa yg terjadi di rumah sakit tersebut. Walaupun dalam keadaan hamil, Santi tetap bekerja hingga usia kandungannya masuk ke 3 minggu terakhir, barulah dirinya mengajukan cuti.


Daphny pun senantiasa menemaninya dan menghiburnya saat ada waktu luang. Mereka juga sering berbelanja bersama dan berbincang-bincang. Hingga tak terasa waktu berjalan dengan cepat. Santi pun melahirkan kedua anak kembarnya dengan Dion.


Kedua bayi mungil itu pun lahir ke dunia, dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Santi beserta Dion pun bahagia atas kehadiran kedua anak tersebut yg melengkapi hidup mereka. Daphny dan Kenzo pun mengucapkan selamat pada mereka berdua. Tak lupa doa pun diucapkan mereka agar Daphny dan Kenzo bisa bersatu.


"Selamat Santi, Dion .. kini kalian sudah resmi menjadi orang tua." ucap Daphny.


"Terimakasih Daphny." ucap Santi dan Dion.


"Selamat ya untuk kalian,." ucap Kenzo.


"Terimakasih prof.." balas Santi.


"Ya Terimakasih prof." balas Dion.


"Semoga kalian bisa bersatu ya." ucap Santi merujuk pada Daphny dan Kenzo.


"Ehmm.. aku tak bisa janji." ucap Daphny.


"Hmm.. anak kalian mau diberi nama apa?" tanya Kenzo mengalihkan.


"Devikah dan Davindra." ucap Dion


"Devi dan Davi.." ucap Kenzo.


"Nama yg bagus." ucap Daphny.


"Lalu kalian sendiri bagaimana? jangan membuat orang salah paham." ucap Santi.


"Hmm.. aku harus ke toilet." ucap Daphny.


"Ck.. kau itu menghindar terus." ucap Santi sementara Daphny pergi keluar.


"Santi kau itu, aku sedang berusaha tahu." ucap Kenzo.


"Ya aku hanya ingin membantumu prof dengan membuatnya sadar." ucap Santi.


"Daphny sepertinya trauma pada sebuah hubungan. Selama ini tak ada yg pernah berjalan baik, dengan mantan kekasihnya maupun dengan si bren***k itu." ucap Dion enggan menyebut nama James.


"Mantan kekasih?" tanya Kenzo.


"Iya prof, namanya Fero." ucap Santi.

__ADS_1


"Ya.. hubungan mereka terhalang restu orang tua Fero. Bahkan terakhir pria datang ke pada kami untuk menanyakan tragedi itu." ucap Dion.


"Sepertinya aku harus cepat sebelum pria itu muncul." ucap Kenzo.


"Ya.. prof, kau harus cepat bergerak." ucap Santi.


.


.


.


Setelah kejadian itu, mereka pun enggan bertanya lagi pada Daphny. Dan menyerahkan semuanya pada Kenzo dan Daphny tentang hubungan mereka. Apapun keputusannya mereka akan tetap mendukung keduanya.


Sementara Daphny, dirinya masih trauma akan sebuah hubungan yg tak pernah berjalan baik di hidupnya. Apalagi statusnya sebagai single mom akan dijadikan alasan bagi siapa saja yg akan masuk ke hidupnya.


Tapi Kenzo terus bersabar menanti Daphny membuka hatinya. Perlahan tapi pasti Kenzo memastikan semuanya berjalan dengan baik. Kenzo juga berusaha untuk dekat dengan Sammy putra dari Daphny.


Tak jarang Kenzo datang dan mengajak Sammy bermain, bahkan membelikannya mainan kesukaannya. Walaupun Daphny sering melarangnya agar Sammy tidak kebiasaan meminta mainan pada Kenzo. Dan untuk hubungannya dengan Ben, perlahan mulai membaik karena Kenzo tak pernah memulai pertengkaran dan selalu mengalah.


"Kenzo sudah kubilang jangan belikan Sammy mainan lagi." ucap Daphny.


"Maaf, habisnya aku teringat Sammy saat melintas di toko mainan." ucap Kenzo.


"Mama sudah jangan marahi uncle, aku suka mainannya." ucap Sammy membuat Daphny tak jadi marah.


"Sammy, janji ya jangan minta mainan sama uncle lagi?" tanya Daphny.


Sammy pun melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingking Daphny sebagai tanda janji.


"Mama aku sudah janji, jadi jangan marah sama uncle lagi ya.. aku mau main sama uncle.." ucap Sammy.


"Baiklah, mama memang tak bisa marah padamu." ucap Daphny mengelus kepala Sammy.


"Bye mama kami main dulu.. " ucap Sammy.


"Uncle.. let's go.." ucap Sammy menarik tangan Kenzo.


Mereka pun asik bermain perang-perangan di taman. Dan Daphny bahagia sekali melihat putranya asik bermain dengan Kenzo, hingga baju mereka basah karena bermain pistol air.


"Uncle kenaa.. yaaayy aku menang..!!" teriak Sammy.


"Mama aku menang..!" teriak bocah itu bahagia.


"Ok.. good.." ucap Daphny sembari memberi dua jempol padanya.


"Sekarang baju uncle basah.." ucap Kenzo.


"Ganti saja, pakai baju Sammy.. " ucap Sammy.

__ADS_1


"Memangnya muat? baju Sammy kan kecil." ucap Kenzo.


"Hmm.. mau Sammy pinjamkan baju uncle Ben..?" tanya Sammy.


"Jangan nanti uncle Ben marah.. uncle ambil baju di mobil saja, uncle sedia baju ganti di mobil.. tunggu ya.." ucap Kenzo.


"Oke.. Sorry uncle.." ucap Sammy.


"It's oke.." ucap Kenzo lalu pergi ke mobilnya mencari baju ganti.


Daphny pun menghampirinya dan meminta maaf karena pakaiannya jadi basah. Sementara Kenzo tak mempermasalahkannya dan berkata dirinya selalu membawa pakaian ganti sambil tersenyum bahagia.


Daphny pun menghampiri Sammy.


"Sayang, sudah minta maaf sama uncle?" tanya Daphny.


"Sudah mama, uncle sedang ganti baju." ucap Sammy.


"Baiklah, lain kali tanya uncle dulu ya kalau mau main air." ucap Daphny.


"Oke mama.. Sammy minta maaf.." ucap Sammy.


"Iya.. sekarang Sammy ganti baju dulu." ucap Daphny membawa putranya untuk berganti pakaian.


"Mama.. apa uncle bisa jadi papa Sammy?" tanya Sammy.


"Memangnya kenapa?" tanya Daphny.


"Semua teman Sammy punya papa, Sammy sendiri yg tidak punya." ucap bocah tersebut sedih.


"Kan ada uncle Ben." ucap Daphny.


"Uncle Ben selalu sibuk.. tidak bisa main sama Sammy.. uncle Kenzo yg bisa." ucap Sammy.


"Memangnya Sammy mau punya papa?" tanya Daphny.


"Mau.. Boleh ya ma uncle Kenzo jadi papa?" tanya Sammy.


"Bukannya tidak boleh, tapi artinya mama harus menikah sama uncle Kenzo." ucap Daphny.


"Oke, mama menikah saja." ucap Sammy.


"Menikah itu bukan mainan, jadi Sammy kita tidak boleh sembarangan menikah." ucap Daphny.


"Hmm.. Oke.. Sammy tetap tidak mengerti." ucap bocah itu tanpa merasa bersalah membuat Daphny tersenyum.


"Yasudah, pokoknya jangan bahas soal menikah.. Sammy tak paham kan?" tanya Daphny.


"Oke.." balas bocah itu kemudian melupakannya.

__ADS_1


Setelah Sammy keluar, Daphny pun menghela nafas. Dirinya sadar lambat laun Sammy akan menanyakan keberadaan papanya atau bahkan ingin sosok papa di hidupnya.


"Apa Sammy benar-benar butuh sosok papa di hidupnya??" gumam Daphny dalam hati.


__ADS_2